
Hari ini Anna dan Kemi mereka akan pergi bulan madu, seperti apa yang diinginkan Anna berbulan madu di alam terbuka. Anna dan Kemi tidak melakukan perjalanan bulan madu ke luar negri ataupun ke tempat-tempat romantis lainnya.
Anna memilih kota Bali sebagai tempat bulan madunya. Anna memilih hotel di alam terbuka, Bubble Hotel itu nama hotelnya. Bubble Hotel adalah sebuah hotel unik di Bali dengan konsep balon gelembung yang letaknya tak jauh dari pantai.
Hotel gelembung transparan, jika pada malam hari mereka akan melihat bintang-bintang, dan bulan di atas langit tanpa terhalang oleh apapun. Tumbuhan hijau membuat tempat itu sejuk, di tambah dengan air sungai yang mengalir jernih.
"Bagaimana kau suka?" tanya Kemi yang memeluk Anna hangat.
"Tentu, ini sangat indah sekali. Ternyata tidak perlu jauh-jauh untuk berlibur, di negara ku masih banyak tempat-tempat yang indah." jawab Anna, Kemi hanya mendengarkan sambil menciumi leher jenjang miliknya.
"Ih ... geli."
"Abis, kamu wangi banget, aku jadi ingin menciumimu terus."
"Sayang geli ...." ucap Anna yang terus Kemi peluk, sambil menciumi leher jenjangnya. Anna tertawa menahan kegeliannya.
Anna dan Kemi duduk di bebatuan sungai, sambil menikmati indahnya alam semesta. Sesekali mereka turun ke sungai dan bermain air disana.
****
Di tempat lain Jolie juga sama, karena alasan akan di adakannya konser, Jolie dan Elang terpaksa pergi ke paris, padahal saat pembicaraan kemarin dengan nyonya Endra hanyalah alasan semata. Namun nyonya Endra sudah terlanjur memesan tiket, hotel, dan perlengkapan lainnya untuk mereka berbulan madu.
Saat ini Jolie dan Elang sedang berada di bandara sebentar lagi akan melakukan boarding time sebelum pesawat cepat landas. Jolie dan Elang masih menunggu pemanggilan keberangkatan mereka.
"Boarding masih lama, kan!" tanya Jolie yang duduk di samping Elang.
"Sebentar lagi mau kemana?" tanya Elang balik
"Aku mau ke toilet sebentar. Kamu tunggu disini ya."
"Jangan lama-lama."
"Lima menit." jawab Jolie sambil berlari pelan ke arah toilet. Elang hanya menggeleng pelan.
Jolie sudah sampai di toilet, Jolie masuk ke dalam toilet keadaan toilet cukup ramai namun saat Jolie keluar dalam toilet terlihat sepi. Jolie mendekat ke arah cermin, untuk merapikan rambutnya, dan sedikit memoles wajah dan bibirnya. Setelah sudah rapi Jolie kembali keluar dari dalam toilet .
Drt ... drt ... drt ... saat berjalan keluar, Jolie mendapat telepon ternyata Elang menelponnya Jolie mengangkat telepon itu sambil berjalan pelan meninggalkan toilet.
__ADS_1
"Iya ada apa?" ucap Jolie
"Cepat kemari, sebentar lagi pesawat akan lepas landas, cepat aku tunggu kalau tidak, aku tinggal." ujar Elang di ujung sana.
"Iya, iya bawel." Tut. Jolie menutup teleponnya sepihak. Jolie kembali memasukan ponselnya ke dalam tas, namun bukannya masuk ke dalam tas ponselnya malah terjatuh bahkan tasnya ikut terjatuh.
Mm ... mm ... mm ... seseorang membekap Jolie dari belakang, membuat jolie sesak nafas. Jolie mencoba melepas tangan yang membekapnya, namun sebelum itu terjadi Jolie kehilangan kesadarannya. Orang itu menyeret tubuhnya dari sana.
Sayangnya tidak ada yang melihat karena keadaan toilet saat itu sedang sepi tidak seperti biasanya.
Elang sudah kesal menunggu Jolie belum kembali juga, Elang memutuskan untuk meninggalkan Jolie dan masuk ke dalam pesawat terlebih dulu. 15 menit Elang diam Jolie masih belum juga nampak. Lima menit lagi pesawat akan segera lepas landas.
Seorang pramugari sudah mulai memberikan arahan kepada penumpang untuk segera memakai sabuk pengaman, dan mematikan ponselnya. Elang menjadi gelisah karena Jolie tidak juga datang, hatinya sangat cemas terpaksa Elang berlari keluar pesawat walaupun sudah di tahan oleh si pramugari Elang tetap bersikeras dan turun dari pesawat.
Elang mencoba menghubungi Jolie namun tidak ada jawaban membuat Elang kesal. "Kemana dia kenapa tidak di angkat juga," gerutu Elang sambil berjalan ke arah toilet.
