
"Setelah dewasa nanti apa kau mau menikahi ku ."
"Akan aku jawab setelah dewasa ."
"Tapi berjanjilah dulu ."
"Tidak ,"
"Baiklah aku akan menunggu sampai dewasa , kau harus menjawab nya saat usia ku 17 tahun ."
"Tidak ,"
"Lalu kapan ?"
"23 tahun ."
"Lama sekali , ya sudah tidak apa - apa aku akan menunggu nya , tapi janji dulu ."
"Joy.. berjanjilah ."
"Stella kau begitu cerewet ." Joy langsung mengikatkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Stella, seketika senyum Stella pun merekah .
Stella kembali mengingat , ucapan nya dulu .Joy menepati janji nya , namun Stella meragukan nya apa Joy terpaksa melakukan itu karena terikat sebuah janji , atau memang karena hati nya menginginkan nya .
"Joy , itu masa kecil , aku tahu aku meminta mu berjanji , tapi .... Sekarang aku mengerti , pernikahan bukan sekedar janji tapi juga harus ada cinta"
"Aku tahu kamu tidak mencintai ku Joy, aku tidak ingin kamu terpaksa hanya karena janji , aku sudah mengikat mu dengan janji ini , tapi sekarang aku sudah melupakan itu , kau tidak perlu menepati janji mu , aku tidak akan memaksa mu menikah dengan ku"
"A-ku , a-ku "
Ucap Joy gugup
"Kau berjanji pada Mommy ku kan ? Apa karena ucapan Mommy ku ? Aku tahu dan aku mendengar semua nya , Mommy ku meminta mu untuk menikahi ku kan ! Joy maaf jika ucapan Mommy membebani mu "
"Jujur aku sangat menyukai mu Joy , sejak dulu , saat kita masih kecil dan bermain bersama. Wajah imut mu yang membuat ku gemas , dan mengagumi mu , namun seiring nya waktu rasa kagum ku menjadi cinta , entah sejak kapan rasa itu tumbuh aku juga tidak tahu , namun aku tidak berani mengatakan nya pada mu , aku takut kamu meninggalkan ku saat tahu perasaan ku itu sebab nya sampai sekarang aku tidak mengatakan nya "
"Saat itu aku ingin selalu dekat dengan mu , aku sekolah dimana kamu sekolah, aku bekerja dimana kamu bekerja , aku selalu mengikuti mu , kemana pun kau pergi ,tapi .... Saat aku tahu kamu menyukai seseorang , aku sadar bahwa aku terlalu berharap pada mu "
"Apa? Menyukai seseorang siapa maksud mu ?" tanya Joy yang tak mengerti ucapan Stella
"Wanita yang selalu bersama mu , wanita polwan itu ."
__ADS_1
"Sharon"
"Aku tidak tahu siapa nama nya , yang jelas aku melihat mu memeluk nya"
"Kapan aku memeluk nya ? Aku dan Sharon hanya teman , kenapa kamu berpikir aku dan Sharon memiliki hubungan?"
"Aku melihat kalian berpelukan, aku pikir kalian punya hubungan"
"Joy , aku tidak bisa lagi memendam perasaan ku , aku mencintai mu Joy . Aku harap kamu tidak benci pada ku , karena aku mengatakan perasaan ku , saat melihat kau bersama wanita itu , hati ku merasa sakit , nafas ku terasa sesak , dan aku pikir aku akan melupakan mu saat itu juga , namun tetap saja perasaan ku tidak berubah , dan aku juga tidak bisa melupakan mu ,saat kau jauh dari ku aku merasa tidak ada lagi semangat untuk hidup. Saat kau mendiamkan ku aku merasa sedih , aku tidak sanggup sehari saja aku tidak mendengar suara mu , kau selalu peduli pada ku , memperhatikan ku , tapi saat pagi tadi kau benar - benar mengabaikan ku , kau mendiamkan ku seharian ini"
Stella masih berbicara dan terus menatap Joy dengan tatapan sendu nya .
Joy menggenggam tangan Stella , di tatap nya dengan lekat mata indah itu yang mulai berkaca - kaca .
"Kamu masih ingat ucapan ku tadi ? Aku bilang pada mu bahwa jangan pernah mengagumi pria lain selain diri ku"
"Entah kenapa saat aku melihat kamu mengagumi, memuji , tersenyum apa lagi duduk bersama pria itu , hati ku tiba - tiba terasa sakit , nafas ku terasa sesak , aku tidak tahu apa yang aku rasakan "
Tiba - tiba Joy kembali mengingat saat dimana Stella bersama Elang tadi siang .
