
.
.
Mereka berjalan dengan santai menuju gerbang timur kota Feijing sambil berbingcang bincang ringan .
Setelah 30 menit berlalu mereka akhirnya sampai di gerbang kota Fei Jing , kemudian mereka bertiga berjalan keluar gerbang yang tampak sedikit ramai karena banyak orang berlalu lalang di sana , setalah keluar gerbang kemudian Yin Jue mengajak mereka berdua mencari tempat yang sedikit sepi karena akan mengeluarkan artefak kapal terbang .
Setelah menjauh dari gerbang dan tidak ada orang di sana kemudian Yin Jue langsung mengeluarkan artefak kapal terbang .
Senior Riu sangat penasaran melihat benda yang di keluarkan oleh Yin Jue.
'' Memangnya benda apa ini Jue'er...? tanya senior Riu penasaran.
'' Ini adalah artefak kapal terbang yang di gunakan untuk terbang , sekarang ayo kita naik dulu agar senior Riu tidak penasaran...''
Kemudian Yin Jue dan Qian Lin langsung terbang dulu di ikuti oleh senior Riu di belakangnya.
Setelah mereka bertiga naik kemudian Yin Jue langsung mengaktifkan formasi pelindung artefak kapal terbang dulu agar perjalanannya tetap aman , setelah formasi perlindungan sudah tercipta perlahan lahan artefak kapal terbang mulai terbang ke atas langit .
Senior Riu langsung berdiri di dek depan artefak kapal terbang karena dia sangat mengagumi artefak kapal terbang ini .
Setelah di rasa cukup tinggi kemudian Yin Jue langsung mengendalikan artefak kapal terbang ke arah timur menuju ke wilayah tengah dengan kecepatan penuh.
'' Jue'er, aku tidak bisa mengungkapkan kekagumanku , bagaimana bisa kamu mengendalikan artefak kapal terbang ini, pasti kau membutuhkan energi yang sangat banyak...''
'' Artefak kapal terbang ini tidak membutuhkan energiku sama sekali , karena hanya membutuhkan beberapa batu roh dan tehnik formasi...''
'' Batu roh.... apakah itu sama seperti mustika siluman...?
'' Hampir sama senior Riu , hanya saja kalau batu roh berasal dari tambang yang ada di dalam perut gunung berapi , tapi batu roh ini energinya tidak bisa di serap oleh manusia , karena hanya bisa di gunakan untuk benda mati saja , seperti tehnik formasi , pengabungan senjata pusaka , alat pembayaran dan masih banyak lagi...'' ucap Yin Jue menjelaskan .
'' Jadi seperti itu , ini sungguh di luar nalar....'' ucap senior Riu kagum dengan kecerdikan manusia yang bisa menciptakan berbagai benda yang di gunakan untuk berbagai keperluan .
__ADS_1
'' Kalau senior Riu ingin beristirahat silahkan masuk ke ruangan tempat Lin'er berada , karena perjalanan kali ini kita membutuhkan waktu kurang lebih tujuh hari ke tempat yang akan aku tuju...''
'' Iya Jue'er, nanti saja aku akan ke sana , karena aku masih ingin menikmati pemandangan hutan dan gunung gunung ini....''
'' Baiklah kalau begitu nikmatilah perjalan ini , tolong bantu aku mengawasi artefak kapal terbang yang ada di belakang kita , karena bisanya ada saja orang jahat yang menyergap di hutan yang sangat luas ini...''
'' Kenapa masih ada saja orang seperti itu , baiklah kalau begitu aku pindah ke belakang saja untuk berjaga di sana...'' ucap senior Riu .
Kemudian senior Riu langsung berjalan menuju dek belakang artefak kapal terbang untuk berjaga di sana .
Sedangkan Yin Jue langsung mengeluarkan peta yang dia miliki untuk melihat kota dan tempat yang akan dia lewati , barang kali ada tempat yang cukup menarik untuk di kunjungi.
Sedangkan untuk pembukaan dimensi siluman bulan ini akan di buka di wilayah utara benua Nanzhou ini , tapi Yin Jue tidak tertarik masuk ke sana karena tujuan utamanya ingin menemui Penguasa Benua Nanzhou dulu , agar rasa penasarannya terpecahkan karena sebelumnya Yin Jue mencoba berpindah ke tempat asalnya tapi ternyata tidak bisa.
Yin Jue bersepekulasi kalau berpindah ke tempat yang cukup jauh harus mengunakan altar seperti yang di gunakan iblis ketika akan berpindah ke daratan tengah seperti yang di lakukan iblis pemilik tongkat 6 jiwa miliknya sekarang.
