
.
.
'' Apakah benar itu tetua Jing Zhi...?
'' Benar saudara Jing Zhou , aku merasakan mereka ini sangat mencurigakan karena aura mereka tidak sama dengan kita para siluman yang ada di dalam dimensi Yinshen ini , sebagai penjaga pulau ini aku sangat tidak suka dengan kedatangan mereka ini...'' ucap tetua Jing Zhi memberi alasan.
'' Baiklah kami mengakui telah salah kerena menyambut kalian seperti ini , kalian boleh meminta kompensasi apa saja pasti akan kami kabulkan...'' ucap tetua Jing Zhou.
Tetua Jing Zhou tidak ingin gegabah karena dia belum tahu kekuatan Yin Jue yang sebenarnya .
'' Aku hanya ingin membunuh Jing Zhi saja sebagai kompensasinya , karena tadi jika aku tidak menghindarinya pasti kami berdua sudah mati , bahkan dia menyerang ku hingga dua kali...'' ucap Yin Jue .
Mereka langsung terdiam mendengar permintaan Yin Jue ini.
'' Maaf kalau itu aku tidak bisa , kau boleh menyerang tetua Jing Zhi 1 kali saja sebagai kompensasi nya , kamu tidak boleh memakai senjata untuk menyerang nya , tapi jika serangan mu telah gagal kalian berdua harus pergi dari pulau ini dan melupakan masalah ini...'' ucap Jing Zhou .
'' Baiklah aku akan menerima kompensasi itu , tapi jika aku berhasil membunuh tetua Jing Zhi dengan sekali serangan , aku akan mengambil mustika di dalam tubuhnya...'' ucap Yin Jue .
'' Apakah kau juga setuju tetua Jing Zhi...'' tanya Jing Zhou.
'' Iya aku setuju saja , aku ingin mencoba kekuatanmu...'' ucap Jing Zhi .
Jing Zhi sangat percaya diri karena kalau hanya serangan petir saja hanya membuat kulitnya mengelupas saja , nanti pasti akan meregenerasi kembali .
Mereka semua hanya tersenyum mendengar perkataan Yin Jue , karena selama ini tidak ada serangan apapun yang bisa membunuh siluman Paus Biru karena pertahanan tubuh siluman Paus biru sangat kuat .
Kemudian Jing Zhi dan Yin Jue berjalan menjauh dari sana , sedangkan Qian Lin juga ikut di belakang Yin Jue , karena Qian Lin tidak ingin ada serangan menyelinap yang menyerangnya ketika tahu tetua Jing Zhi ini di kalahkan oleh suaminya .
Setelah sedikit jauh dari tempat mereka sebelumnya kemudian mereka saling berhadapan dengan jarak sedikit jauh kurang lebih 10 meter .
'' Apakah kau sudah siap pak tua , sampaikanlah permintaan terakhirmu kepada rekan rekan mu ...'' ucap Yin Jue sedikit memprovokasi .
'' Bajingan... cepatlah lakukan aku ingin tahu seperti apa serangan mu , kalau hanya serangan seperti tadi hanya akan menggelitik saja....'' ucap Jing Zhi sedikit meremehkan Yin Jue.
__ADS_1
Kemudian Jing Zhi bertranformasi menjadi Siluman Paus Biru .
Melihat Jing Zhi sudah bertranformasi kemudian Yin Jue meminum pil Pengikat Energi untuk berjaga jaga jika nanti mereka semua ini mengingkari nya , setelah meminum pil itu kemudian Yin Jue langsung mengalirkan energi nya ke dalam batu Kubus Kegelapan lalu di gabungkan dengan inti Api Hitam Kekacauan .
Tiba tiba di bawah tubuh Jing Zhi muncul asap dan api hitam yang langsung membakar tubuhnya dari bawah , sedangkan asap hitam ini langsung menyelimuti seluruh tubuh Jing Zhi yang sangat besar ini .
Kemudian Yin Jue langsung menyerap energi Jing Zhi dengan kekuatan penuhnya .
Jing Zhi hanya tersenyum saja melihat serangan Yin Jue yang ternyata hanya api dan asap hitam saja , tapi setelah beberapa saat dia merasakan api ini sangat panas dan energinya tiba tiba ada yang menyerapnya .
Kemudian Jing Zhi langsung berguling guling di atas tanah agar Api Hitam ini segera padam , tapi usahanya hanya sia sia saja , sambil menahan sakit panas kemudian tubuh Jing Zhi langsung bergerak gerak ke laut agar Api Hitam ini bisa padam jika terkena air laut , setelah sampai di bibir pantai kemudian Jing Zhi langsung menyelam ke dalam laut .
Tetua Jing Zhou dan rekan rekannya sangat kaget dengan serangan yang di gunakan oleh Yin Jue ini , mereka baru kali ini melihat api berwarna hitam seperti itu , sedangkan 2 manusia yang pernah berkunjung ke pulau ini mempunyai api bewarna merah , mereka kemudian sedikit lega ketika melihat tetua Jing Zhi telah menyelam ke dalam laut , mereka yakin api hitam ini akan padam .
