
.
.
Guru Lou Feng kemudian mengendalikan artefak kapal terbang berkeliling terbang di atas sekte Gunung Pedang, tapi masih berada di dalam formasi perlindungan.
Sehingga langsung menarik perhatian banyak murid sekte untuk melihatnya , karena mereka baru pertama kali melihat sebuah artefak mirip perahu di laut yang bisa terbang .
Para tetua sekte juga langsung keluar dari aula , karena penjaga yang ada di depan aula yang memberi tahu mereka.
Patriak Lou Han langsung tersenyum karena melihat yang menaikinya ternyata adalah adiknya sendiri .
Dia sangat kagum ternyata tuan muda Yin Jue memiliki barang berharga seperti ini , sehingga patriak Lou Han langsung berjalan ke rumah adiknya .
Karena banyak pertanyaan yang masih belum dia tanyakan kepada tuan muda Yin Jue ini.
****
Setelah puas mengendalikan artefak kapal terbang kemudian guru Lou Feng langsung mendarat di halaman rumahnya .
'' Sekarang hilangkan dulu formasinya , lalu kita turun dari sini . Formasi perlindungan artefak kapal terbang ini sangatlah kuat , karena serangan orang yang memiliki kekuatan di tingkat Semi Dewa tahap 9 sekalipun tidak akan mampu menghancurkannya...'' ucap Yin Jue .
'' Iya Jue'er, sekarang mari kita turun . Karena aku penasaran dengan darah berwarna perak tadi...'' ucap guru Lou Feng.
'' Ini adalah cincin khusus untuk menyimpan artefak kapal terbang dan 2 batu giok jiwa ini untuk guru dan junior Lei Fang . Nanti aku akan menjelaskan cara mengunakannya...'' ucap Yin Jue sambil memberikan 1 cincin spasial dan 2 batu giok jiwa .
'' Terima kasih banyak Jue'er...'' ucap guru Lou Feng sambil menghilangkan formasi perlindungan artefak kapal terbang.
Lalu mereka semua langsung melompat turun dari atas artefak kapal terbang, setelah semuanya telah turun kemudian guru Lou Feng langsung menyimpan artefak kapal terbang ke dalam cincin spasial.
Kemudian Yin Jue , junior Lei Fang dan guru Lou Feng langsung duduk di teras rumah lagi , karena Patriak Lou Han sudah ada di sana.
Sedangkan bibi Yuan Ling dan adik Lou Chun masuk ke dalam rumah .
Patriak Lou Han langsung menanyakan benda apa yang mereka naiki tadi dan bagaimana cara menggunakannya .
__ADS_1
Yin Jue langsung menceritakan kalau tadi itu adalah Artefak kapal terbang, cara mengunakan artefak kapal terbang ini hanya mengunakan pikiran saja .
Sedangkan energinya berasal dari susunan formasi dan batu roh , lalu Yin Jue mengeluarkan 2 botol darah siluman serigala Perak.
'' Ini adalah darah siluman serigala Perak , di daratan atas semua formasi selalu mengunakan Darah Siluman Serigala Perak . Sehingga formasi nya menjadi sangat kuat dan juga bisa di gunakan untuk penyerangan juga...'' ucap Yin Jue menjelaskan .
'' Jadi itu adalah darah siluman Serigala Perak , karena aku tadi penasaran cairan apa bisa berwana perak seperti itu....'' ucap guru Lou Feng.
'' Ini simpanlah untuk guru dan Patriak Lou Han , jadi kedepannya tidak usah mengunakan darah kalian saat menulis formasi...'' ucap Yin Jue .
'' Terus bagaimana dengan batu giok jiwa tadi...?'' tanya guru Lou Feng sambil menunjukan batu giok jiwa pemberian Yin Jue tadi.
'' Biar Patriak Lou Han saja yang menjelaskan , karena Patriak Lou Han sudah memilikinya...'' ucap Yin Jue .
Sehingga patriak Lou Han langsung menjelaskan cara mengunakan batu giok jiwa itu , lalu mereka juga bertukar batu giok jiwa agar bisa saling berkomunikasi .
Setelah satu jam berdiskusi di sana kemudian bibi Yuan Ling mengajak makan .
Sehingga mereka langsung masuk ke dalam rumah , lalu makan bersama.
'' Aku mohon pamit untuk kembali ke klan Yin lagi , aku minta maaf tidak bisa berlama lama di sini bersama kalian semua . Karena aku sekarang sudah memiliki tangung jawab sendiri...'' ucap Yin Jue .
