
.
.
Setelah Qian Lin selesai membekukan tangan mereka kemudian Yin Jue mengajak nya kembali ke tempat ratu Bing Riu berada , lalu mereka duduk di sana lagi .
'' Sebenarnya ini botol apa Jue'er...? tanya ratu Bing Riu membuka percakapan .
'' Ini namanya adalah arak , minuman arak ini memabukkan atau membuat seseorang bisa sampai pingsan jika minum terlalu banyak , air ini biasanya hanya di minum oleh laki laki dewasa saja ...''
'' Jadi seperti itu, kalau begitu lebih baik di buang saja .....''
Kemudian Yin Jue langsung membuka tutup botol arak itu satu persatu lalu membuang isinya ke tanah , setelah beberapa saat Yin Jue telah selesai membuang semua arak itu .
Kemudian mereka berbincang bincang lagi di sana , malam itu tidak ada lagi orang yang mengganggu lagi seperti 12 orang tadi , kemudian satu persatu mereka langsung tidur di sana.
.
****
.
Keesokan harinya mereka bertiga langsung bangun ketika mendengar ledakan yang sangat keras .
'' Suara apa itu Gege...?
'' Mungkin suara orang yang sedang bertarung , karena hari ini adalah hari ke tujuh jadi banyak orang yang saling berebut mustika , mungkin karena mereka mendapatkan mustika hanya sedikit sehingga merebut punya orang lain...'' ucap Yin Jue berspekulasi .
'' Apakah Gege tidak ingin melihat pertempuran mereka...?
'' Tidak Lin'er, kita di sini saja hal seperti sudah maklum terjadi ketika hari ke tujuh , nanti kalau ada orang yang ingin merampas mustika kita , tinggal meringkus mereka saja karena ada senior Riu yang akan membantu kita di sini...''
'' Iya Gege , tapi aku yakin mereka tidak akan berani mendekati kita kalau mereka bisa merasakan aura senior Riu ini....''
'' Tapi pasti ada saja orang yang akan mendekati kita seperti tadi malam , aku sangat senang jika mereka mau berurusan dengan kita karena kita bisa mendapatkan mustika mereka secara cuma cuma...?
Mereka bertiga lalu menghabiskan waktu di sana sambil menunggu pembukaan dimensi ini kembali.
__ADS_1
Kerena jika berburu mustika siluman pasti telah habis karena selama semingu ini telah di buru oleh banyak orang .
Setelah menjelang sore kemudian Yin Jue memasukkan ratu Bing Riu ke dalam dimensi kalung Giok Dewa karena jika jika waktu penutupan dimensi ini hanya mereka berdua saja yang akan di teleportasi ke luar .
Kemudian Yin Jue mengembalikan kalung milik Qian Lin .
'' Nanti kau gunakanlah tehnik kamuflase mu , karena sekarang sudah tidak ada ratu Bing Riu di sisi kita , aku yakin sebentar lagi pasti banyak orang ke sini untuk menargetkan kita...''
'' Iya Gege santai saja , itu adalah perkara mudah , kira kira dengan mustika yang telah kita miliki sekarang apakah sudah cukup untuk kita naik ke tingkat selanjutnya....?
'' Cukup Lin'er...tapi hanya satu tingkat saja karena jika ke tingkat selanjutnya itu masih membutuhkan lebih banyak lagi...''
'' Tidak apa apa Gege , meskipun hanya satu tingkat itu termasuk kemajuan yang cukup baik untuk kekuatan kita...''
'' Benar Lin'er, aku ingin kamu juga mempunyai perisai Dewa seperti yang lainnya , karena jika kau masih belum memiliki perisai ini akan sangat merepotkan untuk mengalahkan musuh kita...''
Kemudian mereka berdua merasakan banyak aura orang yang sagat kuat sedang mendekat.
Kemudian Qian Lin langsung mengunakan tehnik kamuflasenya bersama Yin Jue untuk melihat siapa yang detang mendekat ini .
Setelah beberapa saat datang 9 orang ke sana , mereka datang dari hulu sungai yang mengalir ke danau ini , lalu mereka berhenti di dekat Yin Jue dan Qian Lin .
'' Tadi malam Tian muda Juan Li dan rekan rekannya bermpamitan ingin pergi ke danau ini , tapi siang tadi mereka belum juga kembali ke tempat yang sudah kita sepakati...''
