
.
.
'' Iya Gege , tapi sekarang kita harus bagaimana...?
'' Kita kembali saja ke penginapan karena aku tidak tega melihat para pekerja yang ada di sini...''
'' Terus bagaimana dengan tetua Tian Feng itu , apakah kita ringkus saja dia agar para pekerja yang ada di sini terbebas dari segel budak miliknya ....''
'' Jangan dulu Lin'er, kalau kita membunuhnya sekarang maka acara turnamen besok pasti gagal karena dia pasti besok juga ada di sana untuk menanami segel budak kepada para peserta turnamen yang telah kalah , besok setelah aku mendapatkan siluman Rubah Api maka aku akan berpindah ke tempat ini untuk menguras batu roh yang ada di sini , sedangkan kamu cukup mengawasi saja pergerakan tetua Tian Feng itu di dalam acara turnamen besok ....''
'' Iya Gege aku mengerti...''
Kemudian mereka bertiga langsung berjalan keluar dari sana , setelah sampai di tengah tengah lorong goa kemudian Yin Jue langsung mengunakan tehnik perpindahan sehingga tubuh mereka langsung menghilang di sana .
Swushhh.
Setelah beberapa saat mereka bertiga telah berpindah di dalam kamar penginapan.
Nona Lin Xie sangat terkejut melihat tiba tiba ada orang muncul di sana , tapi setelah di lihat lihat ternyata itu adalah tuan Yin Jue .
'' Ternyata anda tuan Yin Jue , aku kira siapa tadi , kalau boleh tahu tehnik apa lagi yang tuan Yin Jue gunakan sehingga kalian bertiga tiba tiba muncul di sini....?
'' Iya nona Lin Xie , aku tadi mengunakan tehnik perpindahan , maaf jika nona Lin Xie sedikit terkejut mungkin nona Lin Xie belum terbiasa ...''
'' Tuan Yin Jue sungguh penuh dengan kejutan...'' ucap nona Lin Xie kagum.
Kemudian senior Riu duduk bersama dengan nona Lin Xie sedangkan Yin Jue dan Qian Lin duduk di kursi yang ada di dalam kamar .
'' Tuan Yin Jue , kalau boleh tahu bagaimana dengan keadaan tambang batu roh di sana , apakah tuan Yin Jue sudah menemukan suamiku...?
'' Belum nona Lin Xie, karena pekerja di sana sangat banyak sehingga aku tidak bisa menemukan suami nona Lin Xie , besok aku akan membunuh orang yang telah menanamkan segel budak , jadi nona Lin Xie mohon bersabarlah karena aku juga harus mendapatkan siluman Rubah Api dulu...'' ucap Yin Jue sedikit berbohong agar dia tidak sedih jika tahu keadaan para pekerja yang ada di sana .
'' Iya tuan Yin Jue , aku akan bersabar menunggunya , apakah tuan Yin Jue sudah menemukan orang yang telah menanamkan segel budak itu...'' .
'' Sudah nona lin Xie , kami juga sudah merencanakan untuk melancarkan rencana kami besok , jadi kita tinggal melaksanakan nya saja...?
__ADS_1
'' Sebelumya terima kasih banyak , aku sangat bersyukur bisa mengenal kalian , seandainya aku tidak bertemu dengan kalian mungkin aku juga sudah menjadi budak mereka...''
'' Nona Lin Xie jangan bilang seperti itu , mungkin pertemuan kita sudah ditakdirkan oleh Dewa, sehingga aku bisa membantu permasalahan nona Lin Xie, kalau boleh tahu nona Lin Xie sekarang punya anak berapa...? ucap Yin Jue mengalihkan topik perbincangan .
'' Aku sudah mempunyai 2 anak tuan Yin Jue , laki laki dan perempuan , setiap hari mereka selalu mencari ayahnya kerena mereka dulu di tinggal oleh suamiku ketika masih berumur 12 tahun dan 9 tahun , sehingga mereka masih sempat merasakan kasih sayang ayahnya , kalau tuan Yin Jue apakah juga sudah punya seorang anak...?
'' Belum nona Lin Xie, mungkin kami masih belum di beri seorang anak...''
'' Tuan Yin Jue dan nona Qian Lin harus bersabar , aku dari tadi pagi sangat penasaran dengan nona Bing Riu , karena aku samar samar merasakan aura nona Bing Riu ini tidak sama denganku , maaf sebelumya nona Bing Riu kalau aku telah salah mencurigai anda....''
