Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 338 : Danau penuh dengan sumber daya .


__ADS_3

.


.


Setelah berhasil membekukan mulut siluman Buaya kemudian Qian Lin langsung mengeluarkan Jala Sutra untuk menangkapnya .


Lang Yu sangat kagum melihat ketenangan dan kecepatan nona Qian Lin menangkap siluman Buaya .


Kemudian Qian Lin langsung fokus untuk menyerap energi Siluman Buaya , meskipun siluman Buaya ini meronta ronta ingin masuk ke dalam air danau , itu justru percuma saja karena Jala ini sangat lah kuat , siluman buaya tidak bisa berbuat apa apa lagi karena mulutnya sudah membeku sehingga tidak ada perlawanan yang berarti , karena salah satu serangan siluman Buaya ini terletak pada mulutnya yang bisa menyemburkan air danau.


Setelah 10 menit berlalu Yin Jue telah kembali ke pinggir danau lalu meletakkan ranting ranting yang sudah dia cari , Yin Jue langsung tersenyum puas ketika melihat istrinya berhasil menagkap siluman Buaya secara cuma cuma karena tidak perlu berburu sudah datang sendiri .


Kemudian Yin Jue memilih untuk menata ranting ranting dulu untuk membuat api unggun agar bisa menghangatkan tubuh Lang Yu setelah tadi berendam di danau.


Setelah api sudah membesar kemudian Yin Jue mengisyaratkan Lang Yu untuk menghangatkan tubuhnya di dekat api unggun yang sudah mulai menyala .


Lang Yu langsung menurut saja apa perkataan Yin Jue , kemudian Yin Jue mendekati Qian Lin yang sedang menyerap energi Siluman Buaya lalu duduk di dekat Qian Lin.


'' Sepertinya siluman Buaya ini sangat banyak di dalam danau ini , karena aura siluman yang ada di dalam danau ini sangatlah berlimpah ...'' batin Yin Jue.


Setelah 10 menit berlalu kemudian Qian Lin menarik tubuh siluman Buaya ke tepi danau , lalu mengangkatnya dan meletakkan di depan Yin Jue untuk di ambil hati dan mustikanya.


Lalu Qian Lin langsung menarik pusaka jala sutra ke dalam tubuhnya ketika sudah berhasil meletakkan siluman Buaya ini depan suaminya.


Kemudian Yin Jue langsung megeluarkan pisau kecil lalu membelah kepala siluman Buaya untuk mengambil hatinya.


Sedangkan Qian Lin langsung melanjutkan untuk membersihkan tubuh kelinci tadi yang sempat tertunda.

__ADS_1


Setelah mengambil mustika dan hatinya kemudian Yin Jue menciptakan bongkahan Es yang sedikit besar dari tubuh siluman Buaya ini , lalu meletakkan tubuh siluman Buaya di atas bongkahan Es.


Qian Lin tampak penasaran melihat suaminya membuat bongkahan Es seperti itu .


Setelah selesai membersikan daging kelinci kemudian Qian Lin meletakkan nya di atas batu yang ada di dekat Yin Jue .


'' Untuk apa balok Es itu Gege , kenapa siluman Buaya di letakkan di situ , apakah Gege ingin mengawetkan tubuh siluman Buaya ini...?


'' Tidak Lin'er, aku ingin memancing para siluman Buaya penghuni Danau ini , nanti jika yang keluar hanya siluman Buaya saja aku akan mudah menangkap nya dengan tehnik akar akar karena siluman Buaya adalah siluman yang lambat , jadi kurasa dengan serangan akar akar saja aku bisa dengan mudah menangkapnya , nanti jika aku sudah menangkapnya kau segera gunakan lah pusaka Jala Sutra untuk menyerap energi mereka , tapi jika yang keluar adalah siluman selain siluman Buaya , langsung bekukan lah air danau ini agar kita bisa dengan mudah menangkap mereka , tapi kamu harus berkamuflase ketika berjaga di tepi danau ini agar tetap aman karena aku akan membakar daging kelinci ini bersama Yuyue.....''


Setelah menjelaskan kepada Qian Lin kemudian Yin Jue langsung memotong keempat kaki siluman Buaya ini agar darahnya bisa keluar dengan deras , lalu Yin Jue langsung menendang bongkahan Es ini ke danau , sehingga bongkahan Es ini tetap mengambang di permukaan air danau , sedangkan darah siluman Buaya menetes terus menerus langsung bercampur dengan air danau .


Karena Yin Jue yakin para siluman Buaya dan siluman yang ada di dalam danau ini akan naik ke permukaan ketika mencium bau darah yang ada di permukaan danau.


