Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 442 : Pencarian Khu Lunzhi.


__ADS_3

.


.


Setelah paman Duan Feng dan rekan rekan nya telah pergi ke halaman istana kota kemudian Yin Jue masuk ke dalam rumah , lalu Yin Jue duduk di kursi ruang tamu untuk menunggu Qian Lin .


Setelah beberapa menit Qian Lin keluar dari dalam bersama bibi Lianli, nona Wan dan putri Feng Lulu , kemudian bibi Lianli langsung menyapa Yin Jue.


'' Tuan Yin Jue , apakah suamiku sudah pergi ke halaman istana kota...?


'' Benar bibi Lianli, bibi segeralah menyusul ke sana untuk menyapa para warga yang telah datang...''


'' Baiklah kalau begitu , aku akan ke sana sekarang bersama Wan'er dan putri Feng Lulu dulu , nona Qian Lin sudah bercerita kalau kalian berdua akan berkamuflase karena banyak yang sedang menyelidiki tuan Yin Jue...''


'' Iya silahkan bibi , nanti kami juga ada di sana untuk memastikan keamanan jalannya acara pelantikan ini....''


Kemudian mereka bertiga langsung keluar rumah , sedangkan Yin Jue dan Qian Lin berdiam dulu di rumah putri Feng Lulu .


'' Gege.... kalau begitu kita langsung saja mengunakan tehnik kamuflase, karena kita juga harus segera ke halaman istana kota untuk melihat siapa saja yang datang ke sana , takutnya nanti ada saja orang yang menggangu ...''


'' Iya , sekarang mari keluar rumah ini dulu , karena kita harus menutup pintunya....''


Kemudian mereka berdua langsung keluar rumah dan menutup pintunya , lalu berjalan menuju halaman istana kota dengan bergandengan tangan , kemudian Qian Lin langsung mengaktifkan tehnik kamuflase nya sehingga tubuh mereka berdua tak terlihat di sana .


Setelah 10 menit berlalu mereka telah sampai di halaman istana kota , kemudian Yin Jue dan Qian Lin memilih berjalan menuju dekat gerbang istana kota untuk berjaga di sana , karena sekarang paman Duan Feng sudah mulai menyapa para warga kota yang hadir di halaman istana kota .


.


****


Berpindah di klan Feng yang telah porak poranda .

__ADS_1


Patriak Khu Lian dan tetua Khu Zhan setelah sampai di sana kemudian langsung mencari lorong yang menuju ruang bawah tanah .


Mereka berjalan di antara reruntuhan bangunan yang telah porak poranda dengan berjalan seperti biasanya sambil mencari cari petunjuk tentang pemuda yang telah memporak porandakan klan Feng ini.


'' Saudara Zhan , pemuda ini sunguh mengerikan , karena bisa memporak-porandakan klan Feng hingga seperti ini dalam satu hari saja ....'' ucap Patriak Khu Lian.


'' Benar saudara Lian , makanya kita tidak boleh menyingung pemuda ini jika kita tidak ingin bernasib sama seperti klan Feng ini...''


'' Apakah kamu tahu serangan apa yang di gunakan pemuda ini untuk memporak porandakan klan Feng ini...''


'' Aku tidak tahu sama sekali serangan yang di miliki oleh pemuda ini , tapi waktu aku berada di istana kota Fengxuan untuk mengambil artefak Perlindungan, aku mendengar ada suara petir yang menggelegar , bisa jadi serangan petir itu adalah salah satu serangan milik pemuda itu...''


'' Sepertinya dugaan mu benar , karena hanya serangan dahsyat seperti itu saja yang bisa menghancurkan klan Feng ini , sepertinya ada yang kurang ketika aku melihat halaman klan Feng ini , karena ada sesuatu yang menghilang di halaman klan Feng ini....'' ucap Patriak Khu Dong sambil mencoba mengingat nya .


'' Memangnya apa saudara Lian...?


Setelah beberapa saat Patriak Khu Lian langsung teringat .


