
.
.
Qian Lin dan senior Riu hanya tersenyum di hati saja melihat Yin Jue bersandiwara seolah oleh adalah pemuda yang lemah .
'' Maaf senior , apakah ketika di dalam arena pertarungan nanti boleh saling membunuh...?
'' Hahaha... apakah kau belum pernah melihat turnamen ini...''
'' Belum senior karena aku berasal dari tempat yang sangat jauh...''
'' Di dalam turnamen nanti boleh saling membunuh , tapi aku sarankan kepadamu jika kau sudah kalah lebih baik langsung melompat turun arena agar tidak jadi bulan bulanan para peserta lainya karena di dalam pertarungan nanti hanya mengandalkan kekuatan fisik saja dan di larang mengunakan benda pusaka dalam bentuk apapun karena hanya tangan kosong saja , jadi kau berpikirlah seribu kali jika kau ingin mengikuti turnamen ini karena menurutku tubuhmu perlu berlatih fisik dulu agar tahun depan bisa mengikuti turnamen ini lagi ...''
'' Saudara Zhuan benar , kau masih sangat muda jadi akan di sayangkan jika kau nanti hanya menjadi bulan bulan peserta lain , lebih baik kau jadi penonton saja untuk menyemangati kami bertarung , nanti aku akan memberimu sebagian hadiah yang aku dapatkan...''
'' Iya senior , terima kasih banyak atas tawaran dan nasihatnya ....''
Setelah beberapa saat makanan pesanan mereka datang , pelayan restoran kemudian langsung menghidangkan di atas meja.
'' Silahkan menikmati tuan muda dan nona muda...''
'' Iya terima kasih nona....''
Kemudian mereka bertiga langsung menikmati makanan yang telah di pesan dengan santai sambil berbincang bincang dan mendengarkan pembicaraan para tetua yang ada di sekitarnya.
Setelah selesai makan mereka bertiga tetap ada di sana sambil menunggu malam tiba .
Yin Jue melihat para pengunjung restoran datang silih berganti , sehingga Yin Jue mendapat informasi yang sangat banyak dari mereka .
Ternyata sebagian dari mereka datang ke kota ini untuk ikut taruhan di acara turnamen nanti , Yin Jue yakin nanti acara ini akan semakin ramai jika banyak penonton yang memasang taruhan .
Setelah para pengunjung sudah tidak ada lagi kemudian Yin Jue langsung mengajak Qian Lin dan senior Riu ke kamar penginapan , sebelum keluar Yin Jue membayar dulu di kasir restoran , setelah membayarnya kemudian mereka bertiga keluar restoran lalu berjalan ke penginapan .
__ADS_1
Setelah sampai di lantai 3 kemudian Yin Jue mencari nomor kamar yang telah dia sewa , di lantai 3 ternyata banyak orang yang bersantai di depan kamar mereka masing masing .
Setelah menemukan kamarnya kemudian Yin Jue langsung mengajak Qian Lin dan senior Riu masuk ke dalam kamar .
Semua orang yang ada di depan kamar tampak iri melihat Yin Jue membawa dua wanita masuk ke dalam satu kamar saja .
Mereka tidak ada yang menyadari kalau salah satu wanita ini adalah seekor siluman , mereka tidak ada yang mengedarkan kesadarannya karena sekarang di tempat yang aman .
'' Hai anak muda , jangan terlalu banyak bermain dengan wanitamu , nanti kau tidak akan bisa ikut turnamen karena energimu telah habis untuk melayani mereka...'' ucap salah satu pria yang ada di depan kamar sambil tertawa.
Yin Jue tak menghiraukan apa yang mereka katakan , karena sangat malas melayani orang orang seperti ini .
Para tetua yang ada di depan kamar hanya berani menggoda Yin Jue lewat kata kata saja , karena mereka yakini pemuda ini pasti berasal dari klan yang sangat kuat sehingga tidak takut sama sekali dengan mereka , apalagi pemuda ini tadi juga ingin ikut turnamen dengan kepercayaan diri tinggi , berarti pemuda ini tidak boleh di remehkan , mekipun kalau di lihat dari postur tubuhnya memang tidak masuk kriteria petarung yang akan ikut . turnamen.
****
Setelah masuk ke dalam kamar kemudian Yin Jue langsung menguncinya dari dalam .
