
.
.
Setelah terbebas dari lilitan sulur sulur garis formasi kemudian Yin Jue langsung berjalan sedikit menjauh dari mereka berlima karena Yin Jue merasakan ada aura orang yang mendekat ke sana.
Kemudian Yin Jue mengalirkan energinya ke dalam artefak Pengendali Petir sambil bersiaga untuk melihat siapa yang datang ke sana.
Sedangkan Qian Lin memutuskan tetap berkamuflase agar bisa membantu suaminya jika nanti di butuhkan.
Setelah beberapa menit dari kejauhan samar samar Yin Jue melihat ada 4 orang datang ke sana , Yin Jue tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang ini karena mereka berjalan di bawah pepohonan sehingga sinar rembulan tidak bisa menyinari mereka berempat.
Setelah beberapa saat mereka berempat sampai di tempat Yin Jue berada , orang orang ini sangat terkejut melihat rekan rekan nya sedang terlilit akar akar yang ada di belakang pemuda yang ada di sana.
'' Saudara Luan Fei tolonglah aku , pemuda itu ingin menangkap kami karena ingin merebut mustika kami yang sudah kami dapatkan...'' ucap tetua Zhan Jie berbohong.
Mendengar perkataan tetua Zhan Jie kemudian Yin Jue langsung berbalik badan lalu menyerang mereka berlima dengan serangan petir.
Setelah beberapa saat mereka semua yang ada di sana langsung melihat ke langit karena ada kilatan cahaya di langit , tapi tiba tiba ada sambaran petir yang menyambar tubuh tetua Zhan Jie hingga berkali kali .
Jdiarrr... jdiarrr.... jdiarrr...
Suara sambaran petir yang memekakan telingga .
Petir ini terus menyambar hingga kurang lebih satu menit , setelah Yin Jue puas menyiksa mereka kemudian Yin Jue menarik kembali petir miliknya lalu berbalik badan .
Mereka berlima sangat terkejut kenapa di sana ada petir yang menyambar mereka berlima , beruntung mereka memiliki perisai Dewa sehingga tubuh mereka tidak terlalu berpengaruh terkena sambaran petir ini , tapi energi mereka sedikit lagi akan habis akibat perisai Dewa mereka menahan sambaran petir hingga satu menit , setelah melihat rekan rekan nya tersambar petir kemudian tetua Luan Fei berbicara dengan Yin Jue .
__ADS_1
'' Hai anak muda... siapa dirimu sebenarnya berani sekali menangkap rekan rekan ku itu , apakah kau tidak tahu siapa kami sebenarnya , kau tahu sendiri kondisi mereka sekarang setelah terkena sambaran petir dari langit seperti tadi ...'' ucap tetua Luan Fei.
'' Itulah akibat kalau mulut mereka suka berbohong sehingga Dewa petir menjadi murka , apakah seperti itu cara kalian bertata krama ketika menemui seseorang....? apakah aku salah telah menangkap para pria bodoh itu ketika aku sendiri akan di tangkap oleh mereka...'' ucap Yin Jue sinis.
Mendengar perkataan dari Yin Jue kemudian tetua Luan Fei langsung terdiam memikirkan perkataannya .
'' Maafkan aku sebelumya anak muda , kira kira kompensasi apa yang pantas untuk menebus kesalahan mereka...''
'' Tidak ada kompensasi yang pantas untuk menebus kesalahan mereka , karena tadi mereka juga ingin membunuh ku , karena aku memiliki darah siluman Serigala Perak yang cukup banyak sehingga mereka ingin merebutnya....'' ucap Yin Jue sengaja memberitahu orang ini apakah dia tertarik juga atau tidak.
'' Iya aku mengerti karena kami adalah pemburu yang bekerja untuk paviliun Jiaohuan, jadi mereka akan sangat tertarik dengan darah siluman Serigala Perak, tapi apakah tidak ada lagi kompensasi yang harus aku berikan kepada mu untuk menebus kesalahan mereka ,mohon berbaik hati lah anak muda kepada kami semua...'' ucapnya bernegosiasi.
'' Maaf... aku tidak bisa melepaskan mereka , karena kebetulan aku juga butuh makanan untuk para hewan kontrak ku...''
