
.
.
Setelah Yin Jue bergabung duduk di sana kemudian mereka berempat langsung melanjutkan berbincang bincang di sana .
'' Aku merasakan kekuatan Gege sepertinya telah meningkat , sekarang Gege sudah sampai di mana..? apakah Gege sudah sampai di samudera merah...?''
'' Iya Lin'er, kekuatanku baru saja menerobos ke tingkat Dewa Abadi tahap akhir, sekarang aku masih sampai di pulau Shuangren yang ada di dekat samudera merah , di pulau Shuangren ini ada sebuah gunung berapi yang memiliki Api Surgawi , besok aku akan mulai mempelajari Matra untuk menjinakkan Api Surgawi ini karena leluhur di pulau Shuangren bersedia mengajariku...''
'' Iya Gege , setelah ini Gege tidurlah dulu di rumah ini , besok baru keluar dari dimensi ini..''
'' Iya Jue'er, kasihan istri mu sendirian di sini , kau harus sering sering berkunjung ke sini agar istrimu tidak kesepian , kalau begitu kami berdua mohon pamit untuk beristirahat...'' Ucap Ratu Bing Riu .
'' Iya senior Bing Riu dan senior Ye Ling , terima kasih selalu menemani istri ku di sini...''
'' Sama sama Jue'er...''
Kemudian Ye Ling dan ratu Bing Riu langsung keluar dari sana , setelah mereka berdua telah keluar kemudian Yin Jue langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
'' Kenapa Gege kunci rumahnya , bagaimana dengan putri Feng Lulu...?''
'' Dia sekarang masih di pulau Shuangren bersama putri penguasa kota Liuxiang...''
Kemudian Yin Jue langsung mengajak intinya masuk ke kamar untuk bermesraan dan beristirahat .
****
Keesokan harinya Yin Jue berpamitan kepada istrinya untuk segera keluar dari dimensi Kalung Giok Dewa.
Setelah berpamitan kemudian Yin Jue mengajak alkemis Lao Xin keluar dari sana.
Swushhh.
Setelah beberapa saat mereka berdua telah berpindah di kamar tamu di istana kota Liuxiang.
Kemudian mereka berdua langsung keluar kamar untuk melihat suasana di luar , setelah sampai di aula ternyata di sana sangat sepi , karena hampir tidak ada orang sama sekali , kemudian Yin Jue langsung berjalan ke halaman istana kota .
Setelah sampai di sana ternyata di halaman juga tidak ada siapa siapa , yang ada hanya penjaga gerbang saja.
__ADS_1
'' Kenapa di sini sangat sepi , padahal sekarang masih siang hari...'' batin Yin Jue .
Kemudian Yin Jue dan alkemis Lao Xin langsung menghampiri penjaga gerbang istana.
'' Tuan penjaga , kenapa kondisi istana kota ini sangat sepi , ke mana semua orang yang ada di istana ini ...?''
'' Semua orang sedang berperang di pantai bagian timur tuan muda...''
'' Sejak kapan mereka berperang ke sana ...?''
'' Baru dua jam yang lalu tuan muda...''
'' Apakah kamu tahu keberadaan adikku , dia kemarin bersama putri Liu Xie...?''
'' Yang aku tahu tadi putri Liu Xie pergi bersama seorang gadis mengendarai sebuah binatang besi , sepertinya mereka berdua ikut berperang juga...''
'' Baiklah kalau begitu terima kasih atas informasinya ...''
'' Sama sama tuan muda...''
Kemudian Yin Jue langsung memegang tangan alkemis Lao Xin dan langsung menghilang dari sana .
Swushhh.
Kemudian Yin Jue langsung mengeluarkan artefak Giftter , lalu menaikinya dengan alkemis Lao Xin dan terbang menuju pantai timur .
Yin Jue mengendalikan artefak Giftter ini dengan kecepatan penuh .
Dari tempatnya saat ini Yin Jue bisa mendengar suara ledakan pertempuran yang sudah terdengar dengan jelas.
Yin Jue sangat menghawatirkan keadaan adiknya , kalau sampai adiknya terluka maka pulau timur harus menerima konsekwensinya kerena telah menyingung.
Setelah 15 menit berlalu Yin jue dan alkemis Lao Xin telah sampai di dekat pantai timur tempat peperangan antara kubu barat dan kubu timur , Yin Jue memilih tidak menampakkan diri , karena harus melihat situasi dulu seperti apa .
