Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 225 : Menuju puncak Gunung Pedang.


__ADS_3

.


Setiap hari Yin Jue dan Qian Lin menghabiskan waktu bersama guru Lou Feng dan keluarganya di sekte Gunung Pedang ,


Tak terasa sudah dua minggu berlalu , pembangunan menara ini akhirnya selesai .


Keesokan harinya Yin Jue mengajak guru Lou Feng dan Patriak Lou Han pergi ke menara pertahanan, karena Yin Jue ingin memberi tahu mereka cara mengunakan artefak mangkuk pertahanan ini.


Setelah sampai di sana kemudian Patriak Lou Han mengeluarkan artefak mangkuk pertahanan dan juga batu roh yang dulu pernah di gunakan , karena selama pembangunan menara ini dia yang menyimpannya .


'' Senior Han susunlah batu roh itu membetuk sebuah lingkaran , nanti setelah batu roh itu terbentuk senior Han langsung saja tempatkan artefak mangkuk pertahanan itu tepat di tengah tengahnya...'' ucap Yin Jue memberi instruksi.


Kemudian Patriak Lou Han langsung mempraktekan sesuai instruksi Yin Jue.


Setelah beberapa saat Patriak Lou Han langsung menaruh mangkuk pertahanan tepat di tengah tengah batu roh yang telah di bentuk melingkar .


Seketika artefak itu langsung mengeluarkan sinar yang bersinar ke langit , setelah beberapa saat sinar yang ada di atas langit langsung membentuk Kubah yang langsung menutupi area sekte Gunung Pedang. Patriak Liu Han sangat senang karena dia sudah berhasil mengaktifkan artefak ini.


'' Ternyata sangat mudah mengaktifkan artefak ini , aku kira butuh keahlian khusus seperti aku membuat kertas pertahanan...'' ucap Patriak Lou Han.


'' Iya senior Han , itu memang sangat mudah mengaktifkannya , tapi jagalah artefak ini karena banyak orang yang akan mengincar artefak ini , batu itu juga sudah aku perhitungkan jumlahnya jadi bentuk kubah pertahanan ini bisa menutupi area sekte Gunung Pedang dengan sempurna , cara melemahkan artefak ini tinggal mengambil satu persatu batu roh itu agar kubah pertahanan ini perlahan lahan melemah , setelah kubah ini melemah senior baru bisa menyimpannya , karena jika pertahanan ini belum melemah artefak ini akan mengalami kerusakan...'' ucap Yin Jue panjang lebar.


Kemudian Patriak Lou Han langsung mencoba cara melemahkan artefak ini sesuai dengan instruksi Yin Jue , setelah berhasil melemahkan artefak ini kemudian Patriak Lou Han menyimpan kembali artefak dan batu roh ini .


'' Baiklah kalau begitu nanti aku akan memberi bimbingan dulu kepada para penjaga menara ini agar artefak ini tidak sampai rusak...'' ucap Patriak Lou Han .


'' Terus bagaimana dengan kertas teleportasi, apakah senior Han sudah mempelajarinya...?


'' Belum saudara Jue , mempelajari itu adalah perkara mudah , karena aku harus membuat peraturan di sekte ini dulu baru aku bisa fokus untuk mempelajarinya , karena kedepannya semua anggota sekte ini kalau malam hari tidak bisa keluar lagi jika artefak ini sudah di aktifkan...''


'' Aku ingin menyerap sumber daya di puncak gunung ini , jadi nanti saja setelah aku naik ke alam atas senior bisa mengaktifkan artefak ini setiap malamnya ...''


'' Aku mengerti saudara Jue, nanti ketika saudara Jue menyerap sumber daya ini aku akan mengerahkan para tetua yang ada di sekte ini untuk menjaga wilayah ini agar tidak ada orang yang menganggu waktu proses kenaikan tingkat saudara Jue...''


'' Iya... terima kasih senior Han , kalau begitu besok saja aku akan menyerapnya , jadi senior juga bisa memberi instruksi kepada para tetua sekte untuk menjaga keamanan di sekitar Gunung ini...''


Kemudian mereka bertiga turun dari menara ini , lalu berjalan ke aula sekte Gunung Pedang , di tengah jalan Yin Jue memilih untuk kembali ke kamarnya , setelah sampai di kamarnya kemudian Yin Jue menceritakan kepada Qian Lin kalau besok akan menyerap sumber daya karena pembangunan menara pertahanan sudah selesai .


'' Kalau Gege besok akan menyerap sumber daya itu , lebih baik sekarang masukkan aku ke dalam dimensi kalung Giok Dewa, agar nanti ketika Gege sampai di daratan atas kekuatan ku juga sudah meningkat...''

__ADS_1


'' Baiklah kalau begitu , sekarang mari aku antar kan ke sana...'' ucap Yin Jue .


Kemudian Yin Jue langsung memegang tangan Qian Lin lalu menghilang dari sana .


Swushhh.


