
Hari sudah mulai gelap , sang mentari mulai tenggelam. Di jalanan sepi Joy berdiri seorang hanya di temani angin malam juga pohon - pohon yang menjulang tinggi di sekitar nya .
Auuuu.....uu..uu..
Suara aungan terdengar dari dalam hutan , namun itu tidak membuat Joy menyerah untuk tetap mencari Anna dan Stella . Hawa dingin mulai terasa Joy kembali masuk ke dalam mobil nya karena di luar sudah mulai dingin .
Brmmmm....Brmmmm... Brmmm...
Dari jauh terdengar suara mobil , saat menoleh ke belakang terlihat beberapa mobil yang melaju ke arah nya , mobil itu pun menepi tepat di belakang mobil Joy , tak berselang lama terlihat beberapa orang , dengan bersenjata dan berpakaian resmi keluar dari dalam mobil , melihat mereka semua Joy pun keluar dari dalam mobil nya menghampiri mereka .
"Bagaimana Joy , apa kau sudah menemukan nya ?" tanya seorang pria yang sering di panggil nya Jendral , Joy hanya menggelengkan kepala nya .
"Aku bingung mau ambil jalan mana , aku takut salah ambil jalan ." jawab Joy kemudian, karena di depan sana ada dua jalan yang berbeda belok kiri atau kanan .
"Jalanan ini menuju hutan , di dalam sana ada sebuah gedung tua yang terbengkalai , jalan mana pun yang kau ambil kedua - dua nya akan membawa mu ke dalam sana , tepat di hadapan gedung tua itu , jadi kau tidak akan tersesat ." ucap seorang wanita dia adalah anggota kepolisian yang di tugaskan untuk penyelidikan , kehebatan nya sama percis dengan Joy seorang peretas .
"Gedung tua ? apa maksud mu Anna dan Stella ada di sana ."
"Semoga saja , karena sehari sebelum nya , aku melihat Pablo bersama seorang pria mereka menyembunyikan beberapa gram narkotika , ke dalam mobil yang menuju ke dalam hutan ini , setelah aku telusuri di dalam sana ada sebuah gedung tua yang mereka tempati , untuk di jadikan markas persembunyian nya ."
"Kenapa kamu tidak menghubungi ku ." tanya seorang Jendral
"Aku tidak ingin gegabah , butuh strategi juga rencana untuk mengepung mereka , karena jumlah mereka cukup banyak , dan pengawalan nya pun begitu ketat ." jawab wanita itu yang bernama Sharon .
"Baiklah , kalau begitu kita serang sekarang sesuai rencana dan strategi yang sudah kita rancang ." ucap salah seorang teman Sharon .
"Semua nya kembali ke mobil , jalankan sesuai rencana ." titah Jendral
"Siap laksanakan ." para anggota pun masuk ke dalam mobil kembali
"Aku pikir , kau membutuhkan nya ." ucap Sharon pada Joy seraya memberikan senjata api nya .
"Aku memilikinya ."
"Hai , tuan ." Sharon menepuk bahu Joy menatap nya dengan intens ." Ini pertarungan , tidak hanya membutuhkan satu senjata saja , namun butuh lebih dari satu . Bawalah ini untuk jaga - jaga ." Sharon menarik tangan Joy lalu meletakan pistol itu di tangan nya .
"Good luck " ucap Sharon di iringi senyuman , kembali masuk ke dalam mobil nya .
"Apa kau menyukai anak itu ? " tanya seorang teman pada Sharon ,
"Aku hanya mengingatkan nya untuk berhati - hati ." ucap Sharon datar . Lalu teman di samping nya melajukan mobil nya .
Tin ... tin ... tin ...
Beberapa mobil di belakang nya melaju melewati Joy yang masih berdiri di depan mobil nya di depan sana mereka mengambil arah jalan yang berbeda, mereka sengaja berpencar .
Joy pun masuk ke dalam mobil nya , namun sebelum melajukan mobil nya Joy mendapat telepon dari sang mami yang mengharuskan Joy untuk mengangkat telepon nya terlebih dulu .
"Iya Mami ."
"Joy , kau tahu dimana Anna ? Anna belum pulang sedari pagi , telepon nya pun tidak di angkat apa kau tahu ?"
__ADS_1
Joy tertegun sesaat , memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan untuk mami nya , tidak mungkin juga berkata yang sebenar nya .
"Mmm... Anna bersama Stella , dia bilang mau menginap di apartemen Stella ." jawab Joy penuh kegelisahan jantung nya berdegup begitu cepat , pertama kali nya Joy berbohong kepada Mami nya .
"Lalu , kenapa tidak menghubungi mami , kau tahu dari mana ? Anna kenapa tidak mengangkat telepon nya ?" pertanyaan Mami nya membuat Joy semakin gugup .
Joy menghela nafas panjang , lalu kembali berkata ." Tadi Stella memberitahu ku bahwa Anna sedang bersama nya , mungkin ponsel Anna sedang di charge jadi tidak dia angkat ."
"Ouh.. begitu ya , lalu kapan kau pulang ?"
