Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Persiapan pernikahan


__ADS_3

Aku akan menikahi Stella


Bagaikan tersambar gledek. Joy mengejutkan semua orang , ucapan yang barusan membuat semua orang terdiam . Suasana riuh seketika menjadi hening .


Stella terlihat gugup sangat gugup , di tatap nya semua orang di depan nya , termasuk Vero dan Shila yang tanpa ekspresi . Stella menganggap bahwa kedua orang tua Joy tidak setuju karena melihat dari ekspresi mereka .


"Mami , inilah keputusan ku"


Semua orang menoleh ke arah Shila , berharap mendapat jawaban dari semua perkataan nya Joy .


Flashback on


"Apa yang kamu pikirkan"


Tanya Shila saat melihat Joy duduk sendirian di taman.


"Tidak ada"


"Jangan berbohong , Mami sudah sangat mengenal mu" ucap Shila yang duduk di samping Joy


"Lisan bisa berkata tidak namun hati tidak bisa berbohong"


"Wajah mungkin bisa berpaling , dan menganggap semua tidak terjadi. Tapi hati tidak seperti itu , ada rasa sesak , sakit , saat melihat seseorang yang kita kagumi bersama dengan yang lain"


"Bukan tanpa kemungkinan sesama teman bisa saja saling menyukai , kebersamaan yang sangat lama , saling mengenal , saling bercerita , berbagi rasa , berbagi canda , dan saling peduli"


"Semua bisa terjadi , berawal dari sahabat , menjadi suka , mulai mengagumi dan mulai mencintai"


Joy hanya menatap Shila dengan tatapan yang tak bisa di artikan


"Kamu merasakan semua itu kan Nak , kamu mencintai nya , mencintai Stella. Tidak salah jika rasa cinta itu tumbuh , mungkin sudah tumbuh sejak kalian selalu bersama namun saat dulu kamu tidak mengerti apa yang kamu rasakan"


"Ada kala kita harus mengatakan nya atau tidak . Namun alangkah lebih baik nya jika kita mengatakan nya. cinta tidak harus memiliki , cinta tidak harus terbalas , namun cinta harus di katakan"


"Katakanlah perasaan mu , jangan sampai kamu menyesali nya"


"Mami"


"Mami melihat semua nya"


Shila melihat bagaimana Joy mendiamkan Stella , selama perjalanan ke villa . Shila melihat bagaimana Joy memalingkan wajah nya saat melihat Stella bersama Elang. Shila melihat kekhawatiran Joy saat Stella dalam bahaya , dan Shila mengerti bahwa itu cinta .


"Dan bagaimana dengan janji mu pada Mommy nya Stella, bukankah kamu berjanji untuk melindungi nya , berada di dekat nya. Kamu sudah mendapat kepercayaan dari nya , dia begitu percaya pada mu itu berarti kamu yang terbaik untuk putri nya"


"Seorang ibu tidak akan semudah itu , melepaskan putri nya begitu saja , tapi dia melepaskan dan memberikan putri nya pada mu dengan penuh harap"


"Mami tahu semua nya ?"


"Beberapa hari yang lalu mereka datang pada Mami , kamu tahu apa yang mereka katakan? Mereka meminta Mami untuk menikahkan mu dengan putri nya , mereka memohon dan mengatakan 'Anggaplah ini sebagai permintaan terakhir ku' Mami merasa bahwa akan ada hal buruk yang akan terjadi . Bagaimana jika ini permintaan terakhir nya ? Permintaan terakhir dari kedua orang tua nya apa kamu sudah memutuskan?"


"Aku belum tahu , aku takut salah mengambil keputusan"


"Tapi perasaan mu sudah menjawab nya . Hanya saja kamu yang masih menutup hati mu"


"Pikirkan baik - baik , jangan sampai kamu menyesali nya"


Flashback off

__ADS_1


"Apa pun keputusan mu Mami mendukung mu , kami semua mendukung mu" ucap Shila sambil tersenyum .


Semua orang bahagia , terutama Anna dan Jolie yang udah tahu seperti apa perasaan Stella pada Joy , menurut mereka Stella sangat sabar , dia memendam perasaan nya hingga akhir nya waktu menjawab semua nya .


Anna dan Jolie berjalan menghampiri Stella lalu memeluk nya , Mereka tidak percaya akhir nya Joy mengungkapkan isi hati nya . Kanza apalagi dia begitu heboh karena memang sangat menginginkan kakak ipar seperti Stella . Semua orang sangat bahagia , semua tersenyum bahagia .


****


Keesokan pagi nya semua kembali ke jakarta , liburan kali ini sangat berbeda , penuh kejutan dan kebahagiaan. Semua nya tersenyum bahagia .


"Aku tidak menduga Joy melakukan itu , putra kita yang satu ini selalu saja mengejutkan kita berdua" ucap Vero sambil fokus mengemudi tidak lupa mengulumkan senyum .


"Seperti nya kita akan di sibukkan dengan pernikahan putra - putri kita" ujar Shila yang juga terlihat bahagia .


