Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 309 : Kemarahan siluman Rubah Putih.


__ADS_3

.


.


Setelah mengeluarkan tubuh siluman Beruang Putih kemudian Yin Jue mengeluarkan pisau kecil lalu membelah kepalanya untuk mengambil mustika nya .


Setelah mengambil mustika nya kemudian Yin Jue memasukkan kembali tubuh siluman Beruang Putih ke dalam cincinya .


'' Lin'er.... berhubung sekarang masih siang kita berburu saja di kawasan gunung bersalju ini , karena siluman Serigala Perak jika siang hari pasti tidak akan keluar , jadi nanti malam saja kita berburu siluman Serigala Perak...''


'' Iya Gege , aku sangat penasaran siluman yang menghuni gunung Bersalju ini , karena tidak mungkin Gunung sebesar ini hanya di huni oleh siluman Beruang Putih saja , lagi pula aku yakin siluman yang menghuni gunung bersalju ini pasti siluman yang mempunyai elemen Es sepertiku , nanti mustika nya akan sangat berguna kepadaku ....''


Kemudian mereka berdua langsung berjalan dengan santai ke arah puncak gunung untuk mencari siluman di sana .


Setelah 10 menit berlalu mereka berdua keluar dari hutan dan memasuki kawasan bersalju , kemudian mereka berdua berjalan dengan pelan pelan karena salju yang mereka injak sekarang sangatlah tebal .


Sudah 30 menit mereka berjalan di atas hamparan salju , sekarang mereka berdua sangat berhati hati karena sudah beberapa kali mereka menginjak sebuah lubang yang tertutup salju , sehingga salah satu dari mereka langsung tengelam di hamparan salju , beruntung nya mereka berdua selalu berpegang tangan jadi bisa saling tolong menolong jika salah satu dari mereka terperosok ke dalam lubang.


Setelah dua jam berlalu kemudian mereka berdua memilih beristirahat di sebuah batu yang sangat besar , untuk melihat lihat di sekelilingnya , karena dari tadi mereka belum menemui siluman satu pun .


Kemudian Yin Jue secara tidak sengaja melihat ada seekor siluman Rubah yang masuk ke sebuah lubang di antara batu batu yang sangat besar di sebuah tebing yang cukup curam dan di pisahkan oleh sebuah cekungan seperti sungai yang sangat dalam .


'' Lin'er , sepertinya lubang itu adalah tempat persembunyian siluman Rubah....'' ucap Yin Jue sangat tertarik dengan rubah ini.


'' Iya Gege , apa mungkin itu adalah sarang siluman Rubah...''


'' Sepertinya begitu Lin'er , kita selidiki saja dulu dari sini , jika kita melihat ada siluman rubah lagi yang keluar atau masuk ke lobang itu berarti itu memang adalah sarangnya...''


Mereka berdua terus melihat di area sekeliling lubang tempat siluman Rubah tadi , setelah 1 jam berada di sana Yin Jue dan Qian Lin tidak melihat satupun siluman Rubah keluar masuk dari sana.


'' Lin'er... sekarang ayo kita ke sana karena aku ingin memastikannya , tapi hilangkan dulu tehnik kamuflase mu ini karena jika ingin ke sana kita harus terbang , tapi jika kita nanti sudah sampai di sana kamu langsung gunakan lagi tehnik kamuflase ini .....''


Kemudian Qian Lin langsung menghilangkan tehnik kamuflase nya sesuai intruksi dari suaminya , lalu mereka berdua langsung terbang menuju bebatuan tempat siluman Rubah bersembunyi .


Setelah sampai di depan lubang kemudian Qian Lin langsung mengunakan tehnik kamuflasenya lagi sehingga tubuhnya mereka berdua tak terlihat lagi .


Yin Jue melihat lubang ini hanya bisa di masuki dengan merangkak saja , tapi itu tidak mungkin harus dia lakukan karena tehnik kamuflase mereka berdua akan menghilang jika masuk ke lubang satu persatu .

__ADS_1


Yin Jue memutuskan untuk menyerangnya dari sana agar siluman Rubah ini mau keluar , Yin Jue juga mengintruksikan Qian Lin untuk membekukan Lubang ini jika nanti dirinya sudah melemparkan gelembung gelembung transparan ke dalam .


Kemudian Yin Jue langsung menciptakan gelembung gelembung transparan di tangannya lalu di lemparkan ke dalam lubang itu , melihat suaminya sudah melemparkan gelembung gelembung itu ke dalam lubang , kemudian Qian Lin langsung membekukan lubang itu dengan Es abadinya agar asap beracun itu tidak bisa keluar.


