
Yin Jue kemudian memegang tangan Qian Lin lalu langsung menghilang dari sana.
Swushhh...
Mereka telah berpindah di ruang tamu di dalam rumah Qian Lin .
'' Semoga aku bisa dengan cepat mempelajari tehnik ini , agar kita bisa berkumpul kembali...'' ucap Yin Jue .
'' Iya Gege santai saja.... yang penting Gege tetaplah fokus agar cepat menguasai tehnik itu ...''
Kemudian Yin Jue langsung mengecup kening Qian Lin lalu menghilang dari sana .
Swussssh.
Yin Jue telah berpindah tempat di gunung Petir tepat di dekat Patriak Lei Yuan dan 2 tetua klan Lei .
Mereka yang ada di sana sangat kagum dengan tehnik yang Yin Jue gunakan karena itu bisa memindahkan apa saja sesuka hati .
'' Saudara Jue sungguh penuh dengan kejutan, bukankah tadi itu adalah tehnik perpindahan...'' ucap Patriak Lei Yuan menebaknya.
'' Iya senior Yuan , tadi adalah tehnik elemen ruang dan waktu , sayangnya tehnik ini harus mempunyai tongkat 6 jiwa jika ingin mempelajarinya...''
'' Pasti tongkat itu sangat langka karena aku baru mendengarnya sekarang...''
'' Tongkat itu berasal dari dunia iblis , aku hanya beruntung saja memilikinya , aku menemukan tongkat ini di dalam tubuhnya setelah aku membunuhnya....''
'' Jadi seperti itu , kalau begitu kita lanjutkan pelatihannya , apakah kalian sudah memahami semua isi gulungan tehnik itu...''
'' Sudah senior Yuan...'' jawab Yin Jue , kedua tetua yang lainya juga mengangukan kepalanya .
'' Sekarang kalian semua naiklah ke atas batu itu , kalau masih awal mungkin sedikit sakit karena sekujur tubuh kalian akan terasa panas jika terkena sambaran petir ini...''
'' Iya senior Yuan...''
'' Setiap sore aku akan ke sini untuk memantau kalian , jika kalian sudah ada yang berhasil mengubah sambaran petir menjadi energi , kalian berhentilah karena aku akan mengajari kalian tehnik selanjutnya...''
__ADS_1
Kemudian mereka bertiga berjalan menuju batu hitam tempat petir terus menyambar , beruntungnya petir yang menyambar batu hitam ini langsung menghilang karena langsung di serap oleh batu hitam ini , seandainya batu hitam ini tidak menyerapnya mungkin akan ada suara ledakan yang memekakan telinga .
Setelah jarak sudah dekat dengan batu hitam ini mereka bisa merasakan aura panas yang langsung menyebar ketika petir ini menyambar karena menciptakan percikan percikan petir kecil yang membuat siapa saja akan terkena percikan petir ini di dekat batu hitam ini .
Yin Jue dengan tekad dan keyakinan kemudian berjalan dengan pelan untuk naik ke atas batu hitam ini , tapi baru satu langkah kakinya menginjak batu hitam itu tiba tiba muncul petir yang langsung menyambar tubuhnya hingga berkali kali .
Arghhhhh... arghhhhh...
Tubuh Yin Jue langsung terhempas dan mundur dua langkah , beruntung Yin Jue langsung menyerap petir ini sehingga tidak menyebabkan tubuhnya terluka , karena Yin Jue sudah sedikit faham berkat memahami gulungan tehnik pengendali petir .
Dengan tubuh yang sedikit kesakitan dan tertatih-tatih dia berusaha untuk melangkah lagi ke atas batu hitam untuk membiasakan tubuhnya dengan sambaran petir ini , tampak tetua Lei Xin dan tetua Lei San juga sama dengan apa yang di alami Yin Jue .
Tapi mereka terus mencobanya tidak putus asa , setelah menjelang sore tubuh Yin Jue mulai terbiasa dan sudah bisa berdiri dengan tegak di atas batu , petir ini tidak hentinya terus menerus menyambar tubuh mereka bertiga . Kondisi mereka tampak mengenaskan karena pakaian mereka sudah robek semua akibat terkena sambaran petir ini , lalu mereka semua duduk di atas batu hitam itu agar tubuhnya lebih mudah menahan sambaran petir ini .
Setelah tubuhnya sudah terbiasa dengan sambaran petir ini kemudian Yin Jue perlahan lahan menyerap petir ini untuk mengubahnya menjadi energi sesuai instruksi dari Patriak Lei Yuan.
Dengan perlahan lahan Yin Jue menyerap sambaran petir ini untuk mengubahnya menjadi energi , setelah 30 hari berada di sana kini Yin Jue sudah bisa menyerap sambaran petir itu dan merubahnya menjadi energi berkat kerja keras dan tekad mereka .
Menjelang sore hari Yin Jue mengakhiri pelatihannya karena tubuhnya sudah bisa menyerap sepenuhnya petir ini menjadi energi , dia berdiri dari sana lalu berganti pakaian karena kondisi pakaiannya sudah tidak layak , setelah berganti pakaian lalu berjalan ke tempat Patriak Lei Yuan berada .
