
Kini semua orang berada di ruangan Anna , dokter memberitahukan Anna dan Joy sudah membaik luka nya tidak terlalu serius besok pun mereka boleh pulang . Shila merasa lega mendengar nya terlihat dari senyuman yang terpancar di ujung bibir nya . Tak hanya Shila Vero dan triple Rey pun sangat senang .
"Syukurlah Nak, kamu baik - baik saja , Mami sangat khawatir pada mu ."ucap Shila seraya mengelus lembut kepala Anna , namun Anna terlihat gelisah dan sedih karena saat dia terbangun Kemi sudah tidak ada di samping nya kemana dia ?
Kemi kamu dimana ? Semalam kamu masih di sini sekarang kamu menghilang , apa Kemi pergi ke toilet ya ! , Anna terus bergulat dalam hati nya ekor mata nya menyapu setiap sudut ruangan .
"Sayang ada apa ? Apa mencari seseorang ?" tanya Shila
"Tidak ." jawab Anna cepat .
"Apa kalian kenal dengan pasien satu lagi ?" ucap Indra yang mengalihkan pembicaraan , seperti nya Indra tahu apa yang di pikirkan Anna .
"Stella , iya kami mengenal nya bagaimana keadaan nya ?"tanya Shila yang mengkhawatirkan Stella
" Mari kita ke kamar nya , sekalian ada yang ingin aku bicarakan ." ajak Indra. Shila , Vero dan triple Rey pun keluar dari kamar Anna
"Sayang Mami menjenguk Stella dulu ."
"Iya Mami ."
"Mari dokter ." ajak Shila pada Indra , namun Indra mempersilahkan mereka untuk berjalan lebih dulu .
Sebelum melangkah keluar Indra menyelipkan sebuah surat pada Anna , membuat Anna tercengang "Apa ini paman ?" tanya Anna bingung .
"Titipan dari pangeran mu ." ucap Indra yang tersenyum , lalu melangkah pergi keluar dari kamar Anna .
Anna masih bengong mencerna ucapan Indra barusan ."Pangeran ? Apa ini dari Kemi ." Anna langsung membuka surat di tangan nya , Anna mengalumkan senyum ketika melihat ada bunga yang terselipkan di dalam surat , lalu Anna pun membuka nya dan membaca surat nya .
Jo , maaf aku harus kembali , mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah berada di Tokyo , jangan marah ! Aku bingung harus bilang apa , aku tidak bisa membangunkan mu karena aku tidak ingin membuat mu terbangun dalam mimpi mu . Dan aku pikir aku akan mengabari mu nanti setelah aku sampai di Tokyo , tapi .... aku menemukan cara lain , aku menulis surat untuk mu , seperti saat aku menulis email untuk mu , mungkin ini sangat kuno tapi jujurlah ini hal yang paling romantis bukan ! Aku juga berikan setangkai bunga untuk mu , jangan cemberut ! Karena aku memberikan mu setangkai saja, nanti setelah aku kembali aku akan memberikan mu seribu bunga mawar untuk mu . Jaga dirimu baik - baik ya
Aishiteru ... ❤❤❤
Tidak bisa di ungkapkan dengan kata - kata , saat ini ingin sekali Anna berteriak
Aaaaaa.....
__ADS_1
Teriak Anna sambil berguling - guling di atas ranjang nya , sampai tidak sadar selang inpus yang terpasang di tangan nya hampir saja tertarik .
Aww.... Aww.... Aduh sakit ....
Anna mengusap punggung tangan nya yang sakit karena selang inpus yang tertarik oleh nya . Namun rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang Kemi berikan untuk nya .
Kemi , dari dulu kamu selalu bisa membuat ku tersenyum
Anna senyum - senyum sambil memeluk surat cinta nya , yah ... usaha Kemi selalu berhasil tidak sia - sia dalam semalam Kemi menulis surat untuk Anna , sampai menemui Indra untuk meminta pulpen dan kertas dan sampai harus mencuri setangkai bunga di taman rumah sakit .
Ada apa dengan kak Anna ?
Jangan - jangan kak Anna gila ?
Ingatan nya jadi setengah ons
Apa jangan - jangan kak Anna stres karena di culik ?
Di depan pintu Kanza , Kenzie dan Kenzo tak sengaja melihat Anna yang tersenyum seperti orang gila , mereka pun tak jadi masuk mengurungkan niat nya untuk bertemu Anna , tadi nya mereka ingin berpamitan untuk pergi ke sekolah namun
Aaaaa .....