"Seperti nya Joy yang akan menikah lebih dulu , Anna dan Kemi pernikahan mereka sudah di tentukan , satu bulan lagi tidak mungkin kita mengubah tanggal nya , karena undangan pun sudah di buat"


"Untuk Jolie aku pusing memikirkan nya"


"Aku pikir Joy yang akan menikah lebih dulu"


"Ah , aku pikir juga begitu" Shila dan Vero tergelak,


"Apa aku sudah tua ? Anak - anak kita sudah akan menikah"


"Ya , sangat tua, jadi jangan genit lagi"


"Genit sama istri sendiri tidak apa - apa kan !" ucap Vero dengan tatapan genitnya.


"Mas , ada anak - anak"


****


Pernikahan Joy dan Stella sudah di tentukan, pernikahan mereka akan di gelar seminggu lagi sangat cepat bukan! Semua keluarga sangat di sibukkan untuk menyiapkan pernikahan nya . Dari mulai makanan, gedung , undangan , dan gaun pesta .


Seperti sekarang Joy dan Stella sedang melakukan fitting baju pengantin. Banyak sekali gaun yang indah dan mewah membuat Stella bingung untuk memilih . Namun Stella lebih memilih gaun yang sederhana saja .


Setelah fitting baju mereka berkunjung ke sebuah toko perhiasan untuk membeli cincin kawin . Kedua nya terlihat sibuk dan memilih - milih berbagai macam model cincin , Stella sempat bingung harus memilih cincin yang mana karena semua nya sangat indah , namun Stella selalu memilih yang sederhana karena Stella lebih suka yang simple namun terlihat elegant .


Setelah hampir dua jam mereka akhir nya keluar dari toko itu .


"Apa kau lelah ? Lebih baik kita pulang saja" ucap Joy yang membuka kan pintu mobil untuk Stella


"Apa kita akan pergi bulan madu ?" tanya Stella setelah berada di dalam mobil


"Apa harus bulan madu ? Tidak usah"


"Joy , kau tidak romantis , setiap pasangan pengantin pasti akan pergi bulan madu"


"Aku rasa tidak perlu"


Stella merengutkan bibir nya , terlihat begitu kecewa juga kesal . Joy sama sekali tidak berubah tidak pernah peka dan tidak romantis . Joy melirik ke arah Stella yang masih merengut dan diam seraya melihat pemandangan di balik kaca mobil nya .


Joy tersenyum melihat tingkah Stella seperti itu "Memang nya kau ingin pergi kemana?" ucapan Joy membuat Stella menoleh


Stella tersenyum


"Mmm....Apa kita ke paris? Oh , tidak mmm.... Ke Roma ? , atau maldavies , atau ...."

__ADS_1


"Tidak jadi !" timpal Joy membuat mata Stella membulat ."Menurutku , bulan madu atau tidak , tidak ada beda nya . Kita di rumah saja"


"Huffft , kalau begitu untuk apa bertanya mau kemana" ucap Stella ketus , namun membuat Joy ingin tertawa .


"Memangnya apa yang akan dilakukan kalau kita bulan madu ? Jalan - jalan? Di jakarta juga bisa kita jalan - jalan tidak perlu jauh - jauh"


"Stella"


"Jangan ajak aku bicara"


"Stella"


"Aku lelah , aku ingin tidur . kalau sudah sampai bangunkan aku" ketus Stella , membuat Joy ingin tertawa namun ia tahan .


****


Malam hari nya , Stella masih belum tidur dia masih duduk diam di balkon kamar nya . Hari pernikahan tinggal 5 hari lagi , waktu berlalu begitu cepat . Setiap pengantin pasti merasa gugup juga gelisah .


Namun kegelisahan nya bukan karena itu , melainkan karena kedua orang tua nya yang belum juga memberi kabar . Berkali - kali Stella menghubungi mereka namun tidak ada jawaban .


Stella ingin menanyakan kapan mereka akan datang , sehari sebelum nya Mommy nya memberitahukan bahwa besok akan kembali ke indonesia itu berarti tepat pada hari ini , namun sampai malam ini belum ada jawaban .


Drt .... Drt ...Drt ....


Ponsel nya berdering , ternyata Joy yang memanggil nya Stella langsung mengangkat panggilan dari kekasih nya itu .


"Apa kau belum tidur?" tanya Joy di ujung sana


"Aku tidak bisa tidur"


"Kenapa? Apa masih memikirkan bulan madu ? Baiklah katakan sekarang kau mau pergi kemana"


"Untuk apa ? Ujung - ujung nya kau tidak mau"


"Jadi kamu tidak ingin pergi bulan madu ?Baiklah aku tidak akan menanyakan itu lagi"


"Eh , tunggu. Ada tempat yang ingin aku kunjungi dari dulu , aku ingin kita bisa pergi bersama ke Jeju aku sangat ingin kesana , pulau - pulau di sana sangat indah , sebenar nya dari kecil aku ingin pergi ke sana namun, karena kedua orang tua ku sangat sibuk jadi aku tidak sempat pergi ke sana"


"Baiklah , setelah hari pernikahan kita , kita akan pergi ke Jeju "


"Benarkah" Stella sumringah


"Kau senang ? Sekarang tidurlah sudah larut malam"


"Iya"


"Selamat malam"


"Selamat malam"


Tut. Sambungan telepon pun terputus Stella tersenyum bahagia , dengan langkah bahagia Stella berjalan ke arah tempat tidur nya , berbaring dan tertidur


...----------------...



Undangan untuk para readers dari Stella dan Joy , jangan lupa datang nya🥰.

__ADS_1


__ADS_2