
.
.
Siluet bulan sabit ini langsung menerjang tubuh raksasa pasir ini , sehingga membuat tubuh raksasa pasir langsung terkoyak , tapi setelah terkoyak kemudian langsung pulih kembali .
Kemudian tetua Ouyang Shilin juga menebaskan pedangnya ke arah Patriak klan gurun Duyao, karena raksasa pasir ini akan hancur jika dia menyerang orang yang mengendalikannya dulu .
Tapi ketika siluet bulan sabit telah mendekat tiba tiba muncul tembok pasir yang sangat kuat sehingga siluet bulan sabit ini langsung menghantam tembok pasir ini .
Kemudian tetua Ouyang Shilin langsung mengintruksikan kepada rekan-rekannya untuk membagi menjadi dua kelompok , agar bisa menyerang raksasa pasir dan orang yang mengendalikannya.
Cara ini terbukti berhasil , karena konsentrasi mereka terpecah , sehingga patung pasir ini geraknya nya semakin lambat karena penglihatan anggota klan gurun Duyao terhalang oleh tembok pasir yang telah mereka ciptakan .
****
.
Berpindah di tempat Yin Jue melawan para anggota kelompok gerbang Aura Jiwa.
Setelah tubuh mereka terikat oleh akar akar dari dalam tanah , kemudian mereka semua langsung melapisi seluruh tubuhnya dengan energi berwarna ungu , karena energi berwarna ungu ini bisa mengikis akar akar dari dalam tanah ini .
Yin Jue hanya diam saja melihat mereka melapisi tubuh mereka dengan energi berwarna ungu , karena Yin Jue ingin melihat apakah mereka bisa melepaskan diri mereka dari ikatan akar akar ini .
Sambil menunggu para anggota kelompok gerbang Aura Jiwa melepaskan diri mereka dari akar akar ini , kemudian Yin Jue memperhatikan tetua Ouyang Shilin dan rekan-rekannya, tapi Yin Jue tidak berniat membantu mereka , karena tadi mereka ingin pergi dari sini membuat Yin Jue sedikit kesal , tapi Yin Jue sedikit mengerti karena mereka pasti sangat kesal karena tidak menemukan petunjuk tentang pil yang mereka cari .
Yin Jue hanya bisa tersenyum masam di hatinya mengingat pil yang mereka cari ternyata ada ada padanya.
Yin Jue melihat tetua Ouyang Shilin dan rekan-rekannya sedang membagi kelompok untuk menyerang raksasa pasir dan anggota klan gurun Duyao yang mengendalikan raksasa pasir.
Kemudian Yin Jue mengalihkan pandangannya lagi untuk melihat para anggota kelompok gerbang Aura Jiwa.
Ternyata mereka bisa melepaskan diri mereka dari ikatan akar akar dari dalam pasir miliknya , karena energi berwarna ungu yang menyelimuti tubuh mereka bisa mengikis akar akar yang mengikat tubuh mereka .
Tapi mekipun mereka sudah terbebas dari ikatan akar akar ini , mereka masih belum bisa mengerakkan tubuhnya karena tekanan gravitasi masih ada .
__ADS_1
Kemudian salah satu dari mereka langsung memasukan kedua tangannya ke dalam pasir , melihat apa yang di lakukan oleh salah salah anggota kelompok gerbang Aura Jiwa ini kemudian Yin Jue langsung terbang , karena Yin Jue yakin akan menyerangnya dari dalam tanah.
Setelah terbang ternyata dugaan Yin Jue benar , dari bawah pasir tempat sebelumnya dia berdiri muncul rantai rantai runcing yang langsung menerjang ke arah Yin Jue yang sedang terbang .
Tapi Yin Jue langsung berpindah di belakang mereka untuk menghindari serangan ini , sehingga mereka langsung mencari keberadaan Yin Jue yang telah menghilang dari sana .
Kemudian Yin Jue langsung mengerak gerakan tangannya untuk menciptakan tehnik Telapak Naga Kehampaan untuk menyerang mereka .
Setelah beberapa saat
muncul siluet naga api dari kehampaan yang langsung menerjang para anggota kelompok gerbang Aura Jiwa hingga berkali-kali.
Duarrrrr.... duarrrrr.... duarrrrr...
Tubuh para anggota kelompok gerbang Aura Jiwa ini hanya bergetar saja terkena terjangan siluet naga api ini.
Yin Jue sedikit terkejut melihat pertahanan para anggota kelompok gerbang Aura Jiwa ini ternyata sangat kuat .