'' Baiklah kalau begitu aku mohon pamit , sampai jumpa...'' ucap Yin Jue sambil mengaktifkan tehnik perpindahannya .
Swush .
Setelah beberapa saat Yin Jue telah berpindah di halaman rumahnya .
Lalu Yin Jue langsung duduk di teras rumah untuk menikamti suasana di sana .
****
Keesokan harinya Yin Jue pergi ke klan Qian , Yin Jue ke sana bersama dengan kedua orang tuanya juga untuk bersilahturahmi.
Ketika pergi ke sana Yin Jue mengunakan portal hitam seperti biasanya .
__ADS_1
Kemunculan mereka di sana membuat para penjaga klan Qian sedikit terkejut.
Tapi ternyata itu adalah rombongan putri Qian Lin .
Kedua orang tua Qian Lin sangat senang melihat putrinya telah kembali ke klan Qian.
Kebetulan kakek Qian Juan juga ada di sana , kemudian Yin Jue langsung menceritakan kalau dirinya telah membunuh Kaisar Iblis Azura.
Sekarang dia menjadi seorang Kaisar di benua Naga tempat dewa Naga Yuan Long dulu memimpin , kemudian Yin Jue mengatakan kepada mereka kalau ingin mengajak mereka pergi ke benua Naga.
'' Sepertinya yang bisa ikut ke sana hanya aku dan ibu mu ini saja , karena kakek mu ini masih mengurusi sekte Teratai Putih . Tapi aku tidak bisa terlalu lama di sana karena suatu hari nanti aku harus mengantikan ayah untuk mengurusi sekte Teratai Putih....'' ucap Patriak Qian Li.
'' Iya Jue'er , aku tidak bisa meninggalkan sekte Teratai putih begitu saja . Karena aku dulu membangun sekte itu dengan bersusah payah....'' ucap kakek Qian Juan.
Yin Jue langsung berfikir bagaimana cara agar ayah Qian Li dan ibu Qian Yue tidak pulang ke daratan tengah ini .
'' Aku sangat menghargai perjuangan kakek Qian Juan dulu , sebenarnya aku ingin mengajak kakek ke benua Naga adalah untuk membangun kembali sekte Teratai Putih yang baru di sana . Nanti kakek Qian Juan hanya perlu mengawasi saja , biar nanti ayah Yin Bei dan ayah Qian Li yang mengelola sekte ini . Para pekerja bangunan juga sudah siap untuk membangun bangunan sekte , jadi aku hanya ingin kakek mengawasi saja . Kita nanti bisa hidup bahagia di sana tanpa kekurangan apapun , karena aku juga memiliki tambang batu roh yang di gunakan sebagai alat pembayaran ...'' ucap Yin Jue .
'' Sebenarnya aku sangat tertarik untuk hidup di sana bersama kalian , nanti akan aku pikirkan lagi . Karena aku juga harus mencari pengganti ku dulu jika meninggalkan sekte ini...'' ucap kakek Qian Juan.
'' Iya kekek , kira kira kakek butuh waktu berapa lama untuk mengantikan posisi Patriak sekte Teratai Putih ini . Karena jika kakek sudah siap maka aku akan menjemput kakek ke sini...'' ucap Yin Jue.
'' Mungkin 1 tahun , karena aku juga harus memastikan sekte ini tetap menjadi sekte nomor satu di kekaisaran ini....'' ucap kakek Qian Juan.
'' Baiklah kalau begitu satu tahun lagi aku akan menjemput kakek ke sini , jadi dalam waktu satu tahun ini aku bisa mulai membangun sekte ini di dekat Istana kekaisaran pusat...'' ucap Yin Jue.
'' Iya Jue'er , aku sebenarnya masih belum percaya jika kamu bisa melangkah sampai sejauh ini . Aku sangat bangga dengan pencapaianmu saat ini...'' ucap kakek Qian Juan.
Kemudian Yin Jue dan kekek Qian Juan melanjutkan berbingcang bincang ringan berdua .
Karena ibu Qian Yue dan Patriak Qian Li langsung mengajak semuanya untuk berkeliling kota Qianzhi .
Yin Jue menceritakan bagaimana kehidupan di benua Naga dan daratan atas , agar menambah pengetahuan kakek Qian Juan.
.
__ADS_1
.
...~_ Bersambung _~...