Dari sana Yin Jue melihat pihak kubu barat sudah banyak yang terluka karena terkena serangan racun , tapi kubu timur juga banyak yang sudah terikat oleh segel penjerat dari putri Feng Lulu.
Kubu timur memiliki 5 orang yang memiliki kekuatan Dewa Abadi tahap akhir, sedangkan kubu barat hanya 2 orang saja yang kekuatannya sudah di tingkat Dewa Abadi tahap akhir yaitu penguasa kota Liu Xian Li dan leluhur Liu Xiang.
Putri Feng Lulu membantu penguasa kota Liu Xian Li dan leluhur Liu Xiang untuk menghadapai 5 tetua ini .
__ADS_1
Putri Feng Lulu terlihat sangat mendominasi meskipun melawan orang orang yang sangat kuat , karena bisa mengahalau setiap serangan kelima tetua ini dengan mengunakan Formasi Segel Pelahap, membuat serangan kelima tetua ini tidak ada artinya sama sekali .
Tapi Yin Jue melihat putri Feng Lulu sudah sangat kelelahan karena terus menerus mendapat serangan bertubi dari kelima tetua ini , penguasa kota Liu Xian Li dan leluhur Liu Xiang tubuhnya juga mulai melemah , karena mereka terkena serangan racun dari salah satu tetua kubu timur .
Kemudian salah satu dari kelima tetua ini langsung mengaktifkan formasi Penjara Perlindungan untuk mengurung putri Feng Lulu, leluhur Liu Xiang dan penguasa kota Liu Xian Li.
Melihat salah satu dari mereka ingin mengaktifkan formasi Penjara Perlindungan kemudian Yin Jue langsung mengunakan serangan gravitasi nya sehingga setiap kali artefak Perlindungan Ganda akan naik ke atas tiba tiba langsung terjatuh ke tanah , membuat tetua ini sedikit geram melihat apa yang terjadi dengan artefak miliknya yang tidak bisa di gunakan .
'' Saudara Lao Xin , sekarang kamu terbang lah ke tempat para kubu barat yang terluka , berilah mereka pil yang selama ini sudah kamu buat agar mereka semua bisa di selamatkan , karena aku akan membantu adik Lulu...''
'' Iya Jue'er aku mengerti....''
Kemudian alkemis Lao Xin langsung terbang menuju ke tempat para anggota kubu barat yang sedang terluka , sedangkan Yin Jue langsung menyimpan artefak Giftter miliknya, lalu terbang ke tempat putri Feng Lulu sambil mengeluarkan Pedang Naga Meteor dan melapisi tubuhnya dengan perisai Dewa untuk menunjukkan kekuatan nya kepada mereka.
****
Kelima tetua dari kubu timur ini sangat penasaran dengan identitas putri Feng Lulu, karena gadis ini memiliki serangan formasi yang sangat kuat dan bisa menahan serangan racun mereka , tapi mereka sekarang sedikit tenang dan bisa tersenyum karena melihat gadis ini dan kedua tetua kubu barat sudah mulai kelelahan .
Setelah beberapa saat mereka sangat terkejut melihat ada seorang anak muda yang datang ke sana untuk membantu kubu barat , apalagi melihat pemuda ini sudah memiliki kekuatan di tingkat Dewa Abadi tahap akhir.
Mereka berlima tidak menyangka jika kubu barat memiliki seorang jenius muda yang selama ini telah mereka sembunyikan .
Setelah mendekat kemudian Yin Jue langsung menebaskan pedangnya hingga berkali kali ke arah kelima tetua ini .
Dari tebasan pedang Yin Jue muncul siluet Naga Api yang besar menerjang ke arah kelima tetua ini .
Sehingga kelima tetua ini langsung fokus untuk menangkis siluet Naga Api ini , karena mereka merasakan serangan ini jauh lebih kuat .
Kemudian kelima tetua ini langsung mengeluarkan pukulan mereka masing masing untuk menghalau serangan dari Yin Jue .
Sedangkan putri Feng Lulu langsung mengaktifkan Perisai Pemantul untuk melindungi leluhur Liu Xiang dan penguasa kota Liu Xian Li , karena sebentar lagi pasti akan terjadi ledakan energi .
Dari pukulan mereka keluar siluet Ular Piton berwarna ungu , ular Piton berwarna hijau dan 3 bola Api yang langsung menerjang ke arah siluet Naga Api milik Yin Jue .
Duarrrrr...
Suara tabrakan energi yang memekakkan telinga , membuat area di sana langsung tercipta kawah dan di selimuti debu yang menghalangi pandangan .
.
__ADS_1
.
####