
.
.
Melihat artefak kapal terbang mulai bergerak kemudian putri Feng Lulu dan nona Liu Xie langsung masuk ke dalam ruangan artefak kapal terbang untuk melanjutkan beristirahat lagi .
Sedangkan Yin Jue langsung duduk di dek depan sambil mengendalikan artefak kapal terbang.
'' Saudara Lao Xin, sekarang lanjutkan lah untuk tidur lagi , karena nanti siang kita harus bergantian lagi...''
'' Iya Jue'er , tapi sepertinya aku tidak bisa tidur lagi karena sudah terlanjur bangun , kalau boleh tahu siapa mereka tadi yang telah menganggu istirahat kita...?''
'' Mereka adalah 2 kelompok bawahan Lin Fang yang masih tersisa , aku tadi sengaja tidak membangunkan mu , karena mereka menyerang ku hanya mengunakan bubuk racun saja...''
'' Apakah para bawahan Lin Fang telah tertangkap semua...?''
'' Iya , mereka tadi adalah kelompok terakhir yang tersisa , jadi kedepannya lautan ini akan sedikit aman , mungkin 5 tahun ke depan akan muncul lagi kelompok seperti mereka tadi , karena sekuat apapun kita menumpas kejahatan pasti akan muncul kejahatan baru lagi...''
'' Kamu benar juga Jue'er , karena aku juga pernah menjadi orang jahat seperti itu , baiklah kalau begitu aku akan membuat pil Energi Dayuan saja , karena aku sudah tidak bisa tidur lagi....''
'' Iya silahkan saudara Lao Xin...''
Kemudian alkemis Lao Xin langsung mengelar tikar tadi , lalu duduk bersila untuk membuat pil .
Sedangkan Yin Jue tetap fokus mengendalikan artefak kapal terbang .
Yin Jue sangat penasaran dengan pulau Shuangren asal nona Liu Xie, karena di sana pasti tersimpan sesuatu atau hal semacamnya yang di incar oleh pulau bagian timur , karena tiba tiba mereka menyerang pulau bagian barat tanpa alasan yang jelas .
Semakin berada di tengah lautan , angin di sana semakin bertambah kencang membuat Yin Jue sedikit mengurangi laju artefak kapal terbang nya .
Setelah menjelang siang alkemis Lao Xin mengakhiri pembuatan pil Enegi Dayuan, kemudian dia langsung tidur sejenak agar nanti sore bisa bergantian mengendalikan artefak kapal terbang.
Mereka berdua selalu bergantian agar tidak terlalu bosan , terkadang Yin Jue menangkap ayam hutan yang ada di dalam dimensi kalung Giok Dewa untuk makan mereka agar tidak bosan berada di atas artefak kapal terbang.
Setelah 5 hari berlalu akhirnya mereka sampai di dekat pulau kecil lagi , kemudian mereka istirahat di sana sambil membakar hewan buruan yang ada di pulau kecil ini .
Di pulau ini mereka tidak menemukan kendala sedikitpun , karena pulau ini sangat sepi .
__ADS_1
Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan lagi menuju pulau Shuangren asal nona Liu Xie.
Setelah 7 hari berlalu akhirnya mereka sampai di dekat pulau Shuangren , kemudian Yin Jue langsung menghentikan laju artefak kapal terbang nya .
Dari kejauhan Yin Jue melihat pulau ini ternyata memang kembar seperti namanya , luas kedua pulau ini juga sama , Yin Jue memperkirakan luasnya hampir sama dengan 5 kali luas kota Feijing , kedua pulau ini sama sama memiliki 2 gunung yang lumayan tinggi , pulau sebelah timur memiliki Gunung yang di selimuti Es di puncaknya , sedangkan pulau sebelah barat memiliki Gunung berapi yang masih aktif .
Yin Jue bisa melihat Gunung berapi di pulau barat sepertinya di lindungi formasi yang sangat kuat .
Kemudian Yin Jue memanggil nona Liu Xie dan putri Feng Lulu agar keluar dari sana .
'' Nona Liu Xie, akhirnya kita telah sampai di pulau Shuangren, sekarang kita mendarat di mana agar lebih dekat dengan rumahmu...?''
'' Kita mendarat di tepi pantai saja tuan Yin Jue , karena jika kita melintas di atas pulau ini pasti kita nanti akan terkena tembakan busur panah para penjaga pulau...''
