
.
.
Para penjaga dinding formasi sedikit terkejut melihat mayat rekannya tiba tiba muncul di sana , setelah mereka lihat ternyata ini adalah mayat tetua Duan Ran .
'' Kira siapa yang telah membunuh tetua Duan Ran ini , ke mana ketiga rekan rekannya karena mereka berempat selalu berkeliling hutan ini bersama sama...''
'' Kita tidak tahu siapa yang telah membunuhnya , lebih baik kita menunggu rekan rekannya pasti sebentar lagi mereka bertiga juga akan datang ke sini...''
'' Kamu benar , lebih baik sekarang kita berjaga lagi , karena cincin penyimpanan tetua Duan Ran telah hilang , berarti pembunuhnya mengincar token yang di miliki oleh tetua Duan Ran...''
'' Kita sekarang harus lebih berwaspada karena dalam waktu dekat pasti pembunuh ini akan masuk ke dalam formasi perlindungan , tapi yang membuatku bingung bagaimana cara pembunuh itu melemparkan mayat tetua Duan Ran ke sini , aku yakin pembunuh itu ada di sekitar sini , tapi di mana dia sekarang bersembunyi...?
'' Sudahlah tidak usah di pikirkan , sekarang lebih baik kita berjaga lagi , karena kita tidak akan pernah selesai jika memikirkannya...''
Kemudian mereka langsung berjaga lagi meninggalkan mayat tetua Duan Ran di sana.
****
Di dalam perisai Perlindungan.
Yin Jue dan mereka berdua berjalan dengan santai menyusuri jalan setapak yang biasanya di lewati di sana , karena di dalam formasi perlindungan juga banyak penjaga tambang yang berlalu lalang menjaga area di sana.
Setelah 15 menit berlalu akhirnya mereka bertiga menemukan sebuah goa yang sangat besar , di depan mulut goa ini ada 5 penjaga yang memiliki aura yang sangat kuat berjaga di sana , mereka berempat sedang duduk di sebuah kursi yang telah di sediakan sambil meminum arak dan bercanda .
Sedangkan ada satu orang yang tidak ikut minum arak , karena dia bertugas untuk berjaga di depan mulut goa .
Kemudian Yin Jue langsung mendekati salah satu dari mereka yang sudah mabuk , mungkin terlalu banyak minum arak karena hanya bicara sendiri sambil tertawa berhalusinasi.
Setelah sampai di dekatnya kemudian Yin Jue langsung menyentuh dahinya untuk menyerap pengetahuanya.
Tetua ini tampak biasa saja meskipun dahinya di sentuh karena dia dalam kondisi sedang mabuk sehingga Yin Jue dengan mudah menyerap semua pengetahuannya .
__ADS_1
Setelah selesai menyerap pengetahuanya kemudian Yin Jue menarik kembali tangannya .
Lalu Yin Jue mengajak mereka berdua menjauh dari sana untuk sekedar berdiskusi .
'' Lin'er, ternyata penguasa kota Tianshi sebelumya juga di jadikan budak di dalam tambang batu roh ini...''
'' Berarti yang menjadi penguasa kota Tianshi ini adalah orang baru...'' ucap Qian Lin bersepekulasi.
'' Benar Lin'er, makanya sebelumya aku sedikit ragu dengan sifat penguasa kota Tianshi yang berbuat menyimpang seperti ini , ternyata ini adalah perbuatan orang luar...''
'' Terus kita sekarang harus bagaimana Gege , apakah kita mencari keberadaan penguasa kota Tianshi yang baru saja , karena aku yakin dia adalah pemilik segel budak itu...''
'' Tidak Lin'er, pemilik segel budak adalah orang lain seperti yang di katakan oleh keempat orang yang ada di tengah hutan tadi yang bernama tetua Tian Feng , sekarang kita masuk dulu ke dalam goa ini , karena ini adalah pintu masuk ke dalam tambang batu roh, tapi di depan mulut goa ada formasi lagi , sedangkan yang memiliki token untuk masuk ke sana hanya orang kepercayaan penguasa kota saja , jadi satu satunya cara kita harus meringkus penjaga itu dulu dengan menanamkan segel budak dulu , kamu cukup membantuku membekukan tangannya jika nanti dia memberontak...''
'' Iya Gege aku mengerti...''
Kemudian mereka bertiga berjalan mendekat ke mulut goa , setelah sampai di sana kemudian Yin Jue langsung menciptakan segel budak dulu lalu menanamkan di dahi penjaga yang ada di depannya.