Setelah beberapa saat mereka telah berpindah ke dalam dimensi kalung Giok Dewa.


Lalu mereka berdua berjalan ke kolam tempat biasanya menyerap sumber daya .


Setelah sampai di sana kemudian Qian Lin duduk di sebuah batu di pinggir kolam .


Lalu Yin Jue memberi Qian Lin beberapa mustika Siluman level 7 kepada Qian Lin .


'' Buat apa mustika siluman ini Gege , apakah mustika ini milik siluman berelemenkan Es...?


'' Bukan Lin'er, ini hanya berjaga jaga saja , nanti jika kau sudah minum pil Pengubah Enegi tapi kau belum bisa naik tingkat , kamu lebih baik segera menyerap mustika ini sebagai tambahan energi di dalam dantian mu , nanti jika sudah selesai menyerapnya kamu tinggal minum pil itu , bukan kah tidak salah jika kau mencobanya...''


'' Iya Gege , aku yakin dengan adanya pil Pengubah Energi ini pasti aku bisa menyerap mustika siluman apa saja...''


'' Semoga saja Lin'er, aku punya satu lagi cara untuk menyerap sumber daya dengan cepat...''


'' Dengan pusaka yang kau miliki , karena aku kemarin sudah di beri tahu oleh senior Shan cara ini , pakailah pusaka Jala Sutra mu jika nanti kamu menyerapnya...''


'' Seperti nya itu juga ada benarnya Gege , baiklah kalau begitu akan minum pil ini dulu , semoga saja dengan meminum pil ini kekuatanku langsung naik ke tingkat Semi Dewa Bintang 9 , Gege segeralah kembali ke dunia luar karena untuk mempersiapkan apa saja yang Gege butuh kan besok ...''


'' Iya Lin'er , kamu fokuslah menyerap khasiat pil itu....''


Kemudian Qian Lin langsung mengeluarkan botol pil Pengubah Energi, lalu meminumnya satu saja , kemudian Qian Lin langsung menutup matanya lalu menyerap khasiat pil ini.


Setelah Qian Lin meminum pil ini kemudian Yin Jue langsung menghilang dari sana .


Swushhh..


Setelah beberapa saat Yin Jue telah berpindah ke kamar sebelumnya .


****


Keesokan harinya setelah bangun tidur Yin Jue kemuidan langsung pergi ke rumah guru Lou Feng untuk menjemputnya .

__ADS_1


Setelah sampai di depan rumah guru Lou Feng kemudian Yin Jue langsung masuk ke dalam kerena kebetulan pintunya sudah terbuka .


Di dalam ruang tamu ada guru Lou Feng dan Patriak Lou Han yang sedang berbincang bincang , lalu Yin Jue bergabung duduk di sana .


'' Akhirnya kau datang juga Jue'er , apakah hari ini kamu sudah siap...? tanya guru Lou Feng.


'' Tentu saja guru , semuanya juga sudah aku persiapkan dengan baik guru , karena sebelumya aku juga sudah bertanya kepada para hewan kontrakku tentang petir ilahi yang akan menyambar tubuhku ketika nanti naik ke tingkat Dewa...''


'' Baiklah kalau begitu sekarang ayo kita pergi ke puncak Gunung Pedang ini...'' ajak guru Lou Feng.


Kemudian mereka bertiga keluar rumah .


'' Kalian berdua pergilah dulu ke puncak gunung , karena aku akan menjemput para tetua lainnya...'' ucap Patriak Lou Han .


'' Iya senior Han...''


Kemudian Yin Jue dan guru Lou Feng langsung terbang menuju puncak Gunung Pedang .


Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka berdua telah sampai di puncak Gunung Pedang , Yin Jue lalu melihat lihat area di sekitarnya karena di sana ternyata banyak sekali pedang pedang tang tertancap di batu dan tanah , tapi pedang ini sudah banyak yang telah berkarat .


Kemudian Yin Jue melihat sebuah lubang yang yang cukup besar di antara pedang pedang yang menancap di sana .


'' Kalau boleh tahu bekas lubang apa ini guru...? tanya Yin Jue penasaran.


'' Itu adalah bekas Pedang milik leluhur ku , pedang itu sekarang ada di tangan kakak Han...''


'' Apakah pedangnya juga sebesar lubang ini guru...?


'' Benar Jue'er, makannya para sekte sekte aliran hitam tidak ada yang berani mengusik , karena sekte ini mempunyai pusaka yang mempunyai daya hancur yang sagat dahsyat...'' ucap guru Lou Feng menjelaskan.


'' Aku baru tahu sekarang guru , karena sebelumnya senior Han tidak pernah bercerita kepadaku...''


'' Kakak Han selama ini memang menyembunyikan pedang ini , karena ini adalah kartu truf milik sekte ini , dia berjaga jaga jika suatu hari nanti ada yang menyerang ke sekte ini...''


Beberapa saat kemudian Patriak Lou Han dan para tetua sekte tiba di sana .


.


.

__ADS_1


####


__ADS_2