
.
.
'' Lin'er, aku memiliki rencana agar artefak kapal terbang ini bisa di kendalikan oleh 2 orang , kalau aku tidak tidur 10 hari 10 malam mungkin masih bisa , tapi selanjutnya aku tidak tahu lagi bisa menahan kantuk atau tidak , karena mengendalikan artefak kapal terbang seperti ini jika melintas di atas lautan pasti sangat membosankan...''
'' Terus bagaimana menurut Gege , aku juga mau bergantian dengan Gege untuk mengendalikan artefak kapal terbang ini , tapi apakah itu bisa? apakah Gege tahu caranya karena dulu yang meneteskan darah di artefak kapal terbang ini hanyalah Gege saja....?''
'' Setelah nanti kita menginap di salah satu kota , maka aku akan berpindah ke rumah guru Lan Zhuo untuk meminta bantuan kepadanya , karena guru Lan Zhuo pasti mengerti caranya , aku ingin alkemis Lao Xin saja nanti yang bergantian mengendalikan artefak kapal terbang, agar dia juga merasa masih di butuhkan , karena kedepannya menurut senior Lian Shan alkemis Lao Xin tidak masuk kualifikasi untuk membuat pil yang aku butuhkan...''
Qian Lin sedikit terkejut mendengar perkataan suaminya , karena sebelumnya Qian Lin memang belum tahu tantang ini.
'' Kenapa bisa begitu Gege...?''
'' Karena alkemis tingkat 6 harus memiliki Api Surgawi yang berasal dari inti Gunung berapi , sebenarnya aku bisa saja mencarikan Api Surgawi ini , tapi aku tidak memiliki mantra untuk mengabungkan Api Surgawi ini , karena jika kultivator yang tidak memiliki mantra ini maka tidak akan bisa menjinakkan inti Api Surgawi ini , yang berakibat bisa langsung membakar tubuh dan jiwanya...''
'' Jadi seperti itu , ternyata jika seorang alkemis ingin menjadi alkemis tingkat 6 membutuhkan sumber daya yang sangat besar , kalau begitu Gege sering seringlah mengajak alkemis Lao Xin untuk bekerja sama , agar dia merasa masih di butuhkan....''
'' Sebelumnya aku sudah mengatakan kepada alkemis Lao Xin untuk membuat pil yang di perlukan nanti nya ketika dalam pertarungan agar dia tidak berkecil hati ....''
Setelah menjelang sore hari kemudian Yin Jue mencari tempat lapang untuk mendaratkan artefak kapal terbang miliknya , karena ingin segera menemui guru Lan Zhuo , Yin Jue kemudian membuka gulungan peta untuk melihat kota terdekat dan jarak menuju bibir pantai .
Ternyata 30 menit lagi mereka akan mencapai sebuah kota , sedangkan untuk mencapai bibir pantai mereka masih membutuhkan 1 hari 1 malam lagi .
Kemudian Yin Jue menutup kembali gulungan peta itu lalu menyimpannya.
'' Lin'er, kurang 30 menit lagi kita akan mendarat di kota Huzhong , sekarang tolong bangunkan adik Lulu untuk bersiap siap....''
'' Iya Gege...''
__ADS_1
Kemudian Qian Lin langsung berdiri lalu berjalan ke ruangan artefak kapal terbang, setelah masuk ke dalam ruangan artefak kapal terbang ternyata adik Lulu sudah bangun .
'' Adik Lulu , kita harus bersiap siap , karena sebentar lagi kita akan mendarat di dekat gerbang kota yang akan kita lewati...''
'' Iya kakak , aku sudah siap , karena aku sudah bangun dari tadi...''
Kemudian mereka berdua keluar dari ruangan artefak kapal terbang, lalu berjalan ke dek depan untuk berkumpul di sana .
Setelah 30 menit berlalu akhirnya Yin Jue melihat ada sebuah kota besar yang sangat luas , kota ini hampir mirip seperti kota Shenghuo yang di kelilingi oleh pengunungan hijau yang memanjakan mata .
Perlahan lahan Artefak kapal terbang mendarat di dekat gerbang kota Huzhong , setelah mendarat kemudian Yin Jue menghilangkan formasi perlindungan artefak kapal terbangnya , lalu mereka bertiga melompat turun .
Setelah turun dari artefak kapal terbang kemudian Yin Jue memasukkan artefak kapal terbang ke dalam cincin spasialnya .
Sebelum berjalan ke gerbang kota Huzhong Yin Jue melihat sekelilingnya dulu , karena tempat ini nantinya akan di jadikan untuk tempat perpindahan .
