Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Pembalut


__ADS_3

Stella mondar mandir tak jelas di dalam kamarnya, sudah dua jam lamanya Joy belum juga kembali. Padahal tadi Joy hanya bilang akan pergi selama satu jam tapi sekarang sudah dua jam lebih Joy belum juga kembali.


Stella sudah sangat gelisah, di tatapnya jam dinding yang terus berdentum suara jarum jam terdengar begitu jelas berdetak . Stella terus menghubungi Joy untuk mencari tahu keberadaannya namun, Joy sama sekali tak menjawab teleponnya.


Aduh.... Tiba-tiba Stella meringis merasakan sakit pada perutnya. Stella berlari ke kamar mandi setelah beberapa menit Stella kembali ke luar.


"Aduh.... Datang bulan lagi, apa masih ada pembalut yang tersisa ya!" gumam Stella yang berlari menuju lemarinya. di cari nya barang yang dia butuhkan namun hanya ada satu yang tersisa, Stella segera mengambil pembalut itu lalu kembali ke kamar mandi.


Setelah beberapa menit Stella keluar, dengan raut wajah yang sedikit pucat dan tangan yang menekan bawah perutnya. Stella berjalan ke arah ranjang tidur lalu merebahkan tubuhnya.


Setiap pertama menstruasi Stella akan selalu merasa sakit di perutnya. Stella berguling-guling sambil menekan bawah perutnya, rasa ini tidak bisa di jabarkan dan hanya wanitalah yang tahu.


****


Joy baru saja keluar dari kantor polisi di temani Sharon di sampingnya. Sharon dan Joy terlihat bercengkrama, mereka berdua terlihat begitu dekat. Sesampainya di depan mobilnya Joy pamit pada Sharon


"Makasih sudah membantu, aku permisi"


"Joy, apa kau mau makan malam bersamaku? Aku yang traktir" ajak Sharon Joy hanya mengulum senyum


"Kapan-kapan" jawabnya singkat lalu masuk ke dalam mobil. Sharon yang kecewa hanya mengulum senyum padahal hatinya terluka, karena Joy sudah menolak ajakannya walaupun secara halus.


Mobil Joy mulai melaju meninggalkan kantor polisi. Sharon hanya menatap kepergiaan Joy dengan perasaan kecewa.


"Jangan di lihat terus, orangnya sudah pergi" cibir seorang polisi teman kantornya.


"Apaan sih!"


"Tadi kamu ngajak dia kencan?"


"Sok tahu kamu,"


"Aku dengar"


"Aku hanya mengajaknya makan malam kenapa? Ada yang salah"


"Jelas, Kamu tidak tahu dia sudah menikah, sebelum mengajaknya minta izin dulu pada istrinya" Sharon terdiam mendengar ucapan temannya, dia baru tahu bahwa Joy sudah menikah.


****


Joy memacukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Joy melihat ponselnya banyak sekali panggilan tak terjawab dari Stella, Joy menghentikan mobilnya sejenak lalu menghubungi Stella kembali namun tidak ada jawaban.


"Dia pasti marah, itu sebabnya tidak mengangkat teleponku" gumam Joy lirih lalu melajukan kembali mobilnya.


Joy sudah sampai di rumahnya, saat di ruang tengah Joy bertanya pada mami nya dimana Stella? Maminya bilang Stella di atas di dalam kamarnya. Joy langsung menuju ke kamar untuk melihat Stella. Di lihatnya Stella sedang tertidur Joy merasa lega, lalu dia berjalan memasuki kamar mandi untuk berganti pakaian. Setelah lima menit Joy keluar dengan mengenakan pakaian ganti.


Akhh.... Joy mendengar ringisan Stella, Joy mendekat lalu duduk di bibir ranjang dan membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya. Joy terkejut melihat Stella yang sudah menangis, wajahnya terlihat begitu pucat.

__ADS_1


"Ada apa? Apa kau sakit" Joy menempelkan telapak tangannya pada kening Stella namun langsung Stella tepiskan.


"Kemana saja? Kau bilang satu jam sekarang sudah lebih dua jam"


"Stella, kau menangis karena ini? Tadi ponselku aku silent jadi aku tidak mendengar ada telepon dari mu"


"Sengaja kau silent! Biar tidak ada yang mengganggumu bersama wanita itu iya kan!"


"Stella, aku tidak suka kamu seperti ini. Seharusnya kamu bersikap profesional aku dengannya hanya rekan kerja"


"Siapa dengan siapa? Aduhh..... Akhh sakit" Stella kembali merasa sakit pada perutnya


"Stella, kau tidak apa-apa?"


"Aku tidak apa-apa, pergi saja sana"


"Stella"


"Akh.... Aduh .... perutku" Joy tambah panik melihat Stella yang meringis seperti itu, Joy bingung harus berbuat apa namun Joy juga tidak tahu Stella sakit apa.