"Kenzie , Kenzo lebih baik kita pergi aku takut kalau kak Anna tiba - tiba memeluk ku , ihhhh.... " ucap Kanza yang bergidik ngeri
"Apa mental kak Anna sampai segitu nya ? " ucap Kenzie
"Bisa jadi kak Anna mengalami trauma karena sudah di culik ." ucap Kenzo demikian
"Mungkin saja , penculik itu mau mencekik kak Anna , atau membunuh nya ."
Aaaaa ....
Syutttt ....
Anna kembali berteriak , membuat Kanza , Kenzie ,Kenzo langsung lari dari tempat itu seperti orang yang sedang ketakutan .
__ADS_1
****
Shila sudah berada di kamar rawat Stella , wajah Shila dan Vero berubah setelah mendengar penjelasan dari Indra, terlihat ada kecemasan dan kekhawatiran juga kesedihan .
Shila duduk di tepi ranjang mengelus nya dengan lembut kepala Stella , saat ini Stella masih terbaring lemah dan belum sadarkan diri , Shila merasa kasihan dengan apa yang di alami Stella .
"Luka nya tidak terlalu parah , namun psikis nya .... " ucap Indra tertahan .
"Stella hampir saja di perkosa , dan itu tidak mudah untuk di lupakan oleh seorang gadis seperti Stella , bisa saja Stella mengalami trauma karena kejadian itu ." jelas Indra
"Saya sering menangani pasien seperti ini , pelecehan - pelecehan seperti ini tidak bisa di anggap enteng , atau di lupakan begitu saja , kita bisa saja melupakan nya namun tidak dengan Stella , kejadian itu pasti masih terbayang di benak nya , di pikiran nya , apalagi Stella sempat di berikan obat perangsang , dan juga mendapat perlakuan kasar itu terlihat dari luka di tangan nya mungkin saja dia di ikat lalu di paksa untuk melakukan itu , ya .... walau pun masih bisa di selamatkan ."
"Kita lihat saja setelah Stella sadar , semoga saja psikis nya baik - baik saja , dia tidak mengalami trauma yang sangat mendalam , tapi .... kalau itu terjadi kita harus membawa nya ke psikiater ." jelas Indra
Shila tak kuasa menahan tangis , Stella sudah di anggap nya sebagai anak nya sendiri
"Kenapa ini bisa terjadi pada mu nak ."
"Kita akan lakukan yang terbaik untuk Stella , kita akan selalu ada untuk nya ." Vero menenangkan Shila seraya memeluk nya .
"Apa dia tidak mempunyai orang tua ?" tanya Indra yang merasa aneh karena hanya Vero dan Shila yang peduli pada Stella.
"Dari kecil dia selalu bersama kami , dia gadis baik , periang , dan mandiri . Orang tua nya masih ada tapi mereka sibuk dengan urusan mereka , selalu meninggalkan nya sendiri sampai tidak ada waktu untuk putri nya . Mereka selalu mencukupi semua kebutuhan putri nya namun tidak dengan perhatian hanya dengan uang " jelas Vero
"Kasihan sekali dia , mungkin dia terlihat ceria tapi tidak dengan hati nya , dari kecil anak ini tidak mendapat perhatian , dia selalu menyendiri tapi coba kalian bayangkan , dari kecil yang seharusnya mendapat perhatian , kasih sayang , tapi tidak dengan anak ini , dari kecil dia sudah menderita , dan itu akan mengakibatkan psikis nya terganggu dan sekarang dia mengalami masalah berat , anak ini hampir saja di perkosa aku tidak tahu bagaimana psikis nya nanti ." ucapan Indra membuat Shila dan Vero terpaku .
Apa yang di katakan Indra memang benar , Stella sudah menderita dari kecil , Stella selalu menahan kesedihan nya sendiri dia tidak pernah mengungkapkan isi hati nya . Shila ingat betul saat Stella menangis dulu Stella kesepian , tidak ada teman , dan kadang iri dengan kebersamaan di keluarga nya .
"Mas , kita harus memberitahukan Mommy dan Daddy nya Stella , mereka harus tahu keadaan Stella ."
Vero hanya mengangguk sebagai persetujuan nya .
"Aku akan mengabari tuan Lucifer , semoga saja beliau bisa datang ." ucap Vero demikian.
...----------------...
__ADS_1
Jangan sampai psikis othor juga terganggu ya ! beri like terus , Vote , komentar nya jangan lupa
🥰🥰🥰