
.
.
Setelah satu hari berlalu kemudian Yin Jue langsung mengeluarkan alkemis Lao Xin dari dalam dimensi kalung Giok Dewa.
Swushhh.
Alkemis Lao Xin langsung muncul di hadapannya .
'' Saudara Lao Xin , hari ini aku sudah mulai melanjutkan perjalanan ku lagi ke benua tengah , karena aku sudah berhasil mendapatkan Api Surgawi Teratai Langit di pulau Shuangren Barat , aku ingin kamu mengantikan aku mengendalikan artefak kapal terbang ini , karena aku sudah 1 hari belum tidur...''
'' Iya Jue'er aku mengerti , kalau boleh tahu seperti apakah bentuk Api Surgawi itu...''
Kemudian Yin Jue langsung memperlihatkan Bunga Teratai Langit dengan Api Surgawi yang menyala di tengah tengahnya .
'' Jadi seperti itu, ternyata api surgawi ini berwarna biru dan aku bisa merasakan panasnya dari sini , sunguh api yang sangat istimewa....''
'' Benar saudara Lao Xin, Api ini sangatlah istimewa , karena bisa di gunakan untuk penyerangan dan pengobatan , nanti aku akan mencari cara untuk mewariskan Api Surgawi kepadamu , karena salah satu tawanan yang ada di dalam dimensi kalung Giok Dewa ada yang memiliki Api Surgawi...''
'' Terima kasih kamu sudah memikirkan ku , agar aku memiliki api surgawi juga...''
'' Tapi aku masih ingin mencari informasi dulu bagaimana cara
mewariskan Api Surgawi kepada seseorang , jadi nanti ketika kita sampai di benua tengah baru bisa mendapat informasi tentang ini...''
'' Iya aku mengerti , sekarang kamu tidurlah , aku yang akan mengendalikan artefak kapal terbang ini...''
Kemudian Yin Jue langsung menghentikan laju artefak kapal terbangnya , agar alkemis Lao Xin mengambil alih pengendaliannya , setelah alkemis Lao Xin telah mengambil alih pengendalian artefak kapal terbang , kemudian Yin Jue bersantai dulu sambil mencoba memejamkan matanya .
Sedangkan alkemis Lao Xin mengendalikan artefak kapal terbang dengan kecepatan penuh.
Setiap hari mereka berdua selalu bergantian mengendalikan artefak kapal terbang , kadang Yin Jue juga membakar ayam hutan untuk mereka makan agar tidak merasa bosan , sedangkan alkemis Lao Xin membuat pil jika ada waktu senggang .
__ADS_1
Setelah 7 hari alkemis Lao Xin melihat ada sebuah pulau yang sangat besar , kemudian alkemis Lao Xin langsung membangunkan Yin Jue yang sedang tidur di atas geladak artefak kapal terbang .
'' Ada apa saudara Lao Xin membangunkan ku...?''
'' Di depan kita ada sebuah pulau yang sangat besar , apakah kita akan mendarat di pulau ini...''
Kemudian Yin Jue langsung berdiri untuk melihatnya , karena ini adalah pulau terakhir yang ada di dekat samudera Merah , yaitu pulau Renzu atau pulau Terlarang .
Yin Jue melihat pulau Renzu ini ternyata memiliki luas hampir sama dengan pulau Shuangren, tapi Yin Jue tidak melihat ada sebuah kota atau bangunan rumah , karena orang yang tinggal di pulau Renzu ini tinggal di dalam goa goa.
'' Kita lanjutkan saja perjalanan kita , ini adalah pulau Renzu tempat tinggal para manusia kanibal...'' Ucap Yin Jue menjelaskan .
'' Baiklah kalau begitu , aku yakin jika kita mampir di kota ini pasti kita tidak akan bisa beristrirahat , karena kita akan di serang penduduk pulau ini...''
'' Benar saudara Lao Xin , kita sudah malas berhadapan dengan orang orang seperti itu , lagi pula kita juga tidak bisa merubah kebiasaan mereka...''
Kemudian alkemis Lao langsung menambah kecepatan artefak kapal terbang, sedangkan Yin Jue langsung memilih untuk tidur lagi.