"Seakan aku tidak rela jika kamu bersama pria itu . Senyuman mu , kekaguman mu , pujian mu , itu hanya milik ku , aku tidak ingin ada pria lain yang melihat senyuman mu , aku tidak ingin ada pria lain yang mendapat pujian dari mu , dan aku tidak ingin kamu mengagumi pria lain selain diri ku"
"Aku, mencoba berpikir dan merenung. Apa yang aku rasakan saat ini , kenapa tiba - tiba hati ku sakit, dan nafas ku terasa sesak "
DEG!!
Kata - kata itu ,
Kata - kata yang selama ini aku tunggu - tunggu , kata yang selalu aku rindukan, kata yang selalu aku harapkan .
Aku mencintaimu Stella , Aku mencintai mu
Benarkah yang aku dengar ini ? Apa aku tidak salah mendengar ? Dia mengatakan , dia mencintai ku . Benarkah yang aku dengar ini ? Jantung ku , jantung ku mulai berdetak tak karuan , tangan ini , tangan ini terasa mati ! Aku tidak bisa merasakan apa pun , selain merasakan kehangatan genggaman nya"
"Apa yang harus aku lakukan , apa aku harus bahagia atau bersedih ? Tapi aku memang sangat bahagia namun air mata ini , kenapa membasahi pipi ku ? Apa aku sekarang sedang menangis ? Tapi kenapa ? Bukankah aku harus bahagia "
Malam sunyi , hening , dan dingin. Masih menemani kedua sejoli yang masih saling pandang , saling genggam di atas rooftop.
Langit yang gelap , bintang menerang , bulan bersinar , seakan sedang menyaksikan kedua orang yang saling mengutarakan cinta nya .
"Aku mencintai mu Stella , aku mencintai mu , menikahlah dengan ku"
__ADS_1
Joy , memasangkan cincin itu di jari manis Stella . Stella masih tak bergeming , perkataan Joy membuat nya diam terpaku .
"Apa kau sedang melamar ku Joy "
"Anggaplah seperti itu , apa kau bersedia ? Bersediakah kau menikah dengan ku , kita wujudkan impian kita dulu , dan aku menepati janji ku menikahi mu di usia mu 23 tahun"
"Maukah kau berjanji untuk ku ? Berjanji untuk selalu bersama dalam ikatan janji suci , menikahlah dengan ku"
Air mata pun tumpah , Stella tidak bisa lagi menahan air mata yang sudah lama terbendung , Stella hanya bisa menangis , menangis bahagia . Stella tidak bisa berkata apa pun dia hanya mengangguk sebagai jawaban .
"Ini kado terindah , di hari ulang tahun ku ,terima kasih Joy terima kasih "
"Jadi kamu menerima ku ? Kamu siap menikah dengan ku "
He em
DORR!! DORR!!
Suara kembang api kembali terdengar , langit kembali cerah penuh dengan warna - warni . Bulan tersenyum , bintang menderang , seolah bersorak untuk mereka berdua .
Aku mencintaimu
Aku mencintaimu
Cup,
Untuk kesekian kali nya bibir ini kembali saling menautkan. Namun ada yang berbeda , malam ini ciuman ini begitu hangat terasa , karena akhir nya mereka bisa mengungkapkan perasaan cinta nya .
Joy menarik tubuh Stella dalam pelukan nya , lebih dekat dan sangat dekat , bibir kedua nya saling menautkan , lebih dalam dan lebih dalam lagi , lidah kedua nya sudah saling mengikat seakan tidak ingin lagi terlepas .
Eemmm ....
Semakin dalam Joy menautkan bibir nya , semakin erat pelukan hangat nya , malam ini dunia terasa milik mereka berdua .
****
Joy dan Stella sudah kembali ke bawah , namun semua orang belum menyadari kehadiran Stella dan Joy .
Joy dan Stella menggenggam tangan satu sama lain. Di tatap nya semua orang di ruangan itu , mereka semua bahagia , bercengkrama , bercanda , tertawa , membuat villa sangat ramai dan riuh .
"Aku , akan menikahi Stella "
__ADS_1
DEG!!
Seketika suasana ramai menjadi sepi , tatapan semua orang tertuju pada dua sejoli yang masih saling menggenggam.