Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 574 : Pergi ke Gunung Berapi.


__ADS_3

.


.


Setelah urusannya di sana sudah selesai kemudian Yin Jue mengajak leluhur Liu Xian kembali ke istana kota untuk beristirahat .


Mereka sepakat besok pagi sebelum matahari terbit untuk pergi menuju Gunung Berapi , mereka berjanji bertemu di halaman istana kota .


.


****


Keesokan harinya Yin Jue bangun pagi pagi sekali , kemudian Yin Jue menunggu leluhur Liu Xiang di halaman istana .


Sambil menunggu leluhur Liu Xiang , Yin Jue mengeluarkan artefak Giftter miliknya , untuk di naiki jika ingin pergi ke Pucak Gunung Berapi .


Setelah 15 menit berlalu akhirnya leluhur Liu Xiang datang ke sana.


'' Apakah kamu sudah lama menungguku...?''


'' Belum senior , aku di sini baru lima belas menit yang lalu , sekarang mari kita naik artefak Giftter ini saja , agar kita nanti lebih cepat sampai di sana....''


Kemudian Yin Jue langsung melompat naik artefak Giftter di ikuti oleh leluhur Liu Xiang , lalu langsung mengendalikannya untuk terbang menuju puncak gunung Berapi.


Leluhur Liu Xiang sangat senang akhirnya bisa menaiki artefak Giftter ini , Dia sebenarnya sedikit malu ketika mengetahui anggota klan nya di benua tengah telah berbuat tidak terpuji , karena telah merebut mansion Tiejiang dari pemilik sebenarnya , meskipun Dia tidak tahu apa apa , tapi nama besar klan Liu yang tercemar akibat ulah satu orang saja.


Hanya butuh 30 menit saja mereka telah sampai di puncak gunung Berapi.


Yin Jue langsung mendaratkan artefak Giftter di dekat di dinding formasi perlindungan .


Tapi setelah mendarat ternyata di sana sudah ada 3 tetua yang sedang mencoba merusak dinding formasi , tapi setiap serangan atau tusukan pedang yang di lancarkan oleh ketiga tetua ini , dinding formasi selalu menyerang balik mereka bertiga .


Yin Jue dan leluhur Liu Xiang sedikit waspada , karena ketiga tetua ini memiliki aura kekuatan yang sama dengan nya , mereka meyakini ketiga tetua ini ingin mengambil Api Surgawi yang ada di dalam gunung Berapi ini.

__ADS_1


Kemudian ketiga tetua ini langsung menghentikan serangannya ketika melihat Yin Jue dan leluhur Liu Xiang datang ke sana .


Mereka bertiga ini sedikit terkejut melihat yang datang sedang menaiki artefak Giftter, berarti pemuda dan tetua ini adalah orang yang sama dengan mereka berasal dari benua tengah.


'' Kalian berdua pergilah dari sini , karena kami bertiga adalah orang yang pertama menemukan Gunung Berapi ini...'' ucap salah satu dari mereka bertiga.


'' Apakah kalian bertiga tidak salah , seharusnya kalian bertiga yang pergi dari sini , karena leluhur Liu Xiang adalah penjaga Gunung Berapi ini , jadi kalian bertiga silahkan mundur dengan teratur untuk pergi dari sini , karena Api Surgawi di dalam Gunung Berapi ini adalah milikku , kalau kalian bisa menembus dinding formasi ini maka aku dengan senang hati akan berlomba dengan kalian untuk mengambil Api Surgawi di dalam gunung Berapi ini....''


'' Hahaha , kau cukup tamak juga rupanya , ternyata keberuntunganku masih berpihak kepadaku , karena bisa bertemu kalian di sini , kalau kalian adalah salah satu penjaga Gunung Berapi ini, berarti kalian membawa token yang di gunakan untuk memasuki dinding formasi ini , jadi sekarang serahkan token itu jika kalian berdua masih sayang dengan nyawa kalian...''


'' Benar , leluhur Liu Xiang ini adalah orang yang memegang token untuk memasuki dinding Formasi ini , kalian boleh merebut nya jika kalian mampu , kalian pikir Aku takut dengan kalian bertiga yang hanya bisa membual saja membuat kupingku sedikit gatal...'' Ucap Yin Jue memprovokasi mereka bertiga .


'' Baji*gan...''


Kemudian ketiga tetua ini langsung terbang sambil mengeluarkan senjata pusaka berupa tombak dan pedang , lalu melapisi senjata pusaka mereka masing masing dengan perisai Dewa kemudian melancarkan tebasan dan tusukan ke arah Yin Jue dan leluhur Liu Xiang.


