
.
.
Tetua Huang Jia dan tetua Xiao Shan sangat kagum melihat cara Yin Jue menghilangkan jejak para tetua dari klan Feng , mereka berdua yakin klan Feng tidak akan ada yang tahu kalau yang membunuh anggotanya adalah Yin Jue , karena jejaknya telah hilang tak berbekas .
'' Api apa yang saudara Jue gunakan tadi....? tanya tetua Xiao Shan penasaran.
'' Itu adalah api hitam yang di miliki oleh salah satu iblis , karena aku sudah pernah membunuh iblis yang tersegel di salah satu dimensi yang ada di daratan tengah....''
'' Saudara Jue sunguh sangat beruntung bisa memliki api yang sangat unik seperti itu , baiklah kalau begitu sekarang ayo kita naik untuk segera menuju istana kota Tianshi....'' ajak tetua Huang Jiu.
Kemudian tetua Huang Jiu dan tetua Xiao Shan langsung melompat naik ke atas artefak kapal terbang nya , lalu Yin Jue dan Qian Lin mengikuti di belakangnya .
Setelah mereka berempat naik kemudian tetua Huang Jiu langsung mengaktifkan artefak kapal terbangnya , sehingga perlahan lahan artefak kapal terbang mulai naik ke atas , setelah berada di atas pepohonan kemudian tetua Huang Jiu langsung mengendalikannya untuk terbang ke arah kota Tianshi dengan kecepatan penuh.
Kemudian tetua Xiao Shan langsung mengajak Yin Jue dan Qian Lin untuk duduk di sebuah kursi kayu yang ada di sana.
'' Saudara Jue , aku tadi masih belum mengetahui kabar putri Xiao Mei , kalau boleh tahu di mana dia sekarang...?
'' Waktu itu senior Xiao Mei dan rekan rekannya langsung keluar dimensi Donglang setelah aku membebaskannya di hari ke dua , jadi aku tidak tahu kabarnya sekarang karena aku harus melanjutkan untuk berburu mustika siluman....''
'' Jadi seperti itu , aku tidak menyangka ternyata tetua Shuan Li bersembunyi di dalam dimensi Donglang, pantas saja selama 20 tahun ini rekan rekanku tidak ada yang menemukan keberadaanya....''
'' Iya senior Shan , waktu itu tetua Shuan Li bersembunyi di dalam sebuah goa yang ada di wilayah terlarang , goa ini sudah di pasangi formasi dan jebakan , jadi orang yang ada sekitarnya tidak akan ada yang tahu tempat persembunyiannya , beruntungnya aku memiliki hewan kontrak yang bisa mendeteksi aura mereka sehingga aku bisa menemukan tempat persembunyiannya ....''
'' Ternyata siluman Kumbang Api juga bisa mendeteksi aura , saudara Yin Jue sunguh sangat beruntung memiliki hewan kontrak siluman Kumbang Api tadi....''
'' Maaf senior Shan , yang aku maksud bukan siluman Kumbang Api, melainkan hewan kontrak lainnya yaitu siluman Rubah Es , karena aku juga masih memiliki beberapa hewan kontrak lainnya....''
__ADS_1
'' Jadi begitu , berarti saudara Yin Jue ini seperti tetua dari akademi Khu Dong yang suka mengkoleksi hewan kontrak...''
'' Iya senior Zhan , aku lebih senang berteman dengan hewan kontrak , karena mereka tidak pernah mengkhianati atau menentang ku , karena dari dulu aku hanya menguasai tehnik segel kontrak dan budak saja , tapi setelah aku singgah di kota Tianshi ini , ternyata ada yang namanya sumpah Penyucian Jiwa yang di gunakan kepada manusia seperti halnya segel budak , karena kalau menurutku itu jauh lebih baik dari pada mengunakan segel budak kepada manusia , karena pikiran kita masih bisa bebas tidak di kendalikan seperti halnya segel kontrak dan segel budak....''
'' Kamu benar saudara Jue , sumpah Penyucian Jiwa memang sangat menguntungkan , karena seseorang yang telah mengucapkan sumpah Penyucian Jiwa sepertiku ini tidak akan melakukan perbuatan yang menyimpang sehingga bisa menjadi orang yang lebih baik ....''
Setelah beberapa saat akhirnya mereka telah sampai di atas istana kota Tianshi, kemudian tetua Huang Jiu langsung mendaratkan artefak kapal terbang di halaman istana kota Tianshi.
