
.
.
Melihat tetua Shen Guan sudah memberi kode untuk menyerang kemudian tetua Luan Cheng langsung memperagakan tangannya dengan pola garis formasi untuk menciptakan formasi Penyerangan , tapi tetua Luan Cheng sangat terkejut karena formasi Penjara Perlindungan miliknya tiba tiba hancur.
Kemudian tetua Luan Cheng langsung melihat sekelilingnya untuk melihat siapa yang telah menghancurkan formasi Penjara Perlindungan miliknya , tapi setelah melihat sekelilingnya dia tidak menemukan siapa siapa di sana.
Tetua Shen Guan dan rekan rekannya kemudian langsung berbalik badan untuk melihat tetua Luan Cheng karena kenapa bisa formasi Penjara Perlindungan telah hancur.
'' Apa yang terjadi terjadi saudara Luan Cheng...?
'' Formasi Penjara Perlindungan kita tiba tiba hancur , aku tidak tahu kenapa bisa begini...'' ucap tetua Luan Cheng.
****
Melihat ke empat orang ini berbalik badan kemudian Yin Jue langsung mengalirkan energinya ke dalam artefak Pengendali Petir .
****
Mereka berempat sedikit bingung mendengar apa yang di katakan oleh tetua Luan Cheng , kemudian mereka langsung menyebarkan kesadarannya untuk mencari apakah ada orang di sekitanya yang bersembunyi , tapi mereka tidak menemukan siapa siapa di sana .
Tapi tiba tiba mereka melihat ada awan hitam yang mengulung gulung di atas mereka sehingga tempat mereka berdiri sekarang jadi sedikit redup akibat awan hitam ini.
'' Saudara ku.... kenapa tiba tiba muncul awan hitam tepat di atas kepala kita seperti ini ...?
'' Iya aku juga bingung , padahal dari tadi langit terlihat sangat cerah , tapi kenapa tiba tiba awan hitam ini muncul seperti ini....'' ucap tetua Shen Guan .
Setelah beberapa saat awan hitam ini mengeluarkan kilatan petir yang langsung menyambar mereka semua hingga berkali kali .
Jduaarr... jduaarr.... jduaarr....
Suara sambaran petir yang memekakan telingga.
Beruntung perisai dewa mereka langsung melapisi tubuhnya ketika petir ini menyambar mereka , tapi keadaan mereka tidak baik baik saja karena sedikit ada guncangan jiwa , akibat di sambar petir hingga berkali kali.
Kemudian mereka berlima langsung mencoba menenangkan hati dan pikiran mereka agar lebih rileks dan tenang karena sambaran petir ini sungguh di luar dugaan mereka.
__ADS_1
Tapi tiba tiba di bawah kaki mereka muncul asap hitam yang langsung menyelimuti tubuh mereka .
Setelah beberapa saat mereka sangat panik ketika merasakan asap hitam ternyata menyerap energi mereka dengan sangat cepat .
Mereka berlima sedikit bingung bagaimana bisa asap hitam menyerap energi mereka , padahal tubuh mereka sudah di lapisi perisai Dewa, seharusnya tidak ada serangan apapun yang bisa menyerang mereka seperti ini .
Kemudian mereka mecoba menghilangkan asap hitam ini dengan cara mengerak gerakan tubuhnya berharap asap ini bisa menghilang , sudah berbagai cara telah mereka lakukan tapi asap ini tak kunjung menghilang .
Kemudian mereka semua langsung melihat ke arah Yin Jue berada , karena di sana hanya pemuda ini yang ada di sana , mereka beranggapan asap hitam ini adalah serangan miliknya , tapi mereka melihat tubuh Yin Jue juga di lapisi oleh asap hitam yang sama sehingga mereka berlima tidak bisa menuduh Yin Jue yang memiliki serangan ini .
Qian Lin yang melihat ulah suaminya jadi sedikit tersenyum di hatinya , karena bisa sedikit mengecoh mereka yang ada di sana , padahal itu adalah serangannya sendiri.
****
Tetua Shen Guan dan rekan rekannya tak habis pikir kenapa asap ini bisa menyerap energinya , mereka berlima tampak sedikit frustasi karena sudah berbagai cara yang mereka lakukan untuk menghilangkan asap hitam ini , tapi usaha mereka hanya sia sia saja .
Kemudian tetua Shen Guang mengajak rekan rekan nya pergi dari sana karena menurut tetua Shen Guang tempat ini sangat lah misterius , tetua Shen Guang mengesampingkan dulu rencananya untuk menangkap Yin Jue karena tetua Shen Guang memilih keselamatan mereka semua yang ada di sana , barangkali setelah pergi dari sana asap hitam ini akan menghilang .
