Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 611 : Gerbang timur kekaisaran Lian .


__ADS_3

.


.


Kemudian Yin Jue langsung melompat turun , lalu memasukkan artefak kapal terbang ke dalam cincin spasialnya .


Yin Jue kemudian menurunkan kekuatannya sampai di tingkat Dewa Abadi tahap awal , agar bisa mengundang musuh untuk mencari masalah dengan dirinya , karena Yin Jue yakin di ibukota Kekaisaran Lian ini ada banyak kumpulan pemuda jenius yang suka merendahkan seseorang.


Setelah selesai menurunkan kekuatannya kemudian Yin Jue berjalan mendekati gerbang timur Kekaisaran Lian.


Lalu ikut mengantri di sana sambil mendengar pembicaraan para warga yang mengantri di sana .


Ternyata para warga yang mengantri di sana ingin melihat Perebutan peringkat yang akan di adakan 4 hari lagi di Asosiasi Menara Peringkat , para warga ini juga ingin ikut taruhan dalam pertandingan peringkat nanti , Yin Jue sangat beruntung karena ini adalah saatnya untuk melihat para jenius muda yang memiliki peringkat di Asosiasi Menara Peringkat sambil mengukur kekuatan mereka.


Karena nanti dirinya juga bisa ikut andil dalam perebutan peringkat ini , apalagi masih kurang 4 hari lagi sehingga masih ada waktu untuk mencari informasi tentang Asosiasi Menara Peringkat ini.


Setelah 10 menit berlalu akhirnya giliran Yin Jue yang di periksa .


'' Tolong tunjukkan identitas tuan muda dan biaya masuknya 1 batu roh kelas tinggi...'' ucap penjaga gerbang ini dengan ramah.


Kemudian Yin Jue langsung mengeluarkan 1 batu roh kelas tinggi dan lencana yang dia dapatkan dari tetua Huang Jiu bawahan penguasa Nan Zhizi .


Penjaga gerbang ini langsung mengerutkan keningnya setelah melihat lencana yang di tunjukkan oleh Yin Jue , karena tidak pernah melihat lencana seperti itu.


'' Maaf tuan muda , kalau boleh tahu tuan muda ini berasal dari mana , karena aku tidak pernah melihat lencana seperti ini...?''


'' Aku berasal dari benua Nanzhou, lencana itu adalah pemberian dari penguasa Benua Nanzhong yaitu yang mulia Nan Zhizi...''

__ADS_1


Para penjaga dan semua orang yang ada di sana sangat terkejut mendengar pemuda ini berasal dari benua Nanzhou , karena itu sangatlah jauh .


'' Kalau boleh tahu ada hal apa sampai tuan muda jauh jauh datang ke Kekaisaran Lian yang sangat jauh ini....?''


'' Aku ingin mencoba keberuntunganku di Asosiasi Menara Peringkat , hanya itu saja tujuanku....''


Para warga yang ada di sana langsung tersenyum mengejek , karena melihat kekuatan Yin Jue hanya berada di tingkat Dewa Abadi tahap Awal saja , karena biasanya yang ikut dalam perebutan peringkat pasti kekuatannya sudah berada di tingkat Dewa Abadi tahap Akhir.


'' Kenapa kalian semua menertawakan ku , apakah aku tidak boleh ikut dalam perebutan peringkat ini...?''


'' Maaf anak muda , Menara peringkat bukanlah ajang untuk main main , ini adalah ajang untuk menunjukan ketrampilan bertarung dan kekuatan seseorang , aku rasa kamu salah tempat jika ingin mencoba kekuatanmu di arena Menara Peringkat ini , setidaknya kekuatanmu harus berada di tingkat Dewa Ilahi tahap Akhir baru bisa ikut memperebutkan peringkat di sana, karena pemuda yang memperebutkan peringkat ini rata rata kekuatan nya sudah mencapai Dewa Abadi tahap Akhir...'' ucap salah satu tetua yang memakai jubah biru .


'' Maaf senior , bagaimana jika aku memiliki ketrampilan bertarung yang sangat kuat , karena meskipun kekuatan ku baru di tahap Awal , tapi aku sudah bisa mengalahkan orang yang memiliki kekuatan di tingkat Dewa Abadi tahap Akhir , apakah itu masih kurang...?''


