Pendekar Dewa Naga Sejati

Pendekar Dewa Naga Sejati
Eps 164 : Menghabiskan waktu bersama Qian Lin.


__ADS_3

'


'' Kabar ku baik baik saja saudara Jue , kamu terlihat semakin dewasa saja dan semakin tampan , aku semakin kalah denganmu sekarang...'' ucap Yin Kai memuji Yin Jue.


'' Kamu bisa saja , kalau boleh tahu kamu kemarin habis dari mana...? berarti kamu tidak tahu kalau klan ini ada penyerangan kemarin sore...''


'' Aku dari rumah kakekku saudara Jue , terus bagaimana kelanjutan penyerangan kemarin , pasti kamu yang telah mengusir mereka...''


'' Ya bisa di bilang begitu , kalau boleh tau kenapa kamu tidak belajar ke sekte agar kekuatanmu semakin meningkat , karena umurmu sudah cukup untuk belajar di sekte ....'' ucap Yin Jue yang melihat kekuatan Yin Kai tidak banyak perubahan karena kekuatannya hanya di tingkat Perak Bintang 5 .


'' Tidak apa apa saudara Jue , aku hanya belum menemukan sekte yang cocok untuk ku karena elemen ku adalah elemen tumbuhan dan elemen angin sehingga jarang sekte yang yang mau menerima ku karena mereka rata rata mencari murid yang mempunyai elemen Api atau elemen Es...'' ucap Yin Kai merasa sedih .


Tapi Yin Jue langsung tersenyum kepada Yin Kai .


'' Kenapa kamu tersenyum seperti itu...? tanya Yin Kai sedikit kesal .


'' Aku akan membawamu ke suatu tempat , apakah kau mau...?


'' Memangnya tempat apa itu..?


'' Nanti kamu juga akan tahu , sekarang tutuplah matamu...''


Setelah Yin Kai menutup mata kemudian Yin Jue langsung memegang tangan Yin Kai lalu langsung menghilang dari sana.


Swushhh.


Mereka berdua langsung berpindah di dimensi kalung Giok Dewa.


'' Di mana ini saudara Jue...? tanya Yin Kai sedikit bingung .


'' Ini adalah dimensi lain , jika kamu menyerap sumber daya di tempat ini akan menghemat waktu karena waktu di dunia luar 1 hari disini akan menjadi 1 bulan , sekarang ayo kita ke tempat ayahku dan para tetua berada...'' ajak Yin Jue.


Yin Kai kemudian menurut saja yang terpenting dia bisa meningkatkan kekuatannya , setelah beberapa saat mereka berdua telah sampai di tempat para para tetua menyerap sumber daya .


'' Kamu duduklah di sini , aku akan mengambil sumber daya untuk membangkitkan elemen tumbuhan di dalam tubuhmu...''


Yin Kai menganguk saja lalu duduk di sana , sedangakan Yin Jue berjalan untuk mengambil buah legendaris Apel Emas, setelah beberapa saat Yin Jue telah kembali membawa 1 buah apel emas di tangannya .


'' Makan dan serap lah energi di dalam buah Apel Emas ini...'' ucap Yin Jue sambil memberikan buah Apel Emas kepada Yin Kai.


Kemudian Yin Kai langsung mengambil buah apel pemberian Yin Jue lalu memperhatikan buah apel itu .


'' Buah Apel ini sangat aneh , baru kali ini aku melihatnya...''

__ADS_1


'' Sekarang makan dan serap lah energi yang terkandung di dalam buah itu , nanti setelah kau menyerapnya aku akan memberi tahu keistimewaan buah ini...''


'' Iya , terima kasih Saudara Jue kau selalu baik kepadaku , kalau begitu aku akan memakannya sekarang...''


'' Mungkin kau butuh waktu 6 bulan menyerap lebih untuk menyerap buah Apel Emas itu , karena dulu aku membutuhkan waktu selema 6 bulan untuk menyerapnya , nanti setelah 6 bulan aku akan menjemputmu ke sini lagi...''


Kemudian Yin Kai langsung memakan buah apel emas itu hingga habis , lalu dia memejamkan matanya untuk menyerap energi yang terkandung di dalam apel emas ini .


Yin Jue yang melihat Yin Kai telah fokus menyerap energi kemudian dia langsung menghilang dari sana.


Swushhh.


Yin Jue telah berpindah ke tempat sebelumya .


Para anggota klan yang ada di sana sangat kaget ketika tadi Yin Jue menghilang bersama Yin Kai , tapi sekarang dia kembali sendirian .


Kemudian Yin Jue menjelaskan semuanya kepada mereka tentang hilangnya Yin Kai , Yin Jue kemudian melanjutkan untuk membimbing mereka karena sebelumnya Yin Jue belum selesai memberi arahan kepada mereka .


Hari itu Yin Jue sangat sibuk memberi pelatihan kepada para anggota muda dalam tehnik bertarung , Yin Jue juga membagikan koleksi kitab tehnik berpedang ataupun tangan kosong yang dia miliki kepada mereka semua .


