
Atap atap bangunan di sana tampak berserakan di mana mana akibat serangan petir tadi malam.
Setelah beberapa saat akhirnya Yin Jue telah sampai di area tempat meletakan artefak mangkuk pertahanan .
Lalu Yin Jue dan Qian Lin duduk di sana untuk menjaga artefak pertahanan itu , selang beberapa saat guru Lou Feng dan 5 tetua sekte gunung Pedang datang ke sana.
Kemudian para tetua yang bersama guru Lou Feng langsung bertegur sapa dengan Yin Jue.
'' Jue'er apakah itu adalah artefak mu...? tanya Guru Lou Feng.
'' Iya guru , berkat artefak pertahanan ini sekte ini aman sekarang , serangan petir ini adalah serangan dari Wang Chuying karena aku telah menangkap salah satu pemimpin mereka tadi di luar gerbang...'' ucap Yin Jue.
'' Kalau boleh tahu siapa orang yang yang telah kau tangkap itu...?
'' Dia adalah seorang alkemis yang bernama Lao Xin , apakah guru pernah mengenalnya...'' tanya Yin Jue.
'' Lao Xin adalah alkemis dari paviliun Teratai Putih yang telah di keluarkan , mungkin dia memilih bergabung dengan organisasi Pagoda Tujuh Bintang agar dia bisa membalas atas perlakuan paviliun Teratai Putih yang telah memecatnya...'' ucap guru Lou Feng.
'' Iya guru , mungkin karena itu dia memilih bergabung dengan organisasi Pagoda Tujuh Bintang, aku telah memasukan dia ke dalam dimensi kalung Giok Dewa, aku juga telah menanamkan segel budak kepadanya karena nanti dia pasti bisa bermanfaat untukku..'' ucap Yin Jue.
Setelah beberapa saat serangan petir juga telah hilang , kemudian semua orang yang ada di sana membubarkan diri untuk kembali ke rumah masing masing kerena sudah larut malam .
Yin Jue dan Qian Lin kemudian kembali ke kamar untuk tidur di sana .
****
Keesokan harinya setelah bangun tidur Yin Jue dan Qian Lin lalu berkeliling sekte Gunung pedang untuk melihat kerusakan akibat serangan tadi malam .
Mereka menyusuri lorong di setiap sudut sekte gunung pedang , semua orang tampak sedang sibuk membersihkan puing puing bangunan yang berserakan di lantai .
Setelah selesai berkeliling kemudian Yin Jue mengajak Qian Lin ke aula sekte untuk menemui Patriak Lou Han, tapi Qian Lin memilih untuk pergi ke rumah guru Lou Feng menemui senior Yuan Ling .
Setelah 15 menit berlalu Yin Jue akhirnya sampai di aula sekte Gunung Pedang, kemudian Yin Jue masuk ke dalam .
Dia dalam aula tampak semua orang masih menunggu Patriak Lou Han karena dia belum datang , Yin jue lalu duduk dengan para tetua yang ada di sana , lalu berbincang bincang ringan sambil menunggu patriak Lou Han datang , para tetua sangat takjub dengan kekuatan sejati Yin Jue yang ternyata sangatlah kuat .
Selang beberapa saat Patriak Lou Han dan guru Lou Feng masuk ke dalam aula , lalu mereka berdua duduk di tempat nya masing masing , kemudian Patriak Lou Han langsung membuka suara .
'' Terima kasih para saudara ku yang sudah hadir di sini dan aku ucapkan terima kasih banyak kepada saudara Yin Jue yang sudah memperkuat pertahanan sekte Gunung Pedang dari serangan petir tadi malam , apakah kalian memiliki saran untuk menghadapi jika ada penyerangan seperti ini lagi...''
__ADS_1
'' Aku ingin kita bangun saja menara yang sangat tinggi di tengah tengah sekte ini untuk berjaga jaga jika ada serangan petir lagi untuk mengaktifkan kertas pertahan milik Patriak Lou Han...'' ucap tetua Wan Li .
'' Aku juga setuju dengan sayang tetua Wan Li , karena kita harus berjaga jaga kapan pun pasti serangan ini akan datang lagi....'' ucap salah satu tetua .
'' Apakah ada lagi usul yang lain...'' ucap Patriak Lou Han.
Kemudian para tetua yang lain juga mengutarakan sarannya masing masing , mereka semua juga setuju untuk membuat menara di tengah tengah sekte ini .
'' Kalau menurut saudara Jue bagaimana , barangkali saudara Jue memiliki pemahaman yang lebih tentang pembuatan menara untuk pertahanan nantinya....'' ucap Patriak Lou Han.
'' Kalau aku sudah setuju dengan semua usulan senior tadi , nanti artefak mangkuk pertahanan milikku untuk sekte ini saja agar kedepannya pertahanan sekte Gunung Pedang ini semakin kuat ...'' ucap Yin Jue .
