
.
.
Ketika menanamkan segel budak , Yin Jue juga menyerap pengetahuannya juga , ternyata mereka ini berasal dari klan Lin yang ada di dekat hutan ini , mereka biasanya suka berburu barang barang langka seperti ini , sedangkan yang dia bunuh tadi adalah Patriak klan Lin , pantas saja mereka bertiga tadi tidak pergi begitu saja ketika tahu Patriak klan mereka telah mati.
Mereka bertiga bernama Lin Guang , Lin Fang dan Lin Ming , sedangkan yang telah terbunuh tadi adalah Patriak Lin Zhiyan.
'' Aku sudah menanamkan segel budak kepada kalian bertiga , jadi kalian harus menuruti kata kataku jika masih ingin hidup , sekarang kalian berjaga lah di sini untuk menghadapi orang yang datang mendekat ke sini , karena aku akan memantau perkembangan Rumput Kumis Naga ini...''
'' Iya tuan muda...'' Ucap mereka bertiga serempak .
'' Tapi nanti tolong bantulah kami dengan serangan gravitasi tadi , jika ada orang yang mau merebut Rumput Kumis Naga itu , agar kami lebih cepat membereskan mereka...'' ucap tetua Lin Guang .
'' Kamu tenang saja , aku pasti akan membantu kalian....''
Kemudian mereka bertiga langsung menyebar dan menjaga jarak dengan Yin Jue .
Setelah 5 menit berlalu Yin Jue melihat ada 2 kelompok yang datang mendekat , kedua kelompok ini berjumlah 5 orang dan 6 orang , lalu mereka langsung mendarat di puncak bukit di hadapan tetua Lin Guang , kemudian tetua Lin Fang dan tetua Lin Ming juga ikut bergabung dengan tetua Lin Guang untuk menghadapi kedua kelompok ini.
Kedua kelompok ini sedikit terkejut melihat Patriak Lin Zhiyan telah mati di antara bebatuan dengan kondisi yang sangat mengenaskan , sedangkan di sana masih ada bawahanya yang sedang menghadang mereka , mereka sedikit berhati hati melihat pemuda yang menjaga Rumput Kumis Naga, karena pemuda ini sudah memiliki kekuatan seperti mereka di usianya yang masih muda , tapi yang membuat mereka semakin waspada adalah ketika melihat di sana juga ada sebuah patung besi yang memiliki bentuk tubuh seperti manusia.
'' Kalian semua pergilah , karena tuan muda kami adalah orang yang pertama kali menemukan Rumput Kumis Naga di sini...'' ucap tetua Lin Guang sambil menghunuskan pedangnya yang sudah di lapisi dengan perisai Dewa.
'' Hahaha , sejak kapan klan Lin jadi budak seperti ini , sepertinya kalian sudah di perbudak oleh pemuda itu , karena Patriak Lin Zhiyan telah mati...'' ucap salah satu pemimpin kelompok ini.
'' Itu bukan urusan kalian , sekarang kalian pergilah dari sini dan sayangi lah nyawa kalian sebelum terlambat , karena yang tumbuh di sini hanyalah Rumput Kumis Naga yang tidak sepadan dengan nyawa kalian...''
'' Aku melihat Rumput Kumis Naga masih belum berbunga , jadi kami semua bisa mendapatkannya , siapa yang terkuat akan mendapatkan Rumput Kumis Naga itu , kalian di sini hanya berempat saja , jadi kalian tidak akan bisa menang melawan kami semua....''
__ADS_1
'' Jadi kalian masih tidak mau mendengar peringatan ku , maka jangan salahkan kami , jika kami akan membunuh kalian semua di sini...''
Kemudian kedua kelompok ini langsung mengeluarkan senjata pusaka mereka masing masing berupa pedang , tombak dan busur panah , lalu mereka langsung melapisi pedang dan tombak mereka dengan perisai Dewa mereka , karena yang akan mereka hadapi ini adalah anggota klan Lin yang bisa menebas besi atau melukai perisai Dewa mereka.
'' Kalian jangan bergerak dulu , karena mereka memiliki tehnik yang bisa menebas besi , mereka bertiga harus menghadapi senjataku ini dulu...'' ucap tetua yang memegang busur panah.
Kemudian tetua ini langsung menarik tali busurnya sambil menciptakan 3 anak panah dari pemadatan energi Api , lalu langsung melepaskan anak panah ini ke arah ketiga tetua klan Lin .
