Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 220 : Keluar dari dimensi Yinshen.


__ADS_3

.


.


Kulit mereka tiba tiba langsung mengelupas setelah menghirup asap beracun ini .


Mereka semua langsung panik merasakan semua ini , belum lagi sekarang energi mereka juga di serap oleh jala ini.


Mereka hanya bisa mengutuk diri mereka sendiri karena telah salah menyingung manusia , pandangan mereka juga terhalang oleh kabut beracun ini jadi tidak bisa minta belas kasihan kepada manusia tadi.


Kemudian Yin Jue berjalan ke tempat Qian Lin berada , setelah sampai di sana kemudian Yin Jue mengunakan jurus Telapak Naga Kehampaan hingga berkali kali untuk menyerang mereka .


Tiba tiba muncul siluet Naga Api yang sangat banyak langsung menerjang ke arah asap beracun ini.


Duarrrrr... duarrrrr... duarrrrr...


Akibat ledakan enegi ini asap beracun langsung tersapu bersih dari sana .


Yin Jue melihat mereka semua sudah terkapar di tanah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan , karena sekujur tubuh mereka hangus terbakar dan kulit mereka banyak yang melepuh akibat terjangan siluet Naga Api dan menghirup asap beracun ini.


Qian Lin semakin cepat menyerap energi nya karena kondisi mereka sudah seperti ini.


Setelah 30 menit berlalu kemuidan Qian Lin menarik kembali Jala Sutra ke dalam tubuhnya .


Kemudian Yin Jue menghampiri mereka lalu menyentuh dahi mereka satu persatu untuk menyerap pengetahuan nya .


Setelah menyerap pengetahuannya kemudian Yin Jue mengeluarkan para Kumbang Api dari dalam dimensi kalung Giok Dewa.


Swushhh. .


Kumbang api muncul tepat di depan Yin Jue berada.


Kemudian Yin Jue mengintruksikan Ratu Kumbang Api untuk memakan tubuh orang orang ini dan memberi isyarat agar mereka tidak memakan mustika nya .


Jia Ling yang mengerti kemudian berbicara kepada bawahanya lalu langsung menerjang tubuh siluman siluman ini untuk memakannya .


Setelah 10 menit berlalu para Kumbang Api telah selesai memakan semua tubuh siluman ini , kemudian mereka satu persatu berkumpul di depan Yin Jue .


Setelah mereka sudah berkumpul , lalu Yin Jue memasukan mereka semua ke dalam dimensi kalung Giok Dewa.


Kemudian Yin Jue mengambil mustika mustika ini dengan wajah tersenyum bahagia karena dia tidak akan kehabisan sumber daya lagi. Setelah mengambil mustika nya kemudian Yin Jue juga membakar tulang tulang ini dengan api hitam untuk menghilangkan jejak agar tidak terjadi kepanikan di dalam dimensi Yinshen ini , karena jika ada yang melihatnya nanti semua siluman di dalam dimensi ini pasti akan membenci manusia karena sudah berburu mustika siluman hanya untuk meningkatkan kekuatannya .


Setelah semua tulang tulang sudah menjadi abu kemudian Yin Jue berjalan ke tempat Qian Lin.

__ADS_1


'' Apa yang kau rasakan setelah menyerap energi mereka tadi , apakah kamu sudah bisa merasakan akan naik tingkat...'' tanya Yin Jue penasaran .


'' Masih belum Gege , energi di dalam dantian ku sudah sangat banyak hanya saja aku belum merasakan akan naik tingkat , mungkin ada yang salah dengan tubuhku...'' ucap Qian Lin .


'' Baiklah kalau begitu nanti akan aku tanyakan saja kepada guru Lou Feng, barangkali guru tahu penyebabnya , sekarang kita kembali saja ke kota Shuicheng, karena di dalam pulau ini hanya tinggal Patriak klan Paus Biru saja yang paling kuat , aku yakin mereka tidak akan berbuat semena-mena lagi jika kekuatan mereka telah hilang....''


'' Iya Gege...'' ucap Qian Lin menyetujuinya.


Kemudian Yin Jue memegang tangan Qian Lin , tapi tiba tiba Yin Jue merasakan ada hawa orang yang sangat kuat sedang mendekat .


'' Lin'er , gunakanlah dulu kalungmu untuk berkamuflase, aku ingin melihat siapa yang akan datang ini...'' ucap Yin Jue .


'' Iya Gege...''


Kemudian Qian Lin langsung mengalirkan energi nya ke dalam kalung itu lalu mereka berdua langsung berkamuflase di sana .


Setelah beberapa saat datang 2 orang dari barat lalu berhenti dia dekat Yin Jue dan Qian Lin berkamuflase , kekuatan mereka sangat kuat sama dengan kekuatan tetua Jing Zhou tadi .


'' Apakah kamu tadi melihat 2 orang di tempat ini...?