Setelah 2 jam berlalu mereka semakin memasuki wilayah hutan yang semakin luas seperti hutan tak berujung , kalau di lihat di peta mereka akan melewati salah satu kota kurang lebih 2 jam lagi .
Kemudian senior Riu langsung berlari ke dek depan tempat Yin Jue berada.
'' Ada benda kecil berwana merah membara seperti api yang terus mengikuti artefak kapal terbang kita ini dengan sangat cepat , apakah aku boleh membekukan benda itu...''
'' Jangan dulu karena aku akan melihatnya dulu....''
Kemudian mereka berdua langsung berjalan ke belakan untuk melihatnya .
Setelah sampai di belakang Yin Jue melihat ternyata itu hanyalah serangan busur panah .
'' Benda apa sebenarnya itu Jue'er... apakah berbahaya....?
'' Bisa di katakan seperti itu , tapi aku akan mengunakan Serangan gravitasi agar busur panah itu jatuh ke bawah dan aku ingin melihat siapa sebenarnya yang ingin menganggu perjalan kita kali ini , nanti senior Riu akan aku keluar kan dari formasi perlindungan ini untuk memberi pelajaran kepada mereka karena telah menggangu perjalan kita...''
'' Iya aku mengerti...''
__ADS_1
Kemudian Yin Jue langsung mengalirkan energinya ke dalam batu Bintang Meteorid lalu menyerang busur panah ini dengan tekanan gravitasi sehingga busur panah ini langsung terjatuh ke bawah .
Melihat busur panah sudah jatuh ke bawah kemudian Yin Jue mengurangi laju kecepatan artefak kapal terbang untuk menunggu orang yang telah menyerangnya mendekat .
Qian Lin yang melihat suaminya dan senior Riu berlari ke belakang kemudian ikut keluar juga untuk melihat ada apa sebenarnya.
Setelah beberapa saat Yin Jue melihat ada 3 orang yang mengendarai seekor siluman burung Rajawali yang lumayan besar mendekat , mereka bertiga membawa panah lengkap dengan busur panahnya yang bersiap di lepaskan .
Tapi Yin Jue tetap tenang karena bisa dengan mudah menghalau busur panah itu dengan tekanan gravitasi .
Kemudian mereka bertiga langsung melepaskan tembakan busur panah api lagi menargetkan artefak kapal terbang milik Yin Jue .
Tapi ketika busur panah ini sudah mendekat tiba langsung terjatuh begitu saja tanpa sebab sehingga tiga tetua ini sangat terkejut melihat busur panahnya tiba tiba terjatuh seperti itu.
Kemudian mereka menembakkan kembali busur panahnya untuk mencobanya kembali , tapi lagi lagi tembakan busur panah mereka tiba tiba terjatuh begitu saja .
Kemudian Yin Jue menghentikan artefak kapal terbangnya lalu memegang bahu senior Riu dan tangan Qian Lin yang baru saja keluar dari rungan artefak kapal terbang , lalu tubuh mereka berpindah keluar formasi perlindungan artefak kapal terbang.
Ketiga tetua ini sangat terkejut dan bingung melihat pemuda dan 2 wanita pemilik artefak kapal terbang berpindah dengan sangat cepat , padahal formasi perlindungan artefak kapal terbang masih utuh , sehingga mereka bertiga langsung bersiap lagi untuk menembakkan busur panahnya .
Tapi tiba tiba siluman Rajawali yang mereka tunggangi seperti ketakutan dan ingin kabur dari sana karena di tatap oleh senior Riu sehingga ketika tetua ini langsung melompat dari punggung siluman Rajawali .
Setelah ke tiga tetua ini melompat siluman rajawali ini langsung pergi dari sana.
'' Kalau kau pergi dari sini , nanti malam aku akan membakar mu menjadi santapan kami bertiga...'' ucap salah satu dari mereka lantang sehingga siluman Rajawali ini langsung berhenti , tapi siluman Rajawali ini tidak berani mendekat ke sana.
Yin Jue di dalam hatinya tersenyum melihat siluman Rajawali yang ingin pergi dari sana , karena bagaimana pun juga siluman Phoenix adalah ras terkuat di antara para siluman bersayap ,jadi wajar saja jika siluman Rajawali ketakutan ketika di tatap oleh senior Riu .
'' Para tetua bodoh , biarkan saja hewan kontrakmu pergi , karena hewan kontrak mu cukup tahu diri sedang berhadapan dengan siapa...'' ucap Yin Jue memberi kata sambutan kepada mereka bertiga.
.
.
__ADS_1
####