Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 132 : Menyerap mustika siluman Kalajengking Merah.


__ADS_3

'' Jadi seperti itu , sungguh biadab paviliun Kilat Petir ini , beruntungnya dulu aku tidak mau berkerja sama dengan mereka... ''


'' Iya saudara Yu , terus jam berapa kira kira paviliun Teratai putih akan buka..? karena aku akan ke sana untuk membeli bahan bahan untuk penawar pil ini.. ''


'' Mungkin satu jam lagi paviliun ini akan buka.. ''


'' Di mana letak pavilun Teratai Putih kalau di kota ini...?


'' Tuan muda Jue tinggal jalan lurus saja di jalan ini , mungkin hanya 30 menit waktu sampai di sana , bangunan ini paling mencolok karena bangunan ini paling tinggi di kota... ''


'' Kalau begitu aku mohon pamit , terima kasih atas informasinya... ''


Kemudian Yin Jue dan Qian Lin berdiri lalu keluar rumah dan berjalan menuju ke gedung paviliun Teratai Putih berada.


Setelah 15 menit berjalan kemudian Yin Jue mengajak Qian Lin untuk makan dulu di restoran yang kebetulan mereka lewati . Mereka berdua makan dengan santai karena sambil menunggu pavilun buka , setelah selesai makan kemudian mereka keluar dari restoran itu dan berjalan kembali menuju ke paviliun Teratai Putih . Setelah berjalan 15 menit akhirnya Yin Jue dan Qian Lin sampai di paviliun Teratai Putih , kebetulan di paviliun ini gerbangnya baru di buka .


Yin Jue dan Qian Lin langsung masuk ke dalam pavilun, para pekerja di paviliun ini masih sibuk membersihkan ruangan , kemudian ada salah satu pekerja paviliun ini yang menghampirinya.


'' Ada yang bisa saya bantu tuan muda...?


'' Nona , aku pesan bahan bahan ini , tolong di ambilkan... ''


Kemudian pelayan ini mengambil kertas yang di berikan Yin jue lalu dia membaca kertas itu.


'' Tuan muda tunggu di sini , aku akan mengambilkan bahan bahan ini , mungkin sedikit lama karena bahan bahan ini sangat banyak... ''


'' Iya nona.. '' Lalu Yin Jue mengajak Qian Lin untuk duduk di kursi yang telah di sediakan . Sambil menunggu di sana Yin Jue dan Qian Lin bercanda ringan di sana .


Sambil menunggu di sana kemudian ada seorang wanita berjalan ke arah Yin Jue dan Qian Lin .


'' Apa kabar tuan muda Jue , ada perlu apa tuan muda Jue ke paviliun ku ini... ''


'' Kabar baik nona Ling , aku kesini mau pesan bahan bahan untuk membuat pil penawar.... ''


'' Apakah pelayan paviliun sudah mengambilkan bahan bahan yang tuan muda Jue pesan...?


'' Sudah nona Ling , tadi petugas paviliun ini sudah membawa kertas pesanan ku...''


'' Kalau boleh tahu saudara Jue mau membuat pil penawar apa...?


'' Aku menemukan orang yang mengunakan pil Boneka Mayat untuk memperbudak para wanita yang telah mereka culik , yang menculik para wanita ini adalah anggota paviliun Kilat Petir di ibukota kekaisaran Tang... ''


Nona Lan Ling mendengar peryataan dari Yin Jue sedikit terkejut mendengar berita ini .

__ADS_1


'' Aku sedikit tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh paviliun Kilat Petir yang ada di ibukota kekaisaran Tang..''


'' Tapi memang itu kenyataannya nona Ling , karena tadi malam aku juga telah membunuh anggota paviliun Kilat Petir yang ingin menculik istriku ini , makanya aku ingin membebaskan mereka yang di culik ini , aku kasihan kepada mereka yang di culik karena para wanita ini di pekerjakan layaknya wanita penghibur di paviliun Kilat Petir pada malam hari.... ''


'' Aku turut prihatin tuan muda Jue dengan apa yang menimpa para wanita yang jadi korban penculikan ini... ''


'' Kami juga nona Ling , tapi mau bagaimana lagi ini sudah terjadi , setelah aku mempunyai pil penawarnya aku akan mengunjugi paviliun Kilat Petir untuk membebaskan para wanita yang sudah di culik ini.. ''


'' Tuan muda Jue hati hati , karena setiap paviliun pasti punya orang yang sangat kuat sebagai penanggung jawab gedung paviliun... ''


'' Aku mengerti nona Ling... ''


Setelah berbincang bincang dengan nona Lan Ling cukup lama , akhirnya pesanan Yin Jue pun datang .


'' Tuan muda , pesanan anda sudah saya masukkan di dalam cincin ini...'' kata nona pelayan ini sambil menyodorkan cincin penyimpanan kepada Yin jue .


'' Iya terima kasih nona , berapa total harganya...?


