Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 259 : Keluar dari dimensi Dongwu .


__ADS_3

.


.


Setelah 15 menit berlalu mereka masih menyisakan 1 patung Es yang belum mereka hancurkan , energi mereka terlihat tinggal sedikit lagi karena di gunakan secara terus menerus.


'' Patriak Juan Shan tolong bantu kami untuk menghancurkan sisa patung Es ini , karena energi kami hanya tinggal sedikit saja ...''


Kemudian Patriak Juan Shan langsung mendekat ke tempat mereka berada .


'' Sekarang kalian tranferkan sisa energi kalian ke punggung ku...'' ucap Patriak Juan Shan.


Kemudian para bawahan Patriak Juan Shan langsung mengalirkan energi mereka ke punggungnya .


Sedangkan Yin Jue dan Qian Lin kemudian berjalan untuk melihatnya dari tempat yang lebih leluasa karena Yin Jue ingin memberi mereka sedikit kejutan .


Setelah menemukan tempat yang sedikit nyaman kemudian Yin dan Qian Lin duduk di sana .


Lalu Yin Jue menciptakan gelembung gelembung transparan yang sangat banyak di tangannya , Yin Jue ingin menyerang mereka ketika patung Es ini akan hancur agar energi mereka benar benar habis .


Sudah dua kali Patriak Juan Shan mengeluarkan pukulan untuk menghancurkan patung Es ini .


Kemudian Yin Jue langsung melemparkan gelembung gelembung transparan ini ke arah mereka .


Lalu Patriak Juan Shan mengeluarkan pukulannya yang ketiga .


Haiyatt..


Pyarrrr. .


Bersamaan dengan pecahnya patung Es ini kemudian gelembung gelembung ini juga pecah lalu berubah menjadi asap beracun yang langsung menyebar di sekitar mereka .


Mereka sangat kaget dengan muculnya asap ini , setelah menghisap asap ini mereka merasakan sekujur tubuhnya langsung terasa panas yang sangat ekstrim , mereka semua langsung panik merasakan semua ini.


'' Kalian segeralah minum penawar racun karena ini adalah racun yang sangat kuat...'' ucap Patriak Juan Shan memberi intruksi kepada bawah nya.


Kemudian mereka langsung meminum penawar racun yang mereka miliki .


Setelah meminum penawar racun kemudian Patriak Juan Shan mengajak mereka keluar dari asap beracun ini .


Lalu mereka satu persatu keluar dari sana dan berkumpul di bawah pohon di dekat Yin Jue dan Qian Lin berada .


Para bawahan Juan Shan langsung beristirahat di sana untuk memulihkan energinya .


Sedangkan patriak Juan Shan langsung menyebarkan kesadarannya untuk mencari orang yang telah menyerangnya.

__ADS_1


Tapi dia tidak menemukan siapa siapa di sekitarnya , lalu Patriak Juan Shan menarik kembali kesadarannya kemudian ikut duduk di sana dengan perasaan yang sagat kacau .


Dia sudah tidak bisa berfikir lagi sekarang , sudah kehilangan anak satu satunya , lalu para bawahannya dalam kondisi seperti ini , jika sampai ada kelompok lain yang menyerangnya mungkin Patriak Juan Shan hanya bisa pasrah saja karena tidak mungkin lagi menjaga para bawahannya ini .


Kemudian Yin Jue mengajak Qian Lin menjauh dari sana untuk mencari tempat yang aman agar bisa menarik kembali tehnik kamuflasenya.


Mereka berjalan dengan santai menyusuri jalan setapak di sana , mereka berjalan menuju ke arah barat untuk sekedar melihat lihat tempat yang belum mereka kunjungi .


Setelah satu jam berlalu kemudian Qian Lin menarik kembali tehnik kamuflasenya karena kondisi di sana cukup aman .


Lalu Yin Jue memberi intruksi kepada Qian Lin untuk mengeluarkan tokennya karena sebentar lagi pembukaan dimensi ini akan berlangsung karena matahari sudah tak terlihat lagi .


Qian Lin kemudian langsung megeluarkan token miliknya lalu mereka berdua duduk di bawah pohon yang cukup besar.


'' Sepertinya lebih baik kita keluar sekarang saja Lin'er , agar nanti tidak bersamaan dengan para kultivator lainnya , aku takutnya mereka ada yang mengenali aura kita...'' ucap Yin Jue.