'' Iya... aku memang melihatnya , tapi kemana perginya mereka ini , kenapa sangat cepat sekali menghilangnya...'' ucapnya penasaran .


'' Baiklah kalau begitu tidak usah di pikirkan mungkin kita tadi salah lihat saja , sekarang kita harus mencari keberadaan tetua Jing Zhi, tinggal patai di wilayah timur saja yang belum kita kunjungi...''


'' Mungkin mereka semua sudah kembali ke klan karena di sini tidak ada apa...'' ucap Patriak Jing Zhan.


Kemudian mereka berdua langsung terbang lagi ke arah timur menyusuri bibir pantai pulau Lanjing ini .


Setelah setelah dua orang ini pergi kemudian Qian Lin menarik kembali teknik berkamuflasenya .


Yin Jue dan Qian Lin langsung tersenyum membayangkan 2 orang tadi mencari para tetuanya yang sudah menjadi abu.


'' Ayo kita pergi saja dari sini...'' ajak Yin Jue.


Qian Lin hanya mengangukan kepalanya sambil tersenyum.


Kemudian Yin Jue langsung memegang tangan Qian Lin lagi lalu menghilang dari sana .


Swuusshhhh.


Setelah beberapa saat mereka telah berpindah di dekat danau yang berada di kota Shuicheng .


Kemunculan Yin Jue dan Qian Lin ini membuat semua orang yang ada di sana sangat kaget , karena mereka berdua tiba tiba muncul dari kehampaan .

__ADS_1


Kemudian Yin Jue menyapa mereka semua yang ada di sana , karena mereka hanya warga biasa yang tidak pernah melihat tehnik perpindahan .


Setelah beramah tamah dengan mereka kemudian Yin Jue mengajak Qian untuk naik perahu karena Yin Jue ingin pergi ke bangunan yang ada di tengah tengah danau ini.


Setelah beberapa saat mereka telah sampai di tempat persewaan perahu , tapi di sana hanya tersisa satu perahu saja , mungkin karena sudah sedikit sore .


'' Maaf senior , kami berdua ingin berkeliling danau ini sambil naik perahu , kalau boleh tahu berapa biaya...'' tanya Yin Jue sopan.


'' Maaf tuan muda , sekarang sudah sore hari aku mau pulang , karena kalau sudah sore begini tidak ada penumpang lagi yang akan naik , jadi tuan muda besok saja ke sini lagi....''


'' Senior bilang saja berapapun biayanya kami akan menyewa nya...'' ucap Yin Jue .


'' Baiklah kalau begitu aku akan mengantarkan kalian , biayanya akan aku kalkulasikan sesuai tempat duduk yang ada , jadi biayanya 6 koin emas tuan muda...''


Kemudian Yin Jue mengeluarkan 6 koin emas lalu di berikan kepada pemilik perahu ini .


Lalu Yin Jue dan Qian Lin di persilahkan untuk menaiki perahu ini .


Kemudian mereka berdua langsung naik dan duduk di kursi paling depan .


Setelah mereka naik kemudian pemilik perahu ini langsung mendayungnya .


Perlahan lahan perahu mulai bergerak ke tengah danau , Yin Jue dan Qian Lin sangat menikmati suasana sore hari di atas perahu ini , air danau tampak tenang tidak ada ombak sama sekali , kemudian Yin Jue berkenalan dengan pemilik perahu ini untuk menggali informasi tentang kebenaran danau ini di mata mata warga kota Shuicheng.


'' Kenalkan namaku adalah Yin Jue dan ini adalah istri ku Qian Lin...'' ucap Yin Jue .


'' Senang berkenalan dengan anda tuan muda Jue dan nona Qian Lin , namaku adalah Huang Zhong...''


'' Iya senior Zhong , bolehkah aku bertanya tentang danau ini , karena aku sangat penasaran dengan bangunan yang ada di tengah tengah danau itu...''


'' Iya boleh saja , pemilik bangunan ini adalah leluhur pendiri kota Shuicheng ini...''


'' Terus apakah pemilik bangunan ini tidak pernah berbaur dengan para warga di kota ini , termasuk dengan senior Zhong yang bekerja di danau ini ...''


'' Tidak pernah tuan muda Jue , para leluhur klan Shui ini sangat tertutup , jadi kami semua tidak ada yang mengenalinya...''


'' Jadi seperti itu , aku kemarin sudah ke danau ini , tapi tiba tiba danau ini airnya mengeluarkan ombak sehingga kami berdua terpaksa kembali ke penginapan lagi , apakah senior tahu asal ombak ini dari mana...?


'' Mengenai itu aku kurang tahu tuan muda Jue , karena setiap ada ombak itu kami semua di haruskan menepi oleh penjaga danau itu , tapi kalau menurut rumor katanya pemilik danau ini sedang mengamuk , jadi kami semua memilih minggir saja , kerena jika ombak ini sudah hilang kami boleh bekerja lagi di danau ini....''


.


.

__ADS_1


####


__ADS_2