Kemudian Yin Jue mengambil daging kelinci yang ada di atas batu untuk segera di bakar , sedangkan Qian Lin langsung duduk di atas batu yang ada di tepi danau untuk berjaga di sana sesuai intruksi dari Yin Jue.


Qian Lin sengaja tidak berkamuflase dulu karena menunggu para siluman penghuni danau ini muncul ke permukaan .


Setelah menusuk kedua daging kelinci kemudian Yin Jue langsung membakarnya bersama Lang Yu.


'' Tuan muda Yin Jue , apakah tubuh siluman Buaya itu di jadikan sebagai umpan...? tanya Lang Yu memulai percakapan .


'' Benar Yuyue.... karena aku samar samar merasakan kalau di dalam danau ini banyak siluman yang sangat kuat , aku yakin di dalam danau ini bukan siluman buaya saja karena aura mereka seperti berbeda dengan suara siluman Buaya yang berhasil di tangkap oleh istriku...''


'' Iya tuan muda Yin Jue , aku tadi ketika akan berendam juga merasakan aura siluman yang ada di dalam danau , tapi aku tidak terlalu memikirkan nya karena aku hanya ingin berendam saja , tapi ternyata siluman Buaya ini setelah muncul ke permukaan ingin memakan ku dan memakan nona Qian Lin...''


'' Tidak apa apa Yuyue yang penting kamu dan istri ku masih selamat...''

__ADS_1


Setelah 5 menit berlalu Yin Jue melihat air danau yang ada di depan istrinya benar benar sudah bercampur dengan darah siluman Buaya , bau amis darah langsung menyebar di sekitarnya .


'' Tuan muda Yin Jue aku merasakan aura mereka semakin kuat , mungkin mereka sebentar lagi akan keluar ke permukaan karena mencium bau darah siluman Buaya itu...'' ucap Lang Yue.


'' Kamu benar Yuyue , aku juga bisa merasakannya , kamu sekarang lebih baik berubah lah ke wujud siluman Rubah yang sangat kecil agar mereka tidak bisa melihatmu...'' ucap Yin Jue memberi saran.


Kemudian Lang Yu dengan cepat langsung berubah ke wujud siluman Rubah sebesar tubuh kelinci seperti yang sudah Yin Jue tangkap.


Setelah Lang sudah berubah kemudian Yin Jue melihat ke arah istri nya , tapi tubuh Qian Lin sudah menghilang tanda sudah berkamuflase.


Yin Jue memilih tetap membakar daging kelinci sambil menunggu siluman yang ada di dalam danau naik ke sana .


Setelah beberapa menit Yin Jue melihat banyak siluman Buaya menampakkan diri ke atas permukaan air danau hanya sebatas kepalnya saja untuk melihat ada apa di pemukaan danau ini , tapi ternyata darah yang mereka cium ini adalah darah rekan nya sendiri yang telah mati , para siluman buaya langsung naik untuk menyerang Yin Jue karena kebetulan mereka melihat Yin Jue ada di sana.


Para siluman Buaya beranggapan yang telah membunuh rekannya ini adalah perbuatan manusia yang ada di tepi danau.


Para siluman Buaya ini naik ke tepi danau sambil membuka dan menutup mulutnya ingin segera memakan Yin Jue karena telah membunuh rekannya.


Melihat para siluman Buaya sudah naik ke tepi danau kemudian Yin Jue langsung mengeluarkan akar akar dari dalam tanah yang langsung mengikat tubuh para siluman Buaya , mereka tidak ada yang menyangka jika ada serangan seperti .


Setelah Yin Jue sudah berhasil menangkap semua siluman Buaya ini kemudian Qian Lin mengeluarkan pusaka Jala Sutra yang langsung mengurung para siluman Buaya.


Yin Jue tampak tersenyum senang penuh dengan kemenangan karena mendapatkan mustika lagi .


Sedangkan Qian Lin sangat fokus untuk menyerap energi para siluman Buaya ini, tapi setelah 5 menit berlalu Yin Jue dan Qian Lin merasakan ada aura yang sangat banyak sedang mendekat dari dalam danau sehingga Qian Lin langsung menarik kembali Jala Sutra nya lalu berjalan ke tepi danau untuk melihat siluman apa lagi yang keluar dari danau ini , sedangkan Yin Jue tetap melanjutkan membakar daging kelinci bersama Lang Yu yang masih dengan wujud siluman Rubah .


.

__ADS_1


.


####


__ADS_2