'' Boleh juga Gege...''


Kemudian mereka berdua langsung bergandengan tangan lalu mengalirkan energinya ke dalam token secara bersama , kemudian tubuh mereka langsung menghilang dari sana .


Swussssh.


Setelah beberapa saat mereka berdua muncul di halaman akademi Xing Cheng, ternyata di sana juga banyak kultivator yang telah keluar dari dimensi Dongwu sebelum mereka ini .


'' Salam senior Xi ..'' sapa Yin Jue ramah


'' Salam juga saudara Jue , kalian berdua segeralah beristirahat ke kamar tamu , kalian pasti lelah telah berburu di dalam dimensi Dongwu...''


'' Iya senior Xi , kalau begitu kami masuk dulu...''


'' Silahkan saudara Jue....''


Kemudian Yin Jue langsung mengajak Qian Lin pergi dari sana dengan cepat sebelum para kultivator keluar dari dimensi Dongwu.


Setelah 15 menit berlalu Yin Jue dan Qian akhirnya sampai di kamar tamu .


Mereka berdua kemudian duduk di pinggir tempat tidur untuk bersantai di sana .


Kemudian Yin Jue mengeluarkan semua mustika hasil berburu di dalam dimensi Dongwu.


Lalu mereka berdua menghitungnya dan memilah milah antara mustika level rendah dan level tinggi .


****


Di halaman akademi Xing Cheng.

__ADS_1


Patriak Liang Xi menunggu para tetua yang sudah di kirim ke sana , dia ingin mengetahui bagaimana kondisi dimensi Dongwu saat ini , apakah siluman di sana populasinya masih banyak atau telah berkurang .


Beberapa saat kemudian akhirnya muncul portal tanda terbukannya dimensi Dongwu kembali .


Kemudian satu persatu para kultivator keluar dari pusaran hitam ini .


Mereka terlihat ada yang tersenyum dan juga ada yang menjukan wajah yang murung , lalu mereka satu persatu pergi dari halaman akademi Xing Cheng.


Sedangkan para tetua yang di tugaskan masuk ke sana kemudian menghampiri patriak Liang Xi, mereka berjumlah 4 orang karena Patriak Liang Xi menitruskikan mereka menyebar di setiap penjuru .


Lalu Patriak Liang Xi mengajak mereka ke ruangannya untuk berdiskusi di sana .


Tapi baru dua langkah kemudian ada seseorang yang memangilnya .


Kemudian Patriak Liang Xi langsung menhentikan langkahnya untuk melihat siapa yang menmangilnya .


Setelah di lihatnya ternyata dia adalah patriak Juan Shan yang ada di kota Tiantang ini.


'' Ada apa saudara Juan Shan...?


'' Aku tadi telah mengalami masalah yang sangat banyak di dalam dimensi Dongwu...'' ucap Patriak Juan Shan bersedih.


'' Memangnya apa yang telah terjadi...?


'' Anakku dan 11 rekan rekannya telah mati di serang oleh siluman yang mempunyai serangan elemen Es , apakah kau tahu siluman apa yang mempunyai elemen Es di dalam dimensi Dongwu ini...?


'' Kalau masalah itu aku kurang tahu saudara Juan Shan , tapi seingatku di sana ada siluman Phoenix Es yang sangat kuat di dalam dimensi Dongwu , aku turut berduka atas musibah yang menimpa anak dan para anggotamu....''


'' Iya terima kasih Patriak Liang Xi , tapi ada lagi yang membuat aku penasaran , karena aku juga di serang oleh seseorang manusia yang mengunakan serangan asap beracun , apakah kau tahu seseorang yang mengunkan serangan seperti ini....?


'' Maaf saudara Juan Shan aku juga tidak pernah melihat orang yang mengunakan serangan seperti ini , karena baru pertama ini aku mendengarnya ..''


'' Baiklah kalau begitu aku mohon pamit untuk kembali ke klan Juan....''


'' Iya saudara Juan Shan....''


Kemudian Juan Shan langsung pergi dari sana kembali ke tempat para bawahnya .


Lalu Patriak Liang Xi langsung mengajak keempat tetuanya pergi dari sana .


.


.


####

__ADS_1


__ADS_2