Mereka berdua kemudian menunggu sejenak untuk melihat apa yang akan terjadi di sana.


Setelah 2 menit berlalu lubang itu bergetar getar seperti ada yang menabrak dinding Es ciptaaan Qian Lin.


'' Lin'er sekarang serap lah kembali Es itu....'' ucap Yin Jue.


Kemudian Qian Lin langsung menyerap Es yang membekukan lubang itu .


Setelah Es ini menghilang kemudian siluman rubah langsung keluar dari lubang , kemudian langsung melompat ke udara dan tubuhnya bertambah besar 10 kali lipat dari sebelumnya .


Kemudian siluman Rubah ini langsung membuka mulutnya lebar lebar seperti akan menyemburkan sesuatu ke arah lubang tempat Yin Jue dan Qian Lin berada.


Dari dalam mulut Siluman Rubah keluar bola Es yang sangat besar langsung menerjang ke arah Yin Jue dan Qian Lin berada.


Melihat ada serangan mendekat kemudian Yin Jue langsung memegang tangan Qian Lin lalu berpindah ke batu tempat mereka berdua tadi beristirahat.


Setelah beberapa saat....


Suara ledakan bola Es siluman Rubah yang menghantam tebing sehingga membuat banyak keretakan di tebing itu .


Kemudian siluman Rubah kembali menyemburkan bola Es lagi ke tebing itu hingga berkali kali .


Yin Jue dan Qian Lin bisa melihat dengan jelas keretakan tebing yang di lapisi Es itu akibat terkena semburan bertubi tubi seperti itu.


'' Gege sepertinya sebentar lagi akan terjadi longsor akibat keretakan itu...'' ucap Qian Lin berbicara melalui telepati.


Setelah beberapa saat getaran getaran mulai terjadi .


Siluman Rubah juga mengaum kan suara yang sangat keras seperti seseorang yang sedang marah .


Kemudian perlahan lahan mulai terjadi longsor dari keretakan itu dengan perlahan lahan .


Setelah beberapa saat keretakan ini menjalar kemana mana sehingga tempat Yin Jue dan Qian Lin

__ADS_1


Yin Jue dan Qian Lin merasakan batu yang mereka pijak saat ini juga bergetar .


Kemudian siluman rubah ini langsung melompat lompat untuk naik menuju puncak gunung ketika salju di sana sudah mulai longsor.


'' Gege.... kita harus pergi dari tempat ini karena sebentar lagi pasti akan terjadi longsoran salju yang sangat dahsyat...''


'' Kalau begitu kita terbang tinggi saja , untuk melihatnya dari atas...''


Kemudian mereka berdua langsung terbang untuk menghindari longsoran salju ini , mereka tidak peduli lagi terhnik kamuflase nya menghilang yang penting tetap aman.


Dari atas Yin Jue dan Qian Lin bisa melihat longsoran ini begitu dahsyat , salju ini longsor bercampur dengan batu batu yang menghantam apa saja yang di lewatinya .


'' Gege... aku yakin semua orang yang berada di dalam dimensi Donglang ini bisa merasakannya , karena getaran ini sangatlah kuat...''


Sepertinya begitu Lin'er, kalau begitu nanti jika longsoran ini sudah menghilang ayo kita segera pergi ke hutan , karena aku yakin para siluman pasti akan keluar dari persembunyiannya ketika merasakan getaran yang sangat kuat ini...''


'' Iya Gege... semoga saja seperti itu...''


Setelah Qian Lin menyesaikan kata katanya mereka berdua melihat ada bola Es yang menerjang ke arah mereka berdua.


Kemudian Yin Jue dan Qian Lin langsung menghidari bola Es ini dengan cara terbang sedikit tinggi .


Yin Jue dan Qian Lin melihat ternyata siluman Rubah yang telah menyerang nya.


Siluman Rubah terlihat bertambah murka ketika melihat Yin Jue dan Qian Lin berhasil menghindari serangannya .


Kemudian siluman rubah langsung mengibaskan ekornya ke arah Yin Jue dan Qian Lin dengan sangat cepat .


Tapi mereka berdua beruntungnya masih bisa menghindarinya .


Melihat serangannya berhasil di hindari kemudian siluman Rubah langsung menembakkan bola bola Es secara bertubi tubi kepada Yin Jue dan Qian Lin .


Dengan kelincahan yang mereka miliki mereka berdua masih bisa menghindari bola bola Es ini .


.


.

__ADS_1


####


__ADS_2