Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 216 : Berburu Ikan Terbang .


__ADS_3

.


'' Aku masuk ke dimensi Yinshen ini mengunakan tehnik perpindahan , asalkan aku sudah tahu gambaran tempat yang ingin aku kunjungi maka aku bisa pindah ke tempat itu dengan mudah , tadi pagi setelah aku menolong putri Mei Zhizu aku menginterogasi nya , lalu aku menyerap pengetahuan nya untuk berpindah ke dimensi ini karena putri Mei Zhizu bilang di tempat ini sedang terjadi kekacauan....'' ucap Yin Jue menjelaskan.


'' Saudara Jue sungguh beruntung karena mempunyai tehnik yang sangat luar biasa , kalau boleh tahu untuk apa saudara Jue mengumpulkan mustika siluman yang sangat banyak itu , sedangkan kekuatan saudara Jue sudah berada di puncaknya....? ucap raja Luan Zhizu yang merasakan kekuatan Yin Jue samar samar sama dengannya .


'' Aku ingin meningkatkan kekuatanku ke tingkat Dewa, orang yang sudah naik ke tingkat Dewa , itu sebabnya aku membutuhkan mustika siluman yang sagat banyak , nanti ketika kekuatanku sudah naik ke tingkat Dewa maka aku akan otomatis langsung di teleportasi ke daratan atas , maafkan aku senior Luan kalau tadi aku mengambil semua mustika nya ...''


'' Tidak apa apa saudara Jue , lagi pula aku juga senang karena para pemberontak sudah terbunuh , tapi aku baru tahu kalau ada kekuatan di tingkat atas lagi dan juga ada daratan lagi di atas daratan yang saudara Jue tempati , maklum pengetahuan ku di dalam dimensi ini terbatas jadi aku tidak tahu kalau ada tingkatan seperti itu lagi , memangnya kekuatan saudara Jue berada di tingkat apa , karena aku melihat kekuatan saudara Jue hanya samar samar saja...? tanya raja Luan Zhizu penasaran .


'' Kekuatanku sekarang ada di tingkat Semi Dewa Bintang 9 sama dengan kekuatan siluman level 8 puncak seperti senior Luan sekarang...''


'' Aku baru tahu nama tingkatan kekuatan yang di miliki oleh manusia , sungguh masih banyak misteri yang belum aku ketahui...'' ucap raja Luan Zhizu.


Tak terasa mereka berbincang bincang, kini mereka telah sampai di depan bangunan tempat kamar Mei Zhizu berada .


'' Saudara Jue ini adalah rumahku , mari masuk ke dalam ...'' ajak raja Luan Zhizu.


'' Iya senior Luan , aku tadi juga sudah ke sini karena putri Mei Zhizu sebelumya juga ingin berpindah ke kamarnya...'' ucap Yin Jue.


Kemudian mereka bertiga masuk ke dalam , lalu mereka duduk di ruang tamu .


'' Senior Luan , kenapa tadi aku melihat senior memiliki serangan petir , sebenarnya senior Luan ini tergolong siluman apa karena yang aku tahu putri Mei Zhizu adalah siluman Duyung...'' tanya Yin Jue.


'' Sebenarnya aku adalah siluman ubur-ubur listrik , sedangkan istriku adalah siluman Duyung , tapi dia sudah tiada ketika melahirkan Mei'er, tapi hanya aku dan putraku saja sisa sisa siluman Ubur-ubur listrik yang masih hidup , makanya aku melarang putraku untuk bertempur karena aku tidak ingin kehilangan dia , suatu hari nanti aku ingin dia menikah dan punya anak , semoga nanti anaknya terlahir menjadi siluman ubur ubur listrik agar siluman ini tidak punah...''


'' Jadi seperti itu , memangnya ada masalah apa sehingga siluman Ubur-ubur listrik tinggal senior Luan dan putra anda saja , apakah ada yang memburunya...? tanya Yin Jue penasaran.


'' Itu benar saudara Jue , seluruh klan Ubur ubur listrik di buru oleh siluman Paus Biru karena jika mereka telah menyerap mustika siluman ubur ubur listrik , mereka bisa mengeluarkan gelombang suara yang mengandung listrik , siapa saja yang terkena gelombang suara ini tubuhnya akan langsung mati seketika , beruntungnya aku memiliki Trisula Pagar Nusa yang aku gunakan tadi , karena Trisula ini bisa menciptakan perisai air yang sangat besar sehingga serangan gelombang suara para siluman Paus Biru ini tidak berpengaruh karena di serap oleh perisai Air ini , bahkan mereka juga tidak akan bisa menembus perisai ini....''

__ADS_1


'' Sungguh luar biasa , memangnya di mana para paus biru sekarang ini berada , pasti mereka nanti akan menjadi ancaman bagi kerajaan Zhidong ini...''


'' Saudara Jue tidak usah khawatir soal itu karena aku sudah tahu kelemahan mereka , siluman Paus Biru tidak akan lagi berani menyerang kerajaan ku ini lagi semenjak aku mempunyai trisula ini...''