Kemudian mereka bertiga berjalan ke gerbang kota Huzhong dan mengantri di sana , karena orang yang ini masuk ke dalam kota ini ternyata lumayan banyak .
Kerena sekarang masih sore hari susana di kota Huzhong ini terlihat masih ramai , banyak warga yang masih berlalu-lalang kesana-kemari melakukan aktivitasnya .
Yin Jue berjalan menyusuri jalan kota Huzhong sambil melihat ke kanan dan kiri untuk mencari penginapan , Yin Jue merasakan kota ini tidak terlalu menarik , karena tidak ada keanehan di dalam kota ini .
Semua warga hidup rukun dan sangat harmonis , di tengah tengah jalan mereka melihat awan awan mulai menyatu dan membentuk awan hitam tanda akan turun hujan , kemudian mereka bertiga langsung berjalan dengan cepat untuk segera mencari penginapan agar tidak basah kuyup jika sewaktu waktu akan turun hujan .
Setelah 15 menit berlalu mereka melihat ada sebuah penginapan 2 lantai yang sudah saatnya di renovasi , tapi dari luar masih terlihat bersih dan terawat , di samping penginapan ini juga ada kedai kecil yang lumayan ramai .
Kemudian mereka bertiga langsung masuk ke dalam penginapan ini , setelah mereka bertiga masuk ke dalam penginapan ternyata di luar langsung turun hujan deras di sertai angin kencang , mereka bertiga bersyukur tadi memutuskan untuk istirahat di kota ini , karena mereka juga tidak bisa mengunakan artefak kapal terbang jika turun hujan begini .
Kemudian mereka bertiga berjalan ke meja resepsionis , Yin Jue melihat resepsionis penginapan ini sudah berumur seperti seorang ibu ibu yang sudah berumur 45 tahun .
__ADS_1
'' Selamat datang di penginapan kami tuan dan nona , apakah ada yang bisa saya bantu...?'' ucap resepsionis ini ramah .
'' Iya nyonya , kami mau pesan 2 kamar untuk menginap 1 malam saja , berapa biayanya ...?
'' Cuma 2 batu roh kelas atas saja tuan...''
Kemudian Yin Jue langsung mengeluarkan 2 batu roh kelas atas lalu di berikan kepada nyoya resepsionis ini.
'' Terima kasih tuan , ini kunci kamarnya , nanti kamarnya ada di lantai 2 sesuai nomor kunci itu , maaf aku tidak bisa mengantar ke sana , karena yang mengurus penginapan ini hanya aku dan suamiku saja , tapi tuan tidak akan kecewa karena penginapan ini sangat bersih....'' ucap nona resepsionis sambil memberikan 2 kunci kamar.
'' Iya tidak apa apa nyonya , kalau begitu kami akan makan dulu di kedai yang ada di samping penginapan ini ...''
'' Iya silahkan tuan , tapi tuan tunggu hujannya reda dulu , karena hujan ini sebentar lagi juga reda , karena biasanya hujan ini hanya 10 menit saja...''
Yin Jue sedikit heran dengan perkataan nona resepsionis ini , karena yang dia tahu hujan seperti ini biasanya akan sedikit lama .
'' Kenapa hanya 10 menit saja Nyonya , apakah hujan ini adalah hujan buatan seseorang...?''
'' Aku tidak tahu tuan , tapi memang seperti inilah curah hujan di kota ini , bagi kami ini adalah sebuah anugerah karena orang orang yang mempunyai pekerjaan menanam tanaman obat tidak perlu takut akan kehabisan air , karena setiap 6 jam sekali pasti muncul hujan seperti ini...''
'' Jadi seperti itu , kalau boleh tahu warga kota Huzhong ini menanam tanaman obat apa...''
'' Banyak tuan , sayangnya aku tidak hafal nama bahan bahan obat ini , yang paling terkenal adalah Buah Persik Spiritual saja tuan , Buah Persik Spiritual ini biasanya di konsumsi oleh pasangan yang telah menikah agar cepat memiliki seorang anak ...''
Yin Jue dan Qian Lin sangat tertarik dengan buah Persik Spiritual ini, karena mereka berdua ingin segera memiliki seorang anak.
Setelah 10 menit berlalu akhirnya hujan reda , kemudian mereka bertiga langsung berjalan keluar menuju kedai makanan , setelah sampai di sana kemudian mereka bertiga langsung masuk ke dalam kedai lalu duduk di dekat jendela , sambil melihat sisa hujan yang yang telah reda .
.
__ADS_1
.
####