
'' Iya kami bisa mengerti , kamu berhati hatilah dan jagalah Lin'er meskipun kekuatan Lin'er sangat kuat tetapi dia adalah seorang wanita yang butuh perlindungan , jadi kau harus selalu menjaganya...'' ucap ayah Qian Li.
'' Iya ayah , aku akan selalu menjaga Lin'er...''
'' Nanti sering seringlah datang ke sini karena dirimu mempunyai tehnik perpindahan sepeti ayahku , kurasa itu akan memudahkan kalian jika berkunjung ke sini lagi...''
'' Iya ayah nanti aku dan Lin'er akan selalu berkunjung ke sini jika ada waktu luang...''
Setelah Yin Jue selasai berpamitan , kemudian Qian Lin juga berpamitan kepada kedua orang tuanya , setelah berpamitan mereka berdua berjalan keluar rumah dan meninggalkan klan Yin .
Mereka keluar gerbang klan Qian lalu berjalan menuju gerbang selatan kota Qianzhi karena gerbang selatan adalah gerbang yang terhubung dengan wilayah tengah .
Hiruk pikuk suasana kota Qianzhi ini terlihat mulai ramai , para warga kota Qianzhi terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing .
Yin Jue dan Qian Lin berjalan dengan santai menikmati suasana kota Qianzhi ini . Setelah berjalan sekitar satu jam mereka telah sampai di gerbang selatan kota Qianzhi .
Mereka kemudian keluar gerbang dan berjalan untuk menuju kota selanjutnya , setelah sudah sedikit jauh dari gerbang mereka kemudian terbang dengan kekuatan sedang karena mereka tidak terlalu terburu buru , yang mereka lalui saat ini hanyalah padang rumput yang terbentang sangat luas .
Sambil terbang mereka berbincang bincang ringan dan saling menggoda .
Setelah 30 menit mereka telah sampai di sebuah hutan , kemudian mereka mengunakan tehnik meringankan tubuh dan menyusuri jalan yang ada di dalam hutan .
Mereka berjumpa dengan banyak orang ketika melewati jalan di tengah hutan ini , Yin Jue selalu menyapa mereka dengan ramah dan berkenalan dengan mereka , rata rata semua orang yang melewati hutan ini membawa pengawal yang sangat kuat untuk melindungi mereka dari sergapan orang jahat di dalam hutan ini .
Setelah 2 jam perjalanan kemudian mereka menemukan sungai yang cukup besar , kira kira mencapai 100 meter lebarnya , kemudian Yin Jue dan Qian Lin ikut beristirahat di sana karena suasana di sana sangat nyaman , mereka lalu duduk di atas batu yang paling besar di tepi sungai yang sedikit agak jauh , Yin Jue melihat ternyata banyak orang yang juga yang istirahat di sana untuk sekedar menikmati keindahan sungai ini .
Di tepi sungai ini juga ada yang menyewakan perahu untuk menyedikan orang yang kekuatannya belum sampai di tingkat Kaisar.
Ternyata banyak juga orang yang memakai jasa perahu ini , bahkan orang yang kekuatannya sudah di tingkat Kaisar juga ikut menaikinya juga .
'' Apakah kamu juga ingin naik perahu itu Lin'er....'' tanya Yin Jue.
'' Itu boleh juga , karena aku sangat penasaran naik perahu ini...''
'' Kalau begitu nanti kita naik saja , sambil menunggu perahunya penuh...''
'' Iya Gege , kita nikmati saja dulu di sini karena kita juga tidak sedang terburu buru...''
__ADS_1
Mereka berdua kemudian menikmatinya di sana , selang beberapa saat kemudian ada seorang anak muda seumuran dengan Yin Jue , berlari ke tempat mereka duduk .
Yin Jue melihat pemuda ini berkekuatan di tingkat Raja Bintang 9 .
Dia lalu memberi isyarat kepada Yin jue dengan 1 jari di mulutnya , lalu dia bersembunyi di balik batu yang Yin Jue duduki , Yin Jue dan Qian Lin jadi penasaran dengan pemuda ini , tapi Yin Jue memilih diam dulu menunggu apa yang terjadi selanjutnya karena rupanya pemuda ini habis berlari karena nafasnya sepertinya terlihat habis di kejar seseorang .
Setelah 10 menit berlalu datang 4 orang yang sangat kuat mereka lalu turun di dekat sungai ini , mereka lalu bertanya seperti bertanya sesuatu kepada orang yang ada di sana , Yin Jue melihat mereka ini berkekuatan di tingkat Semi Dewa Bintang 7 semuanya.
Kemudian Yin Jue berbicara melalui telepati kepada Qian Lin .
'' Sepertinya 4 orang ini adalah orang yang mengejar pemuda yang bersembunyi ini Lin'er , apakah kau tahu mereka ini dari mana...? tanya Yin Jue penasaran .