'' Aku hanya ingin tahu seperti apa siluman Paus Biru ini...'' ucap Yin Jue.


'' Kalau saudara Jue ingin tahu , nanti pergilah ke pulau Lanjing kerena itu adalah pulau tempat mereka tinggal , kalau dari sini mungkin butuh waktu sekitar 5 jam untuk sampai di sana...''


'' Kalau begitu besok saja aku pergi ke sana...'' ucap Yin Jue.


'' Berhati hatilah jika saudara Jue ke pergi ke pulau ini , karena mereka pasti bisa mengenali aura saudara Jue , nanti akan sangat merepotkan jika siluman Paus Biru menyerang saudara Jue karena serangan gelombang suara yang mengandung listrik ini bisa menghanguskan apa saja jika mereka menyerang saudara Jue...''


'' Senior Luan santai saja , karena aku mempunyai elemen petir sama dengan listrik , jadi serangan mereka tidak akan berpengaruh sama sekali kepadaku....''


'' Syukurlah kalau begitu , pulau mereka terletak di wilayah utara dari pulau ini...''


Yin Jue dan raja Luan Zhizu berbincang di sana sampai malam , mereka saling bertukar pengalaman hidup mereka masing masing , raja Luan Zhizu sangat senang karena Yin Jue menceritakan semua yang ada di daratan tengah kepadanya , kerena ini adalah pengetahuan baru untuknya . Sedangkan raja Luan Zhizu bercerita semua yang ada di dalam dimensi Yinshen ini termasuk alat pembayaran yang di gunakan di dalam dimensi ini , karena di dalam dimensi ini memakai mustika Siluman Ikan Terbang kelas rendah sebagai alat pembayaran nya.


Setelah selesai berbincang bincang kemudian raja Luan Zhizu mengantarkan Yin Jue dan Qian Lin ke kamar yang ada di lantai 3 untuk tidur di sana .


.


****


Keesokan harinya Yin Jue dan Qian Lin berpamitan kepada raja Luan Zhizu dan kedua anak nya.


Mei Zhizu sangat berterima kasih kepada Yin Jue karena sudah membantu permasalahan di kerajaan Zhidong ini.


Setelah berpamitan kemudian Yin Jue dan Qian Lin keluar rumah ini , putri Mei Zhizu juga ikut dengan mereka karena putri Mei Zhizu ingin melihat penolongnya untuk terakhir kali nya , lalu mereka bertiga berjalan menuju pintu gerbang kerajaan Zhidong ini.

__ADS_1


Para anggota kerajaan Zhidong menyapa Yin Jue dan Qian Lin dengan ramah karena mereka mengenal Yin Jue dan Qian Lin adalah penolong kerajaan ini.


Setelah 15 menit berlalu mereka bertiga telah sampai di pintu gerbang kerajaan Zhidong.


'' Putri Mei Zhizu, kami berdua akan pergi , semoga nanti kita bisa bertemu kembali...'' ucap Yin Jue berpamitan .


'' Iya kakak Jue , kalian berdua berhati hatilah...'' ucap putri Mei Zhizu sedih karena berpisah dengan penolongnya .


Setelah berpamitan kemudian Yin Jue dan Qian Lin langsung terbang ke arah utara menuju pulau Lanjing tempat siluman Paus Biru berada.


Di dalam perjalan Yin Jue bertemu para siluman penghuni dimensi Yinshen ini , mereka tampak sedikit heran dengan kehadiran Yin jue dan Qian Lin di sana , karena Yin Jue dan Qian Lin mempunyai aura yang berbeda dengan mereka .


Yin Jue melihat para siluman yang berada di lautan ini sedang mencari ikan terbang sebagai sumber makanan dan alat pembayaran .


Yin Jue dan Qian Lin juga ikut mencari ikan terbang karena mereka berdua juga ingin menkonsumsi mustika Ikan Terbang ini .


Mereka semua yang ada di lautan ini berlomba lomba untuk mencari Ikan Terbang sebanyak banyaknya.


Ikan terbang ini meskipun di buru banyak orang tidak akan bisa punah karena ikan terbang ini jika sekali bertelur akan menghabiskan telur yang sangat banyak , pertumbuhan ikan terbang ini juga sangat cepat karena hanya butuh 7 hari saja telur mereka sudah bisa menetas .


Qian Lin menangkap ikan terbang ini dengan Jala Sutra, sehingga dengan sekali tangkap Qian Lin bisa menagkap hingga ratusan ikan terbang.


Mereka sangat iri melihat Qian Lin mempunyai alat tangkap ikan terbang ini , karena mereka saja sangat kesulitan menangkap ikan terbang ini .


Setelah menagkap ikan terbang kemudian Qian Lin turun di atas permukaan laut , lalu Qian Lin membekukan permukaan air laut sebagai tempat pijakan .


.


.

__ADS_1


####


__ADS_2