Ternyata kamarnya sangat luas , tempat tidurnya juga sangat besar nanti bisa muat untuk mereka bertiga tidur di sana.
'' Senior Riu nanti tidurlah di atas bersama Lin'er , karena aku akan tidur di lantai saja , tapi senior Riu tidak perlu sungkan karena aku sudah terbiasa....''
'' Kamu tidur di atas saja Jue'er, janganlah tidur di lantai karena aku tidak enak...''
'' Gege benar senior Riu , Gege sudah terbiasa tidur di lantai , jadi senior Riu tidak perlu sungkan lagi...'' ucap Qian Lin meyakinkan senior Riu .
'' Baiklah kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi...''
'' Senior Riu harus membiasakan seperti ini , kedepannya kita kalau menginap akan memesan satu kamar saja agar kita tetap aman , meskipun senior Riu sangat kuat , tapi kita tidak boleh menganggap remeh manusia , karena manusia memiliki berbagai macam tehnik dan trik yang senior Riu tidak ketahui seperti halnya tehnik formasi...''
'' Iya Lin'er aku mengerti...''
'' Beruntungnya mereka yang ada di depan kamar tadi tidak ada yang mencurigai aura senior Riu , mungkin mereka tadi tidak terlalu waspada sehingga mereka tidak ada yang menyebarkan kesadarannya untuk mengenali aura di sekitarnya , nanti jika aku mengikuti turnamen lebih baik kalian berdua melihat dengan cara berkamuflase agar tidak ada orang yang menyadarinya , karena nanti penontonnya sangat banyak...''
__ADS_1
'' Iya Gege aku mengerti , aku penasaran akan seperti apa turnamen kali ini ....?
'' Besok kita akan ke tempat loket pendaftaran untuk mencari tahu di sana...''
'' Turnamen itu apa Jue'er, aku dari tadi tidak mengerti sama sekali...? tanya senior Riu.
'' Turnamen adalah ajang untuk saling menunjukkan kekuatan yang kita miliki , nanti di sana aku akan bertarung dengan banyak orang , siapa saja yang akan jadi pemenangnya maka akan mendapatkan hadiah seperti yang nona resepsionis penginapan tadi katakan...''
'' Cukup menarik juga ternyata...''
'' Benar senior Riu , tapi di dalam turnamen kali ini kita hanya mengunakan kekuatan fisik saja , jadi aku tidak boleh mengunakan tehnik serangan yang biasanya aku gunakan , seperti serangan akar akar , serangan petir dan juga tidak boleh mengeluarkan perisai Dewa milikku....''
'' Cukup merepotkan juga ternyata...''
'' Benar senior Riu , tapi aku nanti akan mengunakan serangan gravitasi karena serangan itu tak terlihat , jadi tidak akan ada orang yang akan mencurigai ku...''
'' Semoga Gege bisa memenangkan turnamen kali ini agar bisa mendapatkan hadiah utamanya...''
'' Semoga saja begitu Lin'er, tapi kita tidak boleh meremehkan mereka , karena kita tidak tahu seperti apa kekuatan fisik mereka...''
'' Kalau begitu nanti Gege berhati hati lah...''
'' Terima kasih sudah mengingatkanku , apakah senior Riu menikmati perjalanan bersama kami...?
'' Iya Jue'er, aku sangat menikmatinya , karena aku bisa tahu hal hal baru yang belum aku ketahui , tadi aku juga sudah terbiasa makan daging seperti kalian , ternyata rasanya enak juga...''
'' Baguslah kalau senior Riu sudah terbiasa , aku sangat senang mendengarnya...''
Mereka bertiga berbincang bincang di kamar hingga larut malam , senior Riu menanyakan apa saja yang tadi dia lihat , Yin Jue dan Qian Lin menjelaskan semuanya kepada senior Riu dengan senang hati agar dia memiliki wawasan yang cukup luas.
Setelah sudah tidak ada yang mereka bicarakan lagi kemudian satu persatu Qian Lin dan senior Riu langsung tidur , melihat mereka berdua sudah tidur kemudian Yin Jue mengeluarkan tikar yang dia miliki lalu menggelarnya di lantai , kemudian langsung ikut tidur juga.
.
__ADS_1
.
####