Kemudian tetua Huang Jiu langsung mengajak mereka bertiga untuk melompat turun.
Setelah mereka berempat turun kemudian berjalan ke istana kota , penjaga yang ada di depan istana kota langsung menyambut dengan hangat melihat yang datang adalah tuan Yin Jue yang telah menolong nya , karena penjaga ini adalah salah satu pekerja tambang batu roh yang telah menjadi budak tetua Tian Feng.
'' Selamat datang kembali tuan Yin Jue...''
'' Iya tuan penjaga , aku ke sini ingin mengantarkan kedua seniorku ini untuk bertemu penguasa kota Tian Yan....''
'' Baiklah kalau begitu silahkan masuk , karena tuan penguasa kota ada di aula , tapi maaf aku tidak bisa mengantarnya ke sana karena aku hanya sendirian berjaga di sini...''
'' Iya tuan Yin Jue....''
Kemudian mereka berempat masuk ke dalam istana kota , para pelayan istana kota terlihat masih membersihkan sisa sisa pertempuran kemarin yang masih berserakan .
'' Apakah kemarin di dalam istana ini juga terjadi pertempuran seperti di halaman tadi...? tanya tetua Huang Jiu.
'' Benar senior Jiu , tapi hanya para bawahan senior Tian Yan saja yang bertempur di sini , yang paling parah ada di halaman tadi , karena aku meringkus beberapa tetua dari klan Feng di sana...''
'' Klan Feng ini semakin hari semakin menjadi jadi saja , aku yakin klan , Feng adalah dalang di balik semua peristiwa yang terjadi di kota ini....''
'' Sepertinya begitu senior Jiu , hanya saja mereka mengendalikan dari jauh agar perbuatan mereka tidak di ketahui banyak orang , karena mereka sepertinya menjadikan tetua Tian Feng sebagai bonekanya....''
__ADS_1
Setelah beberapa saat mereka berempat sampai di depan aula istana kota, tapi mereka di hentikan oleh penjaga yang ada di depan aula.
'' Maaf tuan Yin Jue , tuan penguasa kota Tian Yan sedang rapat dengan para tetua nya , tadi dia juga bilang kepadaku untuk melarang siapapun masuk ke sana , jadi sekali lagi aku minta maaf sebesar besarnya....''
'' Iya tidak apa apa tuan penjaga , kalau itu pesan nya berarti memang tidak boleh di ganggu...''
'' Terima kasih tuan Yin Jue atas pengertiannya , sekarang tuan Yin Jue dan rekan rekannya tunggulah di sini sebentar saja , karena aku yakin sebentar lagi rapatnya akan selesai....'' ucap penjaga aula ini sambil menunjuk ke sebuah kursi di depan aula yang telah di persiapkan untuk menunggu.
Kemudian mereka berempat langsung duduk di kursi yang ada di depan aula sambil berbicang bincang ringan .
Setelah 15 menit berlalu mereka berempat mendengarkan ada gemuruh petir yang menggelegar di langit .
'' Mungkin penguasa kota Tian Yan baru saja mengintruksikan para bawahnya untuk mengucapkan sumpah Penyucian Jiwa....'' ucap tetua Xiao Shan bersepekulasi.
'' Senior Shan benar , karena kemarin hanya anggota tetua baru yang melakukan sumpah Penyucian Jiwa di halaman istana kota ini , mungkin sekarang adalah para tetua lama yang mengucapkan sumpah Penyucian Jiwa....''
'' Aku yakin kedepannya kota Tianshi ini akan menjadi kota yang maju , karena para petingginya sudah mengucapkan sumpah Penyucian Jiwa, sehingga di kota ini tidak ada pejabat kota yang melakukan perbuatan menyimpang seperti korupsi dan suka bermain ke rumah bordil....'' ucap tetua Xiao Shan sambil tersenyum .
'' Hahaha... ternyata saudara Shan teringat masa lalunya....'' ucap tetua Huang Jiu sambil tertawa.
Sehingga tetua Xiao Shan langsung menunduk dan terdiam seribu bahasa karena di sana ada nona Qian Lin yang juga mendengarnya.
Tapi Qian Lin berpura pura tidak mendengarnya berpura pura melihat ke arah lain.
Setelah beberapa saat para tetua kota Tianshi keluar dari dalam aula , tetua Bai Yuan dan rekan rekan nya langsung menghampiri Yin Jue dan Qian Lin yang ada di depan aula .
.
.
__ADS_1
####