Kemudian mereka semua menyetujui usulan tetua Shen Guang untuk pergi dari.
Melihat mereka berlima ingin pergi dari sana kemudian Yin Jue langsung bergumam di hatinya.
Setelah kelima orang ini berjalan kurang lebih 50 meter , kemudian Yin Jue langsung mengeluarkan serangan petir lagi untuk menyambar mereka semua .
****
Tetua Shen Guang dan rekan rekannya sangat terkejut ketika melihat di langit lagi lagi muncul awan hitam yang mengulung gulung .
Kemudian mereka langsung bersiap siap dan melapisi tubuh mereka dengan perisai Dewa karena mereka yakin pasti akan muncul petir lagi yang akan menyambar mereka yang ada di sana.
Setelah beberapa saat petir ini memang benar langsung menyambar mereka berlima hingga berkali .
Jduaarr.... jduaarr... jduaarr....
Suara sambaran petir yang memekakan telingga .
Tubuh mereka berlima sedikit goyah terkena sambaran petir ini , karena petir ini menyambar mereka tiada henti kurang lebih selama 1 menit , asap hitam yang menyelimuti tubuh mereka langsung menghilang ketika petir ini menyambar tubuh mereka , tapi ketika petir ini sudah menghilang asap hitam ini kembali muncul dari dalam tanah yang langsung menyelimuti tubuh mereka lalu asap hitam ini kembali menyerap energi mereka .
__ADS_1
Tetua Shen Guan dan rekan rekan nya tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi karena kondisi jiwa mereka sedikit terguncang akibat sambaran petir ini , mereka berlima lalu duduk di atas tanah untuk memulihkan energi mereka dan menenangkan diri mereka , sambil beristirahat kemudian tetua Shen Guan dan rekan rekan nya melihat ke arah tempat Yin Jue berada karena ingin melihat kondisi nya apakah juga sama seperti mereka .
Tapi mereka berlima sangat terkejut dan geram karena Yin Jue melihat ke arah mereka sambil tersenyum menyeringai dan memberi jempol ke bawah kepada mereka tanda merendahkan mereka.
Yin Jue sengaja ingin menantang mereka karena orang seperti mereka ini tidak bisa di biarkan begitu saja , Yin Jue juga tidak takut sama sekali dengan mereka karena kekuatan mereka juga sama sama di tekan sampai tingkat Dewa tahap Awal , meskipun mereka menang jumlah tapi Yin Jue memiliki banyak tehnik yang bisa dengan mudah mengalahkan mereka .
Qian Lin dan Lang Yu langsung berjalan ke arah Yin Jue ketika melihat Yin Jue merendahkan mereka berlima , karena Qian Lin yakin sebentar lagi pasti akan terjadi pertempuran.
****
'' Saudara ku sepertinya pemuda tadi ingin menantang kita , apa kita bunuh saja dia di sini...'' ucap tetua Shen Guang memberi usul.
'' Pasti itu karena aku juga sangat geram ketika melihat pemuda itu merendahkan kita , tapi bagaimana dengan asap hitam ini , karena asap hitam ini terus menerus menyerap energi kita...''
'' Asap hitam ini kita pikirkan nanti saja , aku belum bisa tenang jika belum membunuh pemuda itu...''
Kemudian mereka berlima langsung berdiri lalu berlari ke arah Yin Jue berada .
Setelah jarak dengan Yin Jue sudah dekat kira kira 10 meter kemudian mereka menghentikan langkahnya.
'' Apa maksud mu merendahkan kami tadi , apa kau sudah bosan hidup...? ucap tetua Shen Guang sedikit meninginkan suaranya tanda dia sudah terpancing emosi .
'' Apakah kalian tidak salah bertanya seperti itu kepadaku , seharusnya yang pantas bertanya seperti itu adalah aku karena kalian berlima telah menyingung orang yang salah...'' ucap Yin Jue sinis.
Setelah mendengar perkataan Yin Jue kemudian tetua Shen Guang langsung mengeluarkan pukulan ke arah Yin Jue berada dengan sekuat tenaga .
'' Pukulan Tangan Kematian....''
Dari pukulan tetua Shen Guang muncul siluet kepalan tangan berwarna hitam yang sangat besar langsung menerjang ke arah tempat Yin Jue berada .
Tapi tiba tiba siluet kepalan tangan hitam milik tetua Shen Guang tiba tiba berhenti lalu terjatuh dan menghantam ke tanah .
Duarrr.....
Ledakan siluet kepalan tangan hitam ini langsung menciptakan kawah yang sedikit besar yang langsung menggetarkan tempat mereka berlima karena jaraknya terlalu dekat dengan mereka berlima .
.
__ADS_1
.
####