Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 670 : Klan Xie dan istana kekaisaran Jun.


__ADS_3

.


.


Setelah beberapa saat Yin Jue telah berpindah di halaman klan Xie sesuai dengan gambaran yang di berikan oleh nona Xie Lin tadi .


Para murid murid dan tetua klan Xie yang sedang berlatih di halaman klan sangat terkejut dengan kemunculan mereka bertiga .


Apalagi di antara mereka bertiga ada seorang pemuda yang membawa tubuh manusia yang sudah tidak memiliki kedua kaki .


Tapi setelah di lihat lihat ternyata mereka mengenali salah satu dari mereka yaitu nona Xie Lin .


Sehingga tetua dan Patriak klan yang kebetulan di sana langsung menghampiri mereka bertiga.


Nona Xie Lin langsung menyapa para tetua klan yang mendekatinya .


'' Salam Patriak Xie Yuan dan paman semuanya , maaf jika kemunculanku membuat paman semua menjadi terkejut...'' ucap nona Xie Lin .


'' Iya tidak apa nona Xie Lin , kalau boleh tahu siapa mereka berdua ini...?'' ucap Patriak Xie Yuan .


'' Kenalkan ini adalah tuan muda Yin Jue yang sudah menolong ku dan dia adalah tetua Jun Qiang dari kekaisaran Jun...''


'' Salam kenal tuan muda Yin Jue dan tetua Jun Qiang , kenalkan namaku adalah Xie Yuan Patriak di klan Xie dan mereka adalah para tetua di klan ini ...''


'' Salam kenal Patriak Xie Yuan dan semua nya...'' ucap Yin Jue sangat hormat .


'' Nona Xie Lin , kalau boleh tahu di mana suamimu...?''


" Bisakah kita berbicara di gazebo itu , karena tidak enak jika kita berdiskusi sambil berdiri seperti ini..." ucap nona Xie Lin .


" Mari nona Xie Lin..."


Kemudian mereka langsung berjalan ke gazebo yang ada di halaman klan Xie , sedangkan sebagian tetua klan Xie memilih untuk tetap melanjutkan melatih para murid murid.


Yin Jue kemudian melemparkan tubuh buronan Wang Tie ke atas rerumputan , lalu ikut duduk di gazebo.


Patriak Xie Yuan tampak penasaran siapa pemuda yang di lemparkan oleh tuan muda Yin Jue ini.


'' Patriak Xie Yuan , aku membawa kabar yang sangat buruk untuk klan Xie dan klan Shen . Karena suamiku dan anakku telah mati di bunuh oleh Buronan Wang Tie itu...'' Ucap nona Xie Lin .

__ADS_1


'' Jadi pemuda itu adalah Wang Tie yang mengunakan tehnik terlarang itu...''


'' Benar Patriak....''


'' Kamu bersabarlah nona Xie Lin, aku turut berduka cita atas meninggalnya suamimu dan putramu . Buronan Wang Tie itu memang pantas mendapatkan semua ganjaran ini , kalau boleh tahu bagaimana ceritanya kamu bisa bertemu dengan buronan Wang Tie itu...?'' tanya Patriak Xie Yuan .


Kemudian nona Xie Lin langsung menceritakan kalau dirinya waktu itu sedang berkunjung ke desa Jinjing yang ada di lembah gunung Zhangjiajie untuk mengunjungi saudara suaminya , tapi naasnya di sana justru di tangkap oleh Buronan Wang Tie sehingga menjadi bahan untuk meningkatkan kekuatannya dengan tehnik terlarangnya.


Beruntungnya tuan muda Yin Jue ini datang ke desa Jinjing sehingga tuan muda Yin Jue ini yang menolongnya , tapi semua warga desa Jinjing hanya tinggal 1 orang saja bersama dirinya yang masih hidup.


Patriak Xie Yuan sangat geram setelah mendengar cerita dari nona Xie Lin ini , dia tidak habis pikir bagaimana bisa muncul tehnik terlarang yang bisa merenggut nyawa banyak orang seperti ini .


Dia sangat kagum dengan tuan muda Yin Jue yang berhasil mengalahkan Buronan Wang Tie , karena sebelumnya banyak prajurit kekaisaran yang gagal menangkapnya .


" Patriak Xie Yuan, aku mohon bantuannya agar salah satu anggota klan ini mengabari klan Shen . Bahwa suamiku dan anakku sudah meninggal ,


aku datang ke klan ini juga ingin berpamitan kepada Patriak dan para tetua lainnya...?"


" Memangnya kamu mau ke mana...?"


