
.
.
Serangan menyelinap ini adalah serangan dari Patriak Da Yan yang telah memulihkan energinya , dia memang mencari waktu yang tepat untuk menyerang Yin Jue dan Qian Lin dengan serangan menyelinap , agar mereka tidak bisa berpindah lagi seperti sebelumnya .
Ha.ha.ha . . akhirnya aku bisa melukaimu bajingan brengsek , kata Patriak Da Yan sangat senang melihat musuhnya ini berhasil terkena serangannya .
Yin Jue dan Qian Lin kemudian berdiri sempoyongan dan memuntahkan seteguk darah akibat serangan ini .Kemudian Yin Jue dan Qian Lin langsung berpindah tempat ke tengah hutan untuk memulihkan sedikit energi nya yang kacau dan memulihkan energinya .
Yin Jue langsung mengeluarkan 10 botol Air Mata Naga Suci untuk Qian Lin dan dirinya sendiri agar cepat pulih dan kembali ke medan pertempuran .
Leluhur agung dan Patriak Da Yan sangat murka dengan teknik yang mereka berdua gunakan , karena keberadaan mereka telah hilang dan lenyap dari hadapannya .
Leluhur agung Da Shin dan Patriak Da Yan mencari keberadaan Yin jue dan Qian Lin di sekitarnya , tapi setelah mereka mencarinya hampir lima menit , mereka tidak menemukan keberadaan Yin Jue dan Qian Lin . Kemudian tetua agung Da Xian datang ke arah Patrik Da Yan dan leluhur agung Da Shin .
'' Leluhur agung Da Shin dan saudara Yan ayo kita mengalahkan Kaisar Chue Shilin yang membantai anggota kita di sana dan mati saja kita urus 2 pasangan tadi , kata tetua agung Da Xian sambil tangannya menunjuk ke arah kaisar Chue Shilin berada .
Mereka bertiga langsung terbang ke arah kaisar Chue Shilin berada dan langsung menyerangnya dengan pukulan masing masing .
Dhuaarrr .... dhuaarrr . .
Kaisar Chue Shilin tidak sempat menghindari serangan gabungan ini , dia terpental lebih dari seratus meter terpental tepat ke arah para anggota Serigala Malam dan pasukan kekaisaran yang sedang bertempur.
Arggghhhh ... Kaisar Chue Shilin kondisinya sangat terluka parah karena serangan gabungan ini , dia terbaring di tanah dan mulutnya mengeluarkan darah .
Tetua agung Da Xian yang melihat kaisar Chue Shilin yang sudah hampir sekarat , dia langsung pergi ke arahnya dan mengambil pedang Api di tangan kaisar Chue Shilin yang sudah semakin melemah .
'' Hahaha... Akhirnya aku mendapatkan senjata pusaka incaran ku selama ini , tidak sia sia aku berkorban selama ini untuk mendapatkan pedang pusaka ini . Aku akan membunuh mu dengan pedang ini sebagai salam perpisahan dengan senjata mu ini sendiri.
Yin Jue dan Qian Lin yang telah pulih sepenuhnya berkat minum Air Mata Naga Suci, mereka berdua langsung menghilang di hutan itu.
__ADS_1
Swussssh.
Mereka berdua langsung berpindah ke tempat sebelumnya , Yin Jue dan Qian Lin mencari keberadaan musuhnya . Setelah mereka cari akhirnya Yin Jue melihat mereka yang berada sedikit jauh . Kemudian Yin Jue berpindah lagi ke belakang mereka bertiga yang sepertinya sedang mengerumuni sesuatu .
'' Apakah ada kata kata terakhirmu sebelum kau mati kaisar Chue , kata tetua agung Da Xian sambil memegang pedang api di tangannya .
Tapi kaisar Chue Shilin hanya diam saja tak menghiraukan tetua agung Da Xian karena dirinya sudah kehabisan energinya dan tinggal menuggu ajalnya saja .
Kemudian tetua agung Da Xian langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher kaisar Chue .
Tapi tiba tiba banyak jarum Es yang menerjang ke arah tubuh tetua agung Da Xian dari belakang dan langsung membekukan punggungnya dan tangannya yang memegang pedang Api.
Arggghhhh . .
Kesempatan ini di gunakan Yin Jue untuk memindahkan Kaisar Chue Shilin ke tengah hutan dengan sangat cepat . Kemudian Yin Jue muncul lagi di pinggir Qian Lin yang ada di medan pertempuran .
Tampak leluhur agung Da Shin membantu tetua agung Da Xian untuk mencairkan es itu yang membekukan sebagian tubuhnya dengan cara mengalirkan energinya dengan fokus ke punggung tetua agung Da Xian .
Yin Jue kemudian mengunakan pedang Naga Meteor untuk menebas perisai es itu .
Pyarrr ...
