Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 383 : Memberi pelajaran.


__ADS_3

.


.


'' Maaf nona Lin Xie , kami para penjaga di sini tidak tahu keberadaan suami anda , apalagi tempat penambangan baru roh , tempat itu tidak sembarang orang yang bisa masuk ke sana karena rawan pencurian...''


'' Tapi setidaknya salah satu dari kalian pasti tahu tempat itu , aku yakin kalian menyembuyikan nya dariku , seandainya suami ku memberi kabar kepadaku aku masih bisa menerimanya , tapi ini sudah satu tahun suamiku tidak pulang ke rumah , sedangkan aku dan anakku harus bersusah payah untuk mencukupi kebutuhan kami sehari hari , tolonglah tuan penjaga berbaik hatilah kepada ku , aku rela membayar apa saja yang kalian inginkan asalkan aku bisa mengetahui keberadaan suamiku....''


Kemudian para penjaga gerbang yang ada di sana saling berbisik bisik sambil menatap wanita ini dengan tatapan mesum.


'' Baiklah kalau begitu nona Lin Xie harus menunggu kami berlima selesai bertugas dulu , nanti malam aku akan mengantarkan mu untuk melihat suamimu...''


'' Baiklah aku akan menunggunya , tapi nanti kalian akan meminta apa kepadaku sebagai imbalannya....?


'' Kamu tentu tahu sendiri apa yang kami inginkan , jadi kau tunggu saja di sana untuk menunggu kami berlima selesai bertugas...''


'' Maaf tuan penjaga , aku tidak mengerti sama sekali maksud tuan penjaga...''


'' Nanti nona Lin Xie juga akan tahu sendiri , pasti nona Lin Xie tidak akan menyesal karena kami berlima akan membawa nona Lin Xie ke tempat yang paling indah....''


Kemudian nona Lin Xie langsung berdiri dari sujudnya lalu berjalan ke tempat yang sedikit jauh dari pos penjaga untuk menunggu nya di sana tampak curiga sedikitpun jika para penjaga ini berniat tidak baik kepadanya.


Setelah nona Lin Xie pergi dari sana kemudian Yin Jue mencari kesempatan untuk menyerap pengetahuan salah satu dari penjaga ini , kemudian satu persatu para penjaga ini langsung pergi dari sana , hanya tinggal satu orang saja yang tetap berada di sana untuk mengawasi area di sana , kemudian Yin Jue langsung menyentuh dahi penjaga gerbang yang ada di sana untuk menyerap pengetahuanya .


Penjaga gerbang ini dengan sigap langsung menghalau tangan orang yang telah lancang memegang dahinya , tapi tiba tiba kedua tangannya membeku tanpa sebab sehingga dia tidak bisa menangkis tangan orang yang memegang dahinya .


Setelah selesai menyerap pengetahuan penjaga gerbang kemudian Yin Jue langsung menarik kembali tangannya lalu menjauh dari sana.


Penjaga gerbang ini sangat kebingungan dengan apa yang baru saja dia alami , tapi dia sedikit tenang karena hanya tanganya saja yang membeku , kemudian penjaga ini langsung mencoba melelehkan Es yang membekukan tangannya ini dengan Elemen api yang dia miliki.


Setelah mencoba dengan sekuat tenaga , Es ini akhirnya mencair juga , kemudian tetua ini langsung berjalan ke tempat rekan rekannya .


'' Apakah kalian tidak ada yang melihat ada orang yang telah menyentuh dahi dan membekukan kedua tanganku...?


'' Kamu ini aneh saudara Wang , dari tadi di sini tidak ada orang lain selain kita , apalagi di antara kita juga tidak ada yang memiliki elemen Es , mungkin kau terlalu berhalusinasi karena malam nanti akan menikmati tubuh nona Lin Xie....'' ucap salah satu rekannya sambil tertawa.


Mendengar perkataan rekan rekannya tetua Wang Li hanya bisa penasaran saja karena di sana memang tidak ada yang memiliki Elemen Es .


Kemudian tetua Wang Li langsung keluar untuk melihat nona Lin Xie karena di sana hanya dia orang asing di tempat ini .


****

__ADS_1


Setelah menyerap pengetahuan penjaga itu kemudian Yin Jue mengajak ke tempat nona Lin Xie berada , setelah sampai di sana kemudian Qian Lin langsung memegang tangan nona Lin Xie yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya sehingga tubuh nona Lin Xie langsung ikut berkamuflase juga .


Nona Lin Xie langsung mengangkat wajahnya untuk melihat siapa sebenarnya yang memegang tangannya.


'' Siapa kalian sebenarnya...? ucap nona Lin Xie sedikit berhati hati.


'' Kami bertiga adalah orang baik , nona Lin Xie sekarang jangan bicara keras keras karena nona Lin Xie sekarang sedang berkamuflase sehingga para penjaga gerbang tidak akan bisa melihat nona Lin Xie...''