Hari hari mereka lalui seperti biasnya , mereka berdua saling bergantian mengendalikan artefak kapal terbang.
Yin Jue melihat Samudera Merah ini ternyata sama seperti namanya , karena air yang ada di laut berwarna merah membuat pantulan sinar matahari ke langit menjadi berwana merah , karena awan awan yang yang ada di atas lautan juga menjadi berwarna merah .
Angin di atas Samudera Merah ini sangat kencang sehingga jika terbang tidak bisa terlalu tinggi , karena akan terhempas oleh Angin .
Samudera Merah ini terbentang seperti garis yang sangat panjang yang tidak memiliki ujung .
'' Saudara Lao Xin, akhirnya kita telah sampai di Samudera Merah, sekarang aku akan memasukkan mu ke dalam dimensi kalung Giok Dewa, karena orang yang boleh melewati Samudera Merah ini , adalah orang yang sudah memiliki kekuatan di tingkat Dewa Abadi saja...''
'' Iya Jue'er aku mengerti , aku juga tidak mau mati konyol di sini di makan oleh siluman Gurita raksasa penghuni Samudera Merah ini...''
'' Sekarang bersiaplah , nanti setelah aku melewati Samudera Merah ini akan langsung mengeluarkan saudara Lao Xin lagi...''
'' Iya Jue'er, silahkan....''
__ADS_1
Kemudian Yin Jue langsung memasukan tubuh alkemis Lao Xin ke dalam dimensi kalung Giok Dewa , lalu menghilangkan formasi perlindungan Artefak Kapal Terbang , setelah Formasi perlindungan sudah menghilang , kemudian Yin Jue langsung terbang sambil memasukan Artefak Kapal Terbang ke dalam cincin spasial.
Kemudian Yin Jue langsung melapisi seluruh tubuhnya dengan perisai Dewa, lalu terbang mendekati Samudera Merah.
Setelah memasuki Samudera Merah Yin Jue tidak berani terbang terlalu tinggi , tapi dia juga harus menjaga jarak dengan ombak di lautan , karena ombak di Samudera Merah ini juga sangat besar yang mengulung gulung.
Seandainya ombak ini ada di tepi pantai pasti akan terdengar keras jika menghantam pantai .
Setelah 30 menit berlalu Yin Jue samar samar melihat bayangan merah yang berenang di atas lautan , tapi jaraknya masih sedikit jauh dengannya .
Yin Jue yakin ini adalah siluman Gurita raksasa , karena Dia juga bisa merasakan kekuatan Siluman Gurita Raksasa ini yang sangat kuat , kemudian Yin Jue mencoba menghindari nya , karena tidak mau jika siluman Gurita Raksasa ini mengamuk di sana .
Degan sangat hati hati Yin Jue terbang sedikit memutar untuk mengindari Siluman Gurita Raksasa ini .
Setelah berhasil melewati Siluman Gurita Raksasa ini Yin Jue langsung terbang dengan kecepatan penuhnya , tapi tiba tiba Air laut terbelah .
Byurrr..
Suara tentakel Siluman Gurita raksasa yang menghantam permukaan air laut , sehingga langsung tercipta ombak tsunami yang sangat besar .
Membuat tubuh Yin Jue langsung terhempas terkena Ombak ini ke arah Utara , Yin Jue hanya bisa pasrah terkena hempasan Ombak ini .
Dia sedikit bersyukur karena hempasan Ombak ini langsung membawa tubuhnya keluar dari wilayah Samudera Merah .
Tapi setelah keluar dari Samudera Merah Yin Jue di suguhi cuaca lautan yang sangat Ekstrim , karena langit tiba menghitam seperti akan turun hujan , setelah beberapa saat akhirnya turun hujan Es yang sangat lebat di sertai angin kencang dan Guntur yang menyambar , kemudian Yin Jue langsung melompat dari atas Air laut lalu menghindari hujan Es ini .
Karena ini adalah hujan jarum Es yang sangat tajam , bahkan terkadang juga turun bongkahan Es dari langit .
'' Lautan aneh apa lagi ini...'' batin Yin Jue sambil menghindari hujan Es ini .
.
.
__ADS_1
####