
.
.
Setelah sampai di gerbang akademi Khu Dong kemudian murid ini langsung menemui tetua Lian Zhi.
'' Maaf tetua Lian Zhi , aku ke sini ingin melaporkan kejadian yang di halaman akademi Khu Dong...''
'' Memangnya apa yang ingin kamu laporkan...?
'' Di sana tiba tiba muncul seorang pemuda yang belum pernah aku lihat , terus altar hitam yang ada di halaman akademi Khu Dong perlahan lahan tengelam ke tanah tanpa di ketahui siapa yang menenggelamkannya , mungkin pemuda yang baru muncul di sana yang menengelamkannya ...''
Mendengar laporan murid ini , kemudian tetua Lian Zhi dan para penjaga yang ada di sana langsung berlari ke halaman akademi untuk melihat nya .
Setelah sampai di sana ternyata altar hitam benar benar telah tengelam ke tanah , karena tempat altar hitam sebelumya sekarang hanya tinggal cekungan pasir saja , tetua Lian Zhi yakin yang menengelamkan altar hitam ini adalah pemuda yang yang mengunakan jubah berwarna biru ini , karena tetua Lian Zhi baru kali ini melihat wajahnya.
'' Maaf anak muda siapa kamu sebenarnya dan kenapa kamu menengelamkan altar hitam itu...? tanya tetua Lian Zhi ramah.
Mendengar ada seorang tetua yang menyapanya dengan ramah kemudian Yin Jue langsung menanggapi nya.
'' Apakah anda adalah salah salah satu tetua akademi Khu Dong ini...?
'' Iya benar , aku adalah salah satu tetua di sini...''
'' Kalau anda ingin tahu siapa aku sebenarnya , nanti tanyakan saja kepada Patriak Khu Lian dan tetua Khu Zhan, karena mereka berdua sangat mengenaliku , sedangkan alasan ku menengelamkan altar hitam ini karena akademi Khu Dong telah melakukan tindakan menyimpang yang telah memperbudak para gelandangan untuk di pekerjakan di dalam dimensi siluman ...''
Tetua Lian Zhi langsung terdiam mendengar pemuda ini mengetahui perbuatan akademi Khu Dong.
'' Baiklah , kalau begitu aku akan pergi dari sini , apakah tidak ada pertanyaan yang ingin kalian tanyakan lagi kepadaku...?
Tetua Lian Zhi hanya diam saja tidak menangapi Yin Jue , dia sebenarnya ingin menyerang Yin Jue karena telah menenggelamkan altar hitam , tapi dia tidak mau gegabah mengambil keputusan , karena pemuda ini terlihat sangat tenang tidak takut sama sekali , apalagi pemuda ini memiliki serangan yang bisa menengelamkan altar hitam , sehingga tetua Lian Zhi harus berfikir dua kali jika ingin menyerang pemuda ini.
__ADS_1
Setelah beberapa saat tubuh pemuda misterius ini tiba tiba menghilang di sana .
Tetua Lian Zhi sangat penasaran siapa sebenarnya pemuda misterius tadi.
'' Sekarang kita harus bagaimana tetua Lian Zhi, sedangkan kita tidak tahu siapa pemuda itu sebenarnya...'' ucap salah satu penjaga gerbang.
'' Aku juga tidak tahu harus berbuat apa lagi , karena kita sekarang hanya bisa menanti patriak Khu Lian dan tetua lainya keluar dari dimensi siluman untuk melaporkan kejadian ini , aku yakin pemuda tadi bukanlah orang sembarangan , karena memiliki tehnik yang bisa menengelamkan altar hitam ini dan bisa menghilang begitu saja...''
'' Terus apa maksud pemuda tadi yang mengatakan kalau akademi ini telah memperbudak para gelandangan di dalam dimensi siluman, sehingga pemuda tadi menengelamkan altar hitam ini...?
'' Aku juga tidak tahu mengenai itu , nanti kalian tanyakan saja kepada patriak Khu Lian , baiklah kalau begitu sekarang kalian kembalilah ke gerbang untuk berjaga di sana...''
Kemudian para penjaga gerbang langsung berjalan kembali ke gerbang sesuai perintah tetua Lian Zhi.
Para penjaga gerbang dan para prajurit akademi Khu Dong memang tidak ada yang tahu tentang perbudakan yang ada di dalam dimensi siluman , karena hanya para tetua saja yang mengetahui masalah ini.
Setelah para penjaga ini pergi tetua Lian Zhi duduk di sana sambil memikirkan keadaan tetua yang ada di dalam dimensi siluman .
.
****
.
Berpindah di halaman istana kota Fengxuan.
Setelah berpindah kemudian Yin Jue duduk kembali di gazebo bersama Qian Lin dan putri Feng Lulu .
