Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 239 : kota Guanglang .


__ADS_3

.


.


Keempat orang ini sedang mencari keberadaan penguasa kota yang hilang entah kemana , karena tadi malam penguasa kota Zhuanlang tidak kembali ke istana kota .


Yin Jue kemudian memutuskan untuk pergi dari sana , karena dia tidak ingin mereka mengenali aura nya .


Kemudian Yin Jue dan Qian Lin berjalan ke gerbang barat dengan sangat cepat .


Setelah sedikit jauh dari sana kemudian mereka berjalan dengan santai .


'' Memangnya tadi itu siapa , kenapa Gege sedikit waspada dengan mereka...? tanya Qian Lin.


'' Mereka adalah kakak penguasa kota Zhuanlang ini yang tadi malam telah aku bunuh...''


'' Pantas saja Gege sedikit waspada dengan mereka tadi...''


'' Iya Lin'er, akan sangat merepotkan jika mereka sampai mencurigai ku yang membunuh penguasa kota ini , karena kekuatan kita masih sangat lemah...''


Setelah beberapa saat yang Yin Jue takutkan akhirnya terjadi , Yin Jue melihat dari kejauhan empat orang ini sedang terbang ke arahnya .


'' Lin'er gunakanlah kalungmu untuk berkamuflase, karena mereka sudah menyadari kalau aku yang telah membunuh penguasa kota Zhuanlang ini...''


Kemudian Qian Lin langsung mengalirkan energinya ke dalam kalungnya lalu memegang tangan Yin Jue dan langsung menghilang di sana .


Setelah beberapa saat keempat orang ini berhenti tepat di dekat Yin Jue dan Qian Lin berkamuflase.


'' Kenapa aura orang ini menghilang di tempat ini...''


'' Iya patriak Heng , aku merasakan dia baru saja berada di tempat ini , tapi anehnya dia bisa menghilangkan auranya dengan sangat cepat , karena sekarang aku tidak bisa mendeteksi auranya sama sekali...''


'' Padahal hanya orang ini saja yang mengetahui keberadaan adikku , karena aku yakin dia pasti menonton pertarungan Liang Zhin dan leluhur Zhuan Li...'' ucap Patriak Liang Heng .


'' Kalau begitu ke mana lagi kita harus mencari nya , karena hanya orang ini satu satunya kunci agar kita bisa menemukan Liang Zhin....''


'' Aku juga tidak tahu lagi harus mencarinya ke mana , kalau begitu kita menyebar saja untuk mencarinya ke segala penjuru kota ini, karena kita harus mencarinya bagaimana pun caranya...'' ucap Patriak Liang Heng .


Kemudian mereka berempat langsung meyebar untuk mencari keberadaan penguasa kota Liang Zhin.

__ADS_1


Yang mencari ke arah gerbang barat adalah Patriak Liang Heng .


Kemudian Yin Jue dan Qian Lin langsung berjalan menuju gerbang barat , mereka berdua tetap mengunakan tehnik kamuflase agar Patriak Liang Heng tidak lagi mengenali aura yang Yin Jue miliki .


Setelah 1 jam berlalu akhirnya mereka berdua sampai di gerbang kota Zhuanlang sebelah barat .


Yin Jue mencoba melihat sekelilingnya untuk mencari keberadaan Patriak Liang Heng, tapi dia tidak menemukan keberadaannya , kemudian Yin Jue dan Qian Lin keluar gerbang kota , setelah sampai di luar gerbang Yin Jue melihat Patriak Liang Heng sedang berjalan mondar mandir sendirian di sana seperti orang yang sedang kebingungan .


Kemudian Yin Jue menciptakan gelembung gelembung transparan di tangannya lalu di lemparkan ke tempat Patriak Liang Heng berada .


Gelembung ini ini langsung pecah ketika sedang dekat dekat dengan tubuh Patriak Heng , setelah beberapa saat gelembung ini berubah menjadi asap putih yang langsung menyebar di sana.


Patriak Liang Heng sangat kaget dengan munculnya asap putih ini , setelah menghirup asap ini dia merasakan sekujur tubuhnya langsung panas .


'' Bajingan... siapa yang menyerang ku dengan asap beracun seperti ini...'' ucap Patriak Liang Heng mendengus kesal . Kemudian dia langsung meminum 5 pil penawar racun sekaligus karena dia merasakan racun ini sangatlah kuat .


Setelah beberapa saat asap beracun ini langsung menghilang tersapu angin karena di sana adalah tempat yang lapang.


Patriak Liang Heng kemudian mencari orang yang telah menyerangnya seperti ini , dia sangat geram dengan serangan racun ini , tapi setelah di lihat di sekelilingnya dia tidak menemukan siapa pun di sana .


Kemudian Patriak Liang Heng memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kota Zhuanlang karena dia harus segera mencari keberadaan adiknya , dia masuk ke dalam kota dengan perasaan yang sangat geram karena ada yang mempermainkannya .