'' Terus apa sebenarnya yang kalian inginkan dariku dan kenapa kalian bisa mengetahui nama ku...?


'' Kami tahu nama nona dari salah satu penjaga gerbang yang telah aku serap pengetahuannya , jadi nona Lin Xie tenang saja karena kami bertiga juga sedang mencari keberadaan tambang batu roh milik penguasa kota Tianshi ini , jadi nanti aku akan membantu nona Lin Xie untuk mencari keberadaan suami nona Lin Xie....''


'' Tapi mereka tadi sudah menjanjikan ku kalau mereka akan mengantarkan ku ke tempat suamiku berada...'' ucap nona Lin Xie polos .


Setelah beberapa saat Qian Lin memberi isyarat kepada nona Lin Xie karena penjaga gerbang yang sudah di serap pengetahuannya datang ke sana.


Tetua Wang Li sangat terkejut karena nona Lin Xie sudah tidak ada di sana lagi .


Dia kemudian menyebarkan kesadarannya untuk mendeteksi keberadaan nona Lin Xie di sana .


'' Kemana pergi nya wanita ****** itu , padahal aura nya baru saja ada di tempat ini , tapi kenapa tiba tiba menghilang seperti ini ...'' ucap tetua Wang Li sedikit menyesal karena rencananya telah gagal.


'' Ada apa tetua Wang Li , kenapa kau lari lari ke sini...?


'' Nona Lin Xie telah menghilang , bahkan auranya juga menghilang seperti di telan alam....''


Para penjaga gerbang yang ada di dalam pos langsung keluar untuk melihatnya secara langsung.


Setelah sampai di sana ternyata aura nona Lin Xie memang telah menghilang tanpa meningalkan jejak sedikitpun.


'' Bajingan.... kemana perginya nona Lin Xie tadi , kalau dia telah menghilang seperti ini nanti malam acara kita di pastikan telah gagal total , sekarang lebih baik kita kembali berjaga saja , lupakan rencana kita menikmati tubuh nona Lin Xie tadi ...''


'' Siap komandan...''


Kemudian para penjaga gerbang langsung berjalan kembali ke pos penjaga untuk berjaga lagi karena gerbang timur adalah gerbang paling sering di lewati oleh para pencuri batu roh.


.


****


Setelah para penjaga telah pergi kemudian Yin Jue berdiskusi lagi dengan nona Lin Xie.

__ADS_1


'' Nona Lin Xie sudah mendengar sendiri apa sebenarnya yang ingin mereka lakukan kepada nona Lin Xie....''


'' Iya terima kasih kalian sudah menyelamatkanku , seandainya kalian tidak membantuku mungkin aku sudah jadi bahan pelampiasan mereka , kalau boleh tahu dengan siapa aku berbicara saat ini ...?


'' Namaku adalah Yin Jue dan ini adalah istriku Qian Lin , sedangkan dia adalah temanku Bing Riu...''


'' Salam kenal semuanya , kalau begitu sekarang ayo kita menjauh dari sini saja agar kita bisa bebas berbicara...''


'' Di mana rumah nona Lin Xie, sepertinya tempat yang paling aman adalah di rumah nona Lin Xie...''


'' Rumahku sangat jauh tuan Yin Jue , karena rumahku berada di balik Gunung ini...''


'' Kalau begitu kita mencari kedai saja agar kita bisa membicarakan masalah ini di sana , tapi nona Lin Xie jangan sampai terlepas dari pegangan tangan istriku agar tetap berkamuflase sehingga para penjaga gerbang tidak bisa melihat keberadaan kita...''


'' Iya tuan Yin Jue aku mengerti ....''


Kemudian mereka berempat berjalan menuju ke pusat kota Feijing lagi untuk mencari kedai .


Setelah sedikit jauh dari gerbang kota kemudian Yin Jue mengajak mereka berhenti dulu .


'' Ada apa Gege...?


'' Aku ingin memberi pelajaran kepada mereka karena telah berniat tidak baik kepada nona Lin Xie....''


Kemudian Yin Jue langsung mengalirkan energinya ke dalam artefak pengendali petir .


Setelah beberapa saat di langit tiba tiba muncul awan hitam yang mengulung gulung seperti akan terjadi hujan .


Para penjaga gerbang yang ada di dalam pos tidak ada yang menyadari munculnya awan hitam di sana , tapi ada 2 penjaga yang melihat awan hitam ini karena mereka berjaga di luar gerbang .


Kedua penjaga ini menganggap awan hitam ini hanya fenomena biasa saja tidak terlalu menghiraukannya.


Setelah beberapa saat tiba tiba muncul kilatan petir dari awan hitam ini yang langsung menyambar pos penjaga .


Duarrrrr.... duarrrrr... duarrrrr....


.


.


####

__ADS_1


__ADS_2