Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 382 : Mendaftar turnamen.


__ADS_3

.


.


Keesokan harinya mereka bangun seperti biasanya , Yin Jue dan Qian Lin seperti biasanya bergantian untuk membersihkan diri .


Qian Lin juga mengintruksikan senior Riu untuk mandi dulu dan berganti pakaian seperti yang mereka berdua lakukan.


Setelah mereka bertiga sudah selesai membersihkan diri kemudian mereka keluar kamar lalu turun ke lantai bawah .


Suasana di lantai bawah masih terlihat sepi mungkin orang yang menginap di penginapan ini masih tertidur karena ini masih pagi .


Kemudian mereka bertiga keluar penginapan lalu berjalan dengan santai menuju pusat kota Tianshi , karena rencananya hari ini Yin Jue ingin mendaftar dulu menjadi peserta kompetisi agar tidak berdesak desakan .


Suasana kota Tianshi perlahan lahan mulai ramai , karena warga kota Tianshi mulai membuka toko mereka masing masing .


Sepanjang jalan juga banyak para kultivator yang baru saja keluar dari penginapan menuju ke arah pusat kota , sehingga Yin Jue mengajak mereka berdua berjalan dengan cepat agar nanti tidak berdesak desakan .


Sambil berjalan Yin Jue juga bertanya kepada orang yang dia temui tempat pendaftaran turnamen , setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka sampai di loket tempat pendaftaran , ternyata di sana sudah ramai orang yang mengantri untuk ikut mendaftar .


'' Lin'er dan senior Riu , kalian berdua tunggulah aku di bawah pohon itu saja sambil mengunakan tehnik kamuflase , nanti setelah selesai mendaftar aku akan langsung ke sana...''


'' Iya Gege...''


Kemudian Qian Lin dan senior Riu berjalan ke bawah pohon yang di maksudkan oleh Yin Jue , sedangkan Yin Jue langsung mengantri ikut berbaris di salah satu antrian .


Sambil mengantri Yin Jue tetap melihat ke arah Qian Lin dan senior Riu berada , setelah mereka berdua sudah mengunakan tehnik kamuflase nya kemudian Yin Jue melihat lihat para peserta yang akan ikut turnamen .


Ternyata orang yang mengantri ini hanya orang biasa biasa saja , kekuatan mereka hampir sama dengan kekuatan Yin Jue saat ini , tubuh mereka juga terlihat sama dengan yang di miliki oleh Yin Jue , tidak seperti orang orang yang ada di restoran tadi malam .


Setelah mendengar pembicaraan dari mereka ternyata tahun ini pembayaran tiket turnamen akan di tiadakan , tapi jika nanti yang akan kalah akan menjadi pekerja di tambang batu roh milik penguasa kota Tianshi ini selama 1 bulan , itu pun juga akan mendapat bayaran yang sangat mahal , makanya banyak orang yang mengikuti turnamen ini karena mereka merasa tidak di rugikan sama sekali ,justru nanti akan jadi kebanggaan tersendiri jika bisa bekerja di tambang batu roh karena bayarannya sangat mahal.


Setelah 15 menit berlalu kemudian giliran Yin Jue yang mendaftar , tapi Yin Jue berpura pura tidak tahu kalau pembayarannya di tiadakan.

__ADS_1


'' Maaf tuan , berapa biaya untuk ikut turnamen kali ini , maaf karena aku berasal dari kota yang sangat jauh jadi tidak mengerti sama sekali...''


'' Gratis tuan muda , sekarang tulislah nama tuan muda di situ dan teteskan darah tuan muda di token itu , karena itu adalah token yang di gunakan untuk memasuki arena pertarungan...''


Kemudian Yin Jue langsung menulis namanya lalu meneteskan darahnya di permukaan token yang telah di sediakan.


'' Sekarang bawalah token itu , besok tuan muda bisa masuk lewat pintu sebelah utara , karena pintu sebelah utara adalah pintu untuk para peserta urutan 1 sampai 50 ...''


'' Iya tuan terima kasih, memangnya berapa peserta turnamen kali ini...?


'' Penguasa kota membatasi hanya 200 orang saja , jadi nanti akan di bagi menjadi 4 blok , yaitu blok utara , selatan , timur dan barat...''