'' Baiklah kalau begitu , kalau boleh tahu kenapa gunung berapi di pulau bagian barat itu di lindungi oleh formasi yang sangat kuat...?'' ucap Yin Jue sambil mengendalikan artefak kapal terbang untuk mendekati pulau bagian barat.
'' Aku kurang tahu tuan Yin Jue , nanti tanyakan saja kepada ayahku , karena ayahku tahu semua tentang sejarah pulau ini...''
Tapi setelah mereka mendekat ke pulau bagian barat tiba tiba ada serangan busur panah yang sangat banyak di lapisi perisai dewa melesat mengincar artefak kapal terbang .
'' Awas tuan Yin Jue , artefak kapal terbang ini tidak akan mampu bertahan jika terkena busur panah itu...'' ucap nona Liu Xie mengingatkan .
Kemudian Yin Jue langsung mengunakan tekanan gravitasi untuk menghalau busur panah ini , sehingga busur panah ini langsung terjatuh ke laut .
Yin Jue melihat orang yang menembakkan busur panah ini bersembunyi di antara dedaunan pohon kelapa.
'' Tuan Yin Jue tolong hilangkan formasi perlindungan artefak kapal terbang ini, aku akan terbang menemui mereka...''
Kemudian Yin Jue langsung menghilangkan formasi perlindungan artefak kapal terbang sesuai permintaan nona Liu Xie .
.
****
Berpindah di tempat rerimbunan pohon kelapa tempat para penjaga keamanan pulau.
Para penjaga keamanan pulau barat sangat terkejut melihat tembakan busur panah mereka tiba tiba terjatuh ke laut .
__ADS_1
Kemudian mereka langsung bersiap untuk menembak lagi dan menunggu aba aba dari komandan regu mereka .
'' Tahan tembakan , sepertinya yang mendekat adalah putri Liu Xie...'' ucap komandan Liu Tian .
Kemudian nona Liu Xia langsung mendarat di dahan pohon kelapa tempat persembunyian para regu penembak.
'' Maafkan kami putri Liu Xie, aku tidak tahu kalau anda ada di atas artefak kapal terbang itu...'' ucap komandan Liu Tian.
'' Tidak apa apa komandan Tian , mereka adalah orang yang telah membebaskan ku dari tangan Lin Fang...''
'' Baiklah kalau begitu silahkan mendarat di sini saja , nanti aku sendiri yang akan mengantarkan putri Liu Xie ke kota...'' ucap komandan Liu Tian.
Kemudian nona Liu Xie langsung melambaikan tangan kepada Yin Jue agar mendarat di bibir pantai .
'' Kalian tetap lah berjaga di sini , aku akan membawa putri Liu Xie ke kota dulu...'' ucap komandan Liu Tian kepada para bawahannya.
'' Baik komandan...''
Kemudian Nona Liu Xie dan komandan Liu Tian langsung mendarat di atas pasir pantai untuk menunggu tuan Yin Jue .
Setelah mendarat kan artefak kapal terbang , kemudian Yin Jue mengajak putri Feng Lulu dan alkemis Lao Xin untuk melompat turun , lalu Yin Jue langsung memasukkan artefak kapal terbang ke dalam cincin Spasial.
'' Kenalkan ini adalah tuan Yin Jue yang telah menolongku , gadis cantik ini adalah nona Feng Lulu dan dia adalah alkemis Lao Xin...'' ucap nona Liu Xie mengenalkan .
'' Salam kenal tuan Yin Jue , nona Feng Lulu dan alkemis Lao Xin, namaku adalah Liu Tian , aku adalah komandan regu penembak di pantai sebelah selatan , aku mengucapkan terima kasih banyak sudah menyelamatkan putri Xiu Lie dari tangan Lin Fang...'' ucap komandan Liu Tian sangat hormat.
'' Salam kenal juga komandan Liu Tian...'' ucap Yin Jue .
'' Baiklah kalau begitu , sekarang mari kita menuju kota Liuxiang , karena ayah putri Liu Xie sangat menghawatirkan putri Liu Xie ini...''
Kemudian mereka berlima langsung berjalan menuju kota Liuxiang.
Yin Jue merasakan pulau Shuangren ini memang sangat damai dan nyaman seperti yang di ceritakan oleh nona Liu Xie, sangat di sayangkan jika pulau yang damai seperti ini sampai ada konflik atau peperangan.
.
.
__ADS_1
####