Setelah Patriak Liang Heng masuk ke dalam kota Yin Jue dan Qian Lin memilih tetap berada di sana agar Patriak Liang Heng menjauh dari sana dulu , setelah 30 menit berlalu kemudian Qian Lin menghilangkan teknik berkamuflase nya . Lalu mereka terbang rendah menuju hutan yang ada di dekat pintu gerbang kota , setelah sampai di pinggir hutan kemudian Yin Jue mengeluarkan Artefak Kapal Terbang dari cincin spasial.


Yin Jue mencoba kecepatan penuh Artefak Kapal Terbang ini sampai sebatas mana kecepatannya .


Yin Jue sangat fokus mengendalikan artefak kapal terbang ini karena dia berpapasan dengan banyak artefak kapal terbang yang lain .


Mereka sangat kagum ketika berpapasan dengan Artefak Kapal Terbang milik Yin Jue karena mempunyai kecepatan yang sangat cepat dari artefak pada umumnya .


Setelah 10 jam berlalu kemudian Yin Jue mendaratkan Artefak Kapal Terbang nya karena hari sudah menjelang malam , sudah 3 kota yang telah dia lewati sekarang Yin Jue sampai di kota Guanglang yang berdekatan dengan kota Tiantang , di dalam peta jarak kota Guanglang dan kota Tiantang hanya butuh waktu 2 jam saja .


Kemudian mereka berdua melompat turun dari Artefak Kapal Terbang , setelah turun kemudian Yin Jue menyimpan kembali artefak ini ke dalam cincin spasial.


Lalu mereka berdua berjalan ke ke gerbang kota Guanglang ini , suasana di depan kota Guanglang sedikit ramai , karena banyak orang yang mengantri masuk ke dalam kota ini , orang orang yang ingin masuk ke dalam kota ini rata rata mempunyai tujuan yang sama dengan Yin Jue , mereka juga ingin berburu mustika siluman yang akan di buka kurang 2 hari lagi .


Setelah beberapa saat tiba giliran mereka berdua untuk membayar biaya masuk .


'' Berapa biaya masuknya tuan...'' sapa Yin Yue ramah .

__ADS_1


'' Hanya 1 batu roh kelas menengah saja tuan muda...''


'' Ini biaya masuk nya untuk kami berdua tuan penjaga...'' ucap Yin Jue sambil memberikan 2 batu roh kelas menengah kepada penjaga gerbang ini.


Setelah membayarnya kemudian Yin Jue dan Qian Lin masuk ke dalam , mereka berjalan dengan cepat menyusuri jalanan kota Guanglang ini , mereka langsung mencari penginapan karena takutnya penginapan telah habis akibat lonjakan orang yang singgah di kota ini .


Setelah 30 menit berlalu Yin Jue menemukan sebuah penginapan yang sangat besar , lalu mereka masuk ke dalam penginapan dan berjalan ke meja resepsionis.


'' Selamat datang di penginapan kami tuan dan nona muda , ada yang bisa saya bantu...? sapa resepsionis ini ramah .


'' Kami ingin memesan kamar untuk satu malam saja nona , apakah masih ada yang kosong nona...?


'' Ada tuan , tapi hanya kamar VIP saja yang masih ada , jadi harganya sedikit mahal ....''


'' Tidak apa apa nona kami bisa mengerti karena banyak orang yang singgah di kota ini , kami akan tetap memesannya karena kami butuh tempat tidur untuk malam ini...''


'' Baiklah kalau begitu , biaya sewa nya 10 batu roh kelas menengah tuan muda...''


Kemudian Yin Jue langsung mengeluarkan 10 batu roh kelas menengah lalu di berikan kepada resepsionis ini .


Kemudian resepsionis ini langsung menerima batu roh .


'' Ini kuncinya tuan muda , kamarnya nanti ada di lantai 3 sesuai dengan nomor kunci itu , apakah masih ada yang ingin di tanyakan tuan muda...''


'' Apakah di penginapan ini juga ada restorannya , karena kami mau makan dulu...''


'' Kalau makan di restoran samping penginapan ini saja tuan muda , karena pemilik restoran ini juga sama dengan penginapan ini...''


'' Baiklah nona... terima kasih atas informasi nya....''


'' Iya sama sama tuan...''


Kemudian Yin Jue dan Qian Lin keluar penginapan lalu berjalan ke restoran yang ada di samping gedung penginapan ini .


Yin Jue melihat restoran ini juga sangat ramai , karena hampir semua tempat duduknya sudah terisi penuh , kemudian ada seorang pelayan restoran yang datang mendekat .


'' Tuan muda dan nona muda silahkan naik ke lantai 2 saja , karena di sana masih ada kursi yang kosong...'' ucap pelayan ini ramah.


.

__ADS_1


.


####


__ADS_2