'' Mungkin kalian masih bisa menahan serangan ku , tapi tidak untuk serangan petir ini...'' batin Yin Jue.
Jdiarrr.... jdiarrr.... jdiarrr...
Suara sambaran petir yang memekakan telingga , sambaran petir ini menyambar hingga 2 menit , sehingga tubuh para anggota kelompok gerbang Aura Jiwa langsung hancur , karena mereka tidak memiliki perisai Dewa, bahkan bola ungu yang keluar dari tubuh meeka juga langsung hancur terkena sambaran petir .
Kemudian Yin Jue langsung menghilangkan serangan petir miliknya .
****
Patriak Yao Ming langsung mengalihkan perhatiannya ketika melihat para anggota kelompok gerbang Aura Jiwa terkena sambaran petir di sana , karena di pastikan para anggota kelompok gerbang Aura Jiwa akan di kalahkan jika terkena sambaran secara terus menerus seperti ini .
Melihat para anggota klan gurun Duyao mengalihkan perhatiannya kemudian tetua Ouyang Shilin dan satu rekannya langsung menyerang mereka dengan pukulan mereka masing.
'' Dalam pertarungan jangan sekali-kali kau mengalihkan perhatian dari musuh mu...'' ucap tetua Ouyang Shilin sambil mengeluarkan pukulan terkuatnya .
'' Haiyatt...''
__ADS_1
Dari pukulan tetua Ouyang Shilin keluar siluet naga api yang sangat besar langsung menerjang tubuh Patriak Yao Ming dengan sangat cepat .
Sehingga tubuh Patriak Yao Ming langsung terpental dan berguling guling di atas pasir , raksasa pasir milik Patriak Yao Ming juga langsung hancur karena Patriak Yao Ming kehilangan konsentrasi.
Serangan rekan tetua Ouyang Shilin juga berhasil membuat salah satu tetua klan gurun Duyao tersungkur ke tanah , sehingga raksasa pasir yang dia ciptakan langsung hancur .
Tinggal 3 tetua lagi yang harus mereka kalahkan , tapi ketika tetua Ouyang Shilin terbang untuk menyerang ketiga tetua lainnya tiba tiba patriak Yao Ming langsung mencekeram kedua kaki tetua Ouyang Shilin dengan sangat cepat .
'' Sekarang kau akan merasakan kekuatan Yao Ming sang Pembawa Bencana Kekeringan...'' ucap Patriak Yao Ming .
Melihat dirinya di tangkap oleh Patriak Yao Ming kemudian tetua Ouyang Shilin langsung mengunakan kekuatan penuhnya untuk membebaskan dirinya dari cengkraman tangan Patriak Yao Ming.
Tapi tiba tiba pasir di bawah tubuh tetua Ouyang Shilin langsung membentuk dua tangan yang langsung memegang tangan tetua Ouyang Shilin dengan sangat kuat sehingga tetua Ouyang Shilin tidak bisa bergerak lagi .
Setelah beberapa menit berlalu perisai dewa tetua Ouyang Shilin perlahan lahan menghilang , setelah perisai dewa tetua Ouyang Shilin menghilang sepenuhnya kemudian kedua kaki tetua Ouyang Shilin perlahan lahan langsung keriput karena esensi kehidupannya di serap oleh Patriak klan gurun Duyao.
Yin Jue yang melihat kejadian ini kemudian langsung mengeluarkan pedang Naga Meteor yang langsung di selimuti perisai dewa miliknya , lalu langsung berlari mengunakan langkah 1000 petir ke arah tetua Ouyang Shilin untuk menolongnya sebelum terlambat .
Setelah sampai di samping tubuh tetua Ouyang Shilin kemudian Yin Jue langsung menebaskan pedangnya ke arah kedua tangan patriak Yao Ming yang sedang memegang kaki tetua Ouyang Shilin.
Yin Jue menebaskan pedangnya dengan sekuat tenaga sehingga pengangan tangan Patriak Yao Ming langsung terlepas .
Patriak Yao Ming sangat murka melihat ada seorang pemuda yang menyerangnya , meskipun tebasan pedang pemuda ini tidak bisa melukainya tapi itu termasuk suatu kesalahan karena telah berani menyerangnya .
'' Bajingan.... kau juga harus merasakan kekuatan Yao Ming sang Pembawa Bencana Kekeringan....''
Setelah Patriak Yao Ming menyelesaikan kata katanya tiba tiba pasir di bawah kaki Yin Jue membentuk 2 tangan yang langsung mencekeram kedua kakakinya .
Yin Jue merasakan kedua tangan pasir ini ternyata menyerap energinya .
.
.
####
__ADS_1