Melihat mereka sudah bergerak mulai menyerangnya , kemudian Yin Jue langsung mengerak gerakan tanganya untuk menciptakan tehnik Telapak Naga Kehampaan .


Duarrrrr.. duarrrrr...


Suara ledakan yang memekakkan telinga .


Yin Jue langsung mundur 3 langkah dan memuntahkan seteguk darah akibat beradu kekuatan dengan mereka , karena pondasi kultivasi nya masih belum terlalu kuat , sedangkan ketiga tetua ini masih kokoh dengan posisi terbangnya .


'' Hahaha.... ternyata hanya itu saja kekuatan yang kau bangga-banggakan tadi , kau masih butuh seratus tahun lagi untuk bisa mengalahkan kami bertiga....'' ucap salah satu dari mereka .


'' Seratus tahun itu terlalu lama , detik ini juga aku akan meremukkan tubuh kalian bertiga hingga tidak bisa di kenali lagi ....'' ucap Yin Jue .


'' Hahaha...hahaha....hahaha ....'' suara mereka terbahak-bahak mendengar kepercayaan anak muda sombong ini.


Tapi tiba tiba mereka bertiga merasakan ada tekanan gravitasi yang sangat kuat menekannya sehingga mereka langsung menutup mulut mereka tidak lagi tertawa , mereka bertiga mencoba melawan tekanan gravitasi ini dengan sekuat tenaga , tapi karena posisi mereka masih terbang , sehingga mereka tidak bisa menahan tekanan ini lalu tubuh mereka bertiga terjatuh ke bawah dan menghantam ke tanah .


Bughhhh.... '' Arghhhhh....''

__ADS_1


Mereka bertiga langsung mencoba berdiri sambil melawan tekanan gravitasi ini sebelum pemuda ini menyerang mereka , karena jika pemuda ini sampai menyerang mereka maka sudah di pastikan mereka dapat di kalahkan dengan mudah , tapi mereka bertiga sangat bersyukur karena ternyata pemuda sombong ini tidak menyerang mereka sama sekali sehingga ini adalah kesempatan untuk menyerang balik pemuda sombong ini.


Sehingga mereka bertiga bisa fokus untuk melawan tekanan gravitasi ini.


Butuh waktu kurang lebih dua menit mereka bertiga baru bisa berdiri tegak sambil melawan tekanan gravitasi yang terus menelan tubuh mereka bertiga.


Tapi yang mereka lihat sekarang di hadapannya ada sebuah patung besi , sedangkan pemuda sombong tadi ada di belakang patung Besi ini .


Mereka bertiga sedikit heran , kenapa pemuda sombong ini berlindung di belakang patung besi seperti ini , mereka tidak ada yang mengerti karena artefak boneka Penghancur adalah hasil karya tetua Tie Feng yang terakhir dan belum ada orang yang memilikinya .


Kemudian Yin Jue langsung membakar 10 pil Energi Dayuan di tangan kanannya , setelah pil ini terbakar habis kemudian Yin Jue langsung mentransferkan energi di tangan kanannya ke punggung artefak Boneka Penghancur.


Lalu mengendalikan artefak Boneka Penghancur ini untuk menyerang salah satu dari mereka .


Sehingga tangan kanan Artefak Boneka Penghancur ini langsung bersiap untuk melancarkan Pukulan Pembalik Gunung ke arah mereka bertiga dengan kepalan tangannya yang di lapisi oleh Enegi dari pil Dayuan.


Melihat Patung Besi ini bisa bergerak dan ingin menyerang mereka , kemudian mereka bertiga langsung menciptakan perisai untuk melindungi tubuh mereka dari serangan patung besi ini , mereka hanya bisa menciptakan perisai saja karena tubuh mereka masih terkena tekanan gravitasi.


Setelah mereka bertiga berhasil menciptakan perisai Energi kemudian artefak Boneka Penghancur langsung melancarkan pukulan terkuatnya.


Debbbgghhh.... Pyarr...


Perisai perlindungan salah satu dari mereka yang terkena pukulan Artefak Boneka Penghancur langsung hancur , kemudian berlanjut menghantam tubuh tetua yang ada di dalam perisai yang terlihat sedang memuntahkan seteguk Darah karena perisai nya berhasil di hancurkan .


Debbbgghhh.... '' Arghhhh....''


Perisai Dewa tetua ini langsung hancur dan tubuhnya langsung terbang menghantam dinding Formasi perlindungan Gunung Berapi .


.


.


####

__ADS_1


__ADS_2