'' Kamu sungguh pemuda yang sangat menarik , kalau kamu memang memiliki kepercayaan diri untuk ikut , maka aku tidak akan melarang mu untuk ikut dalam perebutan peringkat ini , karena itu adalah hakmu...''


'' Terima kasih senior mau menghargai ku...'' ucap Yin Jue sambil menangkupkan tinjunya untuk menghormati tetua berjubah biru ini .


'' Hahaha , ternyata pemuda dari benua Nanzhou suka bermimpi di siang bolong seperti ini....''


Yin Jue sangat terkejut dan senang mendengar ada pemuda yang meremehkan kekuatan nya , Yin Jue melihat yang meremehkan kekuatannya ternyata adalah 2 orang pemuda berumur sama dengannya yang memiliki kekuatan di tingkat Dewa Abadi tahap akhir dan Dewa Abadi tahap menengah.


'' Siapa nama kalian berdua .? apakah kalian ingin mencoba kekuatanku satu pukulan saja...?''


'' Hahaha sunguh pemuda yang sangat sombong , namaku adalah Bai Shuyan dan ini adalah adiku Bai Luan , kau bilang tadi hanya satu pukulan , apakah kamu yakin bisa mengalahkan ku dengan satu pukulan saja...?''


'' Aku tidak akan mungkin bisa mengalahkan kamu dengan satu pukulan saja , tapi aku ingin mencoba pukulan yang baru aku pelajari , kalau tubuhmu bisa menahannya dan tidak mundur lebih dari 3 langkah , maka aku akan melupakan kejadian ini , tapi jika kamu tidak mampu menahan pukulan ku maka kamu harus membayar 1000 batu roh kelas tinggi kepadaku karena telah memprovokasi ku , jangan bilang kalian tidak memiliki batu roh untuk taruhan ini , tapi jika pukulan ku tidak mampu membuat tubuh mu mundur 3 langkah maka aku akan memberi mu 1000 batu roh secara cuma cuma kepadamu ..?''

__ADS_1


Bai Shuyan dan Bai Luan sangat terkejut mendengar pemuda ini mengajak taruhan yang sangat banyak , karena taruhan sebanyak itu biasanya di lakukan saat memperebutkan peringkat 1 dan peringkat 2.


Semua orang yang ada sana langsung antusias mendengar akan melihat pertarungan secara gratis , karena mereka juga bisa ikut dalam taruhan ini .


Kemudian tetua berjubah biru langsung membuka suara .


'' Bai Shuyan, apakah kamu tidak berani dengan tantangan anak muda ini...?''


'' Maaf tetua Ouyang Tian , bukannya aku tidak berani , tapi aku tidak memiliki batu roh sebanyak itu , karena aku hanya membawa 500 batu roh saja...'' ucap Bai Shuyan.


Yin Jue sangat senang ketika mendengar tetua ini bernama Ouyang Tian , pasti dia adalah tetua anggota Perkumpulan Alkemis Surgawi juga .


'' Bagaiamana anak muda , apakah kamu mau jika hanya 500 batu roh saja...?'' tanya tetua Ouyang Tian ini kepada Yin Jue.


'' Iya tidak apa apa senior , hitung hitung sebagai bahan pelatihan ku....'' ucap Yin Jue memprovoksi Bai Shuyan.


Bai Shuyan sangat geram mendengar perkataan Yin Jue yang meremehkan dirinya , karena menganggap ini hanyalah pelatihan saja , dia juga sangat penasaran dengan kepercayaan diri pemuda ini , karena sangat yakin bisa mengalahkannya .


'' Kalau kalian mau bertanding silahkan bertanding di luar gerbang , karena di sana tempat nya cukup luas....'' ucap prajurit penjaga gerbang .


'' Iya senior aku mengerti...''


Kemudian semua orang yang ada di gerbang langsung berjalan keluar dari sana untuk melihat taruhan ini .


Setelah sampai di luar gerbang kemudian tetua Ouyang Tian langsung meminta cincin milik Yin Jue dan Bai Shuyan sebagai bahan taruhannya , karena dirinya akan menjadi pemegang taruhan ini .


.

__ADS_1


.


####


__ADS_2