Penjaga ini dengan sigap langsung berusaha menangkis tangan orang yang telah lancang menyentuh dahinya , tapi tiba tiba kedua tangganya langsung membeku sehingga dia tidak bisa menangkisnya.
'' Kau sekarang sudah menjadi budakku , jadi sekarang kau harus menuruti semua perintahku....'' ucap Yin Jue berbisik bisik di telinganya.
Penjaga ini mendengar bisikan suara Yin Jue langsung menganggukkan kepalanya.
'' Sekarang aku akan memasuki goa ini , sedangkan kau tetaplah berjaga di sini dan karena hanya itu tugas dariku , jika kau menceritakan kejadian ini maka jiwamu akan terbakar , apakah kau mengerti...?
'' Iya aku mengerti tuan....''
Penjaga ini sangat penasaran siapa sebenarnya orang yang telah menanami nya segel budak ini , karena dia hanya bisa mendengar suaranya saja , bahkan dia tidak bisa merasakan auranya sama sekali .
Kemudian Yin Jue langsung berjalan mendekati dinding formasi perlindungan yang menutup mulut goa , lalu mengerak-gerakan tangannya untuk menciptakan tehnik formasi manipulasi , setelah sudah tercipta kemudian Yin Jue langsung menyentuh dinding formasi sehingga di permukaan dinding formasi langsung tercipta sebuah pintu kecil .
Kemudian Yin Jue dengan cepat langsung mengajak mereka berdua masuk ke sana dengan cepat sebelum pintu ini menutup kembali.
__ADS_1
Setelah masuk ke sana kemudian pintu ini langsung menutup kembali .
Lalu mereka bertiga berjalan menyusuri lorong goa dengan hati hati karena belum tahu akan seperti apa bahaya yang ada di depannya.
Langit langit lorong goa ini telah di tanami batu permata berwarna kuning untuk penerangan , sehingga mereka bisa melihat area sekitarnya dengan jelas.
Setelah berjalan kurang lebih 100 meter mereka bertiga akhirnya sampai di sebuah ruangan yang cukup besar , di sana ada tumpukan peti berisi batu roh yang sudah siap di edarkan , tapi penjagaan di sana sangat ketat dan ada formasi yang yang melindungi tumpukan peti berisi batu roh.
Sedangkan di sana ada beberapa orang yang berjaga dan ada seorang tetua yang bertugas untuk membuka dinding formasi ketika akan ada pekerja yang mengantarkan peti berisi batu roh .
Yin Jue dan Qian Lin melihat para pekerja yang mengantarkan peti batu roh badan mereka semuanya terlihat kurus kurus , mungkin selama ini mereka hanya di peras tenaganya saja di sini sehingga kondisi tubuh mereka sampai seperti ini.
'' Ayo ayo semangat , jika kalian bekerja nya lebih giat lagi maka aku akan memberikan makanan enak untuk hari ini....'' ucap pria yang menjaga formasi perlindungan .
Setelah beberapa saat ada seorang pekerja yang memanggul peti batu roh , pria ini terlihat sangat lemah dia langsung terjatuh ketika akan meletakkan peti batu roh itu sehingga batu roh yang ada di dalam peti langsung berserakan di lantai.
Melihat pekerja ini terjatuh kemudian petugas yang ada di sana langsung mengeluarkan cambuknya lalu mencambuk tubuh pria ini dengan sadis tanpa rasa kasihan sedikitpun.
Ctarrr.... ctarrr....
'' Arghhhh.... ampuni aku tuan , aku lapar sehingga tenagaku tidak ada lagi di dalam tubuhku....'' ucap pria ini sambil meringis kesakitan.
'' Makanya kalian harus bekerja lebih giat lagi agar tetua Tian Feng memberi kalian makanan enak , sekarang bekerjalah lagi , kalau kamu sudah tidak kuat maka aku akan memenjarakan kamu ke penjara bawah tanah karena di sana ada siluman Rubah Api yang sudah kelaparan ...''
Kemudian pekerja ini langsung bangkit lalu berjalan dengan sekuat tenaga kembali ke tempat kerja .
Sedangkan pekerja yang telah selesai meletakkan peti batu roh langsung di perintahkan untuk mengumpulkan batu roh yang berserakan di lantai.
Yin Jue dan Qian Lin sangat geram melihat mereka menindas para pekerja sampai seperti ini .
'' Lin'er , sepertinya dia adalah tetua Tian Feng yang memegang kendali segel budak di sini...'' ucap Yin Jue melalui telepati.
.
__ADS_1
.
####