" Mungkin dalam waktu satu tahun ini aku akan mengikuti tuan muda Yin Jue ini untuk membantu istrinya yang sedang hamil sambil melupakan trauma yang telah aku alami , nanti setelah satu tahun akan aku pikirkan lagi..."


" Iya tidak apa apa nona Xie Lin , nanti aku akan menugaskan salah satu anggota klan ini untuk pergi ke klan Shen . Aku berharap nona Xie Lin bisa menata hidup baru lagi dengan bimbingan tuan muda Yin Jue...''


" Tunggu nona Xie Lin , apakah kamu tidak berpamitan kepada ayah , ibu atau saudara kandungmu..." ucap Yin Jue .


" Aku sudah tidak memiliki ayah dan ibu kerena mereka sudah tiada , aku juga tidak memiliki saudara karena aku adalah anak tunggal...." ucap nona Xie Lin menjelaskan .


" Baiklah kalau begitu sekarang pejamkan lah matamu dulu..."


Kemudian nona Xie Lin langsung memejamkan matanya sesuai intruksi dari Yin Jue , lalu Yin Jue langsung menciptakan segel budak yang langsung di tanamkan ke dahi nona Xie Lin.


Setelah selesai menanamkan segel budak kemudian Yin Jue langsung menciptakan portal hitam di sana yang langsung berhubungan dengan halaman istana apel Emas .


" Nona Xie Lin, sekarang masuk lah ke dalam portal hitam ini karena portal ini sudah terhubung dengan dimensi kalung Giok Dewa..."


" Iya tuan muda Yin Jue...."


Kemudian nona Xie Lin langsung melompat masuk ke dalam portal hitam , melihat nona Xie Lin sudah masuk ke dalam portal kemudian Yin Jue langsung menghilangkan portal hitam nya.

__ADS_1


Patriak Xie Yuan sangat kagum melihat tehnik yang di miliki oleh tuan muda Yin Jue ini .


'' Apakah tuan muda Yin Jue ini mengunakan tehnik ruang dan waktu yang sangat legendaris itu...?" tanya Patriak Xie Yuan .


" Iya Patriak , tadi nona Xie Lin masuk ke dalam dimensi yang aku miliki . Kalau begitu aku mohon pamit untuk pergi ke istana kekaisaran menyelesaikan masalah buronan Wang Tie itu...'' ucap Yin Jue berpamitan.


" Iya tuan muda Yin Jue , aku ucapkan terima kasih banyak sudah menolong nona Xie Lin..."


" Sama sama Patriak..."


Kemudian Yin Jue langsung berdiskusi dengan tetua Jun Qiang untuk menyerap pengetahuan tentang halaman istana kekaisaran Jun , karena Yin Jue ingin mengunakan tehnik perpindahan agar lebih menghemat waktu.


Tetua Jun Qiang yang sudah mengerti langsung menyetujuinya , sehingga Yin Jue langsung menyentuh dahi tetua Jun Qiang untuk menyerap pengetahuan nya .


Kemudian Yin Jue langsung berjalan mendekati tubuh Buronan Wang Tie, lalu memegang kerah pakaiannya dan membawa berjalan lagi ke tempat tetua Jun Qiang.


Lalu memegang tangan tetua Jun Qiang dan langsung mengaktifkan tehnik perpindahan .


Swushhh.


Setelah beberapa saat Yin Jue dan tetua Jun Qiang telah berpindah di halaman istana kekaisaran Jun .


Kemunculan mereka berdua membuat penjaga yang ada di sana sedikit terkejut dan kaget , tapi setelah mereka lihat lihat ternyata ini adalah tetua Jun Qiang .


Para prajurit yang ada di sana sangat penasaran dengan pemuda yang membawa tubuh seseorang dengan kondisi kakinya tinggal selutut saja.


Kemudian tetua Jun Qiang langsung melambaikan tangannya ke salah satu prajurit yang ada di sana .


Sehingga prajurit ini langsung berlari mendekat .


'' Ada apa tetua Jun Qiang...?" ucap prajurit .


" Tolong laporkan kepada yang mulia kaisar Jun Wanlian untuk ke halaman istana ini , karena aku membawa tamu istimewa hari ini..." ucap tetua Jun Qiang.


" Iya tetua Jun Qiang , mohon di tunggu..."


Kemudian prajurit ini langsung berlari menuju aula istana kekaisaran , sedangkan tetua Jun Qiang mengajak Yin Jue duduk di gazebo yang ada halaman istana kekaisaran untuk menunggu kaisar Jun Qiang keluar .


.

__ADS_1


.


####


__ADS_2