Para anggota muda klan sangat antusias ketika Yin Jue membimbing mereka karena arahan dari Yin Jue sangat mudah di mengerti .


Ketika menjelang sore hari kemudian Yin Jue meninggal kan mereka dan berjalan untuk pulang ke rumahnya .


kemudian Qian Lin juga ke teras dengan mengendong Yin Ruyue lalu juga duduk di sana.


'' Gege dari mana saja...'' tanya Qian Lin sambil menimang-timang Yin Ruyue .


'' Aku tadi mengirim ayah dan para tetua masuk ke dalam dimensi kalung Giok Dewa, aku juga bertemu temanku Yin Kai , dia ternyata memiliki elemen tumbuhan seperti ku , sehingga aku memberinya buah Apel Emas agar dia juga bisa memiliki tehnik seperti ku...''


'' Jadi seperti itu , aku kira kemana Gege , aku sebenarnya ingin ke tempat para wanita yang sudah jadi korban penculikan itu , karena aku ingin mengenal mereka juga pasti mereka selama ini sangat menderita...''


'' Besok saja aku antar kan kamu ke sana Lin'er...'' ucap Yin Jue.


Mereka berdua menikmati sore hari di depan teras rumah , setelah menjelang malam kemudian mereka masuk ke dalam rumah .


Qian Lin lalu menidurkan Yin Ruyue di tempat tidur karena dia ketiduran waktu di gendong Qian Lin .


Setelah menjelang malam Yin Jue kemudian mengantarkan Qian Lin ke kamar tamu , setelah mengantarkan Qian Lin kemudian Yin Jue juga pulang untuk beristirahat .


****


Di aula istana kota Guangzhou.

__ADS_1


Jendral Jin Quan sedang berdebat dengan tetua Khu Li , mereka berdebat karena jendral Jin Quan telah salah menilai kekuatan lawan nya.


'' Jin Quan aku minta kompensasinya , ternyata mereka sangat kuat , beruntung aku dan para bawahan ku tidak di bunuh...'' Ucap tetua Khu Li .


'' Maafkan aku tetua , karena aku juga belum pernah bertemu pemuda bajingan ini...''


'' Sekarang aku minta bayaran penuh karena kamu telah membohongi kami dan semua cincin kami di rampas oleh pemuda ini , setelah ini kamu cari saja pembunuh yang lainya karena aku tidak mau di permalukan seperti ini lagi...'' ucap tetua Khu Li.


'' Tidak bisa tetua Li , kamu sudah gagal dengan misi yang sudah aku berikan kepadamu...'' ucap jendral Jin Quan .


'' Jadi kamu menantang sekte Pedang Tunggal , baiklah kalau itu mau mu...''


'' Maaf tetua Li , bukanya aku tidak mau , tapi aku memang kehabisan uang akhir akhir ini , nanti jika aku sudah mempunyai uang akan aku lunasi semuanya ...'' ucap jendral Jin Quan .


'' Baiklah kalau begitu , sekarang beri kami sedikit koin karena kami semua sudah kehabisan bekal untuk kembali ke sekte Pedang Tunggal...''


Kemudian jendral Jin Quan memberikan cincin yang dia pakai kepada tetua Khu Li.


Jendral Jin Quan tidak mau berurusan dengan sekte Pedang Tunggal karena sekte mereka adalah sekte aliran hitam terkuat di kekaisaran Wei ini .


Kemudian tetua Khu Li langsung menerima cincin pemberian jendral Jin Quan .


'' Kalau begitu aku dan para bawahan ku akan pergi dari sini , aku akan menunggu kedatangan mu ke sekte Pedang Tunggal, satu lagi aku belum memberi tahu kepadamu ...''


'' Katakanlah , asal jangan masalah koin emas karena aku sudah tidak punya lagi kerena itu yang terakhir...''


'' Kamu mendapat salam dari pemuda musuh mu ini , katanya jika kau memang jantan silahkan datang ke sana sendiri karena pemuda ini telah menunggumu di sana...'' ucap tetua Khu Li sambil berjalan keluar aula istana .


Jendral Jin Quan sangat geram dengan Yin Jue ini , apalagi dia sekarang titip salam seperti itu yang secara tidak langsung telah merendahkannya , dia tidak berani gegabah lagi karena ternyata Yin Jue sangat kuat .


****


Keesokan harinya Yin Jue mengantarkan Qian Lin untuk bertemu dengan para gadis yang manjadi korban penculikan pembunuh bayaran Iblis Darah.


Setelah sampai di rumah para gadis ini , kemudian Yin Jue menyapa mereka semua . Yin Jue dan Qian Lin di sambut dengan hangat oleh mereka semua.


Mereka sangat menghormati Yin jue karena dia adalah penolongnya , kemudian Qian Lin juga berkenalan dengan mereka satu persatu . Yin Jue dan Qian Lin berbincang bincang ringan di sana agar semakin akrab dengan mereka ini .


.


.


####

__ADS_1


__ADS_2