Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 180 : Mempelajari terhnik elemen petir .


__ADS_3

Mereka berempat lalu duduk di sana untuk berbincang bincang.


'' Maaf saudara Jue.... besok saja kita lanjutkan pelatihanya...'' ucap Patriak Lei Yuan .


'' Tidak apa apa senior Yuan aku bisa mengerti karena keadaanya memang seperti ini , apakah di daratan tengah ini ada orang selain senior bertiga ini yang mempunyai elemen petir...'' tanya Yin Jue.


'' Aku tak tahu saudara Jue , memangnya kenapa...?


'' Yang mengincar gulungan tehnik pemangil petir adalah pemimpin organisasi Pagoda Tujuh Bintang, dia mempunyai rencana yang sangat besar dengan tehnik ini , menurut senior bagaimana menyikapi masalah ini , karena aku yakin ini adalah masalah yang sangat serius...? ucap Yin Jue.


'' Aku juga tidak tahu lagi harus bagaimana saudara Jue , apakah lebih baik aku bakar saja gulungan itu biar tidak jadi masalah di kemudian hari....''


'' Itu juga ada benarnya , tapi kalau menurutku lebih baik senior Yuan buatlah duplikatnya dulu tapi usahakan duplikatnya itu ada yang di kurangi gerakan tehniknya sedikit atau di buat yang lebih rumit lagi , jadi jika jatuh ke tangan organisasi Pagoda Tujuh Bintang tidak akan ada yang bisa mengunakannya...'' ucap Yin Jue memberi saran.


'' Nanti aku akan pikirkan lagi , aku juga setuju dengan usul saudara Jue , kerena aku yakin mereka akan memporak porandakan lagi klan Lei ini untuk mendapatkan gulungan tehnik itu , aku tidak ingin itu terjadi lagi karena aku lebih memilih kehilangan gulungan teknik itu dari pada harus mengorbankan para anggota klan ku...''


'' Itu benar senior Yuan , lebih baik nanti segel yang palsu itu di berikan kepada mereka untuk berjaga jaga jika mereka datang kemari , apakah senior Yuan sudah tahu sekte mana saja yang menjadi aliansi organisasi Pagoda Tujuh Bintang ini...? tanya Yin Jue penasaran.


'' Mengenai itu aku belum tahu dengan jelas , yang aku tahu hanya sekte Matahari Terbit saja yang beraliansi dengan mereka ini...''


'' Terus apakah senior tahu siapa saja yang ada di balik organisasi Pagoda Tujuh Bintang ini...''


'' Kalau tentang itu aku tahu hanya sedikit saja informasi yang aku dapatkan yaitu si kembar Mei bersaudara yang menjadi anggota mereka ini...''


'' Siapakah itu senior Yuan...'' tanya Yin Jue penasaran .


'' Mereka adalah wanita kembar yang bisa mengabungkan tubuhnya , mereka ini mempunyai elemen Api dan elemen Es, jika mereka berdua ini sudah mengabungkan tubuhnya maka kekuatannya akan menjadi berlipat ganda , meskipun dia adalah seorang wanita tapi semua orang tidak berani bermusuhan dengan mereka , karena si kembar Mei ini sangatlah kuat...'' ucap Patriak Lei Yuan menjelaskan panjang lebar.


'' Jadi seperti itu , aku baru mendengarnya ada tehnik yang seperti itu , kalau menurut senior Yuan di manakah markas mereka ini , apakah senior Yuan tahu...?


'' Aku tidak tahu saudara Jue.... karena menurut rumor yang beredar mereka ini selalu berpindah pindah , jadi tidak ada orang yang tahu markas mereka ini ...''


Yin Jue sekarang sedikit tahu tentang organisasi Pagoda Tujuh Bintang ini .


Hari itu mereka di aula klan Lei membicarakan mengenai masalah yang menyangkut dengan organisasi Pagoda Tujuh Bintang, mereka juga makan bersama di sana , setelah menjelang malam Yin Jue kemudian memilih untuk kembali pulang ke klan Qian untuk menemui istrinya .


Keesokan harinya Yin Jue kembali ke tempat yang dijanjikan oleh Patriak Yuan untuk bertemu di depan gerbang klan Lei .


Yin Jue duduk di depan gerbang klan Lei sambil menikmati pagi di sana . Selang beberapa menit Patriak Lei Yuan keluar gerbang klan , lalu menyapa Yin Jue yang ada di sana.

__ADS_1


'' Saudara Jue... apakah sudah lama menunggu ku di sini...'' sapa Patriak Lei Yuan.


'' Baru beberapa menit saja senior Yuan...'' ucap Yin Jue .


'' Mari kita pergi ke puncak gunung petir sekarang untuk melanjutkan pelatihanya ...''


'' Iya senior Yuan , aku akan mengunakan tehnik perpindahan agar lebih cepat sampai di sana...''


Kemudian Yin Jue memegang bahu Patriak Lei Yuan lalu menghilang dari sana .


Swussssh.


Mereka berdua telah berpindah di puncak gunung petir .