"Apa perutmu sakit? Apa perlu obat?"


"Apa kau mau membantuku?"


"Ya, katakan apa?"


"Belikan aku pembalut" bisik Stella membuat Joy semakin bingung karena tidak tahu apa itu pembalut.


"Kamu cari saja di mini market, nanti aku share gambarnya kamu cari sesuai yang gambar yang aku kirim ya. Sama satu lagi susu, dan kiranti" Joy semakin bingung apa itu kiranti, namun karena melihat Stella kesakitan jadi Joy langsung pergi saja untuk membeli apa yang di butuhkan Stella.


****


"Pembalut bersayap malam panjang 35 cm, tipis" Joy membaca pesan yang di kirim Stella. Sambil mencari barang tersebut.


Kedatangan Joy menjadi pusat perhatian, karena tampangnya yang rupawan, gantengnya gak ketulungan membuat para mata hawa tak mampu berkedip melihatnya.


Joy tidak menghiraukan pandangan mereka, dia fokus mencari barang apa yang harus dia beli. Joy mengambil satu susu kaleng, lalu mencari kiranti yang sempat membuatnya bingung, tapi akhirnya dia menemukannya.


"Ini yang namanya kiranti. Ini seperti jamu" gumam Joy sambil membaca kemasan pada botol kecil yang terdapat nama kiranti juga gambar kunyit dan rempah-rempah lainnya.


Sekarang Joy mulai mencari pembalut yang dia baca, Joy menyusuri setiap rak dagangan sampai dia berhenti di depan rak yang terdapat beberapa macam pembalut dan semacamnya. Di lihatnya kembali gambar dalam ponselnya, Joy membaca satu persatu pembalut yang ada pada rak.


"35 cm, night" ucapnya demikian


"Mungkin ini. Ya ini!" ucap Joy yang mengambil pembalut itu. Namun Joy tidak menyadari banyak pasang mata yang melihatnya terutama kaum ibu-ibu.


"Beli itu buat siapa? Kekasih nya?"

__ADS_1


"Untuk istriku, memangnya kenapa? tanya Joy heran


"Ouh.... Istrinya. Romantis banget sih! Masih muda lagi ouh...."


Joy bergidik ngeri melihat ibu-ibu yang histeris. Joy langsung menuju meja kasir untuk menghitung belanjaannya. Lagi - lagi Joy bertemu sama ibu-ibu rempong.


"Aduh Nak, ibunya lagi datang bulan?" Joy menatap heran tidak mengerti apa yang mereka ucapkan.


"Itu, beli pembalut untuk siapa?"


"Untuk istriku" ketus Joy


"Ouh... Pengantin baru ya! Ih... baik bener, aku seumur-umur boro-boro di beliin yang gituan, di suruh beli saja suami udah nolak, malu katanya. Kamu bener-bener baik romantis ih, jadi iri"


Joy melengos pergi meninggalkan ibu-ibu yang masih mengoceh. Joy merasa kesal dan risih. Di bantingnya pintu mobil dengan keras lalu duduk bersandar pada kursi mobil .


Joy merasa aneh ada apa dengan ibu-ibu tadi, hanya beli pembalut saja heboh, apa sih yang jadi heboh!. Karena penasaran Joy mencarinya di internet, Joy membuka layar ponselnya di klik nya google lalu di tulis tentang pembalut.


Joy membulatkan bola matanya sempurna bibirnya ia cebikkan dan rekatkan. "Pantas saja semua orang menertawakanku jadi ini penyebabnya" gerutu Joy dalam hati lalu pergi meninggalkan mini market. Melajukan mobilnya dengan pelan.


****


BRAKK!! Joy membanting pintu membuat Stella terkejut sampai terbangun.


"Kau sudah pulang! Apa pembalutnya dapat"


"Ini" Joy memberikan satu kantong kresek pada Stella, dengan raut wajah yang muram.


"Jangan menyuruhku membeli itu lagi" ketus Joy yang langsung merebahkan tubuhnya di samping Stella.


"Kenapa memangnya?"


"Kamu membuatku malu, Kamu mau aku di kerumunin ibu-ibu rempong"


Haha.... Stella tergelak,


"Jadi kamu sengaja mengerjaiku"


Haha.... haha..... Joy hentikan, teriak Stella yang di gelitiki Joy.


Aduh.... akhh....


"Kenapa? Sakit lagi? Apa selalu seperti ini?"


"He em" Stella mengangguk.


"Apa yang bisa aku bantu"

__ADS_1


"Tolong bantu usap- usap perutku, juga punggungku biasanya akan terasa lebih enakan"


Dengan sabar dan lembut, Joy mengusap lembut perut rata Stella, sampai membuat Stella tertidur pulas.


__ADS_2