
Joy mondar-mandir tak jelas di depan UGD, Joy terlihat begitu panik, kadang duduk kadang berdiri, terus menerus Joy lakukan. Joy cemas karena sebelum di bawa ke rumah sakit Stella sempat pingsan, dan sampai sekarang dokter belum juga keluar.
Cklek,
Akhirnya dokter pun keluar, dengan cepat Joy langsung berlari ke arah dokter, Joy tidak sabar mendengar keadaan Stella.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya, apa dia baik-baik saja? Istri saya tidak sakit parah, kan." Dokter hanya tersenyum melihat kegelisahan dan kecemasan Joy.
"Kenapa dokter tersenyum, aku lagi panik dokter."
"Selamat pak." ujar dokter yang menyalami tangan Joy erat,
"Selamat?" Joy merasa heran, dokter hanya tersenyum seolah tahu bahwa mereka ini adalah yang pertama kali.
"Iya, selamat sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah." Joy terdiam.
"Istri anda hamil." lanjut dokter, namun Joy masih diam, Joy masih tidak percaya. Joy berjalan masuk ke dalam ruangan, melihat Stella yang berbaring lemah, Joy menatap Stella datar, dia masih tak percaya bahwa Stella hamil, dan sebentar lagi Joy akan menjadi ayah.
"Joy, dokter bilang aku ..."
"Aku sudah tahu, kamu hamil." Stella langsung mendongakkan kepalanya menatap Joy.
"Apa kamu marah? Aku tahu kamu belum siap untuk menjadi ayah aku juga."
"Kenapa marah? Aku senang ini kabar bahagia, di dalam sini ada bayi kita, anak kita, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua." ucap Joy yang mengelus lembut perut rata Stella.
"Siap tidak siap, kita harus siap. Kita akan sama-sama belajar menjadi ayah juga ibu yang baik untuk anak kita nanti. Sebentar lagi keluarga kecil kita akan lengkap dengan hadirnya buah hati kita, kamu jaga baik-baik kandungan mu." ucap Joy lembut terus menerus mengelus lembut perut rata Stella.
"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu, baru saja kita menikah." ucap Stella yang mengelus lembut perut nya.
"Itu tandanya, tuhan sayang pada kita, tuhan memberikan kebahagiaan dan harta yang sangat berharga, kita akan memberitahukan kabar ini pada mami, mami pasti senang akan punya cucu."
hihi ... Stella dan Joy tertawa bahagia, Joy memeluk Stella hangat lalu mengecup pucuk kepalanya lembut.
****
Di tempat lain Jolie mengerjai Elang habis-habisan, Jolie meminta Elang untuk mengambilkan minum, makanan, dan semua barang yang Jolie inginkan Elang terlihat begitu kesal apalagi saat Jolie menyuruhnya untuk menari.
"Apa-apaan ini, kamu mengerjaiku?"
"Elang ayolah aku kan sedang sakit, hiburlah aku sedikit saja." Jolie merajuk sambil bersandar di atas tempat tidur.
"Tidak."
"Sekali saja."
"Tidak."
"Ya sudah, aku tidak mau memakan obat." ancam Jolie. Elang menghela nafas panjang. Bagaimana pun juga Jolie harus meminum obatnya akhirnya Elang menyerah.
"Baiklah-baiklah." Jolie tersenyum
Elang pun bernyanyi sambil menari memutarkan badannya, juga melenggokan pinggulnya.
__ADS_1
Sha la ... la ... la ... la ...
La ... la ... la ... la ... la ...
Jolie terkekeh melihat Elang menari sambil bernyanyi, Elang menyanyikan sebuah lagu yang pernah menjadi soundrack drama korea berjudul full house yang di bintangi Rain dan Song hye kyo pada area tahun 2000-an.
Jolie tertawa begitu puas, sampai tak sadar luka operasi di perutnya mulai mengeluarkan cairan merah. Mungkin karena luka operasinya belum sembuh total, saat tubuhnya bergerak luka operasinya berdarah.
Akhh ... Jolie meringis mulai merasakan rasa sakitnya.
"Ada apa?" Dengan langkah panik Elang menghampiri Jolie.
"Coba aku lihat." Elang akan menyingkapkan sedikit baju Jolie, namun Jolie menahannya, Jolie malu jika Elang melihat tubuhnya.
"Luka mu berdarah, kamu harus ganti perban."
"Besok saja."
"Jolie."
"Aku, malu jika kau melihat tubuhku."
"Aku ini suamimu, sudah kewajibanku untuk melihatnya."
"Tapi aku belum siap."
"Sampai kapan? Jolie jangan egois kau sedang terluka, tenang saja aku tidak akan melakukan apa pun."
"Berbalik."
"Berbalik dulu." titah Jolie, Elang memutar bola matanya malas sambil berbalik membelakangi Jolie.
Jolie menutup bagian tubuhnya sampai pinggang dengan selimut, lalu Jolie membuka sedikit bajunya yang hanya memperlihatkan lukanya saja.
"Sekarang berbaliklah, kau sudah boleh mengganti perbannya." Akhirnya Elang pun berbalik, Elang mengambil obat alat P3K lalu duduk di samping Jolie untuk mengganti perban yang menutupi luka operasinya.
