
.
.
Kemudian Yin Jue langsung mengisyaratkan mereka semua untuk membagi batu giok itu , lalu mengatakan kalau mereka semua harus meneteskan darah mereka dan memasukkan sedikit jiwa kesadaran mereka .
Sehingga mereka semua langsung melukai tangan mereka masing masing, lalu meneteskan darah mereka ke permukaan batu giok jiwa.
Lalu berlanjut memasukkan sedikit jiwa kesadaran mereka .
Setelah itu Yin Jue mengtruksikan mereka untuk saling bertukar batu giok jiwa , lalu saling meneteskan darah dan jiwa kesadaran juga .
Sehingga mereka langsung bertukar batu giok jiwa dengan sangat antusias , karena mereka tidak sabar ingin mengunakan batu giok jiwa ini sebagai alat komunikasi mereka .
Setelah mereka telah selesai bertukar batu giok jiwa kemudian Yin Jue menjelaskan cara mengunakan batu giok jiwa.
Sehingga mereka langsung mencoba seperti apa yang di instruksikan oleh Yin Jue , mereka semua langsung tersenyum karena batu giok jiwa mereka sudah bisa di gunakan untuk mengirim dan menerima pesan suara .
'' Kalau begitu aku mohon pamit ke rumah guru Lou Feng, maaf aku hanya bisa memberikan ini saja kepada kalian...'' ucap Yin Jue .
'' Tidak apa apa , kapan saudara Yin Jue akan pulang ke benua Naga dan kapan akan berkunjung ke Daratan Tengah ini....'' tanya Patriak Lou Han.
'' Secepatnya aku akan pulang ke benua Naga karena aku tidak bisa meninggalkan benua Naga terlalu lama , memangnya kenapa Patriak Lou Han...'' tanya Yin Jue.
'' Aku ingin memesan batu giok jiwa lagi , karena aku ingin putra putriku juga memilikinya....'' ucap Patriak Lou Han.
'' Itu masalah gampang , suatu hari nanti aku pasti akan membawakan batu giok jiwa lagi jika aku berkunjung ke daratan tengah ini . Kalau begitu aku mohon pamit....'' ucap Yin Jue .
'' Iya saudara Yin Jue, terima kasih banyak atas batu giok jiwa nya...'' ucap Patriak Lou Han.
'' Sama sama...''
Kemudian Yin Jue langsung berdiri lalu keluar dari aula , setelah keluar kemudian berjalan dengan santai ke rumah guru Lou Feng .
Yin Jue masih ingat dengan rumah guru Lou Feng , karena bangunan sekte Gunung Pedang ini masih belum berubah sama sekali.
__ADS_1
Sesampainya di depan rumah guru Lou Feng Yin Jue melihat guru Lou Feng sedang berbincang bincang dengan bibi Yuan Ling dan putrinya yang sedang duduk bersama seorang pemuda .
'' Salam guru Lou Feng, bibi Yuan Ling dan kalian berdua...'' ucap Yin Jue ramah .
'' Salam juga Jue'er, kamu duduklah...'' ucap guru Lou Feng.
Kemudian Yin Jue langsung bergabung duduk bersama mereka di sana , lalu berkenalan dengan pemuda yang ada di sana .
Ternyata pemuda ini adalah istri nona Lou Chun , dia bernama Lei Fang .
Lei Fang ini adalah putra dari Patriak klan Lei dari Klan Lei yang ada di gunung petir.
Mereka berdua ini baru menikah 1 bulan yang lalu.
'' Selamat untuk adik Lou Chun dan junior Lei Fang karena telah menjadi pengantin baru , bisa di ceritakan bagaimana cerita malam pertama kalian...'' ucap Yin Jue menggoda mereka berdua.
'' Hahaha , kau bisa saja menggoda Chun'er seperti itu...'' ucap guru Lou Feng.
'' Kakak Yin Jue jangan menggoda kami seperti itu , kami berdua sangat malu menceritakannya . Intinya kami berdua sangat bahagia bisa menikah...'' ucap nona Lou Chun dengan wajah nya yang bersemu merah .
'' Iya kakak Yin Jue , terima kasih nasihatnya...'' ucap nona Lou Chun.
'' Jue'er, sepertinya aku tidak bisa ikut bersamamu ke Benua Naga . Karena putriku masih ingin hidup di sini dan bisa berkunjung ke gunung petir kapanpun...'' ucap guru Lou Feng.