'' Tidak ada apa apa nona Lin Xie, aku memang bukanlah bangsa manusia , karena aku adalah ras siluman Phoenix Es...'' ucap senior Riu menjelaskan.
'' Aku sangat beruntung bisa mengenal anda nona Bing Riu , karena aku bisa mengenal perwujudan siluman Phoenix Es yang sangat melegenda ....''
Hari itu mereka berbingcang bincang di sana agar semakin mengenal satu sama lain.
Setelah larut malam Qian Lin , senior Bing Riu dan nona Lin Xie tidur di atas tempat tidur , sedangkan Yin Jue seperti biasanya tidur di lantai beralaskan tikar .
****
'' Nona Lin Xie, hari ini aku akan mengikuti turnamen dulu lalu membebaskan para pekerja yang ada di tambang batu roh, nona Lin Xie tunggulah di sini , karena nanti atau besok aku akan mengantarkan nona Lin Xie pulang ke rumah mengunakan tehnik perpindahan....''
'' Iya tuan Yin Jue , aku akan menunggunya di sini...''
Setelah berpamitan kemudian Yin Jue mengajak Qian Lin dan senior Riu keluar kamar , di depan kamar ternyata ada pria pria kekar yang juga akan ikut turnamen .
'' Hai anak muda , bagaimana dengan tawaranku kemarin , apakah kau mau menjadi tim penyemangat kami nanti ketika bertarung...?
'' Maaf.... senior cari orang lain saja karena aku juga akan ikut turnamen....''
'' Hahaha.... apakah aku tidak salah dengar...''
'' Tidak senior , sampai jumpa nanti di arena pertarungan...'' ucap Yin Jue sambil berbalik badan lalu mengajak Qian Lin dan senior Riu pergi dari sana.
Setelah Yin Jue turun ke bawah mereka yang ada di sana langsung membicarakan Yin Jue.
'' Sungguh pemuda yang sangat percaya diri , aku salut dengan pemuda tadi , ku harap kalian jika berhadapan dengannya lebih baik lemparkan saja tubuhnya ke luar arena pertandingan , karena aku yakin dia adalah tuan muda salah satu klan terkuat di benua Nanzhou ini...''
__ADS_1
'' Kamu benar , pemuda ini pasti memiliki dukungan yang sangat kuat sehingga sangat percaya diri , baiklah kalau begitu ayo sekarang kita ke segera pergi dari sini untuk mengikuti turnamen nya , selagi sekarang masih pagi , pasti sebentar lagi di sana akan sedikit berdesak desakan karena banyak yang akan menyaksikan turnamen ini...''
Kemudian mereka langsung turun ke lantai bawah lalu berjalan menuju arena pertarungan.
****
Berpindah ke tempat Yin Jue berada.
Mereka bertiga berjalan dengan cepat menuju arena pertarungan agar nanti Qian Lin dan senior Riu bisa mencari tempat yang aman untuk mengawasi pertandingan .
Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka sampai di arena pertandingan , gerbang arena pertarungan terlhat baru saja di buka , sehingga mereka bertiga langsung berjalan ke sana .
'' Tuan dan nona sekarang tunjukan tiket nya dulu jika kalian ingin masuk...'' ucap penjaga yang berjaga di depan gerbang .
Kemudian mereka bertiga langsung menunjukan tiket yang mereka miliki.
'' Baiklah... sekarang kalian bertiga silahkan masuk...''
'' Terima kasih tuan...''
Kemudian mereka bertiga langsung masuk ke dalam , mereka melihat di kursi penonton masih belum ada orang sama sekali karena mereka bertiga adalah orang yang pertama masuk ke sana.
'' Gege.... kira kira di mana tempat yang paling cocok untuk menonton sambil mengawasi pergerakan tetua Tian Feng agar aku bisa tahu pembicaraan mereka...''
'' Menurutku di kursi VIP itu Lin'er , sekarang kalian berdua langsung berkamuflase lah dan langsung pergi ke sana selagi sekarang masih belum ada orang yang melihat kita , karena aku juga harus segera masuk ke pintu utara untuk melihat peserta yang akan mengikuti turnamen...''
'' Iya Gege...''
Kemudian Qian Lin langsung mengaktifkan tehnik kamuflase nya sehingga tubuh mereka berdua langsung tak terlihat di sana , lalu mereka berjalan ke arah kursi VIP karena mereka yakin tempat itu nanti akan di tempati oleh para pejabat kota Tianshi ini .
Sedangkan Yin Jue menunggu para penonton masuk ke sana dulu agar tidak terlalu mencurigakan.
.
.
####
__ADS_1