Setelah mendengar penjelasannya kemudian Yin Jue berjalan ke tempat Qian Lin dan senior Riu berada .


Melihat suaminya sudah ke sana kemudian Qian Lin langsung memegang tangan suaminya sehingga Yin Jue juga ikut berkamuflase.


'' Bagaimana pendaftarannya Gege , aku kira tadi yang mendatar adalah orang orang yang kekar seperti di restoran tadi malam ....''


'' Jadi seperti itu , apakah Gege tidak melihat penyimpangan , karena menurutku turnamen ini sedikit aneh , aku takutnya nanti akan jadi ajang pembantaian bagi orang orang biasa yang mengikutinya...''


'' Aku tidak melihat hal hal yang mencurigakan sama sekali Lin'er, sekarang lebih baik kita melihat lihat pertambangan batu roh dulu , karena aku sangat penasaran dengan pertambangan ini...''


'' Apakah Gege sudah tahu lokasi pertambangan nya...?


'' Belum Lin'er, kita nanti harus mencari seseorang untuk di serap pengetahuannya atau kita tanya saja kepada para warga yang ada di kota ini...''


Kemudian mereka bertiga berjalan menjauh dari sana untuk mencari informasi.


Setelah menemukan tempat yang sepi kemudian Qian Lin menghilangkan tehnik kamuflase agar tidak terus menerus bergandengan tangan .


Lalu mereka bertiga menyusuri kota Tianshi ke arah gunung berapi , karena Yin Jue yakin nanti di sana pasti ada petunjuk menuju pertambangan batu roh.


'' Jue'er, kenapa gunung itu dari kemarin terus mengeluarkan asap , karena tidak sama dengan yang ada di dalam dimensi Dongwu ataupun dimensi Kalung Giok Dewa...?

__ADS_1


'' Itu adalah gunung berapi senior Riu , makanya di kota ini menjadi kota penghasil batu roh karena wilayah kota ini berada di lembah gunung berapi...''


'' Apakah gunung ini bisa mengeluarkan api...?


'' Tidak senior Riu , gunung ini nanti jika meletus akan mengeluarkan magma yang jauh lebih panas dari api...''


'' Jadi seperti itu , aku jadi penasaran kapan kira kira gunung ini akan meletus , pasti nanti akan sangat mengagumkan karena aku selama ini hanya melihat gunung Es saja....''


'' Jika Gunung ini sampai meletus maka akan jadi bencana bagi warga kota Tianshi ini , karena gunung ini akan menyemburkan magma , batu dan hujan pasir yang menutupi kota ini...''


'' Jadi seperti itu , aku kira nanti akan menjadi pemandangan yang sangat indah...''


Yin Jue dan Qian Lin hanya tersenyum saja melihat apa yang di katakan oleh senior Riu , tapi Yin Jue dan Qian Lin memakluminya karena dia memang tidak tahu sama sekali .


Setelah 30 menit berlalu mereka akhirnya sampai di gerbang timur kota Tianshi, kemudian mereka berjalan dengan santai keluar gerbang , tapi ketika akan keluar gerbang Yin Jue melihat ada wanita paruh baya yang sedang menangis sambil bersujud di hadapan para penjaga gerbang.


Sehingga Yin Jue jadi penasaran dengan permasalahan wanita ini.


'' Lin'er , setelah kita keluar dari gerbang kota kita cari tempat sepi saja , nanti gunakanlah tehnik kamuflase mu karena aku ingin mengali informasi dari salah satu penjaga kota dan wanita yang menangis di hadapan para penjaga tadi...'' ucap Yin Jue berbicara melalui telepati.


'' Iya Gege , aku mengerti ...''


Setelah keluar gerbang kemudian mereka berjalan ke kiri karena di luar gerbang ternyata adalah sebuah hutan , lalu mereka bertiga berjalan dengan cepat agar mereka tak terlihat dari petugas penjaga kota .


Setelah sedikit jauh dari gerbang kota kemudian Qian Lin langsung mengunakan tehnik kamuflase nya sehingga tubuh mereka langsung tak terlihat di sana , lalu mereka bertiga berjalan lagi ke gerbang kota .


Setelah sampai di sana kemudian Yin Jue mendengarkan pembicaraan wanita paruh baya ini dengan para penjaga kota.


.


.


####

__ADS_1


__ADS_2