Ketiga Anak Panah setelah di tembakan langsung berlipat ganda menjadi 9 biji dan langsung melesat dengan cepat menerjang ketiga tetua klan Lin , tetua Lin Guang dan rekan rekannya langsung menebas anak panah ini dengan pedang mereka masing masing , sehingga langsung tercipta ledakan karena benturan kedua energi .
Duarrrrr... duarrrrr...
Setelah ledakan ini terjadi kemudian kedua kelompok ini langsung menyerang ketiga tetua dari klan Lin .
Tapi kedua kelompok ini tiba tiba merasakan ada tekanan gravitasi yang sangat kuat menekan mereka , sehingga mereka langsung berhenti untuk menahannya agar tidak terjatuh ke tanah .
Mereka sangat penasaran siapa sebenarnya pemuda yang memperbudak tetua klan Lin ini , karena baru kali ini mereka berhadapan dengan kultivator yang memiliki serangan seperti ini.
Melihat kedua kelompok ini sudah terkena serangan gravitasi kemudian tetua Lin Guang dan kedua rekan rekannya langsung berlari untuk menyerang kedua kelompok ini .
Kedua kelompok ini langsung menciptakan perisai perlindungan untuk melindungi tubuh mereka , karena mereka tidak mau terkena tebasan pedang tetua anggota klan Lin ini .
Tetua Lin Guang dan rekan rekannya langsung menebas kan pedangnya ke arah Perisai perlindungan mereka , sehingga perisai perlindungan ini langsung hancur dalam sekali tebasan saja .
Tetua yang perisai perlindungan nya telah hancur langsung memuntahkan seteguk darah , lalu di tebas oleh tetua Lin Guang dan rekan rekannya , ternyata tebasan pedang tetua Lin Guang dan rekan rekannya bisa menembus perisai Dewa mereka , karena perisai Dewa mereka yang terkena tebasan ini langsung hancur.
'' Tunggu , mereka jangan bunuh ...'' Ucap Yin Jue lantang .
Sehingga tetua Lin Guang dan kedua rekannya langsung menghentikan serangannya .
__ADS_1
Kemudian Yin Jue langsung menyimpan artefak Boneka Penghancur, lalu berjalan ke tempat tetua Lin Guang dan yang lainnya sambil mengeluarkan akar akar dari dalam tanah untuk mengikat kedua kelompok ini yang masih berusaha melawan tekanan gravitasi.
Sehingga akar akar ini dengan mudah mengikat tubuh mereka semua .
'' Aku masih mengasihani kalian semua untuk tidak membunuh kalian , karena aku yakin kalian semua masih memiliki keluarga di rumah , sekarang lepaskan cincin kalian semua sebagai kompensasinya , karena kalian telah menganggu ketenangan ku di sini , kalau kalian tidak mau maka nasib kalian akan sama dengan Patriak Lin Zhiyan itu...''
Kedua kelompok ini sedikit ketakutan , karena pemuda ini tidak bisa di remehkan begitu saja.
Kemudian satu persatu mereka langsung melepaskan cincin mereka masing masing .
'' Ini tuan muda...'' ucap mereka serempak sambil mengulurkan cincin mereka masing masing...''
Mereka memilih meyerahkan cincin mereka dari pada harus mati seperti Patriak Lin Zhiyan, yang mati dengan tubuh sudah tidak berbentuk lagi .
Kemudian Yin Jue langsung mengintrusikan tetua Lin Guang dan rekan rekannya untuk mengambil semua cincin mereka .
Setelah mengambil semua cincin kedua kelompok ini kemudian langsung di berikan kepada Yin Jue .
Yin Jue langsung menyimpan semua cincin itu , lalu menghilangkan serangan tekanan gravitasi dan serangan akar akar untuk membebaskan kedua kelompok ini.
'' Sekarang kalian semua pergilah dari sini , jika kalian tidak terima silahkan membawa pasukan yang lebih banyak untuk menangkap ku , karena aku akan menunggu kalian semua di sini...''
Kemudian satu persatu mereka langsung terbang dari sana , sedangkan 3 tetua yang terkena tebasan pedang dari tetua Lin Guang dan rekan rekan nya berjalan menjauh dari sana dengan perasaan yang sangat geram , karena ini sama dengan perampokan secara terang-terangan.
.
.
####
__ADS_1