'' Bagaiamana keadaan di dalam dimensi siluman tadi , apakah benar banyak tetua akademi Khu Dong masuk ke sana...''
'' Benar Lin'er, Patriak Khu Lian dan para tetua akademi Khu Dong masuk ke sana , sehingga aku mengurung mereka di sana dengan cara menengelamkan altar hitam yang di gunakan untuk mengaktifkan portal hitam, tapi sepertinya mereka nanti masih bisa keluar dari sana jika mereka mau mengali tanah agar bisa mengunakan altar ini lagi, tapi jika mereka mau mengali tanah aku yakin pasti butuh waktu sedikit lama agar bisa mengunakan altar hitam ini kembali ...''
__ADS_1
'' Meskipun mereka masih bisa keluar , setidaknya mereka bisa merasakan rasanya di kurung di sana dan sangat menyesal karena semua siluman penghuni dimensi itu telah lenyap karena telah kita kuras semuanya ...''
Di sela sela perbincangan mereka kemudian paman Duan Feng datang ke sana lalu ikut bergabung duduk di samping Yin Jue , lalu mereka berbincang bincang di sana sambil menikmati suasana di halaman istana kota.
'' Paman Duan Feng, menurutku paman harus bekerja lebih keras lagi membangun kota ini , apakah paman sudah merekrut para prajurit yang di tugaskan untuk menjaga keamanan kota Fengxuan ini...?
'' Belum tuan Yin Jue karena masih 2 hari aku menjadi penguasa kota , jadi aku masih merekrut beberapa tetua saja , untuk para prajurit aku masih belum mencarinya karena sebagian prajurit lama ada yang datang untuk menjadi menjadi prajurit lagi , nanti biar mereka yang mengajari para pemuda tadi, aku yakin perlahan lahan mereka nanti bisa di andalkan di kota ini, meskipun kekuatan mereka masih sangat rendah ....''
'' Paman benar para pemuda tadi memang kekuatannya masih tergolong rendah jika menjadi prajurit kota , tapi paman tenang saja karena aku ada sedikit darah siluman Serigala Perak yang aku dapatkan dari berburu di dalam dimensi Donglang , nanti paman tukar kan ini di paviliun Jiaohuan dengan batu mustika siluman , lalu bagikan kepada para bawahan paman dan para pemuda tadi agar kekuatan kota ini semakin kuat...'' ucap Yin Jue sambil memberikan 2 botol besar darah siluman Serigala Perak yang sudah di bekukan.
'' Ini untuk tuan Yin Jue saja , karena darah siluman Serigala Perak ini sangat berharga dan mahal...'' ucap paman Duan Feng menolaknya.
'' Paman Duan Feng tenang saja , kalau itu masih kurang aku akan memberikannya lagi , karena kemarin waktu di dalam dimensi milik akademi Khu Dong aku juga menangkap beberapa ekor siluman Serigala Perak yang masih hidup , jadi kuharap paman mau menerimanya...''
'' Baiklah kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi , tapi kenapa bisa siluman Serigala Perak juga ada di dalam dimensi milik akademi Khu Dong, karena setahuku siluman Serigala Perak hanya ada di dalam dimensi Donglang saja...'' ucap paman Duan Feng sambil memasukkan botol yang di bekukan itu ke dalam cincinnya.
'' Mungkin para tetua akademi Khu Dong waktu berburu di dalam dimensi Donglang tidak pernah membunuh para siluman Serigala Perak ini , melainkan mereka mengontraknya agar bisa berkembang biak di dalam dimensi mereka , itu sebabnya akademi Khu Dong memperbudak para pemuda tadi untuk di jadikan budak di sana , karena para pemuda tadi bertugas untuk berburu siluman kelas rendah sebagai makanan siluman Serigala Perak...''
'' Jadi itu alasan akedemi Khu Dong , pantas saja mereka selama ini menutup diri dari dunia luar...''
'' Iya paman , tapi dimensi mereka sekarang tidak bisa di gunakan untuk berburu mustika siluman lagi , karena aku sudah mengurasnya bersama para hewan kontrakku...''
Paman Duan Feng sangat kagum melihat keberuntungan yang di miliki oleh tuan Yin Jue , karena bisa memiliki beberapa ekor siluman Serigala Perak, seandainya paman Duan Feng tahu jumlah yang sebenarnya pasti akan muntah darah karena Yin Jue mendapatkan 45 ekor siluman Serigala Perak yang masih hidup .
Paman Duan Feng melanjutkan berbincang bincang di sana untuk menghabiskan waktu bersama mereka bertiga karena sebentar lagi akan berpisah.
Setelah menjelang malam kemudian paman duan Feng mengajak pulang ke rumah putri Feng Lulu untuk beristirahat di sana .
.
.
__ADS_1
####