Dengan telaten dan pelan, Elang mengganti perban lukanya, Jolie hanya menutup matanya sedikit menyipit.
"Sudah belum?"
"Sebentar lagi."
"Lama banget."
"Sabar, makanya jangan banyak gerak jadi luka gini, kan." Tanpa sengaja Elang menyentuh perut Jolie dengan tangannya, membuat hati Jolie dag dig dug ser,
"Selesai." ucap Elang setelah memasang perbannya. Elang berdiri tanpa melihat ke arah Jolie, tiba-tiba kaki Elang tersandung pada kaki ranjang membuat tubuh Elang tak seimbang dan ...
Aaaaaa ... teriak Jolie saat tangan Elang mendarat di atas gunung kembarnya. Elang terdiam awalnya, namun lama-lama Elang merasakan perasaan yang aneh. "Kenyal."
"Hei, dasar cowok mesum." Jolie memukul-mukul tangan Elang. Membuat Elang langsung mengangkat tangannya. Jolie langsung menyimpan kedua tangannya di atas gunung kembarnya matanya menatap tajam ke arah Elang sambil mencebikan bibirnya.
Elang juga laki-laki normal, saat dekat dengan wanita akan ada rasa yang tak bisa di jabarkan. Apalagi Elang menyentuh bagian hal terpenting dari tubuh wanita itu. Elang merasakan sesuatu yang berkedut di bawah sana, ternyata juniornya yang mulai bangun. Elang melangkah keluar meninggalkan Jolie untuk menenangkan juniornya. Dari pada tidak bisa menahan hasratnya lebih baik Elang pergi.
__ADS_1
Elang takut tidak bisa menahannya, apalagi Jolie belum siap dan sekarang masih terluka, itu bisa melukai Jolie.
"Apa dia marah?" Pikir Jolie dalam hati, saat melihat Elang pergi begitu saja.
"Ngapain marah, seharusnya aku yang marah, dia telah menyentuh dadaku." gerutu Jolie sambil mendekap dua dadanya.
Elang bersandar di kursi kerjanya, Elang mengalihkan pikirannya pada pekerjaannya. Cukup lama Elang bergulat dengan laptopnya, Elang membuka beberapa lembaran file-file yang berserakan di atas meja, Elang sengaja menyibukan dirinya.
Tiba-tiba Jolie datang menghampirinya, Jolie berjalan tertatih-tatih, sambil memegangi perutnya yang terdapat luka. Elang belum menyadari kehadiran Jolie mata Elang masih fokus menatap layar ponselnya.
"Apa kau sibuk?" Pertanyaan Jolie membuat Elang terkejut.
"Kau, kenapa disini? Sudahku bilang jangan banyak gerak."
"Aku hanya mau minta maaf, karena ucapanku tadi." ucap Jolie membuat Elang diam.
"Maaf."
"Tidak perlu minta maaf."
"Kau marah, itu sebabnya kau pergi."
"Aku pergi karena ada banyak pekerjaan yang harus di selesaikan."
"Tapi kenapa kau pergi setelah ...." ucap Jolie tertahan, karena kembali merasakan rasa sakitnya.
"Aku sudah bilang jangan banyak bergerak luka mu belum sembuh,"
"Aku mau tanya sesuatu. Apa benar kamu mencintaiku?"
"Sudahlah Jolie, kembali ke kamar istirahat aku masih banyak pekerjaan."
"Jawab dulu."
"Jawab apa?."
"Pertanyaanku tadi."
"Aku ingin mendengar langsung darimu."
"Aku hanya mengatakan itu saat panik, aku hanya ingin menyemangatimu itu saja." ucap Elang tanpa melihat kearah Jolie. Jolie merengut, entah kenapa rasanya sangat kecewa saat Elang mengatakan itu, sakit sangat sakit.
Jolie berlalu pergi, Elang hanya menatap kepergian Jolie, Elang mengusap wajahnya kasar. Kenapa tidak ada keberanian untuk dirinya, untuk mengatakan perasaannya pada Jolie, padahal sudah sangat benar Elang mencintai Jolie. Elang bersandar pada kursi, matanya menatap langit-langit atap ruang kerjanya.
Tuk, suara gelas mengejutkannya, dilihatnya satu cangkir teh di atas meja, lalu Elang melihat Jolie yang tersenyum.
"Aku buatkan teh untukmu, biasanya seorang istri suka membuatkan teh untuk suaminya, kan. Aku suka melihat mami membuatkan teh untuk papi." Elang menatap heran.
"Mulai sekarang aku akan menjadi istri yang baik, aku akan belajar memasak biar setiap pagi aku buatkan sarapan untukmu, aku juga akan menyiapkan pakaian kerja mu setiap hari, lalu ... apalagi ya." Pikir Jolie.
Aaaaa ... Jolie kaget saat Elang memangku tubuhnya, membuat tubuhnya melayang. "Sekarang yang kau lakukan istirahat, tidur jangan banyak bergerak, kalau tidak luka mu tidak akan sembuh-sembuh." ujar Elang datar sambil menggendong tubuh Jolie kedalam kamarnya.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa untuk like & vote nya🙏😊