Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 444 : Masih di istana kota Fengxuan.


__ADS_3

.


.


Patriak Khu Lian mencoba berfikir kira kira apa yang akan terjadi kepada putranya , tapi dia sedikit yakin kalau putra nya masih hidup , barang kali pemuda ini sedang menyandra putranya .


'' Saudara Duan Feng tolong jelaskan lebih rinci lagi tentang putraku , karena aku sedikit kejelasannya ..?


'' Putra mu sudah mati , karena telah di bunuh oleh tuan Yin Jue...''


Degggg... Patriak Khu Lian seakan tidak percaya mendengar berita ini .


Patriak Khu Lian langsung mengeluarkan aura pembunuhan yang sangat kuat , tapi auranya tidak menindas mereka yang ada di sana , karena orang yang ingin dia bunuh tidak ada di sana.


Paman Duan Feng hanya tersenyum saja melihat Patriak Khu Lian mengeluarkan auranya .


'' Aku juga sangat geram kepada putra mu , karena putriku juga menjadi korbannya , tentu kau sebagai seorang ayah pasti mengerti bagaimana yang di rasakan oleh putriku...'' ucap paman Duan Feng.


Kemudian Patriak Khu Lian langsung menarik kembali aura pembunuhannya .


'' Maafkan aku karena putraku telah berbuat menyimpang , sehingga putri mu menjadi korbannya...''


'' Aku masih bisa memaafkan nya karena putramu sudah di bunuh oleh tuan Yin Jue , tapi tidak dengan putriku , karena wajah putramu selalu menghantui putriku sehingga sekarang putriku selalu mengurung diri di dalam kamar , alasan tuan muda Yin Jue membunuh putra mu dan anggota klan Feng juga karena mereka ingin menumbalkan para gadis gadis ini untuk persembahan , karena itu tidak bisa di maafkan , tentu kau sudah tahu masalah ini karena sebagian tetua klan Feng juga ada yang menjadi tetua di akademi Khu Dong, tapi kenapa kau hanya diam saja tidak menegur atau membongkar masalah ini...''


'' Maaf saudara Duan Feng, ini semua di luar kendaliku , karena aku sibuk mengurusi akademi Khu Dong...'' ucap patriak Khu Lian sangat malu karena sebagai Patriak akademi Khu Dong telah gagal mendidik putranya dan tidak bisa mengawasi para tetuanya .


'' Tuan muda Yin Jue titip salam kepadamu , kalau kau tidak terima atas kematian putra mu tuan muda Yin Jue menunggumu di istana Agung , karena tuan muda Yin Jue kemarin berpamitan ingin pergi ke sana....''


Patriak Khu Lian langsung mengerutkan keningnya ketika mendengar yang telah membunuh anaknya ini memiliki hubungan dengan yang mulia Nan Zhizi.

__ADS_1


'' Iya terima kasih atas informasinya , kalau begitu aku mohon pamit ....''


Melihat mereka ingin pamit kemudian Yin Jue langsung berbisik di telinga paman Duan Feng.


'' Paman tanyakan kepada Patriak Khu Lian , apa maksud tetua Khu Zhan kemarin ingin mengambil artefak perlindungan kota Fengxuan ini, agar dia bertambah malu kepada paman....''


Mendengar perkataan Yin Jue paman Duan Feng langsung mengangukan kepalanya.


'' Sebelum kalian berdua pergi , ada satu yang ingin aku tanyakan kepada rekan mu ini...''


'' Memangnya kau ingin menanyakan apa kepada tetua Khu Zhan ini...?


'' Apa alasan tetua Khu Zhan ini ingin mengambil artefak perlindungan milik kota Fengxuan ini , karena tuan Yin Jue yang telah memergokinya , aku yakin kau yang telah menyuruhnya ....''


Mendapat pertanyaan dari paman Duan Feng mereka berdua langsung terdiam karena sangat malu , secara tidak langsung ini sama saja mereka telah tertangkap basah .


'' Kalau memang Patriak Khu Lian ingin memiliki artefak itu , kenapa kamu tidak memintanya secara baik baik saja kepadaku , aku pasti akan memberikannya karena aku lebih suka orang yang berterus terang dari pada kalian mencurinya....'' ucap paman Duan Feng yang langsung membuat Patriak Khu Lian dan tetua Khu Zhan langsung terdiam seribu bahasa , mereka berdua tidak habis pikir karena mereka sebenarnya ke istana kota ini hanya untuk mencari informasi saja , tapi justru sekarang mereka berdua di permalukan hingga seperti ini .