"Mami aku masih banyak kerjaan , sepertinya aku harus lembur dan mungkin akan tidur di kantor saja , Mami jangan khawatir ya , sudah dulu Mami i love you ."
Tut .
Sambungan telepon pun di tutup oleh Joy .
"Maaf , Mami aku membohongi mu , aku tidak ingin kau khawatir ." batin Joy
"Malam ini aku bisa memberikan alasan pada Mami , tapi bagaimana dengan esok aku tidak mungkin memberi alasan yang sama , malam ini aku harus membawa pulang Anna dan Stella ."
Brmmm... brmmm ... brmmmm...
Joy menyalakan mobil nya , menstater , lalu tancap gas dan wushhh...
melajukan mobil nya begitu cepat , Joy mengambil arah jalan kiri di depan nya.
****
Sedangkan di tempat lain , Stella mulai membuka mata nya perlahan , di lihat nya sekeliling tempat itu begitu asing bagi nya . Stella meringis merasakan sakit di ujung bibir nya bekas tamparan Aris tadi pagi .
Stella terkejut di samping kiri nya terlihat Anna yang masih memejamkan mata nya , dan tertunduk lemah .
Anna .... An.... Annna ....
Perlahan mata Anna pun terbuka , Anna merasakan sakit di belakang leher dan punggung nya , mungkin karena pukulan tadi yang tiba - tiba menyerang nya .
Stella
Anna
"Stella , kenapa dengan wajah mu ?" Anna terkejut melihat luka di bibir Stella dan luka bekas tamparan Aris yang membekas .
"Jangan khawatirkan aku Anna , sekarang kita ada dimana ?"
"Kenapa mereka mengikat kita ah .... sial ." umpat Anna yang mencoba melepas ikatan tangan nya .
"Stella , kita harus keluar dari sini ."
"Anna , aku sudah lelah aku tidak kuat ."
"Tidak , Stella kamu masih kuat lihat aku Stella , kita akan keluar dari sini , kau tidak ingin mati di sini kan ? "
"Iya , benar aku tidak mau mati di sini ."
__ADS_1
Tuk..tuk...tuk...tuk...
Arghh....
Suara ketukan kursi terdengar , Anna dan Stella berusaha melepaskan ikatan pada tangan kaki dan tubuh nya namun begitu susah .
"Sial ikatan nya begitu kuat ." umpat Anna , namun terus berusaha dan mencoba sampai akhir nya ikatan kaki nya lepas , begitu juga Stella .
Tinggal dua ikatan lagi yang harus di lepas nya , namun mereka sudah terlambat karena Aris juga Pablo sudah kembali .
Prok...prok...prok...
Pablo menepukan kedua telapak tangan nya , berjalan menghampiri Anna juga Stella yang sedang menatap ke arah nya tajam.
"Kalian mencoba untuk kabur ? Ingin melepaskan ikatan nya ? Bilang sayang aku akan melepaskan nya untuk mu ."
"Jangan menyentuh ku ." ancam Stella yang di sentuh Pablo .
"Hei ... hei ... jangan marah , aku tidak menyakiti mu aku hanya menyentuh mu ."
"Hai nona , apa yang sedang kau tatap , kau mau ini ." Aris mengayunkan kalung Anna di tangan nya , Anna terbelalak melihat nya .
"Kembalikan itu milik ku ."
"Haha...haha ... " Aris tergelak "Kalung yang begitu berharga , bagaimana jika kekasih mu tahu hal ini , apa dia akan marah , atau sedih auwww.... apa mungkin menangis jika tahu wanita yang di cintai nya sedang dalam bahaya , tapi sayang dia tidak akan bisa menyelamatkan mu ." Anna menatap tajam Aris di depan nya , ingin sekali Anna menghantam tubuh Aris saat ini juga namun apa daya tangan nya terikat .
"Lepaskan ... Lepaskan brengsek ." teriak Stella yang di bawa oleh beberapa bodyguard mengikuti langkah Pablo .
"Stella.. Stella ... , mau di bawa kemana Stella ." teriak Anna
"Sudah baby , dia adalah milik nya dan kau adalah milik ku ."
Cuihh...
Anna meludah , ucapan Aris membuat nya jijik .
"Sampai kapan pun aku tak sudi di sentuh oleh mu , bajingan ."
"Apa kau bilang ." Aris mencengkram rahang Anna kuat , membuat Anna meringis namun itu tidak membuat Anna lemah dan takut .
Bugh...
Argghh..
Aris berteriak histeris ketika Anna menendang milik nya , hari ini Aris begitu sial untuk kedua kali nya . Bukan nya mendapat pemuasan hasrat namun malah tendangan maut yang di dapat nya .
...----------------...
Jangan lupa selalu tinggalkan Like dan Vote setelah membaca 🙏🙏🙏🙏😊😊😊
Komentar cantik nya jangan lupa , agar Thor selalu semangat 💪💪.
Kenalan juga yuk sama author 😊
__ADS_1
Follow IG: dni_rtn
Terima kasih 🙏😊