
'' Baiklah... kalian semua yang ada di sini akan menjadi saksi bahwa Bai Shan ini telah menantang ku , aku tidak akan sungkan lagi kalau begitu...'' ucap Yin Jue .
Ayah Bai Shan sedikit was was karena Yin Jue terlihat tenang tidak takut sama sekali , dia mencoba melihat kekuatan Yin Jue yang sebenarnya dengan kesadarannya , tapi setelah mencobanya dia tidak menemukan kejanggalan pada kekuatan Yin Jue , Patriak Bai Yuan sedikit tenang sekarang .
Mereka semua yang ada di dalam aula sangat penasaran dengan kekutan Yin Jue , mereka tidak meremehkan kekuatan Yin Jue meskipun kekuatan nya berada di bawah Bai Shan satu tingkat , karena Yin Jue mempunyai elemen Api dan Es pasti akan lebih merepotkan jika kedua elemen ini di gabungkan .
Kemudian satu persatu dari mereka keluar aula , mereka berjalan ke halaman klan Qian untuk melihat Yin Jue dan Bai Shan bertarung .
Setelah 5 menit akhirnya mereka tiba di depan halaman klan .
Di halaman klan Qian nampak banyak anggota muda yang sedang berlatih di sana.
Kemudian Patriak Qian Li menghampiri Qian Lang yang ada di sana .
'' Adik Lang , para anggota klan yang sedang berlatih suruh mereka istirahat dulu...''
'' Memangnya ada apa ini , kenapa semua orang berjalan kesini semua...?
'' Itu karena anak Patriak sekte Awan Putih ingin bertarung dengan Jue'er di halaman klan ini ...''
Qian Lang sedikit kaget dengan perkataan kakaknya ini .
'' Baiklah kalau begitu aku akan menyuruh mereka semua beristirahat dulu...''
Kemudian Qian Lang memberi instruksi kepada para anggota klan yang sedang berlatih di sana untuk beristirahat karena akan ada pertarungan di halaman klan klan ini .
Anggota klan Qian satu persatu istirahat dan duduk di sana untuk menonton pertandingan ini , karena ini juga sebagai pelajaran untuk mereka melihat pertarungan yang nyata.
Yin Jue dan Bai Shan kemudian berjalan ke tengah halaman untuk bertarung di sana .
Yin Jue kemudian mengeluarkan pedang Naga Meteor di tangannya , semua orang sangat takjub melihat pedang Naga Meteor di tangan Yin Jue karena mengeluarkan aura penindasan yang sangat kuat , sedangkan Bai Shan juga mengeluarkan pedangnya sendiri dari cincin penyimpanannya .
Wajah Bai Shan tersenyum melihat Yin Jue yang mengeluarkan pedang nya . Tampak keserakahan di wajahnya ingin memiliki juga pedang yang ada di tangan Yin Jue .
Yin Jue kemudian memasang kuda kuda seperti akan menghadapi musuh yang sangat kuat , dalam pertarungan ini Yin Jue ingin memperlihatkan kepada anggota muda klan Qian dalam bertarung agar para anggota muda bisa mengambil pelajaran.
'' Sekarang majulah...'' ucap Yin Jue datar .
'' Bersiaplah...'' ucap Bai Lang sambil terbang langsung mengayunkan pedangnya ke tubuh Yin Jue.
__ADS_1
Haiyatt..
Yin Jue juga langsung terbang menangkis pedang Bai Lang.
Pertempuran pun terjadi antara Yin Jue dan Bai Lang . Yin Jue dengan lincah terus menerus menghindari serangan Bai Lang , kadang Yin Jue juga menyerangnya balik , sehingga pertempuran mereka terlihat sangat sengit karena mereka terus melakukan jual beli serangan hingga berkali kali .
Para anggota muda sangat antusias melihat pertarungan ini , karena ini baru pertama kali mereka melihat pertarungan secara nyata .
Setelah 10 menit Yin Jue kemudian mulai mengunakan serangan yang dikombinasikan dengan menciptakan jarum jarum Es di tangan kirinya , sambil menangkis serangan tebasan Bai Shan , Yin Jue juga menembakkan jarum jarum es ke tubuh Bai Shan . Sehingga Bai Shan sangat kerepotan karena harus menangkis dua serangan sekaligus .
Semua yang ada di sana sangat kagum dengan keterampilan Yin Jue dalam berpedang karena gerakannya sangat cepat dan lincah , Yin Jue slalu bisa menebak arah serangan Bai Lang .
Setelah 30 menit berlalu Bai Shan terlihat mulai kelelahan karena serangan Yin Jue yang bervariasi , sebagian tubuhnya banyak yang membeku karena serangan jarum jarum es Yin Jue yang tidak dapat dihindari , membuat energi di dalam tubuhnya terus menipis karena berusaha mencairkan tubuhnya yang membeku dan menangkis serangan Yin Jue.
