
.
.
Mereka bertiga tidak habis pikir kenapa tiba tiba ada serangan ini yang menimpa mereka bertiga.
Kemudian mereka mencoba membakar akar akar ini dengan elemen Apinya berharap akar akar ini bisa menghilang , tapi setelah mereka mencobanya ternyata usaha mereka hanya sia sia saja karena akar akar ini sangat kuat.
Mereka bertiga kemudian mencoba melepaskan akar akar yang mengikat tubuh mereka dengan sekuat tenaga , tapi semakin mereka mencoba melepaskan akar akar ini justru lilitan akar akar ini semakin kuat.
Tapi mereka tidak patah semangat untuk melepaskan diri mereka dari akar akar ini , karena bagaimana pun juga mereka harus bisa melepaskan akar akar ini karena besok adalah hari terakhir berada di dalam dimensi Donglang ini .
Setelah 5 menit berlalu akar akar yang melilit tubuh mereka tiba tiba menghilang , wajah mereka bertiga tampak berseri karena bisa terbebas dari lilitan akar tadi dan bisa kembali pulang , tapi mereka sangat terkejut ketika melihat tubuh para siluman Rusa yang sudah mereka bunuh tidak ada di sana.
Setelah mereka pikir pikir berarti serangan tadi adalah serangan pengalihan untuk mencuri siluman Rusa yang sudah mereka dapatkan.
Kemudian mereka bertiga langsung berjalan ke tempat Patriak Liu Feng yang masih mengurung para siluman Rusa , lagi pula Patriak Liu Feng dan bawahannya adalah rekan kerjasama di kota Shenghuo , jarak mereka tidak terlalu jauh hanya 2 menit saja mereka bertiga sudah sampai di sana.
Mereka bertiga masih bersyukur meskipun kehilangan siluman Rusa tangkapan mereka tadi , karena melihat Patriak Liu Feng dan bawahannya masih memiliki tangkapan yang lumayan banyak , lagi pula nanti tangkapan mereka akan di bagi rata karena Patriak Liu Feng meminjam artefak Perlindungan Ganda kepada Patriak Mo Lin.
Tapi tiba tiba formasi Penjara Perlindungan milik Patriak Liu Feng juga hancur , sehingga siluman Rusa yang terlilit sulur sulur garis formasi langsung terbebas lalu berlari masuk ke dalam hutan.
Patriak Liu Feng dan bawahnya sangat terkejut kenapa formasi miliknya bisa hancur , kemudian mereka bertiga melihat ke sekelilingnya untuk melihat siapa sebenarnya yang telah menghancurkan formasi Penjara Perlindungan miliknya .
'' Kalian bertiga sungguh bodoh , kenapa kalian justru menghancurkan formasi Penjara Perlindungan milikku , lihatlah para siluman Rusa tangkapan ku telah kabur semua....''
'' Maaf saudara Liu Feng, kami bertiga sama sekali tidak menghancurkan formasi Penjara Perlindungan milikmu , tadi formasi Penjara Perlindungan milik kami juga hancur seperti ini , yang lebih parahnya lagi tadi tubuh kami bertiga terkena tekanan gravitasi yang sangat kuat dan juga ada serangan akar akar dari dalam tanah yang langsung mengikat kami bertiga , setelah akar akar yang mengikat tubuh kami bertiga telah menghilang tangkapan siluman Rusa yang telah kami bunuh juga menghilang ...'' ucap Patriak Mo Lin menjelaskan.
'' Aku tidak percaya dengan alasan mu saudara Mo Lin , pasti kalian tadi sangat iri kepada kami bertiga karena kami mendapatkan tangkapan yang cukup banyak , aku sebenarnya waktu membetuk kelompok berburu ketika akan memasuki dimensi Donglang ini tidak percaya kepada kalian bertiga , karena pasti nanti kalian akan mengkhianati kami...''
'' Jaga mulutmu , kalau kalian bertiga tidak percaya dengan kami maka aku dan rekan rekan ku akan berburu sendiri , tapi kembalikan dulu artefak Perlindungan Ganda milikku...''
__ADS_1
'' Tidak bisa , artefak ini adalah sebagai kompensasi tadi kalian bertiga telah menghancurkan formasi Penjara Perlindungan, sehingga tangkapan ku langsung kabur semua...''
'' Baiklah.... kalau begitu klan Mo dan klan Liu mulai hari ini tidak akan menjadi saudara lagi...'' ucap Patriak Mo Lin sedikit geram .
'' Ku rasa itu jauh lebih baik , klan Liu dengan senang hati menerima pemutusan hubungan ini , dari pada harus berkerja sama dengan orang iri hati seperti kalian ini...''
Mendengar ucapan Patriak Liu Feng seperti itu , kemudian Patriak Mo Lin langsung memberi isyarat kepada rekan rekannya , lalu Patriak Mo Lin dan rekan rekan nya langsung mengeluarkan pedang yang mereka miliki .