Tapi setelah beberapa saat tetua Jing Zhi naik kembali ke permukaan .
Mereka sangat kaget karena Api Hitam belum juga padam , sekarang Api Hitam ini semakin besar dan membakar seluruh tubuh tetua Jing Zhi , tapi hanya kepalanya saja yang tidak terbakar karena Yin Jue tidak ingin mustika yang ada di kepalanya ikut terbakar juga.
Tetua Jing Zhi terlihat terus menerus meraung kesakitan .
Setelah 30 menit energi tetua Jing Zhi akhirnya telah habis di serap oleh Yin Jue , api hitam ini kemudian sangat cepat membakar tubuh tetua Jing Zhi karena sudah tidak ada perlawanan sama sekali .
Setelah 15 menit berlalu tubuh dan tulang tetua Jing Zhi akhirnya menjadi abu , yang tersisa hanya kepalanya saja , tetua Jing Zhou dan rekan rekannya sebenarnya sangat geram melihat anggotanya di perlakukan seperti ini , kemudian mereka langsung berbisik bisik sesuatu , Yin Jue yang melihat gelagat mereka sepertinya mempunyai rencana busuk kemudian segera mengambil mustika tetua Jing Zhi .
Setelah mengambilnya lalu Yin Jue menyimpannya ke dalam cincinnya.
Tapi tiba tiba datang 5 orang lagi dari arah utara .
Yin Jue merasakan aura mereka ini sama dengan aura yang di miliki oleh Xin Shayu dan Bai Shayu .
'' Lin'er... kamu berkamuflase lah dan pergilah ke belakang mereka , kalau mereka ingin menyerang ku langsung gunakanlah Jala Sutra sebelum mereka bertranformasi , karena jika mereka sudah bertranformasi butuh waktu lumayan lama untuk mengalahkan mereka , biar nanti kekuatanmu juga segera meningkat setelah menyerap energi mereka ...'' ucap Yin Jue berbicara melalu telepati.
'' Iya Gege aku mengerti...'' kemudian Qian Lin langsung berkamuflase lalu menghilang dari sana.
Kemudian kelima orang ini langsung turun tepat di depan tetua Jing Zhou dan rekan rekannya.
__ADS_1
'' Ada apa saudara Wan Shayu , sepertinya ada hal yang sangat penting kau datang ke sini...'' ucap tetua Jing Zhou.
'' Aku datang ke sini karena tetua Bai Shayu telah mati di bunuh oleh sepasang manusia...'' ucapnya Wan Shayu .
Kemudian tetua Jing Zhou langsung melihat ke arah Yin Jue dan Qian Lin berada , tapi dia sangat kaget karena Qian Lin telah menghilang.
'' Apakah serangan manusia ini mengunakan Api Hitam....'' tanya tetua Jing Zhou.
'' Benar saudara Jing Zhou, anehnya api hitam ini tidak bisa di padamkan , sehingga perlahan lahan tubuh tetua Bai Shayu langsung menjadi abu...'' ucap tetua Wan Shayu.
'' Berarti mereka adalah manusia yang telah membunuh tetua Bai Shayu karena tadi tetua Jing Zhi juga di bunuh dengan api hitam seperti yang saudara Wan Shayu katakan...''
Kemudian Wan Shayu dan rekan rekannya langsung melihat ke arah Yin Jue . Mereka melihat Yin Jue dengan tatapan penuh dengan kebencian dan ingin segera membunuh Yin Jue .
Kemudian tetua Wan Shayu langsung berbisik bisik dengan tetua Jing Zhou dan rekan rekannya .
Setelah beberapa saat kemudian mereka mengangukan kepalanya.
Qian Lin yang mendengarkan mereka berbisik bisik kemudian langsung mengeluarkan Jala Sutra dengan sangat cepat sebelum mereka bertranformasi.
Tiba tiba ada jala yang sangat besar muncul di atas kepala mereka , jala ini langsung mengurung mereka dengan sangat cepat ketika mereka akan bertranformasi.
Mereka sangat kaget dengan serangan jala ini , setelah beberapa saat mereka sangat panik ketika merasakan energi mereka di serap oleh jala ini.
Yin Jue kemudian menciptakan gelembung gelembung transparan di tangannya lalu di lemparkan ke arah mereka yang terkurung Jala Sutra milik Qian Lin .
Ketika sudah dekat gelembung ini langsung pecah kemudian menjadi asap beracun yang langsung menyebar di sekitar mereka .
'' Bajingan.... asap apa ini , kenapa tiba tiba tubuhku terasa panas...'' ucap Wan Shayu .
Mereka semua langsung panik karena baru kali ini mereka merasakan ada serangan seperti ini , karena di dalam dimensi Yinshen tidak ada yang namanya racun dan sejenisnya , karena hanya bangsa manusia saja yang mempelajari racun .
.
.
__ADS_1
####