'' Terima kasih banyak saudara Jue , aku sangat senang saudara Jue memberikan artefak yang sangat berharga seperti itu kepada sekte Gunung Pedang ....'' ucap Patriak Lou Han.
'' Iya sama sama senior Han , nanti aku akan mengajari senior Han cara mengunakan artefak ini...''
'' Iya saudara Jue terima kasih banyak...'' ucap Patriak Lou Han senang , karena kedepannya sekte Gunung Pedang akan semakin kuat tidak perlu was was lagi ada serangan seperti tadi malam.
Setelah mereka selesai pembahasannya kemudian para tetua sekte Gunung Pedang membubarkan diri , sedangkan di dalam aula tinggal Patriak Lou Han , guru Lou Feng dan Yin Jue .
'' Senior Han , nanti aku akan menggambarkan bentuk menara yang cocok untuk tempat artefak ini berada , karena aku sudah pernah membuat menara yang sama di klan ku...'' ucap Yin Jue.
Kemudian Patriak Lou Han mengeluarkan pena dan kertas untuk Yin jue menggambar kan bentuk bangunannya , hari itu Yin Jue menghabis kan waktu untuk menggambar menara perlindungan yang sama dengan di klan Yin , Yin Jue menggambar sambil berbincang bincang dengan Patriak Lou Han dan guru Lou Feng agar tidak bosan.
Setelah selesai menggambar bentuk menara pertahanan , kemudian Yin Jue menyerahkan kepada Patriak Lou Han , lalu Patriak Lou Han melihat gambar yang sudah Yin Jue buat.
'' Saudara Jue ternyata juga bisa menggambar dengan baik , ini sangat jelas dan mudah di mengerti , kalau begitu aku akan ke tempat para anggotaku agar besok sudah bisa mulai pembangunan nya...'' ucap Patriak Lou Han.
Kemudian patriak Lou Han pergi dari sana .
'' Jue'er, aku ingin mengunjugi kaisar Yuan Ceng untuk memberi kabar penyerangan ini , karena aku yakin Wang Chuying pasti akan menargetkan istana kekaisaran juga...'' ucap guru Lou Feng .
'' Baiklah kalau begitu aku akan menyerap pengetahuan guru agar aku bisa menggunakan tehnik perpindahan , sekarang guru ingat ingat gerbang istana istana kekaisaran saja ...''
'' Iya silahkan saja...''
Kemudian Yin Jue berdiri lalu langsung memegang dahi guru Lou Feng untuk menyerap pengetahuannya.
Setelah sudah menyerap pengetahuan , kemudian Yin Jue langsung memegang bahu guru Lou Feng lalu menghilang dari sana .
__ADS_1
Swushhh. .
Mereka berdua telah berpindah di depan gerbang istana kekaisaran Yuan sesuai ingatan guru Lou Feng .
Para penjaga gerbang istana sangat kaget dengan munculnya 2 orang ini karena muncul dari kehampaan , tapi setelah di lihat lihat ternyata itu adalah tetua Lou Feng suami putri Yuan Ling .
Kemudian para penjaga gerbang langsung menaruh hormat kepada guru Lou Feng , mereka kemudian membukakan pintu gerbang lalu mempersilahkan mereka berdua untuk masuk dalam .
Setelah sampai di dalam , Yin Jue bisa melihat bangunan istana kekaisaran Yuan ini sangat megah dan besar , setelah berjalan 15 menit ada seorang gadis yang berlari menghampiri mereka berdua .
Yin melihat gadis ini masih berumur sekitar 20 tahunan .
'' Ayah , aku senang ayah sudah kembali pulih...'' ucapnya .
'' Iya Chun'er , aku telah di obati oleh murid ku ini , dia adalah Yin Jue murid ku yang berasal dari kekaisaran Wei...''
'' Salam kakak Jue , namaku adalah Lou Chun , terima kasih kakak sudah mengobati ayahku...''
'' Iya sama sama Chun'er ....'' ucap Yin Jue ramah.
'' Kalau begitu ayo kita ke dalam istana , pasti kakek dan paman sangat senang ayah sudah sembuh seperti semula...'' ajak Lou Chun .
Kemudian mereka bertiga berjalan menuju aula , Lou Chun berjalan sambil memegang tangan ayahnya , dia terlihat sangat senang karena ayahnya sudah sembuh .
Setelah 15 menit berlalu mereka bertiga telah sampai di aula istana , kemudian mereka bertiga di persilahkan masuk ke dalam oleh penjaga aula .
Di dalam aula kekaisaran Yin Jue melihat ada dua orang yang sangat kuat di sana .
'' Akhirnya kau sudah sembuh adik Feng , kalau begitu duduklah dulu...'' ucap nya ramah
'' Terima kasih saudara Ceng...'' ucap guru Lou Feng.
Setelah mereka bertiga duduk kemudian guru Lou Feng angkat bicara .
.
.
####
__ADS_1