
Hari ini semua orang sibuk untuk memberi kejutan pada Stella . Hari ini adalah ulang tahun nya yang ke 23 tahun , seperti biasa setiap tahun nya Mommy dan Daddy nya tidak pernah ada saat bersama nya apalagi merayakan nya , ucapan selamat pun mereka selalu lupa .
Hari ini Stella pergi dari villa , entah pergi kemana yang jelas semua orang menyuruh Stella untuk tidak kembali sebelum malam hari , dan yang bisa membawa Stella pergi hanyalah Joy .
Joy membawa Stella ke kota dengan alasan membeli beberapa bahan makanan untuk di villa nanti , setelah selesai mereka pun kembali .
****
"Joy , kenapa villa nya gelap sekali ?"
Stella dan Joy baru saja kembali , namun melihat keadaan villa yang sangat gelap tanpa penerangan seperti tidak ada penghuni nya .
"Mungkin listrik nya mati , ayo kita masuk ." ajak Joy yang melangkah lebih dulu .
Stella terlihat kesal , karena Joy lupa dengan ulang tahun nya hari ini , Joy sama sekali tidak mengucapkan nya selamat ,tidak biasa nya Joy lupa .
Stella dan Joy terus berjalan memasuki Villa , sampai mereka tiba di ruang tengah. Joy menyimpan belanjaan nya di atas meja , dalam villa sangat gelap juga sepi , mendadak jadi horor .
"Mami , papi , Anna , Jolie." panggil Joy namun tidak ada sahutan
"Joy apa mereka pulang ke kota? Lalu kenapa mereka meninggalkan kita ."
DORR !!
Akhh , refleks Stella langsung memeluk Joy , Stella masih merasa takut jika mendengar suara - suara mengejutkan ,karena itu mengingatkan Stella pada suara tembakan saat itu . Namun malam ini suara itu berasal dari letusan balon yang sengaja untuk kejutan ulang tahun nya .
"Stella , lihatlah itu bukan suara tembakan." ucap Joy yang merasakan ketakutan dalam diri nya .
Stella melepas pelukan nya , di lihat nya sekeliling ruangan sudah tampak bercahaya , hiasan - hiasan berterbangan dari atas kepalanya , sepersekian detik terlihat Shila memegang sebuah kue di atas tangan nya , kue yang sederhana di hiasi lilin yang menyala.
"Happy birthay"
Ucap Joy demikian , membuat Stella tersenyum .
Shila berjalan ke arah Stella , satu tangan nya membawa kue satu tangan nya lagi menjaga lilin agar tidak tertiup angin .
"Happy birthay sayang"
DORR!! Suara letusan balon kembali terdengar kali ini semua penghuni villa muncul , seketika suasana jadi riuh.
Stella terlihat bahagia , mata nya mulai berkaca - kaca . Shila bukan ibu kandung nya namun Shila dan mereka sudah seperti keluarga bagi nya dan mereka semua selalu ada untuk nya .
"Kenapa menangis ? Ini hari bahagia mu tiuplah lilin nya" ujar Shila yang tersenyum bahagia . Sebelum meniup liin Stella meminta harapan terlebih dulu , dia menutup mata nya dan mengucapkan make a wish nya dalam hati setelah itu Stella meniup lilin ulang tahun nya .
Semua bertepuk tangan , memberikan selamat pada nya . Suasana villa menjadi heboh apa lagi Kanza dan Kenzie yang paling heboh .
__ADS_1
"Kakak , potong kue nya dan berikan kepada yang paling special dalam hidup kakak ." ujar Kanza penuh semangat .
Stella pun melakukan nya , dia memotong kue nya lalu Stella berikan kepada Shila untuk potongan kue pertama .
"Kak Joy itu berarti kakak bukan orang yang spesial"
Singgung Kanza sambil tergelak
"Jangan cemburu kak " ledek Kenzie
Kedua adik nya ini memang suka sekali menggoda kakak nya .
Setelah ,pemotongan kue di lanjutkan dengan acara makan malam , semua orang sangat menikmati nya termasuk Stella . Setelah selesai makan mereka saling bercengkrama dan memberi kado untuk Stella , ternyata mereka semua sudah mempersiapkan kado nya masing - masing .
"Tunggu dulu , Joy apa kau tidak memberikan Stella kado ulang tahun ?"cibir Jolie
"Maaf , aku lupa membelikan kado untuk mu ." ucap Joy dingin
"Tidak apa - apa ? Setiap tahun kau selalu memberikan ku kado" ucap Stella
"Ya, karena Stella sudah bosan dengan kado mu , kau selalu saja memberikan nya gantungan kunci , apa tidak ada kado yang lain ."
