Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Titipan dari Pangeran


__ADS_3

Kini semua orang berada di ruangan Anna , dokter memberitahukan Anna dan Joy sudah membaik luka nya tidak terlalu serius besok pun mereka boleh pulang . Shila merasa lega mendengar nya terlihat dari senyuman yang terpancar di ujung bibir nya . Tak hanya Shila Vero dan triple Rey pun sangat senang .


"Syukurlah Nak, kamu baik - baik saja , Mami sangat khawatir pada mu ."ucap Shila seraya mengelus lembut kepala Anna , namun Anna terlihat gelisah dan sedih karena saat dia terbangun Kemi sudah tidak ada di samping nya kemana dia ?


Kemi kamu dimana ? Semalam kamu masih di sini sekarang kamu menghilang , apa Kemi pergi ke toilet ya ! , Anna terus bergulat dalam hati nya ekor mata nya menyapu setiap sudut ruangan .


"Sayang ada apa ? Apa mencari seseorang ?" tanya Shila


"Tidak ." jawab Anna cepat .


"Apa kalian kenal dengan pasien satu lagi ?" ucap Indra yang mengalihkan pembicaraan , seperti nya Indra tahu apa yang di pikirkan Anna .


"Stella , iya kami mengenal nya bagaimana keadaan nya ?"tanya Shila yang mengkhawatirkan Stella


" Mari kita ke kamar nya , sekalian ada yang ingin aku bicarakan ." ajak Indra. Shila , Vero dan triple Rey pun keluar dari kamar Anna


"Sayang Mami menjenguk Stella dulu ."


"Iya Mami ."


"Mari dokter ." ajak Shila pada Indra , namun Indra mempersilahkan mereka untuk berjalan lebih dulu .


Sebelum melangkah keluar Indra menyelipkan sebuah surat pada Anna , membuat Anna tercengang "Apa ini paman ?" tanya Anna bingung .


"Titipan dari pangeran mu ." ucap Indra yang tersenyum , lalu melangkah pergi keluar dari kamar Anna .


Anna masih bengong mencerna ucapan Indra barusan ."Pangeran ? Apa ini dari Kemi ." Anna langsung membuka surat di tangan nya , Anna mengalumkan senyum ketika melihat ada bunga yang terselipkan di dalam surat , lalu Anna pun membuka nya dan membaca surat nya .


Jo , maaf aku harus kembali , mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah berada di Tokyo , jangan marah ! Aku bingung harus bilang apa , aku tidak bisa membangunkan mu karena aku tidak ingin membuat mu terbangun dalam mimpi mu . Dan aku pikir aku akan mengabari mu nanti setelah aku sampai di Tokyo , tapi .... aku menemukan cara lain , aku menulis surat untuk mu , seperti saat aku menulis email untuk mu , mungkin ini sangat kuno tapi jujurlah ini hal yang paling romantis bukan ! Aku juga berikan setangkai bunga untuk mu , jangan cemberut ! Karena aku memberikan mu setangkai saja, nanti setelah aku kembali aku akan memberikan mu seribu bunga mawar untuk mu . Jaga dirimu baik - baik ya


Aishiteru ... ❤❤❤


Tidak bisa di ungkapkan dengan kata - kata , saat ini ingin sekali Anna berteriak


Aaaaaa.....

__ADS_1


Teriak Anna sambil berguling - guling di atas ranjang nya , sampai tidak sadar selang inpus yang terpasang di tangan nya hampir saja tertarik .


Aww.... Aww.... Aduh sakit ....


Anna mengusap punggung tangan nya yang sakit karena selang inpus yang tertarik oleh nya . Namun rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang Kemi berikan untuk nya .


Kemi , dari dulu kamu selalu bisa membuat ku tersenyum


Anna senyum - senyum sambil memeluk surat cinta nya , yah ... usaha Kemi selalu berhasil tidak sia - sia dalam semalam Kemi menulis surat untuk Anna , sampai menemui Indra untuk meminta pulpen dan kertas dan sampai harus mencuri setangkai bunga di taman rumah sakit .


Ada apa dengan kak Anna ?


Jangan - jangan kak Anna gila ?


Ingatan nya jadi setengah ons


Apa jangan - jangan kak Anna stres karena di culik ?


Di depan pintu Kanza , Kenzie dan Kenzo tak sengaja melihat Anna yang tersenyum seperti orang gila , mereka pun tak jadi masuk mengurungkan niat nya untuk bertemu Anna , tadi nya mereka ingin berpamitan untuk pergi ke sekolah namun


Aaaaa .....