Perisai itu langsung hancur dan Patriak Da Yan memuntahkan seteguk darah akibat serangan balik energinya yang telah hancur .
Kemudian leluhur agung Da Shin langsung berhenti untuk mentransfer energinya .Dia kemudian langsung menyerang ke arah Yin Jue dan Qian Lin dengan pukulannya.
Duaarrr ... Tapi Yin Jue dengan sigap langsung berpindah untuk menghindari serangan ini , Yin Jue tidak ingin gegabah seperti sebelumya . Mending menghindar saja dan menjaga jarak dengan mereka bertiga karena kekuatan Yin Jue ada di bawah mereka , beruntung Yin Jue mempunyai tehnik ruang dan waktu yang bisa dengan sesuka hati berpindah .
Leluhur agung Da Shin mencari keberadaan Yin Jue yang selalu saja menghilang . Setelah dia menemukan keberadaan Yin Jue dan Qian Lin dia langsung mengunakan kekuatan penuhnya menyerang dengan tinjunya lagi . Serangan ini dilakukan leluhur agung Da Shin hingga berkali kali .
Duarrrr ... duarrrr ... Suara ledakan yang memekakkan telinga terus menerus terjadi akibat serangan dari leluhur agung Da Shin .
__ADS_1
Tapi Yin Jue dan Qian Lin selalu saja bisa menghindari nya.
Yin Jue dan Qin Lin sesekali menyerang balikm jika ada kesempatan , setelah Yin Jue dan Qian Lin menyerang , mereka berdua selalu berpindah dan berpindah .
'' Hahaha . . Pak tua yang sudah bau tanah , kau tidak akan bisa membunuh ku , butuh seratus tahun lagi kau baru bisa mengalahkan ku , kata Yin Jue sambil tersenyum meremehkan leluhur agung Da Shin . Yin Jue sengaja memprovokasi leluhur agung Da Shin agar dia semakin emosi dan menyerang nya terus menerus.
Mendengar perkataan dari Yin Jue yang telah meremehkannya , leluhur agung Da Shin semakin kesal dan murka , dia terus menyerang kearah Yin Jue dengan pukulan terkuatnya.
'' Lin 'er kau fokuslah menyerang tetua agung Da Xian dan Patriak Da Yan , nanti jika kau sudah menyerang mereka aku akan berpindah ke sekitar mereka agar serangan leluhur agung Da Shin ini bisa mengenai mereka berdua , rupanya dia telah termakan oleh emosi nya sehingga dia menyerang secara membabi buta dan tak tentu arah , kata Yin Jue berbicara melalui telepati.
Qian Lin yang mengerti maksud dari Yin Jue , dia langsung menyerang Patriak Da Yan dan tetua agung Da Xian dengan jarum jarum es yang sangat banyak . Tapi mereka berdua hanya bisa melindungi dirinya dengan perisai energinya saja tanpa menyerang balik serangan Qian Lin , ini karena energi mereka belum pulih sepenuhnya .
Tapi Qian Lin tak berhenti menyerang mereka meskipun serangannya tidak bisa mengenai lawannya. Dia terus menerus menembakkan jarum jarum es ke arah mereka berdua . Yin Jue yang melihat Patriak Da Yan dan tetua agung Da Xian yang terpojok oleh serangan Qian Lin , dia tidak mensia-siakan kesempatan itu , Yin Jue langsung berpindah di dekat Patriak Da Yan dan tetua agung Da Xian .
Serangan pukulan leluhur agung Da Shin langsung menerjang ke arah Yin Jue dan Lin , tapi Yin Jue dangan cepat menghindarinya .
Duarrrr....Duarrrr....'' Arghh''...Serangan ini langsung menhancurkan tempat itu dan berhasil mengenai Patriak Da Yan dan tetua agung Da Xian karena mereka masih fokus untuk mengunakan perisainya untuk melindungi dirinya dari serangan jarum jarum Es yang Qian Lin tembakan kepada mereka .
Patriak Da Yan dan tetua agung Da Xian langsung terjatuh dan berguling guling di tanah hingga beberapa meter akibat serangan dari leluhur agung Da Shin yang mengenai mereka dan mereka berdua langsung terkapar di sana dengan kondisinya yang semakin parah.
'' Hahaha...Apakah kau sudah buta pak tua ? kau malah menyerang bawahan mu sendiri , kau lebih baik pensiun saja tidak usah bertarung di medan perang , mending kau menjaga cucumu saja di rumah dari pada berkeliaran di sini , kata Yin Jue sambil berkacak pinggang dan menunjukan jempolnya ke bawah , dia sengaja memprovokasi leluhur agung Da Shin agar semakin emosi .
Leluhur agung mendengar celotehan Yin Jue dan telah merendahkannya , dia sangat geram dan semakin emosi .
.
.
.
####
__ADS_1