Elang terus mencari Jolie ke semua toilet, sampai saat di tengah jalan Elang melihat sebuah tas dan ponsel yang tergeletak di lantai. Elang mengambil tas itu juga ponsel itu, Elang ingat sekali tadi Jolie memakai tas ini dan ponsel ini juga milik Jolie.
"Kemana dia? Kenapa meninggalkan ponsel dan tasnya disini." tanya Elang pada dirinya sendiri.
Elang mencari Jolie, semua tempat di bandara ia susuri namun Jolie tidak nampak juga.
Elang merasa geram saat melihat rekaman cctv, seseorang membekap mulut istrinya, lalu menyeret tubuh istrinya seperti hewan.
"Brengsek, siapa dia?" Orang itu tidak memperlihatkan wajahnya, karena orang itu membelakangi kamera cctvnya.
Elang bingung harus mencari Jolie kemana, karena tidak ada petunjuk lagi rekaman itu terputus dan hanya memperlihatkan peristiwa di toilet saja selain itu tidak ada rekaman yang lain.
Elang menghubungi polisi, untuk membantunya mencari Jolie. Elang benar-benar bingung, apa yang harus dia katakan pada mertuanya juga pada ibunya.
****
"Aku sudah melakukan tugasku."
"Bawa dia ke tempat yang sudah ku tunjukan."
"Baik." Percakapan seorang pria yang membawa Jolie dengan seseorang di balik telepon.
Pria itu membawa mobilnya memasuki sebuah gudang tua, yang ada di ujung jalan. Pria itu menyeret Jolie kembali tanpa peduli tubuh Jolie tergores benda tajam yang terdapat pada lantai.
__ADS_1
Burgh ...
Pria itu mendobrak pintu sebuah ruangan, ruangan itu terlihat sangat kotor, gelap juga di penuhi senjata tajam. Pria itu mendudukan tubuh Jolie di atas bangku kayu lalu mengikatnya.
Pria itu tersenyum licik lalu berjalan ke arah meja panjang yang terdapat beberapa senjata tajam, pria itu mengasah satu persatu senjatanya .
Srek ... srek ... srek ...
Suara decitan pisau yang di asah terdengar mengerikan, entah untuk apa pisau-pisau itu. Jolie mulai membuka matanya perlahan, di tatapnya setiap sudut ruangan, gelap, bau, mengerikan. kini manik matanya tertuju pada seorang pria yang sedang mengasah sebuah pisau berbentuk melengkung. Barulah Jolie menyadari bahwa dirinya sedang berada di tempat aneh, bukan di bandara.
"Dimana aku." ucapnya
"Siapa yang telah mengikatku, oh tidak ... apa dia mau membunuhku." batin Jolie ketakutan saat melihat beberapa pisau tajam.
Prang ...
Jolie langsung menutup matanya kembali, saat orang itu menjatuhkan cerulitnya, Jolie menutup mata berpura-pura tidak melihatnya, namun tubuhnya sangat gemetar dan takut. Pria itu melirik sekilas, lalu kembali mengasah pisaunya.
Aku dimana? Dimana Elang? Dimana dia? Ya tuhan ... selamatkanlah aku, siapa dia apa jangan-jangan Christ!" batin Jolie.
Jolie membuka matanya sedikit untuk melihat siapa pria itu, Jolie sangat terkejut saat melihat pria itu yang ternyata adalah Christ penggemar gila itu. Jolie mengingat kembali vidio yang Christ kirimkan, membuatnya kembali merasa mual.
Hoek ... hoek ... hoek ...
"Kau sudah sadar." Jolie ketakutan, tubuhnya gemetar saat Christ berjalan kearahnya. Christ berjalan sambil mengayunkan pisau yang baru saja diasahnya.
Mata Jolie membulat sempurna, manik matanya fokus melihat pisau yang runcing dan tajam. "Apa dia akan membunuhku, seperti di vidio itu? Tidak ... aku tidak mau mati." batin Jolie
Christ semakin mendekat, tubuh Jolie semakin gemetar, perlahan bulir-bulir air matanya pun menetes membasahi pipinya.
"Elang kamu dimana?"
...----------------...
Mohon dukungannya untuk kalian semua para readers ku, sisihkan sedikit koin untuk Vote nya ya ππ, nggak maksa sih! Tapi ... setidaknya sisihkanlah sedikit. Untuk like nya juga jangan lupa klik like setelah membaca, agar novel thor bersinar terus dan jangan sampai meredup ππ.
Komentarnya juga jangan lupa, biar thor selalu semangat πͺ, jika menurut kalian cerita ini seru, share juga ya kasih tahu teman yang lain untuk mampir ke novel thorππ ngarep dikit gak apa-apa ya π.
Dukungan kalian sangat berarti banget untuk ku, terima kasih yang setia membaca novel ini terima kasih ππ.
__ADS_1