
.
.
Kemudian kelima orang ini langsung melapisi tubuh mereka dengan perisai Dewa yang berwarna merah.
Mereka berlima sedikit berhati hati tidak mau gegabah melawan pemuda ini karena memiliki serangan yang sangat mematikan , tapi mereka cukup percaya diri karena kekuatan mereka sekarang berbeda jauh.
'' Sekarang keluarkan lah serangan mu itu pemuda sombong , aku yakin seranganmu tidak akan bisa mengalahkan kami berlima di sini , jangankan mengalahkan kami mungkin mengores perisai Dewa kami saja kau tidak akan bisa...''
'' Kenapa aku yang harus menyerang kalian dulu , kalau kalian tidak berniat menyerang ku maka aku akan pergi dari sini karena aku sangat malas melayani para pria bodoh seperti kalian , lagi pula masih banyak urusan yang harus aku selesaikan....''
Setelah Yin Jue menyelesaikan kata katanya kemudian mereka berlima langsung mengeluarkan senjatanya masing karena sangat geram di sebut pria bodoh , mereka mengeluarkan senjata berupa pedang dan satu palu yang sangat besar .
Sedangkan Yin Jue langsung memegang tangan istrinya bersiap untuk berpindah sewaktu waktu jika terdesak .
Kemudian mereka berlima langsung berlari menyerang Yin Jue dengan mengangkat pedang mereka bersiap untuk menebas Yin Jue .
Sedangkan pria yang memegang Gada yang sangat besar ada di belakang rekan rekannya bersiap menghantamkan Gada nya .
Tapi tiba tiba mereka berlima merasakan ada tekanan gravitasi yang sangat kuat menekan mereka berlima sehingga mereka langsung menghentikan langkahnya untuk menyeimbangkan tubuhnya melawan tekanan gravitasi ini.
Setelah satu menit berlalu mereka berlima akhirnya bisa melawan tekanan gravitasi ini , karena kekuatan Yin Jue masih di bawah mereka berlima sehingga mereka bisa melawan tekanan gravitasi ini .
Meskipun mereka bisa melawan tekanan gravitasi ini , bagaimana pun juga mereka masih tidak bisa bergerak dengan bebas karena tekanan gravitasi ini masih terus menekannya.
'' Hahaha... ayo sekarang keluarkan lah serangan kalian para tetua bodoh , aku sudah tidak sabar menunggunya...'' ucap Yin Jue memprovokasi mereka berlima.
Para tetua ini sangat geram mendengarkan perkataan Yin Jue , mereka berlima ingin rasanya mencincang cincang pemuda di depannya ini , tapi mereka tidak bisa menyerangnya secara langsung karena terkena tekanan gravitasi.
'' Lin'er... sekarang ciptakanlah kubah Es di sini , kerana aku ingin melihat kekuatan Gada tetua itu....'' ucap Yin Jue berbicara melalui telepati.
Tanpa berpikir panjang kemudian Qian Lin langsung menciptakan kubah Es untuk melindungi mereka berdua , setelah kubah es sudah tercipta kemudian mereka langsung berpindah di pinggir gerbang kota Shenghuo.
__ADS_1
Kemudian Yin Jue menghilangkan tehnik gravitasinya sehingga mereka berlima langsung bisa bergerak dengan bebas.
'' Kalian minggirlah, hanya Gada ku ini saja yang bisa menghancurkan dinding Es murahan ini...''
Mereka berempat langsung memberi jalan agar tetua Hua Shan mengunakan Gada nya untuk menhancurkan kubah Es di hadapannya ini.
Kemudian tetua Hua Shan langsung menghantamkan Gada nya dengan sekuat tenaga ke permukaan kubah Es di hadapannya ini .
Haiyatt...krak...
Ternyata kubah Es ini cukup kuat hanya retak sedikit saja , kemudian tetua Hua Shan langsung mengantarkan lagi Gada nya dengan sekuat tenaga .
Haiyatt.... pyarrrr...
Kubah Es Qian Lin langsung hancur berkeping keping terkena hantaman Gada tetua Hua Shan.
Tapi mereka berlima sangat terkejut karena Yin Jue dan Qian Lin sudah menghilang di sana.
Setelah mencarinya kemudian salah satu dari mereka melihat Yin Jue dan Qian Lin ternyata ada di dekat gerbang kota Shenghuo.