'' 200 koin emas tuan muda... ''


'' Tuan muda Jue cukup bayar separuhnya saja , karena aku juga ingin membantu tuan muda Jue... '' kata nona Ling menyahuti pertanyaan Yin Jue.


Kemudian Yin Jue mengeluarkan satu cincin penyimpanan yang berisi 100 koin emas lalu di berikan kepada nona pelayan ini .


'' Iya tuan muda Jue... ''


Kemudian Yin Jue langsung memegang tangan Qian Lin dana langsung menghilang di sana .


Swushhh .


Yin Jue dan Qian Lin langsung berpindah di depan rumah alkemis Lan Yu .


Nona Lan Ling sangat takjub dengan tehnik yang di gunakan oleh Yin Jue yang bisa menghilang , karena baru kali ini dia melihat ada tehnik seperti ini .


Yin Jue dan Qian Lin kemudian masuk ke dalam rumah alkemis Lan Yu , ternyata alkemis Lan Yu masih duduk di ruang tamu .


Yin Jue dan Qian Lin kemudian duduk juga di sana.


'' Kalian sudah kembali rupanya... '' kata alkemis Lan Yu .


'' Iya aku sudah mendapatkan bahan bahan yang senior Yu butuhkan... '' ucap Yin Jue sambil menyodorkan cincin penyimpanan yang berasal dari paviliun Teratai Putih .


Kemudian alkemis Lan Yu mengambil cincin itu lalu memeriksa isi di dalamnya.

__ADS_1


'' Kira kira butuh berapa lama saudara Yu menyuling pil penawar ini....?


'' Kalau membuat dari semua bahan ini mungkin besok sore baru akan selesai semuanya...''


'' Ternyata cukup lama juga , tapi tidak apa apa yang penting pil penawar ini bisa mengobati para wanita yang sudah jadi korban penculikan.... ''


'' Tuan muda Jue tunggu saja , nanti malam menginap saja di rumahku , kalau mau makan silahkan nona Qian Lin masak sendiri di dapur karena aku akan fokus membuat pil penawar ini , jadi aku tidak bisa menemani kalian berdua... ''


'' Iya tidak apa apa saudara Yu , biar aku dan istriku berjaga di sini jika ada tamu yang datang... ''


'' Baiklah kalau begitu aku masuk dulu , jika kalian perlu apa apa tinggal ambil saja , anggap ini adalah rumah kalian sendiri.... ''


Kemudian alkemis Lan Yu masuk ke dalam , sedangakan Yin Jue dan Qian Lin tetap berada di sana.


'' Lin'er , aku mau masuk ke dalam dimensi kalung Giok Dewa untuk menyerap mustika Kalajengking Merah , apakah kau mau ikut....?


'' Aku berjaga di sini saja Gege, karena jika aku berada di dimensi kalung Giok Dewa waktu di sana sangat lama , aku bosan berada di sana.... ''


'' Ya sudah kalau begitu , aku mau masuk , mungkin hanya butuh satu bulan aku di dalam dimensi kalung Giok Dewa untuk menyerap mustika siluman Kalajengking Merah... ''


'' Iya Gege pergilah . Kemudian Yin Jue langsung menghilang di sana .


Swuusshhhh .


Yin Jue telah berpindah ke dalam dimensi kalung Giok Dewa, kemudian Yin Jue menyapa senior Ye Ling dan Lian Shan yang ada di bawah pohon legendaris Apel Emas .


Yin Jue kemudian bertegur sapa dengan mereka berdua. Setelah di rasa cukup kemudian Yin Jue langsung berpindah ke dekat kolam tempat biasanya dia berkultivasi .


Yin Jue kemudian duduk bersila di sana lalu mengeluarkan mustika siluman Kalajengking Merah , kemudian Yin Jue memecahkan mustika itu lalu menyerapnya , dia mecoba mengunakan kekuatan penuhnya untuk menyerap mustika ini . Dia sangat fokus menyerap energi yang terkandung di dalam mustika siluman Kalajengking Merah , karena energinya sangat pekat , mungkin di karena kan ini adalah mustika siluman level 8 , karena baru kali ini dia menyerap mustika siluman level 8 .


Jam berganti jam , hari berganti hari tak terasa sudah 15 hari Yin Jue menyerap mustika siluman Kalajengking Merah ini , Yin Jue merasakan energi didalam mustika sudah habis , kemudian Yin Jue mengeluarkan lagi mustika siluman Kalajengking Merah, lalu dia memecahkannya dan menyerapnya kembali , setelah 13 hari Yin Jue menyerapnya , energi di dalam dantianya terasa meluap luap dan dantianya semakin membesar .


Yin Jue kemudian fokus untuk mengontrol energinya karena ini menandakan kalau dia akan menerobos , setelah beberapa saat kemudian .


Duarrrrr. .


Suara kenaikan tingkat di dalam dantianya . Kemudian Yin Jue membuka matanya .


.


.


####

__ADS_1


__ADS_2