Kali ini Patriak Lei Yuan meninggalkan tetua Lei Xin dan tetua Lei San untuk berjaga di sana karena tidak ingin ada penyerangan lagi seperti kemarin , para tetua mereka akan di latih setelah Yin Jue berhasil menguasainya .


'' Sekarang saudara Jue lanjutkan untuk melatih memegang petir seperti kemarin...'' ucap Patriak Lei Yuan.


'' Iya senior Yuan...''


Kemudian Yin Jue mulai mengunakan tehnik pemangil petir , setelah petir sudah muncul kemudian Yin Jue langsung memegangnya , selang beberapa saat petir ini hilang kembali karena Yin Jue masih belum terbiasa .


Yin Jue berkonsentrasi penuh untuk mengendalikan petir ini agar dia bisa menguasai tehnik ini dengan cepat karena dia ingin segera pergi ke ibukota untuk menemui guru Lou Feng.


Setelah menjelang siang Yin jue akhirnya bisa memegang petir dengan sempurna dan sedikit lebih lama . Kemudian Yin Jue mengarahkan petir di tanganya ke sebuah batu untuk menghancurkan batu itu.


Duarrrrr..


Batu itu langsung hancur berkeping keping.


Wajah Yun Jue nampak terlihat senang karena sudah berhasil mengendalikan petir dengan tangannya .


Kemudian Yin Jue mencobanya kembali agar dia terbiasa dengan tehnik barunya ini .


Setelah mencobanya berkali kali kemudian Yin Jue mengakhiri latihannya .


'' Bagus bagus, ini adalah kemajuan yang sangat pesat , sekarang lanjutkan untuk melatih pengendali petir dengan pikiranmu agar bisa di gunakan menyerang tanpa memegangnya seperti yang aku peragakan kemarin...'' ucap Patrik Lei Yuan .


'' Aku masih belum faham senior Yuan , tolong di jelaskan lebih detailnya agar aku bisa mengerti...''

__ADS_1


'' Sekarang kau peragakan lah dulu teknik itu , aku akan membimbing mu jika ada yang salah...''


Kemudian Yin Jue langsung mengeluarkan tehnik pemanggil petir lagi , setelah petir muncul lalu Yin Jue mecoba mengendalikan petir ini dengan gerakan tanganya agar menyambar ke sebuah batu yang ada di depannya.


Tapi petir ini tiba tiba menghilang percobaan pertama Yin Jue gagal , Patriak Lei Yuan terus membimbing Yin Jue dan memberitahu letak kesalahan Yin Jue dalam mengendalikan petir ini.


Setelah mencoba yang kesekian kalinya akhirnya Yin Jue berhasil mengendalikan petir ini hanya dengan lambaian tangannya saja.


Wajah Yin Jue langsung terlihat tersenyum karena telah berhasil menguasai tehnik ini , karena sekarang dia sudah memiliki banyak tehnik untuk menyerang musuh jadi dia bisa mengunakan tehniknya sesuai dengan kelemahan musuhnya .


Kemudian Yin Jue mengulangi tehnik ini hingga berkali kali untuk membiasakan tehnik barunya ini lagi .


Setelah benar benar menguasai tehnik ini kemudian Yin Jue menghentikan latihannya.


Yin Jue menilai dari semua tehnik yang dia miliki ini , yang paling kuat dan mematikan adalah tehnik batu Kubus Kegelapan yang di gabungkan dengan Api Hitam Kekacauan .


'' Terima kasih senior Yuan, berkat bimbingan senior aku bisa mempelajari tehnik elemen petir ini...''


'' Iya sama sama saudara Jue , aku sebenarnya penasaran dengan elemen yang saudara Jue miliki karena saudara Jue memiliki tehnik yang sangat banyak , sebenarnya ada berapa elemen yang saudara Jue miliki...? tanya Patriak Lei Yuan penasaran .


Patriak Lei Yuan sangat penasaran karena sudah melihat Yin Jue mengunakan tehnik akar akar dari tanganya , terus tehnik Api hitam dan juga elemen petir yang sama dengannya .


'' Aku sebenarnya memiliki 9 elemen senior Yuan...'' ucap Yin Jue.


Patriak Lei Yuan sangat takjub dengan elemen yang Yin Jue miliki.


'' Berarti kamu memiliki semua elemen yang ada di dunia ini , kalau tidak salah salah tubuhmu adalah tipe tubuh Nirwana...'' ucap Patriak Lei Yuan sangat kagum .


'' Iya senior Yuan , guru Lou Feng pernah berkata seperti itu...''


'' Ya sudah kalau begitu ayo kita kembali ke klan Lei karena sekarang sudah sore hari...''


'' Iya senior Yuan...'' Kemudian Yin Jue langsung memegang tangan Patriak Lei Yuan lalu menghilang dari sana .


Swushhh..


Mereka berdua muncul di depan klan Lei . Lalu mereka berdua masuk ke dalam dan berjalan menuju aula, setelah beberapa saat mereka telah sampai di depan aula kemudian mereka masuk , di dalam aula tampak tetua Lei San dan tetua Lei Xin sedang berbincang bincang , lalu bergabung duduk di sana .


.

__ADS_1


####


__ADS_2