'' Kita harus menyebar untuk mencari mereka di sekitar sini , aku merasakan aura mereka tadi malam masih ada di sini tapi sekarang aku sudah tidak bisa merasakan aura mereka lagi , aku yakin telah terjadi sesuatu kepada mereka semua ...''
'' Baiklah kami mengerti Patriak Juan Shan...''
Kemudian mereka langsung menyebar , satelah beberapa saat Patriak Juan Shan langsung berteriak .
'' Semuanya kembalilah ke sini...'' ucap Patriak Juan Shan .
Kemudian mereka semua langsung berbalik dan kembali ke tempat Patriak Juan Shan berada.
'' Ada apa Patriak Juan Shan ...?
'' Kalian lihatlah 12 patung Es ini , sepertinya ini adalah patung mereka , coba kalian periksa...''
__ADS_1
Kemudian para bawahan Patriak Juan Shan langsung memeriksanya , lalu salah satu dari mereka mengeluarkan tehniknya berupa pukulan untuk menhancurkan patung Es ini .
Tapi pukulannya tidak bisa mengores sama sekali patung Es ini , kemudian rekan rekannya langsung mengabungkan kekuatan mereka untuk menghancurkan salah satu patung Es ini , tapi gabungan kekuatan mereka hanya bisa membuat keretakan kecil saja , tapi mereka tidak putus kemudian mengabungkan kekuatan mereka lagi untuk menghancurkan patung Es ini lagi , setelah percobaan yang ke tiga akhirnya patung Es ini berhasil di hancurkan .
Mereka sangat kaget ketika melihat yang ada di dalam patung Es ini.
'' Patriak Juan Shan...''
Kemudian Patriak Juan Shan langsung berjalan ke tempat mereka menghancurkan patung Es ini , Patriak Juan Shan sangat kaget ketika melihat orang yang ada di dalam patung Es ini karena itu adalah anak nya .
Dia melihat anaknya telah mati karena sudah tidak mempunyai aura kehidupan sama sekali .
'' Bajingan.... siapa yang telah membunuh anakku ini....'' ucap Patriak Juan Shan murka .
'' Iya patriak... kita harus mencari pelakunya bagaimana pun caranya, aku akan mencincang cincang orang yang telah menhina klan Juan ini ....'' ucap salah satu bawahan Patriak Juan Shan .
'' Itu tidak akan mudah , karena aku merasakan di sini tadi ada aura 2 manusia dan 1 siluman yang sangat kuat , kalau kekuatan menusia saja tidak akan sekuat ini karena kekuatan kita sama saja jika berada di dalam dimensi Dongwu ini , aku yakin ini adalah serangan siluman karena Es ini sangat kuat...''
'' Itu benar juga Patriak , karena tadi aku harus mengabungkan kekuatanku dulu untuk menghancurkan patung Es ini , kalau begitu sekarang apa yang harus kita lakukan...?
'' Sekarang kalian hancurkan dulu semua patung Es ini , barang kali kita menemukan jejak 2 manusia ini , karena hanya 2 manusia ini yang tahu kejadian ini...'' ucap Patriak Juan Shan.
Kemudian para bawahan Patriak Juan Shan langsung mengabungkan kekuatan mereka lalu menhancurkan satu persatu patung Es yang ada di sana .
Sedangkan patriak Juan Shan nampak bersedih di pinggir tubuh anaknya yang telah mati .
'' Gege... sepertinya mereka ini dari keluarga klan yang sangat besar , karena anggotanya sangat banyak yang di tugaskan berburu di dalam dimensi Dongwu ini...'' ucap Qian Lin berspekulasi .
'' Sepertinya benar Lin'er, tapi santai saja mereka tidak akan bisa menemukan pembunuh mereka ini , bahkan jika mereka mencurigai siluman Phoenix , mereka tidak akan bisa menyerang kerajaan Dongwu karena kekuatan mereka akan di tekan sehingga tidak akan bisa menandingi kekuatan burung Phoenix Es...''
'' Soal itu aku sudah mengerti Gege , kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan setelah ini ...''
Kemudian Yin Jue dan Qian Lin menunggu mereka di sana .
.
.
__ADS_1
####