Melihat Patriak Mo Lin dan rekan rekannya mengeluarkan senjata nya masing , kemudian Patriak Liu Feng dan rekan rekannya juga langsung mengeluarkan pedang mereka .
Setelah beberapa saat pertarungan tidak bisa terhindarkan lagi , kemudian mereka berenam saling jual beli serangan untuk menujukan klan siapa sebenarnya yang paling kuat.
Tapi tiba tiba mereka berenam merasakan ada tekanan gravitasi yang sangat kuat menekan mereka bertiga sehingga pertempuran mereka bertiga langsung berhenti .
Patriak Mo Lin dan rekan rekan nya sangat geram karena serangan ini kembali muncul lagi , sedangkan Patriak Liu Feng dan para bawahnya langsung berusaha melawan tekanan gravitasi ini .
Tapi setelah beberapa saat mereka semua yang ada di sana merasakan area tempat mereka berada sedikit redup , kemudian mereka mengangkat kepalanya untuk melihat ke langit , ternyata mereka melihat ada Awan Hitam tepatnya di atas kepala mereka yang mengulung gulung tanda akan turun hujan.
Jdiarrr... jdiarrr.... jdiarrr...
Suara sambaran petir yang memekakan telinga .
Setelah satu menit berlalu awan hitam dan petir yang menyambar tubuh mereka telah menghilang sehingga mereka berenam sedikit lega , mekipun tubuh mereka sudah di lapisi perisai Dewa , tapi kondisi pikiran mereka sedikit terguncang akibat sambaran petir tadi dan energi mereka tinggal sedikit akibat mengunakan perisai Dewa secara terus menerus untuk melindungi tubuhnya.
Mereka berenam sekarang melupakan pertarungan mereka sebelumnya karena kondisi mereka masih belum stabil dan energi mereka juga tinggal sedikit.
Kemudian Patriak Liu Feng berjalan dengan sisa sisa energinya ke tempat para siluman Rusa yang tadi sudah dia bunuh sebelum nanti Patriak Mo Lin merebutnya , tapi lagi lagi awan hitam di langit muncul kembali sehingga Patriak Liu Feng mengurungkan niatnya untuk berjalan ke sana .
Setelah beberapa saat muncul petir lagi yang menyambar di sekitar tubuh para siluman Rusa yang sudah di bunuh oleh Patriak Liu Feng.
'' Beruntung aku mengurungkan niatku untuk mengambil siluman Rusa itu , apakah semua serangan ini ada hubungannya dengan para siluman Rusa ini....'' batin Patriak Liu Feng mencoba menerka-nerka.
__ADS_1
Kemudian Patriak Liu Feng langsung mengajak para bawahnya pergi dari sana karena hutan ini sangat misterius , apalagi awan hitam di langit juga belum menghilang .
Patriak Mo Lin kemudian juga mengajak para bawahannya pergi dari sana seperti yang di lakukan oleh Patriak Liu Feng.
Setelah mereka berjalan sedikit jauh tiba tiba petir ini terus menyambar di belakang mereka sehingga mereka semua langsung berlari dengan sisa sisa energi mereka.
Melihat mereka berenam sudah menjauh kemudian Yin Jue menghilangkan kembali tehnik pemanggil petir sehingga awan hitam yang ada di atas langit langsung menghilang.
'' Jue'er, apakah serangan petir tadi adalah salah satu serangan mu...? tanya senior Ling .
'' Benar senior Ling , aku mengunakan serangan itu agar mereka segera pergi dari sini...''
'' Sungguh terhnik yang sangat istimewa...'' ucap senior Ling sangat kagum .
'' Tuan Yin Jue terima kasih , berkat bantuan tuan Yin Jue para siluman Rusa banyak yang bisa terbebas dari mereka tadi....'' ucap Yu Lian .
'' Sama sama nona Lian , bolehkan aku memasukkan tubuh mereka yang sudah mati itu...?
'' Iya silahkan tuan Yin Jue , tapi aku berharap tuan Yin Jue tidak memburu para siluman Rusa yang masih hidup di hutan ini...''
'' Kamu tenang saja... kalau begitu sekarang nona Lian dan nona Lianli silahkan segera pergi dari sini untuk mencari tempat yang aman karena kami berempat akan berpindah ke hutan tempat siluman Ular berasal...''
Kemudian Yu Lian dan Yu Lianli mengucapkan salam perpisahan dengan mereka berempat , setelah mengucapkan salam perpisahan lalu mereka berdua langsung berubah menjadi siluman Rusa kemudian langsung berlari masuk ke dalam hutan .
Setelah mereka berdua telah pergi kemudian Qian Lin menarik kembali tehnik kamuflase nya , sedangkan Yin Jue langsung memasukkan tubuh para siluman Rusa yang ada di sana.
.
.
####
__ADS_1