'' Maaf senior semuanya , aku sedikit lama untuk bisa menyerap petir ini...'' ucap yin Jue .
'' Kami berdua juga baru saja selesai menyerapnya , karena aku juga belum lama berada di sini...'' ucap tetua Lei Xin .
'' Bagaimana.... apakah kalian ingin melanjutkan pelatihan nya atau istirahat dulu saja barang kali kalian ingin beristirahat...?
tanya Patriak Lei Yuan.
'' Kita lanjutkan saja senior Yuan ...'' ucap yin Jue mewakili mereka yang ada di sana .
'' Baiklah sekarang kalian duduklah di sini , aku akan menujukan kalian cara memangil petir...'' ucap Patriak Lei Yuan .
Lalu dia bejalan 5 langkah maju ke depan , kemudian tangannya mengerakkan gerakan pola yang sesuai di gulungan tehnik pemanggil petir dan di arahkan ke atas , tiba tiba dari atas langit muncul awan hitam yang langsung mengeluarkan petir dan langsung menyambar tubuhnya , tapi petir ini langsung di pegang oleh Patriak Yuan lalu di lepaskan lagi sehingga petir ini langsung menghilang .
'' Itulah tehnik yang pertama yaitu tehnik untuk memangil petir , sekarang kalian semua peragakan gerakan yang ada di dalam gulungan tehnik itu agar kalian bisa memperagakan seperti yang aku contohkan tadi , karena tubuh kalian sudah terbiasa dengan sambaran petir jadi kalian bisa dengan mudah untuk menangkap petir tadi dengan tangan kalian dan usahakan untuk mengunakan elemen petir untuk menangkapnya karena hanya yang mempunyai elemen petir saja yang bisa menangkap petir seperti tadi...'' ucap Patriak Lei Yuan panjang lebar .
__ADS_1
Kemudian satu persatu mereka berdiri , lalu tangan mereka memperagakan gerakan yang ada di dalam gulungan tehnik pemanggil petir .
Patriak Lei Yuan membimbing mereka bertiga dengan sabar dan memberi contoh gerakan yang benar karena gerakan mereka ada sebagian yang salah dan kurang cepat , setelah tengah malam akhirnya mereka satu persatu bisa bisa memangil petir dan memegang petir itu seperti yang di contohkan oleh oleh Patriak Lei Yuan .
Wajah mereka bertiga tampak tersenyum dengan karena sudah berhasil menguasai tehnik yang pertama .
Patriak Lei Yuan mengisyaratkan mereka semua untuk memperagakan hingga berkali kali agar mereka semakin terbiasa dengan tehnik baru ini .
Tak terasa malam pun berlalu karena sekarang matahari sudah mulai bersinar , Patriak Lei Yuan mengajak mereka bertiga untuk beristirahat sejenak , mereka berbincang bincang di sana sambil menunggu tenaganya pulih sepenuhnya .
Setelah di rasa cukup istirahatnya , kemudian Patriak Lei Yuan melanjutkan pelatihanya .
'' Untuk tehnik yang kedua adalah tehnik untuk mengendalikan petir , karena kalian semua sudah bisa mengunakan tehnik pemangil petir maka untuk tehnik yang kedua ini akan sangat mudah , setelah kalian sudah memegang petir kalian bisa mengendalikan petir itu untuk menyerang musuh....'' ucap Patriak Lei Yuan.
Patriak Lei Yuan kemudian mengunakan tehnik pemanggil petir terlebih dahulu , ketika petir sudah muncul dan di pegang di tanganya lalu petir ini dia arahkan ke sebuah batu yang ada di dekatnya .
Duarrrrr..
Batu ini langsung hancur terkena sambaran petir ini , setelah batu itu hancur kemudian Patriak Lei Yuan mengunakan tehnik pemangil petir lagi tapi setelah petir itu muncul lalu Patriak Lei Yuan mengarahkan petir itu dengan jari tangannya langsung ke sebuah batu yang ada di dekat Yin Jue .
Duarrrrr...
Batu itu langsung hancur berkeping keping .
Mereka bertiga sangat takjub melihat tehnik yang terakhir di gunakan oleh Patriak Lei Yuan , karena petir ini bisa di gunakan langsung dengan mengunakan jari tangannya ke objek yang mereka mau .
Setelah memperlihatkan semua tehniknya kemudian Patriak Lei Yuan menghampiri mereka bertiga .
'' Tadi itu adalah tehnik untuk mengendalikan petir , yang pertama adalah mengunakan petir sebagai senjata kita sedangkan yang ke dua adalah mengarahkan petir ke obyeknya secara langsung dengan jari tangan kita , karena tehnik petir ini bisa di kendalikan oleh yang memanggil , jadi petir ini bisa di kendalikan dengan hanya mengarahkan tangan kita...'' ucap Patriak Lei Yuan menjelaskan.
.
.
####
__ADS_1