Joy hanya melengos , setelah mendengar cibiran Jolie untuk nya , setiap tahun Joy memang selalu memberikan kado yang sama yaitu gantungan kunci . Entah kenapa saat pertama kali Joy memberikan gantungan kunci oleh - oleh dari jepang dulu , Stella begitu senang mendapatkan nya sampai bersorak ria dari situlah setiap ulang tahun Joy selalu memberikan nya gantungan kunci karena Joy pikir itu Stella sangat menyukai nya .
Stella mencari - cari Joy entah pergi kemana , apa Joy tersinggung dengan ucapan Jolie ? Lalu pergi ! Entahlah . Tiba - tiba Stella mendapat pesan dari Joy .
Joy meminta nya untuk ke rooftop. Setelah membaca pesan itu Stella berjalan ke rooftop , meninggalkan semua orang yang ada di ruang tengah yang masih bercengkrama , bercanda , dan lainnya .
Stella melihat Joy sedang menunggu nya , Joy berdiri membelakangi nya , sambil melihat pemandangan indah puncak di atas rooftop . Entah apa maksud Joy meminta Stella menemui nya di rooftop dan hanya mereka berdua saja .
Joy
Stella berjalan menghampiri Joy lalu berdiri di samping nya . Joy masih diam tatapan nya fokus ke depan , tak lama kemudian suara letusan kembang api terdengar , di lihat nya di atas langit kembang api berwarna - warni menghiasi gelap nya malam . Stella tersenyum melihat kembang api yang penuh warna itu .
"Apa karena ini kau memanggil ku ? Ini sangat indah , terima kasih Joy atas kado nya , ku pikir kamu akan memberikan ku gantungan kunci lagi ternyata , kembang api ."Stella tertawa
Joy melirik Stella
"Apa kamu ingin melihat kado yang sebenar nya ?" ucap Joy membuat Stella menoleh
"Jadi bukan ini kado nya ? Lalu ?"
Joy memberikan sebuah kotak kecil pada Stella. Awal nya Stella hanya diam , lalu mengambil kotak kecil itu dan bertanya "Apa ini ? Aku bisa tebak pasti gantungan kunci lagi"
"Kalau kau ingin tahu , bukalah"
__ADS_1
Stella membuka kotak kecil itu , Stella sungguh terkejut melihat apa isi dalam kotak itu , sebuah cincin berlian yang indah dan cantik .Untuk pertama kali nya Joy memberikan kado yang istimewa , lebih istimewa dari gantungan kunci .
"Menikahlah dengan ku "
DEG!! Lagi - lagi Joy memberikan nya kejutan , bukan sekedar cincin saja namun ucapan yang membuat hati nya berdebar .
*Apa ini lamaran ? Apa Joy baru saja melamar ku ? Apa aku tidak salah dengar*.
Stella terus bergulat dalam hati nya
"Kau ingat ! Dulu kau pernah meminta ku untuk menikahi mu, tapi saat itu usia kita masih kecil untuk mengerti hal itu"
"Kau terus memaksa ku untuk mau menikahi mu , namun aku tidak menjawab , karena bagi ku itu hanya candaan"
"Tapi kamu Stella , Kamu sangat keras kepala , kamu terus mengatakan hal itu dan meminta ku untuk berjanji , kamu meminta ku untuk menjawab nya saat usia kita 17 tahun , namun aku menolak nya"
"Lalu aku berjanji akan menikahi mu di usia mu 23 tahun dan inilah janji ku . Sekarang aku menepati janji ku bukan ?"
Stella kembali mengingat kenangan masa kecil nya dulu .
"Setelah dewasa nanti apa kau mau menikahi ku ."
"Akan aku jawab setelah dewasa ."
"Tapi berjanjilah dulu ."
"Tidak ,"
"Baiklah aku akan menunggu sampai dewasa , kau harus menjawab nya saat usia ku 17 tahun ."
"Tidak ,"
"Lalu kapan ?"
"23 tahun ."
"Lama sekali , ya sudah tidak apa - apa aku akan menunggu nya , tapi janji dulu ."
"Joy.. berjanjilah ."
"Stella kau begitu cerewet ." Joy langsung mengikatkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Stella, seketika senyum Stella pun merekah .
...----------------...
Jangan lupa untuk like dan Vote nya ya 🙏🥰
__ADS_1
Komentar cantik nya juga jangan lupa 👌🥰