'' Iya tidak apa guru , aku bisa mengerti karena bagaimanapun juga Junior Lei Fang ini juga harus sering pulang menemui orang tuannya . Apakah kalian berdua mengunakan kertas perpindahan ketika berkunjung ke gunung petir...'' tanya Yin Jue .
'' Iya kakak Yin Jue , kami selalu mengunakan kertas perpindahan jika pergi ke sana . Karena hutan menuju gunung petir sangat rawan perampokan...'' ucap Lei Fang.
'' Aku dulu juga pernah mengobrak Abrik markas perampok yang ada di tengah hutan menuju gunung petir, karena aku dulu memang sangat tertantang jika mendengar ada kelompok perampok . Guru ingin kenang kenangan apa dariku...'' ucap Yin Jue .
'' Aku tidak ingin apa apa darimu , aku bisa melihat pencapaianmu saat ini adalah suatu kebahagiaan tersendiri untukku...'' ucap guru Lou Feng.
'' Kalau begitu akan memberikan guru Artefak Kapal terbang saja , karena artefak ini masih belum ada yang memilikinya di Daratan Tengah ini . Nanti artefak kapal terbang ini bisa di gunakan jika pergi ke gunung petir atau ke istana kekaisaran Yuan , karena artefak ini bisa menampung banyak orang....'' ucap Yin Jue .
'' Artefak seperti apakah itu , sekarang coba keluarkanlah karena aku sangat penasaran...?'' ucap guru Lou Feng.
__ADS_1
Kemudian Yin Jue langsung berdiri dan berjalan ke halaman , lalu mengeluarkan 1 artefak kapal terbang yang telah di perbaiki oleh guru Lan Zhuo dulu .
Swushhh.
Artefak kapal terbang langsung muncul di hadapan Yin Jue .
Mereka yang ada di sana sangat kagum melihat artefak Kapal terbang ini , karena ini baru pertama kalinya mereka melihatnya .
Mereka masih tidak habis pikir bagaimana bisa artefak ini akan membawa mereka terbang .
'' Sekarang mari semuanya naik ke atas artefak ini...'' ajak Yin Jue.
Sehingga satu persatu mereka berempat langsung terbang naik artefak kapal terbang mengikuti Yin Jue.
'' Guru silahkan meneteskan darah di besi ukiran yang ada dek depan itu , karena ukiran itu terhubung dengan tempat formasi artefak kapal terbang ini...'' ucap Yin Jue sambil membuka sebuah pintu kayu tempat susunan formasi artefak kapal terbang.
Sehingga guru Lou Feng langsung melukai ujung jari nya dengan pisau kecil , lalu meneteskan darahnya di ukiran yang ada di sana.
Yin Jue juga memberi tahu cara untuk menganti batu roh jika energinya telah habis , di sana Yin Jue juga telah menyiapkan kertas formasinya dan cincin penyimpanan berisi batu roh untuk menganti jika energi batu roh telah habis .
'' Kenapa tulisan formasi itu berwarna perak , karena yang aku tahu biasanya mengunakan darah berwarna merah...'' tanya guru Lou Feng penasaran .
'' Nanti aku menceritakan kepada guru mengenai darah berwarna perak ini , sekarang artefak ini sudah terhubung dengan pikiran guru . Jadi guru hanya mengunakan pikiran saja saat mengendalikannya , langkah pertama guru harus mengaktifkan formasi perlindungan nya dulu . Langkah kedua guru tinggal mengendalikannya untuk terbang ke atas dulu , setelah di rasa sudah berada di atas rumah dan pepohonan bisa langsung terbang ke depan...'' ucap Yin Jue menjelaskan .
Kemudian guru Lou Feng langsung mengaktifkan formasi perlindungan dengan pikirannya , sehingga sinar perak langsung keluar ke atas dari tempat susunan formasi yang langsung membentuk formasi yang melindungi seluruh badan artefak kapal terbang seperti sebuah perisai .
Melihat formasi perlindungan telah aktif , kemudian guru Lou Feng langsung mengendalikan artefak kapal terbang untuk terbang .
Sehingga kedua sayap artefak kapal terbang langsung bergerak naik turun seperti sayap burung yang mengepalkan sayapnya , lalu artefak kapal terbang perlahan lahan langsung terbang naik ke atas .
Wajah bibi Yuan Ling langsung tersenyum melihat suaminya sudah berhasil mengendalikan Artefak kapal terbang ini .
.
.
__ADS_1
...~_ Bersambung _~...