"Kenzie , Kenzo lebih baik kita pergi aku takut kalau kak Anna tiba - tiba memeluk ku , ihhhh.... " ucap Kanza yang bergidik ngeri


"Apa mental kak Anna sampai segitu nya ? " ucap Kenzie


"Bisa jadi kak Anna mengalami trauma karena sudah di culik ." ucap Kenzo demikian


"Mungkin saja , penculik itu mau mencekik kak Anna , atau membunuh nya ."


Aaaaa ....


Syutttt ....


Anna kembali berteriak , membuat Kanza , Kenzie ,Kenzo langsung lari dari tempat itu seperti orang yang sedang ketakutan .

__ADS_1


****


Shila sudah berada di kamar rawat Stella , wajah Shila dan Vero berubah setelah mendengar penjelasan dari Indra, terlihat ada kecemasan dan kekhawatiran juga kesedihan .


Shila duduk di tepi ranjang mengelus nya dengan lembut kepala Stella , saat ini Stella masih terbaring lemah dan belum sadarkan diri , Shila merasa kasihan dengan apa yang di alami Stella .


"Luka nya tidak terlalu parah , namun psikis nya .... " ucap Indra tertahan .


"Stella hampir saja di perkosa , dan itu tidak mudah untuk di lupakan oleh seorang gadis seperti Stella , bisa saja Stella mengalami trauma karena kejadian itu ." jelas Indra


"Saya sering menangani pasien seperti ini , pelecehan - pelecehan seperti ini tidak bisa di anggap enteng , atau di lupakan begitu saja , kita bisa saja melupakan nya namun tidak dengan Stella , kejadian itu pasti masih terbayang di benak nya , di pikiran nya , apalagi Stella sempat di berikan obat perangsang , dan juga mendapat perlakuan kasar itu terlihat dari luka di tangan nya mungkin saja dia di ikat lalu di paksa untuk melakukan itu , ya .... walau pun masih bisa di selamatkan ."


"Kita lihat saja setelah Stella sadar , semoga saja psikis nya baik - baik saja , dia tidak mengalami trauma yang sangat mendalam , tapi .... kalau itu terjadi kita harus membawa nya ke psikiater ." jelas Indra


Shila tak kuasa menahan tangis , Stella sudah di anggap nya sebagai anak nya sendiri


"Kenapa ini bisa terjadi pada mu nak ."


"Kita akan lakukan yang terbaik untuk Stella , kita akan selalu ada untuk nya ." Vero menenangkan Shila seraya memeluk nya .


"Apa dia tidak mempunyai orang tua ?" tanya Indra yang merasa aneh karena hanya Vero dan Shila yang peduli pada Stella.


"Dari kecil dia selalu bersama kami , dia gadis baik , periang , dan mandiri . Orang tua nya masih ada tapi mereka sibuk dengan urusan mereka , selalu meninggalkan nya sendiri sampai tidak ada waktu untuk putri nya . Mereka selalu mencukupi semua kebutuhan putri nya namun tidak dengan perhatian hanya dengan uang " jelas Vero


"Kasihan sekali dia , mungkin dia terlihat ceria tapi tidak dengan hati nya , dari kecil anak ini tidak mendapat perhatian , dia selalu menyendiri tapi coba kalian bayangkan , dari kecil yang seharusnya mendapat perhatian , kasih sayang , tapi tidak dengan anak ini , dari kecil dia sudah menderita , dan itu akan mengakibatkan psikis nya terganggu dan sekarang dia mengalami masalah berat , anak ini hampir saja di perkosa aku tidak tahu bagaimana psikis nya nanti ." ucapan Indra membuat Shila dan Vero terpaku .


Apa yang di katakan Indra memang benar , Stella sudah menderita dari kecil , Stella selalu menahan kesedihan nya sendiri dia tidak pernah mengungkapkan isi hati nya . Shila ingat betul saat Stella menangis dulu Stella kesepian , tidak ada teman , dan kadang iri dengan kebersamaan di keluarga nya .


"Mas , kita harus memberitahukan Mommy dan Daddy nya Stella , mereka harus tahu keadaan Stella ."


Vero hanya mengangguk sebagai persetujuan nya .


"Aku akan mengabari tuan Lucifer , semoga saja beliau bisa datang ." ucap Vero demikian.


...----------------...

__ADS_1


Jangan sampai psikis othor juga terganggu ya ! beri like terus , Vote , komentar nya jangan lupa


🥰🥰🥰


__ADS_2