Kemudian tetua Khu Zhan langsung menuruti saja ajakan Patriak Khu Lian.


Setelah sampai di tempat altar hitam berada , mereka berdua melihat tanah yang menjadi tempat berdirinya altar hitam telah menjadi pasir dan membentuk sebuah cekungan.


'' Saudara Zhan menurutmu bagaiamana , apa mungkin altar hitam yang ada di sini telah di ambil atau bisa jadi tengelam ke dasar tanah karena pemukaan tanah ini telah menjadi pasir....''


'' Aku tidak bisa menebaknya karena kejadian ini sangat aneh , kalau begitu kita segera menuju ruang bawah tanah saja , karena tujuan kita ke sini adalah untuk memeriksa di sana....'' ucap tetua Khu Zhan, karena dia ingin mencari ruang harta yang ada di sana.


'' Kita langsung terbang saja , karena aku masih mengingat lorong menuju ruang bawah tanah ini...''


Kemudian mereka berdua langsung terbang menuju letak lorong menuju ruang bawah tanah.


Setelah beberapa menit mereka berdua telah sampai di lorong yang menuju ruang bawah tanah .

__ADS_1


'' Di bawah reruntuhan bangunan ini ada lorong menuju ruang bawah tanah , jadi kita harus membersihkan reruntuhan bangunan ini dulu...'' ucap Patriak Khu Lian.


Kemudian mereka berdua membersihkan reruntuhan bangunan secara bersama sama , setelah beberapa menit berlalu akhirnya mereka bisa melihat lorong jalan menuju ruang bawah tanah.


Kemudian mereka berdua langsung masuk ke sana , Patriak Khu Lian langsung berjalan dengan cepat memasuki lorong menuju ruang bawah tanah , sedangkan tetua Khu Zhan berjalan dengan santai sambil melihat ke kanan dan kiri untuk mencari ruangan lain di sana , karena tetua Khu Zhan yakin ada ruang harta yang tersembunyi di dalam ruang bawah tanah ini.


Setelah sampai di unjung lorong bawah tanah patriak Khu Lian melihat di sana hanya ada beberapa sel tahanan saja , kemudian Patriak Khu Lian menyusuri setiap sudut ruang bawah tanah untuk mencari keberadaan putra nya.


Akhirnya Patriak Khu Lian menemukan sebuah kamar yang terbuka di sana .


'' Semoga putraku bersembunyi di dalam kamar ini...'' batin Patriak Khu Lian .


Kemudian Patriak Khu Lian langsung masuk ke dalam kamar itu , setelah masuk di sana Patriak Khu Lian merasakan samar samar aura putra nya pernah berada di dalam kamar ini , tapi aura ini sepertinya telah menghilang , kemudian Patriak Khu Lian langsung mencari di setiap sudut kamar ini , dia kemudian menemukan pakaian putranya yang tergeletak di samping tempat tidur .


'' Lunzhi'er , apa yang telah terjadi kepadamu , kenapa di sini tinggal pakaian mu saja...'' batin Patriak Khu Lian.


Setelah beberapa saat tetua Khu Zhan juga masuk ke sana .


'' Apa yang kamu temukan saudara Lian....''


'' Aku menemukan pakaian Lunzhi'er di sini , aku juga merasakan samar samar aura nya juga pernah berada di tempat ini , tapi sekarang auranya telah menghilang...'' ucap Patriak Khu Lian sambil menunjukan pakaian putranya di tangan nya .


'' Iya itu adalah pakaian yang di gunakan oleh Khu Lunzhi waktu bertemu denganku terakhir kali , tapi ke mana dia bersembunyi , terus jika dia memang bersembunyi kenapa harus melepas pakaiannya...? ucap tetua Khu Zhan sedikit bingung.


'' Aku juga bingung memikirkan semua ini...'' ucap Patriak Khu Lian.


Di saat mereka sedang memikirkan semua ini kemudian tetua Khu Zhan melihat ada lagi ruangan di dalam kamar ini .


.


.

__ADS_1


####


__ADS_2