Kemudian Patriak Khu Lian dan tetua Khu Zhan langsung berdiri lalu berjalan keluar dari sana , mereka berdua keluar dengan perasaan yang sangat geram dan sangat malu .


Setelah Patriak Khu Lian dan tetua Khu Zhan keluar dari sana kemudian Qian Lin langsung menghilangkan tehnik kamuflase nya .


'' Paman semua yang ada di sini , aku dan istriku akan pergi ke akademi Khu Dong mengikuti mereka berdua , untuk memastikan tindakan mereka kedepannya , karena aku yakin mereka akan membalas perbuatan kita setelah kita permalukan mereka , nanti tolong katakan kepada putri Feng Lulu kalau aku pergi ke sana...''


'' Iya tuan Yin Jue , nanti akan ku sampaikan kepada putri Feng Lulu , kalian berdua berhati hatilah...'' ucap paman Duan Feng.


Kemudian Yin Jue dan Qian Lin langsung berjalan keluar aula , lalu langsung berjalan dengan cepat untuk mengejar Patriak Khu Lian dan tetua Khu Zhan.


Setelah keluar gerbang istana kota Yin Jue dan Qian Lin bisa melihat Patriak Khu Lian dan tetua Khu Zhan yang berjalan menuju gerbang timur kota Fengxuan.

__ADS_1


Kemudian Yin Jue mengintruksikan kepada Qian Lin untuk segera mengaktifkan tehnik kamuflase agar mereka berdua bisa mendekati mereka dan mendengarkan perbincangan mereka.


Kemudian mereka mencari tempat sepi dulu untuk mengunakan tehnik kamuflase nya, karena di jalanan masih banyak warga kota Fengxuan yang berlalu lalang.


Setelah melewati jalanan yang cukup sepi kemudian Qian Lin langsung mengaktifkan tehnik kamuflasenya sehingga tubuh mereka berdua langsung tak terlihat .


Setelah 30 menit berlalu mereka sampai di gerbang timur kota Fengxuan, di sana masih belum ada penjaganya sama sekali , karena paman Duan Feng belum memiliki prajurit yang bekerja untuk kota Fengxuan ini .


Patriak Khu Lian dan tetua Khu Zhan langsung terbang setelah keluar dari gerbang kota Fengxuan, sedangkan Yin Jue dan Qian Lin hanya berjalan saja yang penting mereka sudah tahu arah akademi Khu Dong, karena jika mereka juga terbang tehnik kamuflase nya akan menghilang .


Mereka berdua berjalan dengan santai menuju akademi Khu Dong , karena bangunan akademi Khu Dong juga sudah terlihat dari kejauhan.


Setelah 10 menit berlalu akhirnya Yin Jue dan Qian Lin sampai di depan gerbang akademi Khu Dong , tapi gerbang nya tertutup rapat tanpa ada penjaga sama sekali , di atas wilayah akademi Khu Dong juga telah di lindungi formasi perlindungan yang sangat kuat.


'' Kenapa mereka sampai menutup diri seperti ini , seharusnya sebuah akademi itu terbuka untuk umum , ini menandakan kalau akademi mereka ini pasti menyembuyikan sesuatu...'' ucap Yin Jue bersepekulasi.


'' Terus bagaiamana cara kita masuk ke dalam...?


'' Kalau masuk ke sana itu sangat mudah , karena aku memiliki banyak cara agar mereka mau membuka gerbang , tapi cara yang paling tidak beresiko adalah dengan cara menunggu seseorang agar mau keluar dari sana , tapi jika kita sudah menunggu selama 10 menit tidak ada satupun orang keluar atau masuk akademi ini , aku terpaksa harus mengunakan cara menyerang gerbangnya ...''


'' Baiklah kalau begitu kita tunggu saja....''


Kemudian mereka berdua menunggu di depan gerbang dan berharap ada orang yang keluar ataupun ingin masuk ke dalam akademi ini.


.


.


####

__ADS_1


__ADS_2