'' Baiklah kalau itu maumu anak muda , aku tidak akan sungkan sungkan lagi untuk menangkap mu , karena kau lebih memilih bermusuhan dengan kami , lagi pula kau hanya sendirian di sini , jadi kau tidak akan mampu melawan gabungan kekuatan kami berempat ...''
'' Apakah kalian tidak bisa belajar dari kesalahan mereka , jangan menyesali keputusan kalian jika nanti kalian akan bernasib sama seperti mereka....''
Setelah menyelesaikan kata katanya kemudian tetua Luan Fei dan rekan rekannya langsung mengeluarkan senjata pusaka mereka masing masing .
Tapi ketika mereka berempat akan melangkah untuk menyerang Yin Jue , tiba tiba mereka merasakan ada tekanan gravitasi yang sangat kuat menekan mereka berempat , sehingga mereka langsung menghentikan langkahnya untuk menahan tekanan gravitasi ini agar tubuh mereka tidak terjatuh ke tanah.
Setelah tetua Luan Fei dan rekan rekannya berhasil menyeimbangkan tubuhnya , tiba tiba di bawah kaki mereka muncul akar yang sangat cepat langsung mengikat tubuh mereka berempat , tetua Luan Fei dan rekan rekannya tidak bisa menghindari serangan akar akar ini karena mereka juga masih terkena tekanan gravitasi.
'' Tadi aku sudah peringatkan kepada kalian , tapi ternyata kalian masih keras kepala ingin membela para rekan rekan bodoh mu itu ....'' ucap Yin Jue sambil membalikkan badannya menuju tempat membuat api unggun .
Tapi tiba tiba dari langit muncul sambaran Petir seperti yang di alami oleh tetua Zhan Jie dan rekan rekannya tadi .
__ADS_1
Jdiarrr.... jdiarrr.... jdiarrr....
Suara sambaran petir yang memekakan telingga .
Petir ini menyambar tubuh tetua Luan Luan Fei dan rekannya hampir 1 menit lalu menghilang dengan sendirinya , kondisi tetua Luan Fei dan rekan rekannya sama dengan mereka berlima sebelumya .
Energi mereka berempat juga tinggal sedikit sehingga mereka tidak bisa lagi melawan gravitasi dan melepaskan tubuh mereka dari lilitan akar akar yang melilit tubuh mereka.
Tetua Luan Fei sekarang sedikit menyesal tidak mendengarkan perkataan dari Yin Jue tadi , tetua Luan Fei yakin serangan petir tadi adalah serangan yang di miliki oleh Yin Jue , karena serangan petir tadi selalu muncul ketika ada orang yang menyinggung nya.
Tapi penyesalan selalu datangnya di akhir sehingga percuma saja dia menyesal karena Yin Jue tidak akan memaafkan mereka.
Melihat semua musuh suaminya sudah berhasil di kalahkan kemudian Qian Lin langsung menghilangkan tehnik kamuflase nya , kemunculan Qian Lin di sana membuat tetua Luan Fei dan rekan nya sedikit terkejut .
Kenapa tiba tiba muncul seorang wanita di sana , apalagi wanita ini ternyata mengenal Yin Jue , sedangkan tetua Zhan Jie dan rekan rekan nya tidak terkejut sama sekali karena perempuan yang muncul di sana adalah pasangan pemuda yang telah mengalahkannya.
Kemudian Qian Lin langsung duduk di dekat suaminya yang sedang menyalakan api kembali yang sempat padam akibat di sana terkena angin dari sambaran petir.
'' Gege.... kita apakan mereka semua ini , apakah akan kita biarkan saja seperti ini...?
'' Iya Lin'er , biarkan malam ini mereka menikmati suasana malam di sini , besok ketika pagi pagi sekali aku akan menanamkan segel budak kepada mereka semua agar menurut kepada kita , nanti akan lebih mudah ketika membawa mereka ke goa tempat siluman ular berada....''
Setelah menyalakan api kemudian Yin Jue membuat formasi Penjara Perlindungan yang mengurung 9 orang tangkapan Yin Jue , agar nanti tidak ada orang yang menggangu nya ketika tidur di sana.
Setelah di rasa sudah aman kemudian Yin Jue dan Qian Lin langsung tidur di atas tikar sambil menghangatkan kaki mereka ke api unggun.
.
__ADS_1
.
####