Mereka berlima sedikit heran , kenapa bisa Yin Jue dan Qian Lin tiba tiba sudah ada di sana , sedangkan mereka tadi tidak melihat pergerakan Yin Jue sama sekali ke sana.
Kemudian mereka berempat langsung berlari menuju tempat Yin Jue berada untuk menyerang nya lagi , sedangkan tetua Hua Shan langsung terbang agar cepat sampai di sana karena bagaimana pun juga mereka harus bisa membunuh Yin Jue untuk membalaskan kematian rekan rekan nya , sambil terbang tetua Hua Shan bersiap siap untuk menghantamkan Gada nya , mereka sudah tidak peduli jika penjaga gerbang tahu kalau mereka sedang bertarung di sana , karena saat ini ada di luar gerbang jadi para penjaga gerbang tidak akan berani ikut campur .
Setelah terbang 5 meter tiba tiba tetua Hua Shan merasakan ada tekanan gravitasi lagi sehingga tubuhnya langsung terjatuh menghantam salah satu tubuh rekan nya yang berlari di bawahnya.
Sehingga mereka semua langsung menghentikan langkahnya ketika melihat rekannya seperti ini.
Kemudian tetua Hua Shan dan rekannya yang terjatuh langsung bangun sambil meringis kesakitan akibat bertabrakan , lalu mereka berunding di sana dulu dengan saling berhadap hadapan.
'' Tetua Hua Shan , kita tidak boleh terbang jika melawan pemuda sialan itu , karena dia memiliki serangan gravitasi , jadi jika kita terbang dia akan mudah menyerang kita mengunakan serangan gravitasinya....'' ucap salah satu dari mereka.
'' Iya tadi aku memang ceroboh , terus sekarang kita harus memiliki rencana yang matang untuk menyerangnya , kita berpura pura saja mengaku kalah , nanti salah satu dari kalian langsung lemparkan bubuk racun Penghisap Energi kepada mereka berdua , kita harus mengunakan cara licik untuk menghadapi pemuda ini...''
__ADS_1
'' Itu benar tetua Hua Shan, kita harus memiliki siasat jika ingin menangkap pemuda ini , nanti jika kita sudah bisa menangkapnya aku ingin menikmati tubuh istrinya di depan matanya agar dia juga merasakan sakit hati seperti kita...'' ucap tetua yang tertimpa tubuh tetua Hua Shan .
Kemudian mereka berlima langsung menyimpan senjata pusaka mereka masing masing lalu berjalan dengan santai ke gerbang kota Shenghuo.
Tapi mereka sangat bingung karena sekarang Yin Jue dan Qian Lin sudah tidak ada lagi di depan , kemudian mereka langsung berjalan dengan cepat agar tidak kehilangan jejaknya.
Setelah sampai di sana mereka berlima harus kecewa karena yang mereka cari telah lenyap , bahkan jejak nya sudah menghilang seperti di telan alam.
'' Bajingan... aku tidak habis pikir bagaimana cara mereka kabur dari sini , karena aku tidak bisa merasakan aura nya sama sekali...'' ucap tetua Hua Shan sangat geram karena merasa di permainkan oleh Yin Jue.
'' Benar tetua Hua Shan , padahal aku sudah menyiapkan tenagaku untuk menikmati tubuh wanita tadi , tapi ternyata mereka berdua telah menghilang , sungguh sangat di sayangkan ....''
Setelah tetua ini menyelesaikan kata katanya kemudian mereka merasakan ada tekanan gravitasi lagi sehingga mereka langsung berusaha melawannya.
Kemudian mereka berlima melihat ke langit karena tiba tiba ada kilatan cahaya .
Setelah mereka semua melihat ke atas langit ternyata itu adalah kilatan petir.
'' Perkuat perisai Dewa kalian , ini adalah serangan petir seperti tadi sore...'' teriak tetua Hua Shan lantang.
Setelah menyelesaikan kata katanya petir ini langsung menyambar tubuh mereka berlima .
Jdiarrr..... jdiarrr... jdiarrr....
Suara sambaran petir yang memekakan telingga.
Para penjaga gerbang kota Shenghuo langsung keluar gerbang untuk melihat sambaran petir ini , setelah melihatnya ternyata mereka melihat di luar gerbang ada 5 orang pria yang sedang di sambar petir , tapi mereka tidak berani mendekat karena takut tersambar juga.
.
.
####
__ADS_1