Sedangkan Yin Jue terlihat biasa biasa saja , nafasnya masih stabil tidak seperti kondisi Bai Shan saat ini.
Setelah energi Bai Shan benar benar telah habis , Yin Jue kemudian menyimpan kembali pedang Naga Meteor lalu Yin Jue menunjukan kekuatan aslinya yang berada di tingkat Semi Dewa Bintang 9 .
Semua orang yang ada di sana sangat kaget dengan kekuatan sejati Yin Jue yang ternyata sangat tinggi , Patriak Bai Yuan ingin menghentikan pertarungan ini tapi dia sudah terlambat karena Yin Jue telah berpindah tepat di depan Bai Shan , kemudian Yin Jue langsung meninju perut Bai Shan tepat di dantianya .
Debb... arghhhhh. .
'' Shan'er....'' teriak Patriak Bai Yuan.
Patriak Bai Yuan langsung berlari ke tempat Bai Shan ketika melihatnya telah di kalahkan .
Dia langsung memeluk Bai Shan dan memohon kepada Yin jue agar tidak membunuhnya.
'' Maafkan anakku tuan muda Jue , tolong jangan di bunuh anakku , aku akan mendidiknya menjadi anak yang tidak arogan lagi...'' ucap Bai Shan memohon .
Yin Jue tidak ingin membunuhnya , dia hanya menghancurkan dantian nya saja agar menjadi pelajaran untuknya tidak lagi bersifat sombong seperti sebelumnya.
Para Patriak klan yang sebelumnya menyatakan untuk melamar putri Qian Lin mengelus dadanya , beruntung mereka memilih mengalah seandainya mereka menantang Yin Jue juga pasti nasib mereka akan sama dengan apa yang di alami oleh Bai Shan .
Semua orang langsung menaruh hormat kepada Yin jue termasuk penguasa kota Qianzhi ini .
Kemudian Yin Jue berjalan ke tempat Qian Lin dan ayahnya berada .
'' Kalian semua kembalilah ke klan kalian masing masing...'' ucap Patriak Qian Li kepada para Patriak klan yang ada sana .
__ADS_1
'' Iya , kalau begitu kami semua mohon pamit Patriak Li...'' ucap penguasa kota Quan Lun.
Kemudian mereka semua satu persatu meninggalkan klan Qian , sedangakan Patriak Bai Shan meratapi nasib anaknya yang pingsan dan dantianya telah hancur , dia mau menang yin Jue juga tapi kekuatannya 2 tingkat di bawah Yin Jue.
Para anggota sekte Awan Putih kemudian menghampiri patriak Bai Yuan dan Bai Shan yang terluka .
Mereka lalu mengotong tubuh Bai Shan dan meninggalkan klan tanpa sepatah kata pun .
'' Ayah maafkan aku yang menghancurkan dantian Bai Shan , karena aku sangat tidak suka dengan prilakunya yang seperti itu...'' ucap Yin Jue kepada ayah Qian Li .
'' Tidak apa apa kamu sudah benar , Bai Shan memang perlu di beri pelajaran seperti itu agar menjadi contoh bagi semua orang yang ada di sini tadi agar tidak menganggap remeh kekuatan orang lain...'' ucap Patriak Qian Li .
'' Terima kasih ayah...'' ucap Yin Jue.
Lalu mereka semua yang ada di sana membubarkan diri untuk melanjutkan rutinitas mereka masing masing .
Sedangkan Yin Jue dan Qian Lin lalu pulang ke rumah bersama Patriak Qian Li .
Setelah sampai di rumahnya kemudian mereka makan bersama , hubungan mereka sekarang sangat akrab seperti keluarga sendiri .
Setiap hari Yin Jue di klan Qian membimbing anggota muda klan Qian berlatih tehnik berpedang , karena paman Yuan sendiri yang memintanya .
Yin Jue dengan sabar membimbing mereka agar bisa menjadi generasi muda yang berbakat , karena kalau mereka sudah berumur 17 tahun akan pergi ke sekte Teratai Putih untuk meningkatkan kekuatannya dan tehnik bertarungnya agar semakin kuat .
Di pagi hari seperti biasanya Yin Jue makan bersama dengan keluarga barunya . Setelah makan mereka kemudian ke ruang tamu untuk berbincang bincang di sana , mereka sangat menikmati kebersamaan ini .
Tapi tiba tiba kakek Qian Juan muncul di sana , kemunculan kakek Qian Juan ini membuat kaget ibu Qian Yue , lalu kakek Qian Juan ikut bergabung duduk di sana.
'' Ayah bikin kaget saja...'' ucap ibu Qian Yue .
'' Maaf maaf , itu sudah kebiasaan ku seperti ini , bagaimana Jue'er apakah kau sudah banyak mengenal orang di klan Qian ini...''
'' Sudah kakek guru aku sudah banyak mengenal anggota klan Qian ini , seminggu yang lalu aku telah memberi pelajaran anak Patriak sekte Awan Putih Bai Shan...''
.
.
####
__ADS_1