'' Aku tidak tahu Gege , mungkin mereka tetua dari salah satu sekte di kekaisaran ini jika di lihat dari jubahnya , lebih baik nanti kita tutup mulut saja kalau mereka menanyai kita...''
'' Iya Lin'er...''
Selang beberapa saat kemudian salah satu dari mereka berjalan ke tempat Yin Jue dan Qian Lin berada lalu orang ini menyapanya.
'' Tuan muda dan nona muda , maaf aku menganggu waktunya sebentar...''
Kemudian Yin Jue dan Qian Lin berbalik badan dan menjawab tetua ini .
'' Apakah tuan muda melihat seorang pemuda berumur 22 , dia kekuatannya di tingkat Raja Bintang 9...'' tanya orang ini.
'' Maaf aku tidak melihatnya senior karena aku baru saja sampai di tempat ini...''
'' Ya sudah kalau begitu terima kasih , aku akan mencarinya di tempat lain...'' ucap tetua ini sambil terus menatap wajah Qian Lin .
Qian Lin yang di tatap wajahnya kemudian menundukkan kepalnya .
Yin Jue sangat geram melihat tetua ini .
'' Kamu pergilah dari sini , aku akan mencongkel matamu jika kau melihat istriku seperti itu...'' ucap Yin Jue sinis.
Tetua ini sangat geram dengan perkataan Yin Jue ini .
'' Seandainya aku tidak ada tugas dari Patriak , aku akan merobek mulut pedas mu itu...'' ucapnya meremehkan Yin Jue karena dia melihat kekuatan Yin Jue hanya di tingkat Kaisar Bintang 1.
__ADS_1
Lalu tetua ini langsung pergi dari sana .
Tapi setelah berjalan 15 langkah tiba tiba di bawah kakinya muncul asap hitam yang sangat banyak , lalu asap ini langsung menyelimuti tubuhnya .
Setelah asap ini telah menyelimuti tubuhnya , Yin Jue kemudian menyerap energi orang ini dengan kekuatan penuhnya .
Tetua ini langsung meronta-ronta dan mecoba menghilangkan asap ini ketika tahu energinya seperti di serap oleh asap hitam ini , tapi dia tidak bisa menghilangkannya.
Ketiga temannya yang melihat rekannya seperti di serang oleh seseorang kemudian mereka bertiga berlari untuk menolongnya .
Yin Jue kemudian menarik kembali asap hitam ini ketika energi orang ini sudah habis , lalu tubuh tetua ini langsung tumbang dan terkapar di tanah .
Setelah mereka bertiga mendekat mereka sudah terlambat karena kondisi rekanya ini sudah seperti akan mati dan tidak bisa tertolong lagi , karena wajahnya terlihat menjadi seorang kakek tua dengan aura kehidupan yang makin menipis , selang beberapa saat tetua ini langsung menghembuskan nafas terakhirnya dan mati di sana .
Mereka kemudian memeriksa tubuhnya yang mengenaskan itu .
'' Bajingan... kita sudah kehilangan jejak Lin Fan ,sekarang rekan kita juga telah mati ...'' ucap salah satu rekanya sambil melihat sekelilingnya . Tapi dia melihat di sekelilingnya hanya ada Yin Jue dan Qian Lin saja di sana , mereka tidak mencurigai Yin Jue karena kekuatan Yin Jue hanya di tingkat Kaisar bintang 1 , mana mungkin berani menyerang rekannya.
'' Itu benar , kita juga tidak tahu siapa yang membunuhnya sampai seperti ini, aku harus segera kembali ke sekte untuk segera melaporkan hal ini , sedangkan kalian lanjutkan lah pencarian kalian untuk mencari Lin Fan karena anak ini harus di temukan bagaimana pun caranya....''
'' Iya aku mengerti , kamu masukan lah tubuh tetua Fu Yan ke dalam cincin yang kosong , aku dan tetua Su Jie akan melanjutkan mencari Lin Fan...''
Kemudian 2 tetua ini pergi dari sana dengan terbang menyebrangi sungai ini.
Setelah rekanya pergi kemudian dia memasukkan tubuh tetua tetua Fu Yan yang sudah mati ke dalam cincin penyimpanan lalu terbang kembali menuju kekaisaran Xiao.
Setelah 10 menit keadaannya sudah aman kemudian Yin Jue memangil pemuda yang bersembunyi tadi.
'' Kamu keluarlah anak muda , sekarang kau sudah aman...''
'' Kemudian pemuda ini keluar dari persembunyiannya lalu menghampiri Yin Jue.
'' Terima kasih saudara sudah mau menyelamatkan ku...''
'' Iya sama sama , apakah kamu mau aku pindahkan ke suatu tempat agar kau aman , nanti kalau sudah mencapai kota selanjutnya aku akan mengeluarkan mu...'' ucap Yin Jue menawarinya .
Tanpa pikir panjang pemuda ini langsung mengangukan kepalanya .
__ADS_1
'' Nanti jika kamu sudah berada di sana jangan takut karena mereka adalah teman teman ku...''